Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Agen Rahasia : MI6 1,2


__ADS_3

Ivantino menyelidiki informasi mengenai Evelyn yang meninggalkan Moskow sejak 2 bulan yang lalu. Ia berpisah dari rekan lainnya agar bisa memberikan peluang yang tinggi.


Langkah kakinya maju ke depan. Ia merasakan sesuatu yang merayunya. Aroma wangi itu mengajaknya ke suatu ruangan.


"Yosh! Selagi mencari informasi, mending ngintip cewek mandi di. Siapa tahu ada Oneesan yang mandi disana."


Ivantino pun menggunakan teknik tembus pandang tanpa diketahui oleh para gadis yang di dalamnya.


Sesampainya di sebuah ruangan, ia mendengar sebuah teriakan dan suasana yang heboh. Tubuh wanita yang mulus itu memainkan alat pemuas hasrat mereka.


"Ah! Ah! Ah! Sakit sekali! Pelan-pelan! Aku .... Ah!"


Ivantino mendengar suara remaja laki-laki yang tubuhnya semakin memanas karena para gadis merebutkan tubuhnya.


Lelaki itu melahap para gunung yang di depannya. Sekujur tubuhnya disentuh dan dilecehkan dengan tubuh yang lembut. Bahkan, pedangnya diacak dengan sebuah lubang seorang bangsawan.


Ini dapat memicu iri dan amarah dari Ivantino. Ia tidak menerima seorang lelaki mudah didekati banyak gadis dengan mudah, apalagi Oneesan yang selalu menempel pada sisi lelaki itu.


"Sial! Aku mau juga tahu!"


"Padahal, ada Oneesan di sana. Argh! Bikin iri saja nih orang!"


Pada saat ia melihat adegan panas di sana, ia merasakan gadis Twintail yang sedang bermesraan dengan kekasihnya bersama gadis lainnya.


"Tapi, ... Bagaimana bisa dia ada disini? Harusnya, dia ...."


Belum ia menyelesaikan pemikirannya, ada seorang gadis yang berteriak dan mundur beberapa langkah. Ivantino mendengar suara jeritan dari belakangnya. Rupanya ia melihat seorang gadis yang tidak mengenakan sehelai kain.


Ivantino menahan rasa malu karena dada yang diperlihatkan itu cukup besar. Itu bisa menggairahkan Ivantino. Tapi, gadis itu tidak mau memperlihatkan tubuhnya pada Ivantino dan malah ingin melakukan hal yang mesum pada seorang pangeran.


"Kya! Dasar cabul! Pergi dari sini!"


Ivantino segera lari dan meninggalkan ruangan itu dengan rasa khawatir. Percuma saja. Teriakan itu memanggil gadis lain untuk mengepung Ivantino.


Naasnya, ketika Ivantino ingin keluar dari kamar ganti wanita, para gadis yang mengenakan handuk untuk menutupi sisi malaikatnya sambil memegang senjata di tangannya.


"Itu dia! Pengintip Mesum ada disini! Kita habisi dia!" Seru seorang gadis dengan membawa senjata pedangnya.


"Waduh! Banyak cewek di sini! Lari!"


Ivantino merubah kaki dan tangannya menjadi jet lalu melajukan kecepatan dan melewati para gadis yang menyerangnya. Ia pun meninggalkan kamar ganti dengan teknik tembus pandangnya.


"Hei! Jangan lari! Kau harus membayar semua ini!"


Para gadis itu berteriak dan mengumpulkan massa untuk mencari Ivantino. Setelah mengumpulkan beberapa massa, mereka pun berpencar dan memberikan sinyal pada Ivantino.


Tidak lupa mereka mengenakan pakaian akademi mereka terlebih dahulu sebelum menghajar orang mesum seperti Ivantino.


Sementara itu, Ivantino terkejut karena ia tidak sengaja menggunakan kekuatan tembus pandang itu. Tapi, ia harus istirahat sebentar untuk memulihkan tenaganya.


"Disini Mech 12. Misi Mengintip Gadis gagal! Tapi, aku mendapatkan informasi karena ada seorang remaja lelaki yang tampan mendapatkan kenikmatan yang tiada taranya. Kenapa dia bisa masuk ke kamar ganti wanita dengan mudah sedangkan aku tidak bisa?"


"Ini sedikit tidak adil tapi aku akan mencari kasus ini sekarang juga. Laporan ditutup! Sepertinya, aku ketahuan lagi!"


