Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Mimpi Buruk dan Trauma : Ketakutan Siswi Akademi 1,3


__ADS_3

21 Maret 2026, jam 15:23, Cherry sudah menyelesaikan tugas yang dikerjakan. Cherry sudah mengerjakan tugas yang dikirimkan oleh pihak PBB. Dengan tugas yang dikumpulkan, membuat Cherry ingin merasakan sesuatu dari luar lingkungan yang luas.


“Ara-Ara. Sepertinya sudah selesai. Aku harus segera keluar untuk menghirup udara segar. Tugas ini membuatku sudah stres. Aku ingin sekali memperkosa Rivandy untuk mengurangi stres.”


“Tapi, Rivandy Sayangku masih diskorsing. Nanti saja, lagipula aku membiarkannya istirahat. Lebih baik aku pulang saja,” pikir Cherry segera menutup laptopnya dan segera merapikan meja kepala sekolahnya.


“Sudahlah! Aku harus segera meninggalkan akademi ini,” lanjutnya meninggalkan ruangannya.


Cherry meninggalkan ruangannya dan menutup pintunya. Ia berjalan ke lorong yang penuh dengan aktivitas siswa siswi di Klub Teater. Sheeran tidak masuk untuk seharian. Jadi, Cherry mengabaikan aktivitas dan berjalan cepat agar tidak menjadi pusat perhatian para siswi.


Cherry pergi dari akademi dengan mendekati parkiran akademi kendaraan khusus untuk guru dan kepala sekolah. Ada guru yang memiliki supir untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Cherry tidak memiliki supir pribadi. Ia hanya memilih mengendarainya sendiri.


Ia mengendarai kendaraan pribadi dan berhadapan langsung dengan kemacetan. Ia sangat bersabar karena selalu terbiasa dengan kemacetan itu. Jarang sekali Cherry pulang dengan kemacetan.


Karena kemacetan terus berlangsung. Ia memutuskan untuk mengarahkan kendaraan pribadinya ke taman dan menunggu kemacetan Kota Moskow pudar dengan sendirinya.


Tak lama kemudian, ia memarkirkan mobilnya sambil menunggu kemacetan. Setiba suatu taman di Moskow. Ia turun dari mobil dan menikmati udara segar di Moskow. Ia pergi ke lingkungan taman yang sudah lama tidak dikunjungi.


Ia mengingatkan pada seseorang yang kelam bagi Cherry. Ia tidak pernah melupakan sesuatu yang sangat penting sampai sekarang. Ia tidak bisa melupakan orang itu. Orang itu membuat Cherry seperti sekarang.


Orang itu adalah … orang yang penting baginya.


[*^*]


Jam 16:23, ia sedang berjalan untuk mencari tempat duduk. Melihat banyak orang yang bersantai di taman. Ia merasa iri dengan anak muda yang penuh dengan cinta di musim semi. Ia ingin berhubungan cinta dengan seorang kekasih. Namun, itu tidak berlaku baginya.


Ia hanyalah wanita yang tidak memiliki pasangan.


Kebetulan, ada seorang siswi yang sedang merenung dengan apa yang dilakukan. Ia melihat siswi itu sedang menghela nafas dengan keseharian yang melelahkan itu. Rambut twintail itu membuat keimutan yang terlukis di wajahnya.


Dengan itu, Cherry segera menghampiri gadis yang duduk dengan penuh keyakinan. Ia ingin menanyakan sesuatu padanya karena tidak biasanya ada seorang siswi yang sendirian di taman.


“Hei! Anak manis! Sedang apa kamu disini?!” Rayu Cherry menggoda gadis twintail itu.


Gadis itu menoleh ke Cherry. Ia menatap Cherry dengan mata sayu. Ia merespon, “Oo. Kepala Sekolah.Tidak bisanya kamu disini.”


“Eh?! Ara-Ara. Rupanya kamu kenal aku yah?!” Tanya Cherry mendekati Aurora duduk di taman.


Aurora hanya mengangguk pelan. Ia hanya berpaling sambil merenungkan sesuatu. Ia sedang melihat langit musim semi Kota Moskow. Cherry melakukan yang sama. Ia membujuk Aurora untuk menikmati musim semi.


“Bolehkah aku duduk disini?!” Tanya Cherry menawarkan dirinya.


“Boleh,” jawab Aurora menerima tawaran dari Cherry.


