
"Sebenarnya, Suasana akademi ini kacau karena .... Perang Cinta sudah dimulai." Kotori memperingatkanku.
“Eh?!” Aku merasa kebingungan karena aku tidak tahu situasi akademi yang semakin berbeda dari biasanya
Aku tidak mengerti apa yang Kotori katakan. Kotori semakin serius dalam masalah ini. Akademi ini semakin aneh. Banyak gadis yang mengejarku. Bahkan, Nina membutuhkan waktu untuk menahan itu semua.
Entah kenapa aku ingin sekali menerima kematianku. Tapi, Kotori menyelamatkanku dari Rivera Marvel, mantan Ketua Klub Saintek.
“Perang Cinta?” Tanyaku pada Kotori.
“Iya. Perang Cinta. Perang dimana para gadis harus mendapatkan kekasihnya. Mereka mengincar kekasih yang sama. Maka dari itu, muncullah keributan yang terjadi pada mereka. Mereka melakukan segala cara agar kekasih itu berada di sampingnya. Entah berapa peluang Heroin agar bisa selamat.”
“Perang ini juga membuat banyak kerugian bagi yang kalah. Aku pernah mengalami kejadian yang sama. Aku melihat para gadis lebih sibuk berperang daripada mengurusi hal yang lebih penting. Mereka ingin sekali mendapatkan cinta darimu.”
“Kalau kau membiarkan dirimu diperalat, kau tidak akan mendapatkan cahaya kebebasan. Kau hanya menjadi alat pemuas libido para gadis. Pangeran Thailand meninggal pada angkatan sebelumnya. Ini terjadi karena Harem yang menimbulkan kekacauan.”
Aku merasakan ketidaktahuan dalam penjelasan ini. Rasanya ingin muntah. Aku malah tidak ingin mendengar penjelasan Kotori. Aku merasakan sesuatu yang menusuk hatiku. Ingin sekali menutup telingaku karena merasakan hal yang aneh.
Padahal, lebih baik aku melakukan itu bersama Rivera-Senpai.
“Kotori. Kenapa kamu menolongku? Padahal, aku ingin ….” Kotori mendekat dan membuatku terdiam.
“Aku tidak akan membiarkan kesalahan yang fatal itu terulang kembali. Aku tidak mau kamu terjadi hal yang sama sepertinya. Dia memang orang yang baik.” Kotori melanjutkan pernyataannya dan menjauh dariku beberapa sentimeter.
“Dia sangat menyenangkan, humoris, dan pantang menyerah. Dia sama sepertimu. Dia adalah seorang remaja yang mudah didekati oleh banyak gadis. Semuanya itu menjadi lancar sampai musibah itu datang kepadanya dan … dia menghilang.”
“Dengan Perang Cinta itu, dia ditangkap oleh orang yang lebih kuat. Aku … berusaha untuk menghentikannya. Namun, dia membiarkan dirinya ditangkap dan … aku merasa frustasi karena itu. Lalu, aku pergi dari Amerika dan tiba di sini.”
“Siapa dia?” Tanyaku mengenai Kotori.
“Bukan apa-apa. Dia memang orang yang aku hormati,” jawab Kotori menghela nafasnya.
Aku terdiam duduk di taman dan segera menyegarkan pikiranku. Aku ingin sekali melupakan itu. Namun, karena rayuan gadis yang tidak bisa kulupakan, aku ingin sekali menjual tubuhku. Kotori memegang pipiku dan menenangkan perasaanku agar aku merasa lebih tenang.
“Jangan khawatir! Aku berada di pihakmu. Aku juga mengirim pesan kepada Aurora dan Evelyn Mereka akan senang dengan bantuanku. Aku akan berusaha untuk melindungimu. Tenang saja."
“Bukankah kamu berpihak pada Shiori dan Bella?” Tanyaku meragukan Shiori.
“Shiori semakin menggila. Dia berkompetisi dengan anggota Klub Disiplin dan saling menyalahkan satu sama lain. Bella dan siswa lainnya mencoba menghentikan mereka. Namun, terlambat. Mereka dibutakan oleh cinta,” jelas Kotori mengenai kondisi Shiori.
“Pantas saja dia ingin menciumku. DIa memaksaku dan memperlakukanku seperti alat pemuas hasratnya,” dugaku benar mengenai itu.
