Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Masalah Psikologi : Kotori Andromeda : Agen CIA


__ADS_3

Kamis, 23 April 2026, Cherry Spyxtria, sedang menyelesaikan pekerjaan yang cukup banyak. Dokumen PBB, laporan BLUE, dan kinerja siswa dan siswi akademi dari 2019 sampai sekarang.


Tiba-tiba, ada seseorang yang muncul di depan Cherry.  Dia menggunakan sebuah portal untuk datang ke Moskow. Waktunya sendiri sudah ditentukan, yakni 30 menit sebelum pergi ke New York.


Seorang berseragam CIA yang rapi dengan penemuan yang dibawa. Ia juga adalah seorang manajer Enchanted Geniuses. 


Near Elsworth, orang yang berambut silver dan mata biru. Tidak diketahui ia seorang pria atau wanita. Ia menyembunyikan pertanyaan mengenai jenis kelamin.


"Yo. Cherry! Long time no see. How are you with Eleven?" Near menyapa dengan bahasa Inggris.


Cherry menghentikan pekerjaannya sejenak. Ia segera mematikan laptop miliknya dan menghadapi Near.


"Near. Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Cherry terkejut kaku.


"Nothing. Aku hanya numpang lewat saja. Lebih tepatnya, aku  datang kesini untuk sesuatu. Sekalian aku ingin memberi hadiah padamu." Near dengan arogan


"Apa yang ingin kau berikan padaku?"


"Sebuah manusia." Near menunjukkan hasil penelitian yang ia ciptakan.


Di dalam penemuan itu, terdapat seorang remaja yang tertidur di dalam shelter. Cherry terkejut dengan manusia yang diciptakan oleh Near..


"Rivandy! Kenapa dia ada disini?"


"Manis sekali, bukan? Dia tertidur seperti Princess Aurora," jawab Near memperlihatkan penemuannya.


"Ke-Kenapa kamu melakukan hal itu? Padahal, kau tidak boleh membuat manusia."


"Itu karena aku ingin membuat manusia tanpa dari rahim ibu. kau bisa saja membuat anak dari hasil Open BO-mu. Tapi, sekarang tidak lagi karena pekerjaanmu sangat banyak."


"Tch! Kau memang agen paling busuk yang pernah kutemui."


"Slow! Aku tidak melakukan hal-hal yang kejam, kok."


"Lalu, apa tujuanmu kesini?"


Near bersemangat. Namun, ia masih menahan kesenangan itu. Ia memilih tujuan datang ke Moskow.


"Mudah saja. Aku akan mengincar seseorang sejak dari Amerika. Dia adalah seorang tahanan dari Area 51."


"Kau mengenal Kotori Andromeda?" Near menanyakan seorang siswi akademi.


"Kotori? Oo. Siswi kelas I Saintek D, bukan?"


Sebuah hologram menyala secara otomatis. Near memperlihatkan Kotori dari segi kemampuan bertarung, pelajaran akademi, maupun kesehariannya.


"Iya. Dia adalah siswi akademi militer. Potensi yang dimiliki sudah cukup berkembang. Tapi, masih ada yang kurang darinya. Dia belum disempurnakan."


"Apa yang kau inginkan darinya?"


"Aku ingin menangkapnya lalu mengeksploitasi untuk kepentingan CIA maupun EG." Near semakin tidak terkendali dengan pandangan mata yang gelap.


"Ditolak!" Cherry menolak mentah-mentah.


"Hei! Jangan begitu! Ada siswa dan siswi yang sudah bekerja dengan EG. Lagipula Akademi Spyxtria sudah dibantu dengan kerjasama oleh EG sejak September 2019."


"Mereka direkrut dengan cara yang halus dan resmi. Tidak sepertimu. Kau selalu menghalangi jalan mereka." Tatapan dingin Cherry seolah merendahkan Near.

__ADS_1


"Heh? Kau tidak pernah menolak Rivandy. Dia sangat tampan dan menawan." Near mendekati penemuan dan meraba sedikit.


Dr. Cherry masih terdiam. Perasaan dingin dan tidak enak dengan siswi akademi. Sudah pernah kejadian Near sudah menculik mereka dan membawa pergi ke Los Angeles.


"Hanya Kotori? Kau datang hanya untuk itu? Sayang sekali. Jika kau melakukan sekejam itu, kau akan dihukum dengan berat." Dr. Cherry mengeluarkan bunyi-bunyi dan hukuman dari tablet yang ia pakai.