Tanpa pikir panjang, Cherry duduk dekat Aurora. Aurora hanya terdiam tanpa menoleh pada Cherry. Ia hanya merenung dengan keseharian yang semakin memberatkan Aurora. Ia juga tidak menyangka mengalami hal seperti ini.


“Kau tahu? Aku senang kamu berada di akademi. Aku juga senang kamu bisa bertahan sampai sekarang walaupun banyak kejahatan yang menimpa banyak siswa dan siswi, sehingga mentalmu terlatih dengan kuat."


“Kalau tidak salah, namamu Aurora Sentinel, iya kan?” Tanya Cherry menebak nama Aurora.


“Iya,” jawab Aurora singkat.


Cherry merasa tidak beres dengan keberadaan Aurora. Ia tidak menyangka Aurora tidak baik-baik saja. Ia


melakukan sesuatu dengan mendengar cerita Aurora mengenai penyebab dari semua itu.


“Ada apa?! Kalau ada yang tidak beres, ceritakan pada Oneesan sepertiku! Aku senang kamu menceritakan padaku,” tawar Cherry membujuk Aurora untuk menceritakan sesuatu.


Aurora tidak menoleh pada Cherry. Ada yang perhatian padanya di saat kondisi Aurora yang buruk. Padahal, Aurora tidak membutuhkan perhatian apapun. Ia hanya menghadapi penderitaan yang dihadapi selanjutnya.


“Tidak ada. Aku hanya … kau tahu. Aku tidak yakin aku bisa menghadapi semua ini. Aku rasa aku hanyalah sebuah kegagalan. Mereka benar. Aku bukan yang diharapkan. Aku hanya membebani orang lain saja.” Aurora mulai menceritakan masalahnya.


“Tadi, aku mencoba untuk membuat Rivandy menjadi lebih baik. Aku sudah berbagai cara untuk menghiburnya. Aku tidak tahu bagaimana ini terus berlangsung. Rivandy tidak pernah menjadi lebih baik lagi … setelah dia menanggung semua luka dan penderitaannya.”


“Aku sendiri tidak sadar … bahwa … aku melukainya. Aku tidak bisa melihatnya lagi. Rivandy terlalu banyak menderita hanya karena aku. Aku sendiri tidak mengerti kenapa Rivandy melakukan semua ini.”


“Karena aku memaksakan diri, aku membuat perkelahian dengan seseorang. Ia cukup penting bagi Rivandy. Namun, dia … tidak bisa lagi berhubungan dengan Rivandy. Aku membuatnya hancur seketika. Kehidupan akademi dan lain sebagainya.”

__ADS_1


“Aku pernah kehilangan seorang teman yang penting karena keadaan yang pahit ini. Aku tidak bisa menerima semua itu. Aku … tidak bisa melakukan sesuatu karena psikologinya … sudah tidak tertolong lagi.”


“Begitu juga dengan Rivandy. Aku dan Akishima sedang membuatnya lebih baik. Dia juga menjadi sosok yang penting bagi Rivandy. Tapi, sudah terlambat. Aku tidak bisa membujuknya lagi. Ini pilihannya. Tidak ada pilihan lain.”


“Tapi, ….” Aurora berbalik badan dan berhadapan langsung dengan Cherry.


“.... kalau begini terus, Rivandy berakhir … seperti Evelyn!” Air mata Aurora bertebaran di udara.


Cherry mendengar itu semuanya. Dia sudah membaca laporan dariku mengenai Evelyn. Ini semua merupakan akibat dari otoritas bangsawan. Dengan itu, Cherry memberitahukan sesuatu agar Aurora lebih tenang lagi.


"Begini. Aku membaca laporan dari Rivandy mengenai Evelyn. Aku juga mengerti alasan dari semua ini. Aku mengikuti pengadilan di kota ini. Hakim di sana memutuskan untuk melakukan skorsing pada Rivandy selama 2 minggu. Itu lebih baik daripada tidak sama sekali." Cherry menjelaskan mengenai hukumanku di pengadilan.


"Rivandy juga sudah kuanggap jadi adikku sendiri. Dia memang sama seperti sebelumnya. Namun, aku tidak tahu alasan kenapa Denis membenciku. Ia tidak terima kalau aku merebut Rivandy darinya. Itu sudah cukup untukku. Aku hanya tidak mengerti apakah aku menjalani kehidupan ini yang terus memburuk itu."


