
Pertemuan yang singkat telah diungkapkan. Bella dalam bahaya. Kalau tidak ditolong segera, dia akan meninggalkan Moskow secara paksa. Tatapan kami saling berhadapan tanpa suara beberapa detik berselang.
Mulutku tidak bergerak sekalipun. Hanya terdiam seperti patung artistik terkenal. Tidak ada yang bisa dikatakan oleh orang sepertiku. Rasa kebencian Bella masih teringat di pikiranku dan tidak akan terkikis waktu.
"Kenapa? Bella ..."
"Aku tahu dia telah menyakitimu. Luka di hatimu tidak akan sembuh karena Bella memukulmu di apartemenmu."
"Mungkin kamu akan takut dan menghindari Bella. Namun, kau tidak bisa lari begitu saja. Kau masih terus dalam mimpi burukmu meskipun Aurora menolongmu."
"Bella ingin bantuanmu. Meskipun, dia membencimu, meskipun dia membuatmu menangis, dan meskipun kau mengeluarkan darah dari dalam akibat pukulan dan tendangan Bella, dia akan menderita dan tidak bisa lari dari mimpi buruknya."
Kotori terus menerus memohon padaku. Tanpa bertekuk lutut dan bersujud sekalipun, dia mungkin berpikir aku tidak bisa menolak permintaan itu. Tapi, kekhawatiranku begitu memuncak begitu Bella menyakitiku dengan nama yang terlarang itu.
"Kotori. Kamu ...."
Kotori menunjukkan sesuatu padaku. Dengan barang bukti berupa database di hologram, dia menyampaikan sesuatu padaku. Aku mendekati Kotori dan membaca semuanya. Sepertinya, Kotori tidak berbohong pada saat Bella sedang bahaya.
Aku dan Bella sama saja.
"Aku akan menceritakan Flashback Bella padamu. Aku harap kamu bisa mengerti."
Kotori memulai cerita mengenai masa lalu Bella setelah ia mengetahui masa lalu Bella melalui berkas yang ia curi di perusahaan kemarin.
"Bella lahir tanggal 25 Desember 2016. Dia memiliki orang tua yang bahagia. Mereka menyayangi Bella karena mereka mendapatkan keturunan yang bahagia."
"Kebanyakan balita, hanya bermain dan belajar dengan normal. Ini berbeda dengan Bella. Sejak lahir, Bella dianugerahi sebuah kekuatan supernatural. Kekuatan itu adalah Stock Manipulation, Stock Forecasters."
"Stock Manipulation adalah sebuah kekuatan dimana pengguna bisa memanipulasi saham. Dia bisa meningkatkan dan menurunkan kualitas dan performa saham tersebut."
"Stock Forecasters adalah sebuah kekuatan yang bisa menebak saham dengan benar. Tanpa ada kesalahan sedikit pun. Itu sebabnya Bella bisa mengalahkan pemain saham tingkat profesional."
"Semenjak COVID 19 menyerang Indonesia, beberapa saham turun dan tidak bisa ditingkatkan. Banyak perusahaan gulung tikar dan pengangguran banyak terjadi. Ini agak lebih parah daripada sebelumnya."
"Mereka mendapatkan informasi dari beberapa mata-mata yang mengatakan bahwa ada sebuah kekuatan yang bisa menyelamatkan peusahaan mereka dari kebangkrutan."
"Jadi, mereka datang ke Bella dan memaksanya untuk membantu mereka. Namun, orang tua Bella tidak mau memberatkan Bella. Bella masih kecil dan disarankan untuk tidak boleh bekerja di bawah umur."
"Mereka menjadi kecewa dan pergi meninggalkan dengan perasaan yang marah. Mereka tidak menjadi tidak puas karena mereka tidak bisa mendapatkan kekuatan tersebut untuk menyelamatkan perusahaan mereka dari kebangkrutan."
"Andy Syaputra, CEO dari PT Putra Jaya adalah salah satu orang yang ingin mengambil keuntungan melalui saham. Ia mencari informasi agar mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi."
"Sebelum COVID 19 berakhir, ada sebuah pergerakan yang bertujuan agar mereka bisa mendapatkan alat untuk menaikkan saham."
"Alhasil, Bella kehilangan kedua orang tuanya karena mereka dibunuh oleh orang yang tidak bertanggung jawab Jadi, Bella harus dilindungi dari perusahaan yang tidak bertanggung jawab."
