
14 September 2025, jam 00:04, ada seorang gadis yang menggunakan jaket dengan hoodie sedang memainkan alat musik yang disebut dengan launchpad. Ia melakukan itu hanya karena memuaskan hobinya.
Launchpad
[Lirik Lagu Panda Eyes & Teminite - Immortal Flame (feat. Anna Yvette]
Truth be told
It’s the lonely road
Chasing your dreams
And all that we are
And could ever be
Is within our reach
Ignite the fire
Pure hearts can never expire
Let the bridges that we burn
Light the way
From the ash we rise
Like phoenix taking flights
Blaze an immortal flame
*Dubstep*
Blaze like an immortal flame
Aduba-duba-dub 17 x
*Normal dubstep*
Shine like the sun
Piercing the sky
Pure hearts can never die
Rise from the fire
Begin again
*Dubstep initiated*
Blaze an immortal flame
*Dubstep continued*
Wah ah oh 3x
Blaze an immortal flame
From the ash we rise
Like phoenix taking flights
Blaze an immortal flame
Immo0r
Whoohoa
Waited all our lives
Just to burn this bright
Blaze an immortal flame
Wah ah oh 3x
Blaze an immortal flame 2x
Berbagai warna cahaya menghiasi launchpad itu. Peredam suara Glasswool memenuhi ruangan gadis itu untuk melakukan dubstep. Gadis berambut coklat panjang dengan warna mata emas di kedua matanya. Tubuhnya yang kecil mengenakan masker warna hitam polos untuk menutupi mulutnya.
“Next! Skrillex - Scary Monsters and Nice Sprites,”
[Lirik lagu Skrillex - Scary Monsters and Nice Sprites]
Look at this
I’m a coward too
__ADS_1
You don’t need to hide, my friend
For i’m just like you
Yes, oh my god
Look at this
I’m a coward too
You don’t need to hide, my friend
For i’m just like you
Yes, oh my god
Setelah memainkan 2 lagu, ia merasakan lelah di dalam hatinya. Ia lelah dengan aktivitas yang sering memainkan lagu dubstep setiap tengah malam. Ia tidak mengganggu orang lain. Dia sudah memastikan agar pengurus apartemen tidak terganggu dengan itu.
Ia segera membaringkan dirinya setelah sampai di kamarnya. Ruangan kamar itu dipenuhi dengan poster wallpaper galaksi Andromeda dan wallpaper indah lainnya.
“Laparnya, aku harus memesan makanan,” pikirnya mengambil ponsel miliknya dan membuka aplikasi UberEATS menggunakan ponsel yang sepaket dengan handphone.
“Argh! Aku lupa,” gerutunya saat tidak ada pemesanan makanan di UberEATS.
Handphone Kotori.
“Ini bukan San Francisco. Ini Moskow. Aku tidak bisa memasang makanan di tengah malam begini,” resahnya sambil melemparkan handphone miliknya ke dalam keranjang yang empuk..
“Apakah aku harus tidur saja?”
“Ini sudah Hari Minggu.”
“Aku akan mati kelaparan sampai pagi.”
“Apakah aku harus menunggu?”
Pikiran Kotori selalu menghantuinya. Ia berbaring sambil menatap ke atas sambil mengambil handphone lagi dan memutarkan lagu DSG, Diversity, dan NCS yang tersimpan di dalam handphonenya. Ia juga memasang Headphone miliknya agar menambah suasana.
Pada saat itu, ia memejamkan matanya secara perlahan. Akhirnya dia tertidur dengan pulas pada pukul 01:32. Namun, ia tidak bisa menghindar daripada ini.
[*^*]
Pada malam yang sepi, ada seorang gadis yang berusia 9 tahun sedang lari dari kejaran beberapa mobil. Ia mengayuh sepeda miliknya untuk menghindari kejaran beberapa mobil yang berlabelkan FBI.
Beberapa mobil FBI mengejarnya sambil melakukan tembakan kepada gadis itu. Gadis yang bermasker dan berhoodie itu mempercepat laju sepeda curian itu.
Gadis itu hanya memandang lurus ke depan. Ia tidak memperdulikan ancaman itu. Ia hanya lurus ke depan tanpa meragukan apapun.
Namun, ada mobil warna hitam menghadang jalan laju sepeda itu, sehingga sepeda yang digunakan oleh gadis itu terjatuh dan dia terguling ke depan. Setelah kejadian itu, bos FBI itu turun dari mobil dan menangkap gadis dengan bantuan anggota FBI lainnya.
“Dapat kau! Sekarang, kau milikku!” Bos FBI itu menangkap gadis itu dan segera dibawa ke suatu tempat.