"Bangsawan Inggris di Rusia, Manshery Elizabeth V, sudah membuat ulah di akademi. Dia menggunakan otoritas dan reputasi sebagai bangsawan terhormat untuk melakukan sesuatu yang salah. Ini sudah terjadi pada sebelumnya. Presiden Rusia sudah berusaha keras. Namun, hanya ini yang bisa ia lakukan."


"Penduduk Moskow tidak menyalahkannya. Mereka sangat patuh dan taat pada aturan meskipun itu membunuh mereka. Mereka hanya menjalani aktivitas mereka meskipun mereka ditindas oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab."


"Ini sama seperti pejabat. Bangsawan dan pejabat tidak jauh berbeda. Mereka hanya melakukan itu hanya untuk menggapai tujuan mereka meskipun cara mereka membuat orang lain terluka. Sudah pernah kejadian sebelumnya. Namun, … aku sudah di sini. Aku akan berusaha sekuat tenaga agar itu terjadi."


"Jadi, tidak apa-apa! Kau boleh menangis. Rivandy juga mengalirkan air mata disini. Saat itu, dia tidak ingin mengalirkan air matanya disini. Tubuhku memang lembut dan halus. Jadi, ini tempat yang bagus untuk mengutarakan perasaan dan kesedihan itu."


Dengan curhat dari Cherry itu, Aurora memeluk Cherry sambil menangis tersedu-sedu. Cherry memeluknya sambil mengeluskan rambut twintail Aurora. Aurora memeluk Cherry sambil merasakan gunung Cherry yang empuk dan besar. Gunung Cherry seperti Gunung Himalaya--Gunung Everest (E-F Cup).


"Kau tidak usah khawatir dengan kegagalan! Kegagalan itu hanyalah hal yang biasa terjadi. Aku pernah mengalaminya sebelumnya. Aku malah teringat sesuatu yang penting. Aku juga pernah mendapatkan pengalaman yang kelam sebelumnya. Sama sepertimu."


"Tapi, aku menghadapinya dan tidak boleh membiarkan kegagalan itu terulang lagi. Aku tidak boleh mengulangi kesalahan dan kegagalan itu Aku pernah mendapatkan sesuatu."


"Itu adalah … sesuatu yang tidak pernah ku lupakan."


Sekuat apapun orang itu, … mereka pernah mengalami kegagalan. Tidak ada seorangpun yang tidak pernah gagal ~ Cherry Spyxtria.


Suasana itu menjadi haru. Aurora mengalirkan air matanya, sehingga pakaian Cherry menjadi basah akibat diguyur air mata seorang gadis yang imut. Ini membuat Aurora mempercayai Cherry yang sebagai kakakku.


Aurora mulai merasakan hangatnya pelukan itu. Mengingatkan sesuatu yang paling penting dalam hidupnya. Dengan itu, Aurora mulai terbuka dengan Cherry mengenai masalah yang rumit untuk diselesaikan.


"Maafkan aku! Aku tidak bisa menahan perasaanku. Aku membuat berantakan seperti ini."


Cherry menjawab, “Iya. Tapi, aku tidak ingin Rivandy melakukan hal yang percuma. Dia hanyalah seorang remaja yang tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menghadapi semua rintangan ini.”


“Ia tidak mungkin menghadapinya sendiri. Namun, ia keras kepala fan menghadapinya tanpa pikir panjang. Padahal, perlu suatu pengorbanan untuk menghadapi semua ini. Termasuk, kamu.”


“Ia butuh beberapa uluran tangan. Kamu adalah salah satunya. Kamu tidak boleh memaksakan dirimu agar Rivandy menjadi lebih baik. Kau hanya perlu menahan nafas dan tenang. Dengarkan aku!” Cherry menepuk bahu Aurora pipinya dipenuhi air matanya.


“Setiap siswa dan siswi akademi punya sebuah rintangannya tersendiri. Bahkan, banyak dari mereka yang menghadapinya lebih dari yang mereka bayangkan. Tidak ada yang menyangka bahwa rintangan mereka menghalangi mereka dan mereka pun memilih untuk lari.”


“Masalah psikologi yang menghantui, keputusasaan yang berkepanjangan, tugas akademi yang memberatkan, dan campur tangan dari orang luar membuat mereka memutuskan beberapa pilihan.”


“Mereka menghadapinya dengan kekuatan mereka, menghadapinya walaupun mereka takkan bisa melewatinya, atau lari dari halangan mereka yang takkan pernah bisa dicapai. Ada yang takkan pernah bergerak dari titik nol dan ada yang takkan bisa maju karena … masa lalu yang menyakitkan itu.”