“Ayo! Kita harus kembali ke kelasmu atau aku akan mendapatkan masalah mengenai ini,” ajak Kotori memegang tanganku agar kami meninggalkan taman akademi.
Kami meninggalkan taman akademi dan bersembunyi dari para gadis yang mencariku lalu memberikan sesuatu padaku. Dia juga melapor ke Aurora dengan kekuatan supernaturalnya.
Entah kenapa aku merasa aman jika bersama Kotori. Dia juga berhubungan baik dengan Aurora dan Evelyn. Mereka akan menjagaku dari para gadis yang mabuk akan cinta.
[*^*]
Setelah kembali ke kelas, kami bertemu dengan Aurora dan Evelyn yang seperti ibu dan anak. Kami mendekati mereka dan memperingatkan mereka untuk menjagaku.
“Kotori,” panggil Aurora melambaikan tangan pada Kotori.
“Aurora. Evelyn. Jaga dia sampai keadaan kembali seperti semula. Banyak gadis yang akan menghancurkannya nanti ” sahut Kotori memegangku agar tidak bisa kabur.
“Kotori! Aku tidak bisa, desu! Tugas Pak Stephan sangat berat, desu,” keluh Evelyn masih mengerjakan tugasnya.
__ADS_1
“Lupakan tugasmu!” Kotori menghentakkan meja Evelyn.
“Lebih baik kamu dihukum daripada kehilangan Rivandy,” lanjut Kotori membuat Evelyn mengabaikan tugasnya.
“Eh? Padahal, tugasku terasa berat, desu,” rengek Evelyn seperti anak kecil.
“Evelyn. Aku akan membantumu. Aku akan membantumu mengerjakan tugasmu di apartemen Aurora. Rivandy tidak keberatan juga,” bujuk Kotori agar Evelyn merasa tenang.
“Kotori,” panggil Aurora.
“Iya. Ada apa?” Balas Kotori menoleh Aurora.
“Apakah kamu berselingkuh dengan Pangeran Rivandy?” Tanya Aurora memegang kapaknya.
“Tentu saja tidak, bodoh! Kamu sangat menakutkan,” balas Kotori menjauh dari Aurora
“Aurora. Siapa dia, desu?” Tanya Evelyn menoleh ke Kotori sesaat.
“Dia adalah bibimu. Dia akan menelantarkan kita dan kawin lari sama Papa. Lalu, kita jadi keluarga yang menderita,” jawab Aurora berperan menjadi ibu Evelyn.
“Aku semakin tidak mengerti apa yang kamu ucapkan,” gumam Kotori merasa tidak enak pada mereka.
“Mama. Dia jahat, desu.” Evelyn memeluk Aurora sambil menangis.
“Kau benar, Anakku,” jawab Aurora memeluk Evelyn sambil menangis.
Kami merasa terdiam dengan drama itu. Aku ingin sekali mereset otak Aurora yang kebanyakan menonton drama percintaan. Dengan itu, Kotori mendekati mereka dan segera memberikan sedikit dorongan kepada mereka.
“Aurora. Evelyn. Dengarkan aku!“ Kotori membentak Aurora dan Evelyn.
“Umu.‘ Mereka hanya mengangguk pelan dan mengerti dengan Kotori.
“Anak pintar. Aku akan menyerahkan Rivandy pada kalian. Kau harus ke kelas dulu,” pamit Kotori menuju ke Kelas I Saintek D.
Aurora dan Evelyn langsung mengerti dan menjagaku dan memperlakukanku dengan baik. Mereka melekat padaku dan memperketat penjagaannya. Evelyn melupakan tugasnya dan Aurora berencana agar aku bisa selamat. Kalau aku merasa terangsang, Aurora akan menciumku. Aurora bertekad, ia tidak akan menggunakan alkohol agar aku merasa nyaman.
[*^*]
jam 15:01, pelajaran militer berakhir. Namun, ini mulainya Perang Cinta. Para gadis menargetkanku sebagai kekasihnya. Mereka melatih diri agar memperbesar peluang mereka. Ini seperti game Merebutkan Pasangan. Siapa yang dapat, mereka akan melakukan hubungan intim agar kekasih itu menjadi milik mereka.