“Tidak mau! Aku tidak mau kesana!” Gadis itu mulai menangis.
“Ayo, cepat, dasar anak nakal!” Bos itu menampar gadis itu dengan keras.
“Tidak, jangan! Aku tidak bersalah. Jangan sakiti aku!” Gadis itu sedang memohon sambil menangis ditahan oleh beberapa anggota FBI.
“Mengoceh terus sampai ke neraka!” Umpat bos itu mencekik gadis itu.
“Tidak! Jangan! Hentikan!” Tubuh gadis itu menyala seketika dan tidak ada yang tahu apa yang terjadi.
[*^*]
Kotori terbangun dengan air matanya di pipinya. Ia terbangun dari kamarnya yang sedikit berantakan dan memandang jendela yang sudah pagi.
“Apa aku sedang menangis?” Tanya kepada diri sendiri sambil menyentuh pipinya.
“Mimpi buruk lagi,”
“Aku harus memesan makanan di supermarket sekarang juga. ini sudah jam 7,” pikir Kotori bergegas menuju ke kamar mandi sebelum
Ia membuka jaket miliknya dan masker miliknya lalu ia meletakkan ke keranjang kotornya untuk dicuci nanti. Ia membuka baju dan celana pendeknya. Terakhir, ia membuka pakaian dalamnya agar ia bisa berendam.
Terlihat sedikit cahaya di bagian tubuhnya yang kecil dan mungil. Ia segera menyalakan lampu agar ia tidak dicurigai bahwa ia memiliki kekuatan supernatural. Jika itu terjadi, ia akan diburu lagi.
Kotori mengenakan handuk setelah ia berendam di pemandian. Ia masuk ke dalam kamarnya untuk memakai pakaiannya. Setelah ia berpakaian, dia langsung bergegas untuk pergi dari apartemennya sambil membawa kunci apartemennya.
Setelah mengunci apartemennya dia mengenakan hoodie miliknya agar ia tidak ketahuan oleh organisasi yang akan menyakitinya. Ia tidak pernah melakukan kesalahan yang membuatnya diburu. Oleh karena itu, ia harus pindah dari AS ke Rusia untuk menjaga keamanannya sebab ia lolos seleksi Akademi Militer Spyxtria.
Ia tidak mau hidup dalam kegelisahan ini. Tapi, ia terpaksa melaluinya dan melaluinya dengan tegar. Setelah lulus akademi, ia akan bergabung dengan PBB dan menjalani kehidupan normalnya.
Sesampainya di supermarket, dia membeli beberapa bahan makanan yang cukup untuk semalaman. Ia juga membeli beberapa soda yang ia akan minum. Setelah membayar ₽ 560, ia kembali ke apartemen dengan cepat.
[*^*]
Sebelum berjalan menuju apartemen, ia menabrak seorang gadis yang bertubuh cukup tinggi. Karena berat badan gadis itu, Kotori terjatuh dengan mudahnya dan barang belanjaannya tergeletak di jalanan.
“Kamu tidak apa-apa?” Tanya gadis itu yang cemas dengan keadaan Kotori.
__ADS_1
“Tidak apa-apa. Aku … baik-baik saja,” jawab Kotori sedikit terbata-bata.
“Shiori. Ada apa? Ribut begini,” keluh gadis lolita yang sedang menghampiri Shiori.
Gadis lolita melihat Kotori yang mengenakan masker dan membawa keripik dan soda. Ia memegang belanjaan itu dan menegur, “Tunggu sebentar! Kau tidak boleh membawa makanan seperti ini,” sambil menyita barang belanjaan Kotori.
“Ini tidak sehat tahu,” tegur gadis lolita itu di hadapan Kotori.
“Ta-tapi, aku … ” ucap Kotori terpotong.
“Jangan takut! Aku bukan monster, kok,” potong Shiori yang sedang menerangkan Kotori.
“Aku bisa merasakannya,” lanjutnya sambil meraih tangannya kepada Kotori.
Kotori yang melihat itu hanya mengangguk dengan pelan dan terpaksa menerima tangan Shiori yang lembut itu. Ia berjalan bersama kedua gadis itu.
Mereka memperkenalkan diri sambil mengobrol kecil. Kotori ketakutan dan sedikit mencurigai bahwa.mereka akan membawanya ke Amerika Kotori Andromeda, Kelas I Saintek D. Anivesta Bella dan Shiori von Zuckerberg dari Kelas I Soshum A.
Akhirnya mereka sampai di apartemen Kotori. Bella dan Shiori terkejut dengan isi ruangan Kotori. Ruangannya penuh dengan musik dubstep. Kotori hanya malu dengan itu.