“Dengan keputusan mereka, mereka segera melaksanakannya sesuai dengan hati dan pikiran mereka. Mereka meneruskan akademi atau meninggalkan akademi. Dengan alasan dan faktor ini, banyak dari mereka yang keluar dari akademi.”


“Jadi, .... itu alasannya kenapa 30% siswa dan siswi akademi yang lulus.” Cherry mengakhiri alasan dan penjelasan mengenai alasan hanya 30% yang lulus akademi.


“Ini masih dari sebagian kecil. Masih banyak alasan dan faktor yang membuat kegagalan yang tidak akan terulang dan menimbulkan efek yang sangat besar pada orang itu sendiri.”


“Jadi, aku selalu menulis laporan alasan mereka yang Drop Out. Itu sudah cukup.”


Dengan penjelasan Cherry, membuat Aurora merasa paham. Aurora menghentikan air matanya dan memikirkan tekad yang dimiliki oleh seorang gadis SMP. Aurora tidak ingin mundur lagi.


“Kepala Sekolah. Tidak! Kouchou-Sensei!” Panggil Aurora menghentikan air matanya.


“Aku … tidak akan membiarkan Rivandy menderita lagi! Aku sudah bertekad untuk membuatnya bahagia. Aku sudah merasa nyaman pada saat itu. Namun, aku tidak boleh lengah begitu saja. Aku akan berjuang … dan tidak akan mengulangi kejadian yang sama seperti sebelumnya,” tekad Aurora untuk berjuang.


“Suatu hari nanti, aku akan lulus dan menikahi Rivandy. dan tidak membiarkan Rivandy direbut lagi dan diperkosa seperti sebelumnya. Rivandy sudah pernah diperkosa. Aku tidak sadar bahwa … jika Rivandy diperkosa, dia akan menderita.”


“Aku … akan mengalahkan mereka semuanya! Aku ingin meminta restu darimu. Setelah kelulusan tahun 2028, aku akan membuatnya bahagia bersamaku. Aku juga ingin sekali membuat anak yang lucu dari Pangeran.” Aurora membeberkan rencana hidupnya.

__ADS_1


“Apakah kamu menerima restu dariku?” Tanya Aurora meminta restu dari Cherry.


Cherry terdiam dengan kaku. Ia merasa ada saingan yang cukup kuat di hadapannya. Ia tertawa dalam hatinya karena ada persaingan yang keras dan menyakitkan. Ia ingin menertawakan Aurora, tapi takut kena dosa.


“Cie. Kamu sekarang banyak saingan, kau tahu.” Rayu Cherry menyenggol bahu Aurora.


“Lagipula, tidak semudah itu! Kamu harus menjalankan misi terlebih dahulu sebelum menikah. Setidaknya, kalau kamu dapat izin dari agen PBB, kalian bisa menikah di ….”


“... Tahun 2032. Kamu baru bisa menikah pada tahun 2032,” lanjutnya.


“Tch! Jadi, aku harus menahan keperawananku selama itu?” Tanya Aurora merasa kesal karena tidak tahan lagi.


“Tidak ada pilihan lain. Kalau kalian cukup berprestasi, kalian bisa menikah,” jawab Cherry mengenai aktivitas agen PBB.


“Kouchou-Sensei! Kalau kamu memperkosa Rivandy lagi, aku tidak akan memaafkanmu,” ancam Aurora dengan mata biru menyala.


“Eh?! Bukan hanya aku! Banyak gadis di luar sana yang menyukai sosoknya,” elak Cherry menyalahkan gadis yang lainnya.


“Tapi, mereka ketakutan, lho! Karena Rivandy membunuh bangsawan itu,banyak dari mereka ketakutan. Jadi, butuh seminggu lagi untuk menyembuhkannya,” jawab Aurora menggembungkan pipinya.


Cherry tertawa dengan sesaat. Tak lama kemudian, Cherry mendengar sebuah notifikasi dari tabletnya. Tablet itu mengeluarkan notifikasi bahwa kemacetan kota Moskow sudah mereda. Dia sudah bisa pulang sekarang.


Tablet Cherry tidak memiliki merek apapun. Tablet itu memiliki RAM sebanyak 3 TB. Fiturnya pun sangat canggih. Lebih canggih daripada Tablet Tahun 2200, sehingga tidak ada seorang pun yang menyadari dengan keberadaan tablet Cherry. Harganya pun sangat mahal. Bisa mencapai $ 8 miliar.