Akishima dan Sheeran bersiap bertarung. Mereka tidak membiarkan para gadis itu menculik Rivandy. Mereka mendapatkan laporan bahwa aku hampir diperkosa Maka dari itu, mereka akan bersiap dulu untuk menyerang. Namun, karena tugas dari Klub Teater, membuat mereka harus menyelesaikan tugas mereka terlebih dahulu.
Saphine dan Rin dipanggil Zhukov dan melakukan rencana agar membantu Aurora untuk menjagaku. Denis dan Hammer segera membantu Filia-Senpai untuk observasi kepada masakan kepala sekolah. Mereka juga meminta keterangan mengenai tips dan semacamnya. Mereka merencanakan itu agar tujuan Filia-Senpai terpenuhi.
Shiori segera mencari informasi dan menghitung persoalan matematika agar bisa bisa mendapatkanku dan menjadi miliknya. Bella membantu Shiori agar ia bisa menghajarku. Mereka tidak dibantu oleh Kotori yang berpihak dengan Aurora dan Evelyn.
Stephany, Aria, dan Millia mendapatkan perintah dari Ketua Klub Pangeran untuk mendapatkanku dan melindunginya dari gadis lain yang mabuk cinta. Mereka harus melepaskan keperawanan mereka dan membuatku kecanduan meskipun ini tidak ada pilihan lain.
Nona Claveriska dan Aura melaksanakan rencana mereka. Spinx dan Spinz mendukung Nona dari belakang. Mereka segera mengerahkan senapan mereka agar mereka mendapatkan lawan yang mereka hadapi. Nona Claveriska juga menyiapkan senjatanya dan segera mendapatkanku. Padahal, rencana Spinx dan Spinz sebenarnya adalah menonton saja.
Andela, Farah, dan Wulan bersatu untuk mendapatkanku. Andela resmi menjadi Klub Pangeran. Eleva segera menghentikan mereka. Namun, mereka terlalu kuat. Jadi, Eleva berencana untuk melakukan sesuatu agar aku aman. Eleva tidak bisa menghentikan Andela yang sedang mabuk cinta. Maka dari itu, dia bergabung dengan Aurora dan Kotori.
Sebagai Klub Disiplin, Nina, Sinta, dan Diana tidak membiarkanku mengalami hal yang sama. Mereka tidak mau memberikan toleransi lagi pada gadis yang tidak bermoral seperti Shiori pada kejadian sebelumnya Namun, ada niat jahat yang ada pada diri Diana untuk mendapatkanku. Sinta pun demikian. Apalagi Nina. Mereka akan saling mengkhianati satu sama lain.
Ketua Klub Militer memberi perintah pada Rima, Hanna, dan Lisa untuk menyeretku ke Klub Militer. Ketua Klub Militer sangat terkesan dengan kemampuan militerku. Dia mengingatkan pada seseorang yang bisa membunuh mata-mata. Dia terlalu berbahaya, sehingga dia harus dilindungi oleh Klub Militer.
Rivera-Senpai yang merupakan mantan Ketua Klub Saintek mengumpulkan Furumi dan Zaza untuk membantunya. Otoritas Rivera-Senpai sangat kuat. Namun, belum sekuat Chelsea-Senpai. Jadi, mereka membuat rencana dengan perhitungan matematika, fisika, dan kimia untuk mendapatkanku.
__ADS_1
Elaviana dan Karmila meretas sebuah situs mengenai sebuah identitas. Mereka melihat sebuah adegan yang cukup mengejutkan. Hanya karena masakan Neesan, aku mendesah. Jadi, aku dibawa ke ranjang dan segera menghabiskan tenagaku meskipun itu tidak mungkin.
Aurora, Evelyn, Eleva, dan Kotori sedang berpatroli dengan ketat dan tidak membiarkanku diambil begitu saja. Eleva mengajak Zera untuk melindungiku. Jadi, penjagaku sudah lebih banyak. Aku tidak berniat untuk memiliki penjaga. Aku hanya ingin menjalani kehidupan biasanya meskipun itu tidak mungkin.
Perang Cinta akan semakin memuncak dan akan dimulai.
[*^*]
Di sebuah ruangan yang penuh dengan tugas, seorang gadis yang tengah mengerjakan tugasnya merasa lega karena pekerjaannya telah selesai. ia lega dengan tugas yang dikerjakannya meskipun tugasnya sudah direvisi 10 kali secara penuh. ia menutup semua tugas itu dan istirahat sebelum pulang.