“Eh? Kamu bisa memainkan beberapa musik?” Bella terkesima dengan kumpulan musik.
"Hanya Dubstep dan House,” jawab Kotori singkat.
“Genre macam apa itu?” Tanya Bella yang tidak mengerti dengan dunia musik.
“Electro dan Future,” jawabnya lagi.
“Ruangan ini mengingatkanku dengan milyaran bintang pada malam hari,” puji Shiori dengan dinding ruangan Kotori.
Kotori yang mendengar pujian itu tidak tahu apa yang harus dijawab.
“Kamu sudah sarapan belum? Sepertinya kamu tidak makan dari tadi," tebak Shiori melihat perut Kotori.
Kotori yang melihat yang seperti itu merasa malu kepada dirinya sendiri. Bella yang
"Kotori, bolehkah aku meminjam dapurmu?" Tanya Bella dengan penuh sedikit perhatian.
"Silahkan! Lagipula, tidak ada yang memakainya," jawab Kotori dengan sedikit menelan ludahnya.
"Gawat! Jika mereka mata-mata, aku harus segera pergi dari sini. Mereka membohongiku," pikirnya secara cemas.
Kotori yang sedang melawan psikologi mata-mata itu segera mempersiapkan mentalnya untuk melakukan perlawanan jika ada suatu hal yang terjadi.
Namun, ketika Kotori yang sedang mempersiapkan mentalnya untuk melawan, Bella datang kemari sambil membawa masakan miliknya.
"Sudah jadi. Kau tidak perlu makan makanan yang gak sehat lagi." Bella menyelesaikan masakannya dan menyodorkannya kepada Kotori.
Kotori yang sudah di dadapan Bella segera mengambil dengan perlahan. Bella pun mengucapkan, "Jangan khawatir! Aku tidak memasukkan racun pada masakan itu. Lagipula, aku tidak punya racun itu," menenangkan Kotori yang sedang waspada.
"Jangan cemas! Kami berada di sisimu," lanjut Shiori membuat Kotori untuk memberanikan dirinya. Ia membuka maskernya dan mengambil sumpit miliknya.
Kotori yang menaruh sedikit curiga hanya pasrah dan mencoba masakan itu, ia mengambil beberapa masakan itu mencicipinya sedikit.
Ketika Kotori memakannya sedikit, ia merasakan aroma yang enak di sekujur tubuhnya, Ia tidak habis pikir bahwa daging itu sangat lezat. Aroma rempah-rempah memotivasinya agar tetap hidup.
"A-Apa ini? Rasanya enak banget." Kotori tidak bisa berhenti makan.
"Itu rendang. Masakan Padang," jawab Bella dengan singkat.
"Dengan sedikit rempah dari Indonesia yang dikirim ke Moskow, aku bisa membuat masakan yang berbagai rasa di Indonesia. Jadi, aku bisa menyelam sambil minum air," jelasnya dengan sedikit pepatah.
"Bella memang hebat. Aku akan memasukkan daftar untuk berlibur di Indonesia," lanjut Shiori handphonenya dan mulai mencatat.
"Indonesia? Itu dimana?" Tanya Kotori sambil mencari informasi mengenai Indonesia.
"Asia Tenggara, kamu bisa mengeceknya di Google Maps," jawab Bella sedikit tersenyum.
Dari Kotori yang mencurigakan menjadi Kotori seperti anak kecil.
"Heh, masih ada anak kecil di luar sana." Bella menghela nafasnya.
"Apa maksudmu?" Tanya Kotori.
"Nggak. Aku diejek Onii-chan yang kurang ajar itu. Dia setinggi 180 cm dan …," papar Bella yang dipotong.
"Itu Pangeran Rivandy, 'kan?" Potongnya singkat.
"Iya. Itu … Eh?! Bagaimana kamu tahu itu?" Bella terkejut dengan itu.
"Habisnya di Klub Musik, banyak yang membicarakan tentangnya," jawabnya dengan pengalamannya.
"Dengan sangat hormat jangan katakan itu lagi!" Aura Bella semakin kental.
"Kenapa kamu memanggilnya Onii-chan?" Pikir Kotori yang tidak paham dengan pikiran Bella.
"Aku akan mencobanya. Jika ada yang salah, tolong dikoreksi, ya! Kotori!" Shiori mulai memainkan launchpad milik Kotori
Dengan video YouTube, Shiori memainkan sebuah lagu "Teminite - Get Down" dan "Panda Eyes - Colorblind." Kotori dan Bella menyoraki Shiori yang belajar dari YouTube.
Semuanya menjadi lebih berwarna di galaksi Andromeda.
__ADS_1