
17 September 2025, jam 15:00, pelajaran akademi telah berakhir di Kelas I Saintek A, Aurora dan Evelyn bernafas lega. Aku masih terpaku dengan buku kecilku di layar handphone.
Tiba-tiba, Akishima memasuki kelasku dan mengajak, “Hei, kalian! Aku punya permainan bagus, lho,” sambil menyeret aku, Aurora, dan Evelyn ke dalam suatu ruangan. Ruangan itu sama seperti latih tanding dengan kelas lain.
Arena itu berbentuk segi enam simetris dengan simulasi latar yang berbeda-beda. Bisa dikatakan, ini adalah fitur petualang yang dapat disetel sesuka hati. Saat kelasku latih tanding dengan kelas lain pada ronde final, Kelas I Soshum A dan Kelas I Saintek B, tidak ada yang memenangkan pertarungan ini. Hasilnya seri.
Tidak hanya mengajakku, Aurora, dan Evelyn. Akishima mengajak Sheeran, Denis, Hammer, Saphine, dan Zhukov untuk berkumpul di ruangan arena itu. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan.
“Ada apa, Akishima? Sampai kamu mengajak kami kesini,” tanya Zhukov yang sudah berdiri tegak.
“Itu benar. Aku sedang sibuk sekarang. Ta-tapi, kalau ada Rivandy, aku akan ikut, kok,” jelas Sheeran tersipu malu.
“Heh. Dasar maniak romantis,” ejek Akishima dalam hati.
“Yosh! Aku akan mengumumkan sesuatu pada kalian semua,” umum Akishima setelah berdehem.
“Yaitu, permainan petak umpet!” Seru Akishima dengan semangatnya yang membara.
“Petak umpet?” Tanya siswa dan siswi yang diajak oleh Akishima.
“Hah?! Kau mengajak kami hanya karena bermain seperti anak kecil?!” Seru Sheeran mengomeli Akishima.
“Lagian, kita sudah dewasa, tahu," lanjut Sheeran.
“Heh. Aku diajak begini hanya karena ini. Aurora, Evelyn. Kita pulang saja.” Aku mengajak Aurora dan Evelyn untuk pulang.
“Jangan pulang!” Seru Akishima mencegahku untuk pulang sambil mengikatku dan membawaku menuju papan pengumuman.
[*^*]
“Aku akan membaca peraturan kali ini. Permainan petak umpet. Ini sama seperti permainan anak kecil. Tapi, kalian bisa menggunakan senjata kalian untuk mendukung peran kalian. Jika kalian menjadi pencari, kalian bisa menembak orang yang sedang bersembunyi. Sedangkan, pemain yang bersembunyi bisa menembak pencari dan bergerak menuju ke tempat lain."
“Permainan ini akan berakhir jika pemain yang bersembunyi menghabisi para pencari atau para pencari menembak mati pemain yang bersembunyi itu”
“Yang akan memenangkan permainan ini, kalian akan mendapatkan hadiah spesial, yaitu … kalian dapat Rivandy selama akhir pekan ini,”
Aku yang mendengar itu langsung mencocor, “Jangan samakan aku dengan hadiah pemenang! Aku masih punya harga diri, tahu."
“Jangan khawatir! Kamu bisa ikut, kok,” respon Akishima yang mendengar cocoranku itu dengan santai.
“Aku tidak yakin dengan itu,” pikirku.
Mendengar pengumuman itu, Aurora pun berseru, “Aku harus mendapatkan Rivandy sebelum direbut oleh orang lain!”
“Aku akan berjuang, desu!” Semangat Evelyn semakin membara.
“Hmm. Boleh juga, Akishima. Ini juga bisa latihan untuk kemampuanku,” ujar Zhukov untuk meningkatkan kemampuannya.
“Petak umpet militer? Aku ingin mencobanya,” lirih Saphine mendengar ide dari Akishima.
“Aku akan mengambil Ri-chan dan membawanya ke Klub Memasak,” tekad Denis untuk membawaku ke Klub Memasak.
“Aku juga,” sahut Hammer dengan semangat.
“Kalau begitu, aku akan memenangkan permainan ini. Lalu, aku akan mengajaknya berkencan di Kremlin dan menidurkanku di ranjang,” tekad Sheeran dengan mata cintanya.
“Aku tidak akan membiarkanmu menang, Gadis Mesum,” batin Akishima melihat Sheeran yang mesum itu.