"Heh? Aku tidak pernah mendapat hukuman sebelumnya."


"CEO EG datang ke akademi sendirian hanya untuk mencari orang yang berbakat. Namun, hanya menggunakan rayuan dan iming-iming agar bergabung dengannya. Regen termasuk di dalamnya."


"Begini saja. Aku punya penawaran untukmu. Aku akan menculik dua pelajar akademi ini. Kotori Andromeda dan Rivandy Lex. Mereka berbakat seperti seorang pembunuh. Jika mereka sudah menjadi bagian dari EG, keuntungan akan meningkat sebanyak 24%. Itu sudah cukup untuk membasmi ******* di Timur Tengah."


"Kenapa tidak Regen saja yang menyelesaikan itu semua?" Saran Cherry cukup menyakitkan, merekomendasi mantan siswa yang kontroversi untuk menyelesaikan konflik.


Mendengar nama Regen membuat Near menggigit giginya. Keringat Near bercucuran di sekujur tubuhnya. Karena mengingat masa lalu, ia sedikit tertekan. Namun, dia sudah terbiasa dengan itu.


"Regen? Si sampah itu sudah membongkar data rahasia CIA dan menyebarkan kepada dark web. Kami tidak bisa melacaknya lagi. Dan dia berani kembali ke Amerika."


"Tapi, semenjak CEO merekrutnya, dia sudah membuat database yang baru untuk mencegah para hacker untuk meretas CIA dan NASA. EG sudah mencegah Regen untuk melakukan kejahatan yang lainnya."


"Setelah itu, aku akan mengembangkan sebuah teknologi dengan sampel terbaik dan bisa digunakan jika Regen melanggar Kode Etik EG. Kami bisa saja menjadikan Regen sebagai tumbal projek jika diizinkan."


Penjelasan Near menutup pembicaraan sejenak. Dr. Cherry masih terduduk di meja kerjanya, belum bergerak sekalipun.


"Apa yang aku dapatkan jika aku membiarkanmu menangkapnya? Itu pasti untuk meraup keuntungan yang lebih besar."


"Tidak adil aku meraup keuntungan sendirian. Aku akan mengirimkan Rivandy kepadamu dan dia akan memenuhi apapun keinginanmu.  Kau bisa memperkosanya setiap hari."


"Kalau kau menyakiti Rivandy, aku akan menembakku." Dr. Cherry mulai mengeluarkan Tec-9 warna pink dan mengarahkan pada Near yang terdiam berdiri di hadapannya


"Jika saja Regen datang ke sini, dia akan menghabisimu." Dr. Cherry menarik senapan dan menyimpan di laci meja.


Cherry menutup mulut soal itu. Dia sama sekali tidak ramah karena soal perbudakan yang terselubung. Pernah kejadian seorang harus terenggut nyawanya karena EG sendiri.


"Sekarang tidak mungkin. Dia harus berhadapan dengan 3 Creator andalanku. Hulk, Wolverine, dan Deadpool. Regen tidak akan bisa mengalahkan Creator milikku." Near menyombongkan diri dengan menyebutkan bodyguardnya.


"Kau terlalu tergantung orang lain. Kau bisa mati jika mereka meninggalkanmu."


Near tertawa lagi. Tidak mungkin mereka meninggalkan Near karena sudah diprogram khusus untuk melindungi Near dari bahaya dan ancaman.


"Aku tidak butuh kekuatan. Dengan IQ 182, aku tidak terkalahkan. Aku bisa saja membuat mereka tunduk padaku. Superhero yang kuat dan lincah akan terus bekerja padaku selamanya."


Ekspresi Near berubah. Ia kembali menjadi tenang setelah menyampaikan pikiran yang jahat. Ia teringat pada seseorang yang cukup penting untuk proyek miliknya.


"Oh iya. Aku sedang mencari seorang Pretenders. Katanya, dia mengikuti pelajaran dan melatih dirinya di akademi ini. Meskipun begitu, ia tidak pernah berubah. Selalu agresif dan membunuh bangsawan. Amatir sekali."


[Pretenders adalah seorang Transformers yang mengubah tubuhnya menjadi manusia. Jadi, mereka sebenarnya Transformers tapi bertubuh manusia.]


"Pertama. Dia sudah menghancurkan setengah kota Holywood dalam waktu 29 menit. Perubahan Transformers itu menjadi sebuah pesawat tempur yang canggih."


"Kedua. Saat pengejaran FBI pada Januari 2021, dia mengubah dirinya menjadi Decepticon dan membunuh Ketua FBI. Alhasil, FBI tidak bisa menangkap orang itu."


