Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Masalah Psikologi : Rivandy Lex 1,4


__ADS_3

Masa lalu yang kelam terjadi padaku akan dimulainya sejak lahir.


16 Juni 2013.


London City, Britania Raya.


Sebuah kelahiran yang tidak diinginkan oleh bangsawan itu. Wanita itu tidak peduli dengan apa yang terjadi padaku. Dia membuangku ke neraka dan menyembunyikan identitasnya. Dia mencari keluarga yang baru dan meninggalkan bayi yang tidak bisa apa-apa.


Aku tidak dirawat di sebuah istana. Aku hanya diperlakukan seperti anak tiri oleh seorang bangsawan yang sangat terhormat itu. Bahkan Ratu Inggris sekalipun.


Mereka membuat sebuah formula dari susu yang memiliki kualitas yang rendah dan diberikan padaku. Aku tidak bisa melakukan apapun. Aku hanyalah balita yang tidak tahu apa-apa.


Tahun Agustus 2017, umurku sudah mencapai 4 tahun. Para bangsawan yang terpandang mulia berlatih menjadi seorang bangsawan. Mereka dilatih dengan sopan santun. Namun, itu tidak berlaku padaku.


Mereka mengajak para bangsawan yang lain untuk melakukan perundungan pada anak yang tidak diharapkan dalam kelahirannya. Aku tidak bisa melawan. Aku hanya lari dari cengkraman mereka. Mereka mengejarku dan melakukan perundungan yang sering mereka lakukan.


Januari 2018, mereka menangkapku dan membawaku keluar jalan. Setelah sampai, dia menjatuhkanku dan menendangku. Bangsawan mengotori dan membuatku tidak bisa berdiri.


"Rasakan ini, Son of *****!"


"Mana rasa hormatmu pada kami, huh?!"


"Kau hanyalah anak haram! Tidak ada yang mau bersamamu! Kau hanyalah seorang budak!"


Mereka tertawa dengan keras sambil merekamnya. Aku hanya menahan rasa sakit yang kuterima saat ditendang. Aku tidak bisa melawannya dan lari. Aku tidak tahu apakah aku masih hidup atau tidak. Aku mengharapkan tidak akan hidup lagi.


Setelah terjatuh tidak berdaya, mereka puas dengan itu. Dengan itu, mereka meninggalkanku. Mereka melampiaskan semuanya padaku dan tidak peduli dengan kausalitasmya. Mereka tidak tahu dengan perasaanku. Hanya ingin melampiaskan neraka mereka padaku


"Ayo, pergi! Kita tinggalkan saja Anak Haram itu!" Ajak anak bangsawan itu segera meninggalkanku.


Mereka meninggalkanku dengan sejumlah luka yang tidak dapat diobati . Satu persatu mereka menghilang di pandangku. Mereka meninggalkanku dengan puas.


Saat masuk ke dalam, wanita bangsawan itu memarahiku. Kemudian, dia menendang perutku, sehingga aku tidak bisa bangun lagi. Dia juga menginjak kepalaku dengan amarah dan niat jahatnya.


"Bangkitlah, Anak Haram! Kau harusnya tahu aturan ini!"


Aku hanya menjerit kesakitan. Aku tidak tahu apa yang mereka katakan. Mereka memperlakukanku seperti budak dan anak yang tidak bisa diharapkan. Wanita bangsawan itu meninggalkanku dan berjalan dengan langkah kakinya yang lambat itu.


Ini terus berlangsung sampai aku menginjak 7 tahun.


25 Desember 2020, Varian Baru COVID 19 telah dilaporkan. Penduduk London segera menjalankan lockdown. Para garda terdepan segera memberikan bantuan pada penduduk London. Ratu Inggris memerintahkan untuk mengeluarkanku dari singgasananya.


Aku diusir dari neraka dan menuju ke neraka yang lebih menyeramkan lagi. Itu adalah diluar. Jika menetap disini, aku akan mati menderita COVID 19. Namun, tidak ada pilihan lain. Aku segera menerimanya dan menahan penyakit itu selama mungkin.


Aku mengidap penyakit itu dan tidak ada yang tahu.


Tahun 2022, pandemi corona telah berakhir. Semua penduduk London telah bersukacita dengan kondisi itu. Mereka keluar dan menghirup aroma yang sedap.Aktivitas dijalankan kembali dan dibangun kembali. Ini disebabkan karena lebih dari 70% penduduk London menerima vaksin untuk menghadapi virus corona pada bulan sebelumnya.


Di sebuah gang, aku masih hidup. Aku menderita COVID 19. Namun, aku tidak meninggal. Aku masih bertahan hidup. Walaupun, aku mengalami flu dan hipotermia, aku tidak mati. Entah kenapa alasannya menjadi seperti itu.


