Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Akademi Militer Spyxtria : Keseharian 2


__ADS_3

16 September 2025, jam 06:00, aku yang masih diikat oleh kedua gadis itu di luar hanya terdiam lesu dan penuh penyesalan. Aku yang putus asa karena hukuman yang selalu mendatangiku tiada habisnya. Aku tidak bisa melakukan aktivitas apapun karena perbuatanku yang sudah merugikan mereka.


5 menit kemudian, Aurora dan Akishima datang menghampiriku dan langsung melepaskan ikatan itu. Aku yang sudah terlepas itu segera masuk ke apartemen dan bergegas untuk mengganti seragam yang baru. Aku yang sudah menyiapkan semuanya itu segera menghampiri Aurora dan Akishima yang sedang menungguku dengan tatapan yang sinis..


Aurora yang sedang ketus itu mulai berucap, “Cepatlah, dasar lamban! Kita akan makan di restoran Mari Vanna. Kau yang traktir," sambil berjalan menjauhi ku.


Akishima melakukan hal yang sama untuk membuatku jera. Ia sama sekali tidak mau berbicara denganku karen kejadian kemarin. Aku yang hanya mencium seragamnya harus dihukum sama dengan Aurora. Padahal, bau bunga Sakura itu sangat harum. Tiada yang menyadari hal itu.


Aduh. Mereka membuat kepalaku pusing.


[*^*]


Setelah sudah sampai di Mari Vanna, Aurora dan Akishima masuk dan duduk duluan. Aku yang masuk ke restoran itu harus mengikuti mereka. Tidak disangka, ternyata ada Evelyn yang terdapat di dalam restoran itu.


Aku sedikit tertolong dengan situasi ini. Aku mencoba untuk memperbaiki ini. Evelyn setuju denganku dan mencobanya untuk membujuk Aurora dan Akishima untuk mempertimbangkan lagi.


Setelah kami makan di restoran, uang ₽ 3.980 hilang dari dompetku. Aku sudah terbiasa dengan pemborosan ini. Ini sudah kesekian kalinya mentraktir gadis dari berbagai macam karakter. Aku sudah mengetahui apa yang akan mereka makan, sehingga aku bisa menghitung dengan cepat dan mengkalkulasi itu ke tabunganku.


Untung paman itu memberikan ₽ 200.000 itu kepadaku untuk berjaga-jaga. Aku yang sudah belajar ekonomi tingkat lanjut tahu betul apa yang aku lakukan saat membeli sesuatu. Alhasil, aku agak takut jika aku membeli barang yang melebihi dari targetku.


Aku, Evelyn, Aurora, dan Akishima berjalan bersama menuju ke akademi. Tidak ada pembicaraan yang bagus karena mereka sedang kesal dan mutung. Aku memutuskan untuk mengirim pesan kepada Evelyn melalui Telegram. Evelyn yang menerima pesan itu langsung membalas pesan itu dan terjadi obrolan di aplikasi Telegram.


Tak lama kemudian, Sheeran muncul dan sedang memelukku dengan erat sambil memanggil, "Sayangku!" Sambil memelukku dengan erat. Aku hanya terdiam seribu bahasa dengan pelukan itu karena aku sudah lelah dengan tindakan kedua gadis itu. Evelyn yang melihat itu malah memarahiku dan mengikuti perbuatan Aurora dan Akishima yang sedang kesal kepadaku.


Aku menyerah. Tidak ada yang bisa kulakukan dengan ini.


[*^*]


Jam 07:45, kami tiba di akademi dan menuju ke kelas kami masing-masing. Evelyn dan Aurora langsung menuju ke kelas dan kelas dimulai setelah para siswa dan siswi duduk sesudah bel berbunyi dan guru pelajaran literatur mengajar pengajarannya hari itu.


Jam pelajaran pertama selesai, aku, Aurora, dan Evelyn keluar ke kelas untuk melakukan sesuatu yang harus dilakukan. Aku harus ke perpustakaan untuk mengembalikan buku dan meminjam buku. Aurora dan Evelyn ke taman untuk menenangkan mood mereka yang hancur gegara kejadian kemarin.