"Sejak saat itu, Bella mengurung diri di sebuah ruangan di markas Kopasus karena kehilangan kedua orang tuanya. Dia sendirian di sana dan tidak ada yang bisa menemaninya. Mereka lebih sibuk untuk pekerjaan mereka daripada menemani Bella."
"Karena ada seseorang yang memberikan motivasi hidup pada Bella, perubahan Bella menjadi terlihat. Bella ingin mengubah hidupnya agar tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab."
__ADS_1
"Bella memutuskan untuk kembali ke Jakarta dengan penjagaan yang ketat dan harus menyelesaikan pendidikan SD agar ia tetap hidup lagi. Tidak ada yang boleh memanfaatkannya karena Bella masih dibawah umur."
"23 Maret 2024, Bella sudah menyelesaikan pendidikan SD. Para guru tidak perlu mengajari Bella lagi. Ia sudah lebih mahir dalam pelajaran dasar, terutama ekonomi."
"Sejak kelulusan Bella, ia harus mengisi waktu yang tersisa sebelum mendaftar di SMP selama setahun. Ia belajar karate dengan susah payah. Lalu, ia diajari bagaimana caranya ia memegang senjata."
"Hasilnya, cukup menyedihkan. Bella tidak bisa menggunakan senjata berat karena ia adalah anak kecil. Meskipun Bella sudah melakukan latihan fisik, hasilnya sama saja. Jadi, ia hanya bisa menggunakan pistol yang mudah digenggam."
"Setelah latihan yang cukup berat, ia direkomendasikan untuk bersekolah di Akademi Militer Spyxtria. Ada dua kemungkinan."
"JIka Bella lulus akademi, ia bisa bekerja di The United Nations Economic and Social Council (ECOSOC) di negara maju. Jika gagal, dia akan dipulangkan ke Indonesia dan kembali ke mimpi buruknya."
"Bella mengambil resiko itu dan berencana untuk melalui itu semua meskipun hanya 30% siswa dan siswi yang lolos akademi. Ia menanggung derita yang cukup berat. agar ia bisa bertahan hidup tanpa kedua orang tuanya."
"Jadi, ia harus lolos akademi agar ia ingin menjadi lebih kuat dan tidak mau membuang waktunya lagi. Sejak lolos seleksi, ia bertemu dengan keempat teman dnegan nasib yang berbeda."
"Andika, Yudha, Farah, dan Wulan. Mereka semua lolos seleksi untuk mendapatkan pengalaman yang seru. "
"Mereka berteman dengan baik karena Andika yang memulai percakapan dan memberi kesan pertama yang baik dengan Bella. Jadi, mereka berteman dan sekolah bersama."
"Tapi, para perusahaan yang kecewa tidak diam saja. Mereka menunggu waktu agar mereka bisa melancarkan aksi mereka untuk memperalat Bella. Bisa juga, Bella dilecehkan sampai tidak bisa digunakan lagi."
"Terbukti, Andy Syaputra telah menculik Bella dan memaksa Bella untuk menaikkan saha miliknya. "
"Itu sebabnya Bella membencimu. Dia melihat ketakutan karena kamu membunuh orang dengan sadis. Tidak hanya itu, kau terlalu takut karena kau tidak bisa menyakiti wanita. Itu membuatmu lebih lemah."
"Kau juga membuat insiden dengan membunuh siswa dan siswi senior karena masa lalumu. Karena kau, Bella menjadi tidak sepeti biasanya dan mudah diperalat oleh Andy."
"Kau harus bertanggung jawab atas semua ini. Shiori semakin dibenci oleh Bella. Dia terkena tamparan di pipinya. Karena itu, ia berbincang padaku atas masalah ini."
"Hanya satu yang bisa kau lakukan. Membunuh Andy Syaputra. Itu yang bisa menyelamatkan Bella dari mimpi buruknya."
Tatapan mata Kotori menyudutkanku. Suasana di sekitarku menjadi gelap. Pembicaraan keempat mata tidak bisa terhindarkan. Bahkan, cerita flashback yang tidak akan mengubah tekadku.
Mulut bergerak sedikit demi sedikit. Suara yang kecil dan lembut penuh dengan kesengsaraan.
"Kalau aku membunuh Andy, apakah Bella akan membenciku?"
"Tidak. Dia akan senang begitu kau membebaskannya. "
"Kau tidak menjamin nyawaku akan selamat, kan?"
"Aku tidak akan menjamin. Ini merupakan kemungkinan yang cukup buruk dengan hubunganmu dengan Bella."