Tiba-tiba ada seseorang menghampiriku dan menculikku lalu membawaku ke sebuah tempat meninggalkan gang dengan mobil miliknya. Dia juga mengikatku dengan tali agar aku tidak bisa kabur.


Aku berusaha memberontak, tapi aku tidak tahu siapa yang melakukan sejahat ini. Aku mencoba untuk memperlihat pandanganku. Namun, dia melihat pemberontakan itu melumpuhkanku dengan bius agar aku tidak bisa kabur.


“Ini James Bond. 007. Aku menangkap anak yang Anda targetkan, Yang Mulia,” panggil James Bond melalui jam tangan virtual miliknya.


“Kerja bagus, James Bond. Sekarang, bawa dia padaku sekarang juga!” Pinta Ratu Inggris menyuruh James untuk membawaku ke Buckingham Palace.


James menerimanya dengan senang hati dan segera membawaku ke Buckingham Palace, London. Aku tidak bisa melihat sosok yang menculikku tadi. Aku hanya tertidur tanpa sadar dan tidak mengetahui apapun.


Jam 17:23, mobil yang dikendarai oleh 007 tiba di gerbang Istana Buckingham dan segera masuk ke dalam. Penjaga itu memberi hormat padanya dan membuka gerbang itu. Mobil itu langsung segera memarkirkan ke taman yang indah dan megah dan menuju ke ruangan istana.


James bertemu dengan Ratu Inggris yang duduk di tahtanya dan segera menyerahkanku padanya. Ia dengan kelicikannya segera membawaku ke tempat yang cukup gelap.


[*^*]


Beberapa hari kemudian, aku bangun dari pingsanku. Aku segera melihat di sekitar dengan ruangan gelap. Lalu, aku melihat Ratu Inggris beserta para bangsawan yang segera berkumpul. Tidak hanya itu, mata-mata juga ikut serta.


“Waktunya eksekusi!  Sekarang, aku, sebagai Ratu Inggris akan memberi pelajaran pada anak haram ini sekarang juga!”


“Aku setuju dengan perintah Ratu Inggris ini!"

__ADS_1


“Yeah! Beri dia pelajaran!”


“Aku akan melihat eksekusi ini!”


“Tidak sabar aku melihat penderitaannya,”


Mereka berkomentar dengan jahat. Aku tidak mengerti pada mereka yang sedang menikmati dan duduk di sana. Mereka sedang menikmati acara eksekusi ini.


“Sekarang, dia akan menjadi binatang dan budak bagiku. Aku akan membuat anak haram itu menjadi seorang rendahan yang tidak berguna ini."


Dengan seruan itu, para bangsawan bersuka cita dengan rencana itu. Para mata-mata smelihat dan akan mengambil sesuatu dariku. Mereka bersiap dengan serum milik mereka untuk mengambil sesuatu yang berbentuk cairan.


Tanpa pikir panjang, Ratu inggris menghampiriku dan menggunting sesuatu. Lalu, dia merobek pakaianku dan membuatku ketakutan. Aku segera menghindari apa yang ia lakukan padaku.


“Hentikan! Apa yang kau lakukan?” Teriakku menghindari Ratu Inggris.


Setelah merobek semua pakaianku, Ratu Inggris meninggalkanku dan memanggil wanita yang ia sewa untuk menyiksaku. Ada wanita yang sudah seperti budak sudah siap menjadi algojo untuk menyiksaku.


“Tidak! Kalian kenapa melakukan ini?” Tanyaku dengan mata yang pucat.


Wanita itu membuka kapak mereka dan bersiap untuk menyiksaku. Mereka datang berniat merasakan penderitaanku. Ini bertujuan agar menjadi hiburan bagi kaum bangsawan.


“Hentikan!” Aku berteriak.


“Jangan sakiti aku!”


“Tidak!”


Mereka merasakan tubuhku yang berlumuran darah. Dengan bayaran yang cukup tinggi dari Ratu Inggris, membuat mereka menjadi ingin melaksanakannya. Aku tidak bisa melawan karena ada rantai yang sudah dipasang agar aku tidak bisa lari.


“Hentikan! Apa salahku?!” Tanyaku menahan tangisanku.


Mereka menjawab, “Itu karena kamu terlahir sebagai anak haram.”


“Kamu tidak akan menjadi orang yang bahagia. Kau adalah anak dari budak bangsawan,” lanjut mereka.


“Kau akan meneruskan dan menjadi budakku, Reinhardt!”


Aku merasa takut dengan perintah itu. Aku tidak mengerti kenapa harus hidup dalam kondisi seperti ini. Aku disiksa oleh dua budak yang haus akan uang dan perintah ratu itu. Mereka mendapatkan keuntungan mereka.