Sistem keamanan tablet ini sangat canggih. Tidak mungkin para hacker profesional yang bisa meretas data Cherry.


jadi, tablet ini hanya bisa digunakan untuknya sendiri.


“Sepertinya, sudah tidak macet. Ayo! Aku akan mengantarkanmu ke apartemenmu!” Ajak Cherry mengantar Aurora ke apartemennya.


Aurora menerima itu dan menyusul Cherry. Mereka berjalan bersama dan menuju ke kendaraan pribadi milik Cherry.


“Kalau tidak salah, apartemenmu sangat dekat dengan milik Rivandy, iya kan?” Tanya Cherry sengaja merayu Aurora.


“Eh?! Tunggu! Darimana kamu tahu apartemenku berada?!” Aurora terkejut karena Cherry tahu letak apartemennya.


“Rivandy menceritakannya padaku. Jadi, aku tahu semuanya.” jelas Cherry pada Aurora sambil berjalan seperti artis.


Aurora merasa kesal karena itu. Tapi, itu sudah cukup membuat Aurora lebih baik. Hanya saja, ia butuh sesuatu. Sesuatu untuk mengistirahatkan diri dari hari akademi yang melelahkan itu.


Itu adalah hubungan yang baik.


[*^*]


Setelah sampai di parkiran, Aurora duduk di depan kendaraan pribadi bersama Cherry. Cherry menyalakan kendaraannya dan mengarahkan kendaraan meninggalkan taman. Kendaraan pribadi Cherry melaju di jalanan Moskow yang penuh dengan musim semi.


Jam 17:23, Mereka singgah terlebih dahulu ke supermarket untuk membeli sesuatu. Setelah itu, mereka pulang menuju apartemen Aurora. Cherry merasa lebih baik karena sudah lama ia tidak menjalani kehidupan yang normal karena tugas PBB yang melelahkan itu.


Jam 17:45, kendaraan pribadi Cherry sudah sampai. Aurora pamit dan berterima kasih pada Cherry. Cherry menitipkan sesuatu kepadaku agar aku mendapatkan dukungan yang lebih baik lagi.


Aurora menerimanya dengan senyuman itu. Dia menuju ke apartemennya dan segera merawatku dengan senang hati. Itu semua adalah tugas Aurora untuk menyembuhkanku dari mimpi buruk dan trauma.


Namun, ketika perpisahan itu, ada sebuah mobil yang mengikuti mereka. Mobil itu mirip sekali dengan sebelumnya. Mobil itu sudah mengetahui segalanya. Ia sudah tahu alasan dari Evelyn menghilang dari Moskow.


Mobil itu adalah … mobil yang ditumpangi oleh Nyonya Manshery.


Nyonya Manshery sangat geram karena sebuah kegagalan dan tujuan yang ia raih sudah hilang. Ia ingin berharap aku dikeluarkan dan akan membunuhnya secara perlahan. Namun, berkat Aurora dan Cherry, peluang itu menjadi hilang.


“Terkutuklah kau, Cherry Spyxtria! Tidak, Jalang Sialan itu! Dia sudah membuat pengadilan itu menjadi lebih buruk lagi. Padahal, aku sudah memberikan ₽ 300.000 kepada Hakim. Tapi, dia tidak menjalankan dengan baik!” Murka Nyonya Manshery melihat Cherry dan Aurora.


"Supir! Kita pulang sekarang juga! Banyak yang harus kita lakukan disini!" Suruh Nyonya Manshery kepada supirnya.


Supir itu langsung melajukan mobil ke suatu tempat. Pada saat mobil melaju, ia melakukan target yang cukup keras. Dengan target yang cukup penting, dia mencoba melakukan sebuah rencana yang ia gunakan untuk menjatuhkan seseorang yang dianggapnya musuh.


Ia mungkin gagal menjatuhkan Cherry dan memberinya hukuman dari perantara hakim. Namun, ia sudah mendapatkan sebuah celah yang ia gunakan untuk membuat kehidupan akademi seseorang itu hancur berantakan.


"Aku akan mengincar bangsawan ini.. Aku sudah melihatnya dengan jelas."

__ADS_1


"Aku akan membalasmu." Ia melihat foto dengan kelas di sebuah virtual yang ia genggam.


"Diana Ravenrought. Claveriska Bonaparte." Dia menyebutkan nama gadis bangsawan.


__ADS_2