Ivantino memutuskan sambungan karena ia ditemukan oleh para gadis Kelas II. Ia harus meminta pertolongan karena ia takut akan dihajar habis-habisan oleh para gadis itu.


"Elsa! Dini! Tolong aku! Aku akan dihajar oleh mereka semua!"

__ADS_1


Seorang gadis menghentikan langkahnya dan menyodorkan bazooka ke arahnya seraya berseru,"Mati kau, dasar mesum!"


Roket itu meledak ke dada Ivantino dan terjatuh. Ia masih bisa berdiri. Dengan kekuatan robot yang dimiliki, ia menggunakan jet di kakinya dan melaju dengan cepat.


"Jangan lari kau!"


Roket meluncur lagi. Kali ini, roket itu meledakkan di kedua kaki Ivantino.


"Yang benar saja!"


Ivantino terjatuh lagi. Namun, tidak ada luka yang terlihat di tubuhnya. Hanya gesekan logam yang bersentuhan langsung dengan lantai.


Namun, sudah terlambat. Karena ia tidak melihat para gadis yang mengabarkan pakaian kamuflase dari Klub Militer, mereka menghentikan Ivantino dan mencegahnya kabur dengan ancaman laras senapan mereka.


"Hajar dia!"


"Karena dia sudah berada di kamar ganti wania, kita akan injak dia ramai-ramai!"


Seruan para gadis itu menjadi ramai dengan senapan yang di genggaman mereka.


"Kalau Pangeran ke kamar ganti wanita, tidak apa-apa. Bahkan, aku ingin merasakan tubuh Levi Ackerman (Rivandy) yang indah dan mulus itu."


"Tidak adil! Masa dia yang boleh ke kamar ganti wanita? Ini menunjukkan ketidakadilan pada lelaki di dunia ini."


"Cerewet! Aku akan memberimu pelajaran!" Salah satu gadis menyodorkan sebuah pisau militer.


"Semuanya! Injak dia! Jangan biarkan dia melakukan hal mesum lagi!"


Injakan kaki para gadis membuat Ivantino tidak berdaya. Meskipun Ivantino adalah seorang robot yang berbentuk manusia, ia malah mengalah oleh gadis dengan bertubuh seperti Oneesan.


Ivantino hanya pasrah ketika diinjak oleh para gadis.


Sementara itu, Dini dan Elsa sedang berkeliling untuk mencari informasi. Mereka bahkan, bertanya pada siswa dan siswi, guru, dan komite disiplin untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.


Namun, di tengah misi mereka, mereka mendapatkan pesan darurat di gelang mereka. Sepertinya, mereka mendapatkan masalah.


"Apa ini? Pesan ini sepertinya darurat."


"Dini. Sebaiknya, kita harus ke lokasi ini. Ivantino membutuhkan bantuan kita."


"Saya merasakan firasat yang aneh pada Ivantino-kun. Mungkin, Ivantino-kun mendapatkan masalah yang sepele."


"Ayo! Kita harus bergegas ke sana."


Mereka berdua berlari di koridor untuk mencari Ivantino. Penglihatan dan pendengaran mereka diuji agar dapat menemukan target yang mereka inginkan.


Di tengah pencarian mereka, terdapat kerumunan para gadis dengan penuh amarah.


Mereka menghampiri gerombolan itu dan meneliti dengan perlahan.


Namun, Ivantino lolos dari hentakan para gadis itu.


"Hei! Kamu kenapa?" Tanya Elsa.


"Ada apa denganmu, Ivantino-kun?" Lanjut Dini.


"Tolong aku! Aku mau mengintip kamar mandi wanita untuk mencari Oneesan. Tapi, ... tidak ketemu. Jadi, ..."

__ADS_1


"Jadi ini alasannya kamu memerlukan bantuan kami!" Elsa kesal karena dipermainkan.


"Saya akan menghajar Anda!" Kepalan tangan Dini semakin menguat dan otot kaki yang siap untuk menginjak Ivantino.


"Rasakan ini!" Elsa dan Dini menginjak Ivantino bersama dengan gadis yang lain.


Tubuh besi Ivantino baik-baik saja selama ia ditendang oleh para gadis, terutama Oneesan seperti Shiori von Zuckerberg.


Setelah hentakan itu, para gadis meninggalkannya dan mengabaikan kedua wanita itu.


Elsa dan Dini memandang Ivantino seperti Ugly Bastard di adegan Nekopoi. Kondisi Ivantino setelah diinjak para gadis takkan bisa diperbaiki.