Setelah Kotori menjawab pertanyaan yang kuajukan, aku memutuskan untuk meninggalkan Kotori dengan membalikkan badan dan menjauhi jarak dengan Kotori.
Aku agak kecewa karena jawaban yang beresiko itu. Mimpi buruk selalu terngiang di kepalaku. Tidak ada jaminan Bella berterima kasih padaku begitu aku membunuh CEO itu.
"Cari orang lain! Aku tidak bisa. Mungkin Eleva bisa membantumu." Aku menolak dan meninggalkan bayanganku.
__ADS_1
"Tidak boleh! Aku tidak mau meminta bantuan padanya. Dia terlalu berbahaya."
"Kalau begitu, Zhukov. Dia bisa meretas perusahaan itu dan kau bisa mengajak Denis untuk mengalahkan orang itu."
"Aku tidak ingin kamu menjadi lemah. Kamu sudah terlalu banyak menderita karena menolong orang lain. Setidaknya, kau membantu Bella agar dia tidak tertekan dan marah lagi."
Kotori mencegahku pergi. Tubuhku tidak mau bergerak begitu Kotori membuat guncangan lurus. Hasutan itu mencegahku pergi karena waktu tinggal sedikit lagi untuk masuk ke Kelas I Saintek A.
Aku menoleh padanya dengan mata yang penuh perhitungan. Tubuh yang tinggi dengan tangan yang sedikit melemah. Pakaian akademi warna putih dengan dasi warna hitam.
"Apakah itu benar?" Tanyaku tidak mendekati maupun menjauhi Kotori.
"Aku merasakan supernatural yang kuat di dalam hasratmu. Kau tidak mudah mati meskipun banyak darah yang keluar. Ini mengingatkanku pada seseorang. Seseorang yang kukenang sampai mati."
Tatapan Kotori membuktikan ia tidak berbohong. Ia ingin memberikan kepercayaan padaku karena hanya aku yang bisa menolong Bella dari cengkraman orang yang memiliki kekuatan.
Tidak ada. Tidak ada penolakan. Aku tidak ingin mengecewakan Kotori karena semua kesalahan yang telah kubuat.
Aku melangkah jauh dari Kotori. bukan berarti, aku tidak akan menerima bantuannya. Tidak bisa kutolak permintaan itu. Ini saatnya aku pergi dari sini. Aku memutuskan dengan pilihanku sendiri.
"Pulang sekolah, aku akan menunggumu di gerbang semala 6 menit. Jika telat, aku akan pulang."
"Oh iya, satu lagi." Aku memutar wajahku ke kiri dengan 90 derajat.
"Reinhardt Elizabeth V. " aku memanggil nama haramku.
"Jangan pernah memanggil nama itu!" Aku meninggalkan Kotori agar kembali ke kelas. Kalau tidak, Akishima akan mencariku.
Sudah selesai pembicaraan kali ini. Kotori sedikit menghela nafas dibalik masker yang ia kenakan. Alisnya direlaksasikan dan tubuhnya berubah dari tegang menjadi tenang.
"Rasanya, deg-degan sekali. Aku tidak habis pikir kalau Rivandy menolaknya."
"Aku teringat Rivandy pada seseorang. Dia mengorbankan darahnya agar bisa keluar dari penderitaan ini. Tapi, itu belum cukup untuk mengungkapkan dibalik peristiwa itu. Itu adaah pengorbanan seseorang agar bisa hidup bahagia."
"Aku melihatmu sekali lagi."
[*^*}
Jam 15:04, pelajaran militer sudah selesai. Aku sudah tiba di taman sambil membaca novel Fantasy. Kata demi kata dan adegan demi adegan. Semua itu dihabiskan dalam 6 menit. Kalau tidak datang, aku akan pulang.
Beberapa detik kemudian, Kotori memanggilku. Buku yang sedang kubaca segera ditutup dan dimasukkan ke dalam tas yang ku kenakan. Senapanku disimpan seperti pendekar yang menyimpang pedangnya di punggung.
"Sudah siap?!"
"Aku siap kapan saja." Kotori sudah siap dengan kekuatan supernatural miliknya.
"Yosh! Kita akan ke sana sekarang dan menyelamatkan Bella dari orang brengsek itu."
"Aku akan masuk ke sana lalu mencari CEO itu untuk dibunuh sekarang juga."
__ADS_1
"Rencana Penyelamatan Bella dimulai!"