[*^*]
Setelah itu, kami harus mengambil ranting yang panjang atau pendek. Yang panjang artinya hider, yang pendek artinya seeker. Setelah mengambil ranting, kami mengambil peran yang Akishima jelaskan.
Aku harus bersembunyi dari mereka. Aku memutuskan untuk berada di koordinat yang pinggir untuk menghindari para pencari.
__ADS_1
Ini tidak adil. Kenapa aku harus menjadi sial ini? Dari semua pemain, hanya aku mendapatkan ranting yang panjang, sementara sisanya mendapatkan yang pendek.
1 Hider, 8 Seeker. Akan kucoba dengan ini. Kalau aku menang, aku akan bebas. Jika sebaliknya, aku harus bersama yang menang pada akhir pekan nanti. Peluang kemenanganku adalah 1 : 16.777.216.
Senjata Rivandy
{AWM}
{Desert Eagle (Arctic)}
Aku sudah menyiapkan senjata dan pisau yang selalu kubawa mendapatkan suatu monitor untuk memberikan info mengenai permainan ini. Aku segera melihat notifikasi yang berada di hadapanku. Setelah itu, aku bersiap sedia dan melihat di sekitar untuk bersembunyi.
[Rivandy Lex
Kelas I Saintek A
Peran : Hider
Status : Sniper Rifle]
[HP : 100/100
Shield : 100/100
Amunisi : 10/30
Koordinat : (756,12)
Area : Hutan
Status Keamanan : 80%]
Arena petak umpet dimulai dengan sirine yang berisik itu. Aku bergerak dengan cepat namun waspada. Kemudian, menuju ke Timur, sehingga monitor koordinat X dari 765 menuju 698.
Pada saat aku menuju ke koordinat (700, 15), aku melihat ada seorang gadis yang sedang menggunakan jet miliknya dengan membawa senjata pistolnya Aku bersembunyi dari semak-semaknya.
"Rivandy. Dimana kamu? Aku akan menembakmu. Kamu boleh menembak dengan senapan cintamu," desah Sheeran menyentuh tubuhnya dengan nakal.
Aku yang melihat itu mengisi senapanku sambil bergumam, "Maafkan aku, Sheeran! Aku harus menembakmu. Kau sendiri yang memintanya," mengarahkan arah tembakan ke Sheeran.
Setelah itu, aku menekan pelatuk dan tembakan yang cepat itu langsung mengenai dada Sheeran. Sheeran yang terkena tembakan itu langsung mendesah dan terjatuh ke tanah dengan menutup mata, menurunkan rahang, mengerutkan kening atau menurunkan alis, dan membuka mulutnya.
Aku sudah menembak Sheeran segera pergi dari sini dengan sedikit penyesalan.
[Sheeran Chezka sudah tumbang. Sisa 7 Seekor lagi]
7 Seeker lagi. Aku akan meminta maaf kepada Sheeran setelah ini. Lagipula, Sheeran memintaku untuk menembaknya. Ah! Sudahlah! Aku tidak ingin menembak gadis lagi.
Setelah itu, aku akan mencari tempat untuk bersembunyi selama 27 menit 1 detik. Aku yang sudah menembak Sheeran segera bergegas untuk menuju ke tempat persembunyianku. Namun, aku ketahuan. Evelyn yang melihatku itu langsung melakukan tembakan beruntun kepadaku. Aku segera lari darinya tanpa melawan.
Ketika aku dikejar oleh Evelyn, aku melihat tembakan yang mengarah kepadaku dan segera melakukan tembakan. Itu adalah Zhukov dengan senapannya. Senapan SCAR-20. Tembakan yang jitu dengan tembakan yang beruntun. Itu cukup merepotkan.
Dengan terpaksa aku menembak dengan pistol sambil mundur ke belakang. Saat Zhukov dan Evelyn mengejarku, ada sebuah perisai yang menghalangi jalanku dan tembakan beruntun dari amunisi 6.8 mm Remington SPC. Denis dan Hammer bersiap untuk memojokkanku.
Ada 4 musuh. Apa yang kulakukan? Haruskah aku menembak mereka, kecuali Evelyn? Akan kucoba dengan ini.
Aku mengeluarkan molotov dan melemparkannya ke arah perisai Hammer, lalu aku melakukan gerakan salto, dan menembak Hammer dengan pistolku. Setelah mendarat, Zhukov dan Denis membidik dengan hati-hati. Karena aku tahu arah tembakan mereka yang meleset itu, aku menembak mereka sambil berjalan dengan senapanku.
Sasaranku tepat kepala mereka.