"Rasakan itu! Bukannya mencari informasi, malah mengintip. Huft!" Kemarahan Elsa masih belum padam.


"Tapi, ..." Ivantino menyela.


"Tidak ada tapi. Anda membuat beban di misi ini. Lain kali, saya tidak segan pada Anda. Ivantino-kun!" Dini memotong dialog Ivantino.


"Kalian takkan mengerti! Oneesan adalah tipe cewek yang paling kuat di muka bumi ini. Ivantino bangkit kembali dengan kekuatan prima.


"Oneesan. Tubuh Oneesan yang sangat nikmat. Dada yang empuk dan tubuh yang penuh kedewasaan. Lubang Maria yang menggoda. Oneesan dengan kasih sayang, aku pasti akan masuk surga dengan Jalur Oneesan."


"Alangkah indahnya Oneesan. Seandainya, bisa mandi bareng, aku tidak akan segan lagi. Aku akan menerimanya. Tidur bareng dengan wangi yang indah. Sampai otakku nge-fly dibuatnya." Pikiran Ivantino menjadi mesum entah kemana.


"Jangan ingatkan saya mengenai Onee-Sama! Onee-Sama terlalu berbahaya untuk Anda. Anda bisa dijadilan bahan bullyan selamanya." Dini membalas puisi Ivantino.


"Payah! Kau tidak bisa diandalkan. Selalu saja jadi beban.* Elsa menghembuskan nafas dan menyudutkan Ivantino.


"Jangan melantur kalian! Kalian takkan percaya kalau Oneesan adalah ras yang paling kuat di muka bumi ini." Ivantino memarahi kedua wanita itu.


"Dengan ras Oneesan, bisa mengguncangkan dunia ini! Dia bisa saja menyingkirkan musuh dengan Oppai yang nikmat itu."


"Dada rata seperti kalian tidak pernah bisa menunjukkan ketertarikan kalian padaku. Kalian hanya anak culun yang ...." Ocehan Ivantino terhenti dengan sebuah setruman di jari Dini.


"Tolong diamlah! Kita harus mencari penyebab pembunuhan Nyonya Manshery Elizabeth V. Ada seorang siswa yang melakukan hal yang keji seperti itu. Jadi, kita harus menyelesaikan misi kita disini." Dini menyampaikan pesan Ivantino setelah menyetrum aliran listrik.


"Elsa. Tolong bawa dia! Kita akan keluar dari sini." Dini menyerahkan tubuh robot Ivantino pada Elsa.


"Serahkan padaku! Dengan sihir es, dia tidak akan bangun untuk sementara." Elsa membuat lingkaran sihir di jarinya dan menargetkan pada Ivantino yang pingsan.


Ketiga sosok itu meninggalkan lorong akademi agar tidak terjadi keributan.


Jika mata-mata datang untuk mencari keributan di akademi, mereka mendapatkan hukuman yang sangat berat.


Pertama, mau tidak mau harus berduet dengan kepala sekolah yang memiliki kekuatan yang setara dengan Agen PBB.


Agen PBB selalu menang melawan Mata-Mata. Tidak ada kemungkinan untuk kabur. Bahkan, MSS harus menerima kekalahan telak usai melawan Agen PBB asal Korea Selatan.


Kedua, ancaman Kelas III. Mereka tidak bisa bertahan melawan siswa siswi kelas III karena mereka lebih berpengalaman dalam militer dan spionase dibandingkan dengan Mata-Mata.


Terakhir, tempat akademi menjadi baku tembak jika berhadapan dengan lawan siswa siswi kelas I dan II. Tidak ada yang melarang untuk membunuh mata-mata. Siswa yang membunuh mata-mata aka mendapatkan penghargaan khusus.


Di saat perjalanan meninggalkan akademi, Dini membuka alat komunikasi di gelangnya dan memberi laporan pada atasan.


"Disini Ice Cold Angel, bersama Frost Princess dan Mech 12. Misi kami gagal untuk sementara. Informasi yang didapatkan hanya dengan 7%. Kami harus menyusun rencana untuk sementara.


"Tenang saja. Kita akan mendapatkannya cepat atau lambat."

__ADS_1


Setelah laporan itu, komunikasi Dini dengan atasan itu terputus. Mereka meninggalkan akademi dan mengubah diri mereka menjadi warga biasa.


Tidak ada yang tahu identitas mereka sebenarnya.


__ADS_2