Setelah aku meminjam buku lagi, bergegas menuju ke taman untuk menemani Aurora dan Evelyn. Sebelum ke sana, aku diserbu Denis dan Hammer dengan pelukan mereka.


"Ri-chan!" Panggil mereka yang sedang memelukku.


Aku yang dipeluk itu bertanya, "Denis, Hammer. Apa yang kalian lakukan?"


"Ri-chan. Ayo kita ke sana!" Ajak Hammer untuk menuju ke sana.


"Tidak bisa. Kondisi Aurora sedang tidak enak. Jika saja aku melakukan sesuatu, ini akan terjadi," jawabku.


"Kalau begitu, kamu coba untuk memenuhi nafsu mereka. Mereka akan kecanduan lalu hubungannya akan membaik," saran Denis dengan nada percaya dirinya.


"Saran macam apa itu?" Komentarku mendengar saran dari Denis.

__ADS_1


"Aa. Yang gadis twintail yang suka menyiksa itu. Jangan khawatir! Dia akan membaik jika kau meminta maaf," saran Hammer yang memberiku saran.


"Sudah kulakukan dan itu tidak berhasil," balasku dengan nada cemas.


"Kalau begitu, tolong ajak mereka ke sini. Ini alamatnya," usil Hammer memberikan secarik kertas kepadaku. Aku yang mendapatkan itu langsung membacanya.


Setelah membacanya, aku terima kasih pada mereka dan berpamitan dengan mereka. Aku segera bergegas menuju Aurora dan Evelyn.


[*^*]


Saat aku tiba di taman, aku duduk berdekatan dengan Aurora dan Evelyn. Mereka sama sekali belum bicara. Ketika aku memulai pembicaraannya. Aurora dan Evelyn berlari kepadaku dan memelukku dengan erat. Aku yang dipeluk itu tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku hanya terdiam itu dan terpaksa menerima pelukan itu.


Setelah kami berpelukan, kami kembali ke kelas dan bel berbunyi lagi untuk mendapatkan pelajaran jam kedua.


[*^*]


Jam pelajaran terakhir sudah berakhir. Para siswa dan siswi segera mengemas tas mereka dan pulang. Aku, Aurora, dan Evelyn mengemas barang kami dan segera menuju tempat untuk diskusi.


Setibanya di sana, kami duduk di kursi yang tertera pada nama kami. Tak lama kemudian, ada seorang dua gadis yang bertengkar hanya karena aku. Mereka adalah Akishima dan Sheeran. Denis dan Hammer tiba dan duduk di kursi yang tertera. Aurora dan Evelyn menatap mereka dengan sinis & dingin karena mereka mencoba untuk menculikku.


Rapat dimulai setelah Zhukov dan Saphine datang untuk menengahi konflik ini. Aku sudah meminta Zhukov untuk melakukan sesuatu. Ternyata Zhukov itu cerdik juga.


Dia menjelaskan sesuatu yang penting. Ia juga mempresentasikan bahwa ada hal yang tidak beres di sini. Ia menjelaskan juga tentang Klub Pangeran dan Klub Militer yang semakin ingin mengincarku. Aurora dan Evelyn merasa tidak enak jika aku sudah berada.di sisi mereka. Akishima dan Sheeran pun begitu. Denis dan Hammer tidak ingin aku berada di tangan mereka.


"Jadi, jika kalian ingin Rivandy tidak berada di tangan mereka, kita harus menyatukan kekuatan kita untuk melawan mereka. Mereka adalah musuh yang tidak bisa diremehkan," jelas Zhukov.


"Hm. Jadi begitu, kita harus waspada," respon Aurora berhati-hati dan memikirkan sesuatu.


"Aku berpikiran begitu, desu," lanjut Evelyn sedang berpikir.


"Yosh! Aku tidak akan membiarkan Sayangku dirampas oleh mereka," ungkap Sheeran bersemangat.


"Hah?! Jangan mimpi kamu! Gadis mesum sepertimu hanya menghalangi saja," sindir Akishima


"Apa kau bilang, murahan?!" Sheeran marah dengan sindiran itu.


"Kalau begitu, aku akan menantangmu sekarang juga!" Seru Akishima menantang Sheeran.


"Coba saja kalau berani!" Seru Sheeran menerima tantangan itu.