"Setelah aku menangkap target lolicon, aku membawanya pulang. Sampel gen DNA milik lolicon itu sudah didapatkan. Tinggal mencari Pretenders itu."


"Kau tahu siapa dia? Dia adalah seorang pembunuh yang berbahaya suatu saat nanti. Mungkin aku akan memburunya begitu dia naik kelas 2."


Setelah menjelaskan target Pretenders dengan santai, dia bersandar di alat penemuan. Ia berniat untuk memberikan pada Cherry. Namun, ditunda karena proyeknya belum lengkap. Tinggal sampel darah asli.

__ADS_1


"16 Juni 2020, terjadinya kerusakan labolatorium utama EG. Apa yang terjadi? Apakah proyek itu mengalami kegagalan?" Dr. Cherry mulai bertanya tentang tragedi kerusakan labolatorium.


"Tentu tidak. Kejadian itu hanyalah kecelakaan. Eksistensi objek itu terlalu tinggi, sehingga dia menghilangkan entah kemana."


"Kau tidak berniat untuk mencarinya kan?" Tanya Cherry mengenai proyek yang rusak.


"Tidak. Butuh 1 miliar tahun untuk menemukannya. Itu pun mendapat peluang sebanyak 0,000034%. Persamaan Drake, kau tahu." Near menolak mentah-mentah.


"Baiklah. Aku sudah tidak mau mendengar orang cerdas dan jenius denganmu." Dr. Cherry mulai malas mengobrol dengan Near.


"Baiklah. Aku akan pergi. Tapi, aku akan kembali dengan teknologi teleportasi milikku."


Ia mulai membereskan penemuan miliknya dan mengakhiri pertemuannya. Ia harus bekerja di tempat lain


"Terima kasih atas diskusi hari ini. Semoga bermanfaat. Aku harus pergi ke Brazil untuk melakukan Percobaan Victory." Near membungkukkan badan seperti seorang maid.


"Kau akan menyesal jika kau berurusan dengan Rivandy." Dr. Cherry masih tidak menerima Near dan tidak membiarkan Rivandy ditangkap.


"Keras kepala. Sampai jumpa di lain hari dan Eleven titip salam denganmu." Sebuah surat dilempar ke tangan Cherry.


"Selamat Tinggal!"


"До свидания."


Near menghilang secara memudar. Ia sudah menyetel teleportasi ke Rio Janeiro, Brazil.


Cherry memegang surat sebentar sebelum kembali bekerja. Setelah membaca surat secara menyeluruh, ia tersenyum dan berharap ingin bertemu lagi.


"Eleven. Kapan-kapan kita akan ke New York."


[*^*]


Sementara itu, jam 10:18, ada seorang gadis bermasker yang mendengar diskusi itu. Berpikir sejenak karena anggota CIA datang ke Moskow tiba-tiba. Mirip dengan Pintu Kemana Saja yang bisa pergi ke tempat yang dituju.


"Near! Kenapa dia disini? Tidak hanya aku, Rivandy juga diincar."


"Tidak boleh dibiarkan. Kalau sampai Near bertemu dengan Rivandy, Rivandy akan kalah. Dan kejadian ini akan terulang lagi."


Ketika Kotori berpikir, Bella dan Shiori menghampiri Kotori dan mengajaknya ke kantin. 


"Kotori. Kamu ngapain disini?" Bella menyapa Kotori.


"Kamu menguntit orang pacaran?" Shiori bercanda sekaligus menebak pikiran Kotori.


"Ti-Tidak! Hanya saja aku ...." Kotori ingin menjawab dan menjelaskan secara perlahan dan lembut.


"Sudah. Ayo! Kita harus pergi sekarang juga. Andika selalu menghabiskan waktu istirahatku." Bella memotong karena sedang terburu-buru.


"Aku sudah lapar. Mungkin aku akan melahap Rivandy sampai kering." Shiori mulai berpikiran aneh.


"Shiori. Jangan mulai, deh!" Bella memarahi Shiori karena Shiori mulai berpikiran mesum.


"Hanya bercanda. Kau terlalu cepat marah." Shiori mengejek Bella sambil lari entah kemana.


"Argh! Sudahlah! Kotori. Ayo!" Bella mengajak Kotori dengan uluran tangan.


Mereka pun ke kantin meskipun Kotori berpikir keras dengan pertemuan itu.

__ADS_1


__ADS_2