__ADS_1
[Hammer Rizka, Denis Spyxtria, Hammer Rizka gugur dalam tembakan. Tersisa 4 Seeker lagi]
Kesempatan bagus. Aku perlu bersembunyi dari cengkraman mereka sampai waktu habis. Aku tidak akan menembak gadis lagi.
Aku menyimpan senapanku dan berlari sekencang mungkin untuk menghindari tembakan Evelyn.
“Jangan lari, desu! Aku ingin mengajakmu ke taman, desu,” seru Evelyn mengejarku.
Sialnya, ada seorang gadis yang muncul dengan Transformasi Langit Malam Hitam muncul di hadapanku. Dia mengeluarkan senapannya dan menembak secara membabi-buta. Tembakan itu mengarah kepadaku dengan cepat.
Alhasil, Evelyn malah terkena tembakan itu karena aku menghindar dari tembakan itu dengan cepat sementara Evelyn tidak bisa karena ia membawa senapan yang berat. Aku yang memanfaatkan itu, langsung berucap, “Arctic Warfare : Stealth!”
Aku menghilangkan diri agar Aurora tidak memburuku. Transformasi itu sangat menakutkan. Aku tidak bisa berkutik karena ia gadis yang menakutkan. Sepertinya Aurora tidak waras. Menggunakan transformasi itu sangat mengerikan.
Aurora dengan Mode Langit Malam Hitam mencari jejakku dengan instingnya. Ia bisa melihat langkah kakiku yang sedang berlari itu, Kemudian, ia menembak kaki kananku,. Aku yang terkena tembakan itu segera berlari menghindari Aurora.
“Sial! Tidak berhasil. Aku tidak bisa menggunakan Stealth. Dia bisa mendeteksi langkah kakiku,” pikirku yang sedang berlari.
Aurora yang mengejarku itu sedang menembak dengan sembarang arah. Dengan sifat agresifnya, dia mengejarku tanpa henti. Itu membuatku terlihat lagi. Ia semakin liar dan ganas. Ia harap aku bisa bersamanya di akhir pekan ini.
Di suatu pemukiman yang ditinggalkan, Saphine yang siap dengan senapan Shotgun miliknya bersedia untuk mengarahkan tembakan di depan pintu. Aku yang sedang dikejar itu bergerak menuju ke tempat pemukiman untuk mengelabui Aurora.
[Rivandy Lex
Kelas I Saintek A
Peran : Hider
Status : Sniper Rifle]
[HP : 89/100
Shield : 85/100
Amunisi : 5/30
Koordinat : (701,45)
Area : Pemukiman
Status Keamanan : 41%]
Aku telah tiba di pemukiman itu dan segera memasuki sebuah rumah yang ditinggalkan itu. Aku membuka pintu itu dan melihat Saphine yang sedang melakukan tembakan itu. Aku segera melompat ke bawah dan secara tidak sengaja aku melihat kain warna emerald bergaris warna putih.
Aurora yang terkena tembakan itu langsung bergerak cepat dan menghantam Saphine ke luar bangunan. HP milik Saphine berkurang drastis. Aku yang terbebas itu segera bersembunyi di dalam lemari.
[Saphine Vera gugur. Tersisa 2 Seeker lagi.]
Tinggal Aurora. Akishima tidak terlalu bergerak dari posisi awalnya. Tinggal 10 menit 12 detik lagi. Aku pasti bisa.
Ketika aku bersembunyi, pintu lemari pun terbuka dan terdapat Aurora yang berada di depanku. Aku ketakutan. Aku tidak bisa lari lagi. Dia terlalu agresif.
Sebelum aku ditangkap, suatu tembakan sniper mengenai perut Aurora. Aurora tersungkur kaku. Aku yang melihat itu bernafas lega. Ternyata itu adalah Akishima yang berada di hadapanku. Tapi, aku lupa. Akishima adalah Seeker.
Aku yang lengah itu tertembak dengan mudah dan segera kehilangan kesadaranku. Aku terkejut dengan kenyataan itu.
Apa? Tidak Mungkin! Bagaimana bisa?
Ternyata, dia bukan Akishima. Dia membuka penyamarannya sebelum aku menutup mataku.
Setelah permainan selesai, aku dibawa oleh seorang wanita dengan ikat rambut cepol pirang itu. Itu adalah Cherry-neesan. Dia menggendongku yang sedang siluman meninggalkan siswa lain yang sedang siluman.
Cherry-neesan akan bersamaku pada akhir pekan ini.
__ADS_1
[Misi Gagal]
[Cherry Spyxtria menangkap Hider.]