Tak lama kemudian, ada sebuah ketukan pintu di sela-sela istirahat itu. Ketukan itu membuat gadis itu tidak bisa menahan diri untuk istirahat lebih lanjut. Ia ingin sekali tidur nyenyak. Namun, sudah terlambat.
“Permisi, Chelsea-Chan!” Panggil gadis itu ingin membuka pintunya.
“Masuklah!” Sahut Chelsea yang sedang berbaring di kursinya.
Pintu terbaik dengan pelan. Ada dua gadis berkulit hitam segera menghampiri Chelsea yang seperti kucing saja. Mereka dengan kode Black Clover sudah berhadapan dengan Ketua Klub Pangeran yang ingin tidur nyenyak. Namun, dihadang oleh mereka. Jadi, Chelsea harus melayani mereka.
“Apa sih? Ganggu bobo saja,” tanya Chelsea terpaksa bangun dari tidurnya.
“Jangan marah atuh! Saya datang kemari untuk memperlihatkan sesuatu padamu,” sodor Elaviana memberikan bukti video pada Chelsea.
“Apa itu? Aku harap bukan sesuatu yang membosenin,” harap Chelsea sedang menahan kantuknya.
Elaviana memperlihatkan sesuatu pada Chelsea. Pada saat Chelsea menonton video itu dengan menahan kantuknya, ia melihat adegan dewasa yang terjadi padaku dan Neesan. Dengan itu, Chelsea semakin marah karena aku semakin kecanduan dengan kakakku sendiri.
“Cherry! Kenapa kamu selalu saja merusak Pangeranku?!” Chelsea menghancurkan ponsel Elaviana dengan palu.
“Tenangkan dirimu, Chelsea! Saya tidak akan membuatmu kerasukan lagi,” bujuk Elaviana memegang tubuh Chelsea.
“Yah! Ponselku rusak. Kamu harus ganti rugi!” Bentak Elaviana pada Chelsea yang sedang kerasukan.
Chelsea yang kelelahan itu merasakan suatu ingatan yang membuat Indonesia menjadi lebih buruk. Ia menghentikan sifat kerasukan itu dan segera menanggapi demo massa itu.
“Ok. Aku akan perbaiki. Jangan demo di depanku! Aku bukan DPR!” Chelsea menghela nafas dan segera memperbaiki ponsel yang ia rusaki.
“Xiaomi Smartphone : Back to Zero!”
Chelsea menggunakan Smartphone miliknya dan segera memperbaiki ponsel yang rusak itu. Muncullah suatu garis yang keluar dari Smartphone milik Chelsea dan garis itu bergerak menuju ke ponsel Elaviana. Garis itu mengubah waktu sekarang menjadi waktu 2 menit yang lalu.
Ponsel Elaviana yang rusak kembali menjadi seperti semula. Elaviana salah menilai Chelsea. Dia merasa Chelsea pantas menjadi Ace Spyxtria Tahun Ketiga. Jika mata-mata menghadapi Chelsea, mata-mata itu langsung dikalahkan dengan mudah.
“Xiaomi Smartphone : Nice Dream!”
Chelsea mengubah smartphone miliknya menjadi ranjang yang empuk. Ia menidurkan dirinya dan ingin menikmati ranjang yang dia buat karena bau ranjang itu sangat harum dan membuat penggunanya ingin tidur.
“Aku malas. Aku mau bobo,” pamit Chelsea menikmati tidurnya setelah mengerjakan banyak tugas.
“Eh? Kenapa?” Tanya kedua gadis itu.
“Kalau dibiarkan, bisa-bisanya ...” Sanggah Karmila.
“Kalian saja. Aku mau bobo dulu. Bye!” Chelsea langsung tertidur dengan nyenyak.
Karena tingkah Chelsea, Elaviana dan Karmila meninggalkan ruangan itu dan bergerak untuk mendapatkan pangeran atas nama Klub Pangeran dan lainnya. Mereka tidak akan membiarkan orang lain untuk merasakan tubuh pangeran itu.
Mereka akan menggunakannya sebagai alat demi kepentingan mereka sendiri.
__ADS_1