"Karena kau, aku dan Aurora dihukum di depan ruang guru. Dan kau malah seenaknya memeluk Rivandy. Bersiaplah untuk kalah!" Akishima tersulut emosi.


"Sepertinya mereka tidak akan bisa bekerja sama," komentar kami semua yang melirik Akishima dan Sheeran yang sedang bertengkar.


[*^*]

__ADS_1


Setelah pertemuan itu berakhir, aku pulang bersama 4 gadis yang selalu menempelku lagi. Akishima yang sedang bertengkar dengan Sheeran. Aurora dan Evelyn mengobrol dengan obrolan gadis. Aku hanya fokus membaca buku kecil di handphoneku.


Aku rasa mereka bisa melindungiku saat ini. Setiap peran mereka terpenuhi. Ada yang menyerang dan ada yang bertahan. Ini menguntungkan sekali. Aku bisa terlindungi.


Zhukov pernah menjelaskan bahwa dibalik Harem itu, terdapat sebuah konspirasi yang akan menimpa kami. Aku tidak tahu konspirasi apakah itu. Yang penting, aku menjalani hari sebagai siswa Akademi Militer Spyxtria.


Menjalani kehidupan dengan kempat gadis itu tidak terlalu buruk. Jika paman itu tahu bahwa aku didekati 4 gadis, dia pasti akan tertawa.


[*^*]


Di suatu bangunan, terdapat seseorang berbaju hitam yang sedang menemui bos mereka. Ia menaiki tangga dan berjalan di koridor.


Setibanya di ruangan bosnya, dia pun membuka pintu dan memberi salam kepada bosnya. Mereka pun berdiskusi setelah orang itu duduk di hadapan bos itu.


"Aku sudah mengirim beberapa gadis untuk dikirim ke Moskow untuk menangkap seseorang yang penting. Siswa itu salah satu aset yang penting untuk menjalankan rencana kita," jelas orang itu menjalankan perintahnya.


"Kita akan menggunakan dia untuk membuat Perang Dunia Ketiga meletus di sejumlah negara," respon bos dengan bertopi hitam dan berseragam seperti detektif


"Setelah berjalan 2,4 tahun, dia akan menjadi milik kita," lanjutnya.


"Lalu, bagaimana dengan keadaan Weiss, Quartet?" Tanya bos itu dengan wajah profesional.


"Weiss sudah masuk ke Akademi Militer Spyxtria. Sepertinya, ia tidak dicurigai oleh pihak akademi," jawab Quartet.


"Yosh! Jika dia sudah berhubungan dengannya, dia akan membawanya kepada kami untuk menjalankan rencana kita." Bos itu tertawa kecil dengan rencananya.


"Jadi Weiss melakukan operasi seperti apa?" Tanya bos itu ingin tahu rencana Weiss.


"Sederhana saja. Dia akan menjadi seorang murid di akademi. Lalu, jika ia menemukan sesuatu, seperti informasi target, dia kan mencarinya dan akan menemukannya. Setelah itu, dia akan membuat targetnya kepada kami," jelas Quartet.


"Kamu lumayan juga, Weiss," puji bos itu.


"Sekarang, aku ingin tahu kemajuanmu seperti apa," lanjutnya ingin tahu kemajuan Weiss.


Di tengah diskusi itu, tiba-tiba ada seseorang yang memasuki ruangan itu secara tergesa-gesa.


"Lapor, Tuan! Musuh Kontigen telah tiba. Dia akan menghancurkan tempat ini," lapor orang itu secara terburu-buru.


"Hmph! Kau pikir kau bisa menang, Kontigen Garuda?" Gumam bos itu tersenyum kecil.


"Persiapkan senjata kalian! Kita akan menghadapi mereka semua!" Seru bos itu segera melakukan aksinya.


Diskusi itu pun berakhir. Mereka melancarkan serangan mereka untuk mempertahankan wilayah mereka. Mereka menggunakan senjata mereka untuk menahan serangan musuh.


Akhirnya mereka kabur dan bergerak menuju ke tempat lainnya setelah gagal mempertahankan wilayah mereka.

__ADS_1


Mereka kabur ke tempat markas utama mereka yang dipimpin oleh Sang Pemimpin Revolusi, dengan nama sandi Dragon.


__ADS_2