Kenapa?


Kenapa? Padahal, aku tidak salah apa-apa.


Setelah menyiksaku, wanita itu pergi dan mata-mata segera mengambil darahku untuk penelitian mereka. Mereka menyalakan alat penyiksaan mereka agar darahku keluar dengan banyak.


Dengan tawaan itu, membuatku sudah muak. Mata-mata itu tersenyum lebar dengan penyiksaan yang mereka lakukan. Mereka sangat senang dengan darahku yang keluar. Para bangsawan melihat ini sebagai hiburan saja.


Aku ingin menghilang dari sini. Tapi, dengan tawa jahat dan niat itu membuatku ingin menghancurkan mereka. Sebuah kebencian muncul di dalam hatiku dan berniat untuk menghancurkan mereka.


“Kau akan membayar itu semua!”


“Akan aku habisi kalian semua!”


Sejak saat itu, aku menjadi bahan percobaan oleh mata-mata.


Sejak saat itu, … aku membenci bangsawan.


[*^*]


Oktober 2022, percobaan yang dilakukan oleh mata-mata sedang berlangsung. Para penelitian mencoba mengambil darahku dan membuatku kehilangan akal dan mental. Mereka akan membuat senjata yang kuat yang berasal dari anak haram.


Itu adalah … Percobaan Apocalypse.


Mereka akan menambahkan virus Apocalypse ke tubuh korban. Lalu, korban akan dipaksa menggunakan virus sebagai senjata dan perisai dan melakukan uji coba melawan musuh mereka. Sisi positifnya, pengguna itu bisa menyamai 900 tentara Inggris. Dia bisa menjadi sosok yang kuat dan patuh kepada Ratu Inggris.


Namun, sisi buruknya, jika digunakan berlebihan, pengguna itu akan mati dengan darah keluar dengan deras dan lebat. Alhasil, virus itu memakan tubuh korban dengan cepat dan hanya menyisakan tulang saja.


Namun, di tengah perjalanan, percobaan itu gagal. Aku kehilangan kendali karena kebencian yang menumpuk. Aku keluar dari tempatku dan menebas mereka dengan pisau yang digunakan.


Aku menghabisi para peneliti itu dan membuat kekacauan. Aku menggunakan virus yang melekat pada tubuhku dan menusuk perut dan mata mereka. Tidak lupa aku tidak akan membiarkan mereka hidup sedikit pun.

__ADS_1


“Semuanya! Habisi dia! Tidak ada yang boleh ….” Kepala Sir Manner terpotong dengan tebasanku.


Orang yang melihatnya berniat menembak kepadaku, Namun, aku terlalu cepat untuk dibunuh. Mata-mata MI6 tidak bisa melakukan apapun. Dengan virus Apocalypse, membuatku tidak terluka walaupun mengalami luka yang parah.


Aku menebas mereka dan memutilasi tubuh mereka. Aku tidak akan membiarkan mereka hidup dan mengambil darahku dan memasukkan virus itu ke tubuhku. COVID 19 sudah membuatku hampir mati. Namun, bukan berarti aku akan hidup dengan penderitaan yang lainnya.


Akhirnya, aku sudah memenggal kepala mereka dan penelitian pun dihancurkan dengan kebakaran. Aku mengenakan jas hitam tanpa kancing dan segera keluar untuk membunuh semua bangsawan yang ku benci sampai selamanya.


[*^*]


Tahun 2023, bulan Mei, aku bergerak mencari bangsawan. Aku menutup wajahku dengan masker hitam. Aku melihat kedua bangsawan yang sedang menikmati hari dari belakang. Dengan itu, aku menghampiri dengan cepat dan segera menusuknya dari belakang.


Salah satu yang ku targetkan tersungkur dengan banyak darah. Bangsawan yang lainnya hanya menjerit ketakutan. Dengan itu, aku memotong kepala mereka dan meninggalkan jalanan agar.aku tidak ketahuan dengan memegang kedua kepala bengawan kotor itu.


Selanjutnya, aku melihat tiga bangsawan yang sedang menikmati keseharian mereka. Mereka menaiki mobil dan segera menuju tempat yang bagus untuk menghabiskan waktu. Aku mengikuti mobil itu dengan tatapanku dan segera mendekatinya sampai pusat kota.


Setelah sampai, mereka masuk ke bangunan itu dan aku menghampiri supir itu dan membunuhnya. Lalu, aku mengendap-endap dan menunggu kedatangan mereka. Setelah itu, mereka datang dengan banyak kesenangan mereka.


Dengan itu, aku bergerak dan menculik mereka bertiga lalu membawa ke tempat yang gelap. Aku mengambil pisauku dan segera menusuk perut mereka. Setelah mereka mati menjerit, aku memotong kepala dan segera pergi ke Buckingham Palace untuk meletakkan kepala mereka.


Ini yang sering kulakukan untuk menghabisi semua bangsawan itu. Aku membunuh dan meletakkan kepala mereka di dekat pagar Istana Buckingham lalu pergi dari sini dengan penuh bayang-bayang.


Kalau ada yang menghalangiku, aku potong tangan mereka  Aku menghabisi polisi dan mata-mata. Bahkan, tentara Inggris pun tidak bisa memburuku. Itu semua karena virus Apocalypse yang sudah menyatu dengan tubuhku.


Mereka tidak punya personil yang cukup untuk menghancurkanku.


Aku akan membunuh Ratu Inggris sekarang juga.


[*^*]


24 Agustus 2024, sebuah istana yang penuh dengan penjagaan. Mereka berpatroli untuk menjaga Ratu Inggris dan Pangeran Charles. Aku menghampirinya dan menyusup lalu membunuh mereka. Aku tidak peduli dengan mereka yang menjadi pesuruh oleh para bangsawan sekalipun.


Aku menusuk jantung mereka dan mereka tidak akan bangkit lagi. Aku segera masuk dan menghampiri kamar Pangeran Charles Elizabeth V.


Setelah sampai, aku melihatnya yang sedang membaca buku. Aku bergerak perlahan dan menusuk lehernya. Dengan tusukan itu, Pangeran Charles sudah mati karena virus Apocalypse menyebar ke sekujur tubuhnya.


Saat yang sama, Richard melihatku membunuh Pangeran Charles. Ia berteriak ketakutan karena banyak yang darah membasahi tubuhku. Aku lari keluar jendela dan tidak mempedulikan tangisan anak bayi itu.


Aku membuatnya ketakutan dan kehilangan orang yang dia sayangi.


Karena ketahuan akibat teriakan itu, aku tidak membunuh Ratu. Aku membunuh sebagian besar Perdana Menteri Inggris sejak kemarin malam. Namun, polisi tidak bisa melacak keberadaan ku.


Para mata-mata segera mencariku di istana. Aku tidak bersembunyi. Aku hanya membasmi mereka dengan pisau yang ada di tanganku.


Sseorang mata-mata yang menghampriku dengan pedang dan baju zirah yang melambang kan Ksatria Putih. Dia memburuku karena aku sudah membunuh mereka. Dia tidak akan membiarkanku lolos dan akan membunuhku.


“Ketemu juga kau, Reinhardt!” Seru mata-mata itu.


“Aku, anggota MI6, White Knight, Aldric Elizabeth V akan membunuhmu sekarang juga!” Tekadnya menyodorkan pedangnya ke arahku.


Dia menyerangku dan mengayunkan pedangnya. Aku menangkisnya dan membiarkanku terluka. Aku menendangnya dan segera membuatnya terhempas kemudian menendang kepalanya agar dia tidak bisa bangkit lagi. Aku menggunakan kekuatanku untuk menghancurkan baju zirahnya.


Aku melakukan tusukan kepada baju zirah itu dan menembus tubuhnya. Aku berteriak beberapa kali agar dia tidak bisa bertahan diri. Aku sudah muak dengan semua ini.


Alhasil, Aldric tidak bisa mengalahkanku lagi. Dia tidak akan bisa membunuhku. Hanya terkapar di taman istana yang dipenuhi dengan dosa. Sebelum mati, ia berteriak dengan keras, sehingga darahnya keluar dengan banyak.


“Terkutuklah kau, Reinhardt!”


“Anak Haram sepertimu akan mati di neraka!”


Aku menusuk matanya dan memastikan ia sudah mati. Aku mengambil pisauku dan segera pergi dari istana itu. Pada saat aku ingin pergi, para mata-mata itu segera menangkapku. Aku menyerang mereka dengan luka dan penderitaan.


Aku menusuk dan menebas tubuh mereka dengan sadis, sehingga mereka tidak akan bangun lagi. Aku memegang pisau yang berlumuran darah dan menghabisi yang tersisa. Setelah itu, aku berdiri di atas tumpukan mayat yang telah ku bunuh.


Banyak keluhan dan olokan dari mata-mata itu. Mereka ingin aku masuk ke neraka karena membunuh para bangsawan itu.


Aku meninggalkan mereka dan menuju jejak yang tidak diketahui siapapun. Aku sudah tidak ingin tinggal di tempat ini lagi. Aku ingin meninggalkan tempat yang sudah menjadi neraka bagiku.


Aku sudah tidak punya tempat dan siapapun yang akan bersamaku.


Masa laluku berakhir dengan tragis, mengerikan, dan pembunuhan dan kembali pada tanggal 13 Maret 2026.

__ADS_1


__ADS_2