Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Perang Makanan : Final


__ADS_3

17 November 2025, jam 12:30, babak final akan segera dimulai. Aku dan Bella segera berkonfrontasi terlebih dahulu sebelum memulai babak final itu. Aku menatap Bella dengan serius untuk menghadapinya.


Penonton semakin meriah. Para gadis dari Klub Pangeran mendukungku agar aku menang.  Ada dua juri profesional, bukan abal-abal seperti sebelumnya  dan ada satu kursi kosong yang dibiarkan begitu saja. Aku tidak tahu itu buat siapa. Tapi, aku harus menang telak untuk mengalahkan Bella.


“Onii-chan. Aku akan mengalahkanmu. Jika kau kalah, kau harus melayaniku dengan baik,”  jelas Bella jika ia menang atas aku.


“Iya. Tapi, aku akan menang. Jika kau kalah, jangan menangis dan nikmati hidupmu!” Balasku berbalik badan menuju dapur yang cukup besar.


“Aku belum selesai bicara, Onii-chan. Kembalilah!” Pinta Bella menyuruhku kemari, namun aku sudah siap untuk memasak dan mengabaikan Bella.


Tak lama kemudian, Fillia-Senpai menyampaikan sesuatu pada kami. Dia mengumumkan, ”Tema hari ini adalah sayuran. Jika kalian bisa memuaskan para juri, kalian memang. Waktu kalian 1 jam 15 menit untuk memenangkan lomba ini. Apakah kalau sudah paham?”


“Siap, kami paham, Senpai,” respon kami siap untuk berkompetisi.


“Dewa, pertandingan final akan dimulai dari … sekarang!”


Kami segera menuju ke dapur dan segera membuat masakan untuk menentukan lomba ini. Aku dan Bella mengambil beberapa sayuran sebagai bahan utama dan memotong sayuran itu agar kami bisa melangsungkan ke tahap berikutnya. 


Aku memotong kentang dan membuatnya seperti gunung. Bella memotong semacam tanaman kedelai untuk disantap oleh para juri yang profesional itu. Kami merasa jantung kami berdebar kencang. Ini bukan juri yang abal-abal. Mereka sudah mengetahui hidangan selama 10 tahun lamanya.


Sudah saatnya aku serius  Walaupun cuaca Moskow semakin dingin, aku akan memenangkan kompetisi ini dan tidak dihukum oleh Evelyn. 


Bella juga demikian. Dia memotong dan memasukkan beberapa bahan untuk disajikan kepada juri yang menunggu. Kami harus menjaga sikap kami karena mereka akan mendiskualifikasi kami kapan saja. 


Sial! Aku berhadapan dengan WGO (World Gourmet Organization). Aku memikirkan sesuatu agar aku tidak bisa terpancing oleh mereka. Aku menggunakan metode untuk tenang dan terkendali.


“Ok. Aku sudah berhadapan dengan seorang peserta final yang akan menyelesaikan masakan yang cukup singkat ini. Juri yang menunggu itu sedang berbincang sedikit. Aku sudah mengajak mereka kesini dan membuat mereka terkesan dengan lomba ini.”


“Sial! Pantas saja ronde final semakin sulit. Kamu merencanakan ini semua, Senpai?” Cocorku kepada Fillia-Senpai.


“Iya. Itu benar. Aku yang mengajak mereka kemari. Mereka akan senang jika mereka datang kemari dan mengajak mereka untuk berkeliling Moskow,” jawab Fillia-Senpai.


Aku terdiam setelah itu dan seberapa memahat kentang dengan pisau yang digunakan oleh peserta sepertiku. Bella mencampurkan bahan ke dalam bahan kedelai itu dan segera memanggangnya.


Kami pun segera memasukkan bahan utama kami kedalam minyak panas sebelum menyediakan bahan yang lain untuk menyempurnakan bahan lainnya, seperti bumbu untuk menghiasi hidangan kami.


Kami segera melakukan hal lain untuk menghiasi hidangan kami. Kami berharap juri WGO itu terkesan dengan masakan kami. Kami tidak akan menyerah pada juri itu. Juri itu melihat peserta final yang sedang mengaduk bumbu sambil memberi pendapat mereka masing-masing.


Kami saling bertatapan menyelesaikan masakan kami dan berlomba siapa yang lebih cepat. Jika kami terlambat sedetik saja, mereka tidak akan puas dengan hasil yang kami peroleh.


Aku tidak tahu siapa yang dibalik kursi yang kosong itu. Aku harus menghidangkan kepada juri yang ketiga itu. Sepertinya dia akan segera datang. Aku akan membuatnya terkesan dengan ilmu dari Neesan.


Aku segera menyelesaikan bumbu itu dan segera beranjak ke panci yang kentangnya digoreng sementara Bella segera mengecek sesuatu pada bahan kedelainya. Ia tidak akan membiarkanku menang.


Dia akan mengalahkanku dengan hidangan dari Indonesia.


[*^*]


Di tengah meriahnya acara ini, mereka mendukung kandidat yang akan menjadi pemenang. Mereka mendukung loli karena mereka lolicon sementara para gadis memilih Pangeran yang akan menjadi pemenang, termasuk Aurora, dan Evelyn.

__ADS_1


Fillia-Senpai masih mengomentari pertandingan memasak yang semakin memanas itu  Dia melihat aktivitas yang sangat memanas itu, sehingga tubuhnya menjadi memanas. Aku harap dia tidak melakukan hal yang gila. 


Aku cukup khawatir padanya jika di tidak bisa berbicara lagi hanya karena ia terus berkomentar setiap hari tanpa henti. Kadang ia istirahat saat penonton dan lainya sedang menuju ke Klub Memasak.


“Yosh! Kita melihat ada seorang pangeran dan loli sedang berada di tahap selanjutnya. Mereka menyelesaikan panggangan mereka dan menyiapkan bahan lain untuk disantap oleh juri WGO.”


“Kita tidak tahu siapa yang di kursi kosong itu. Yang penting dia adalah orang yang penting dari WGO. Dia bisa mengalahkan WGO dengan sekali pukulan. Dia tidak terkalahkan. Oleh karena itu, WGO menghormatinya dan memberikan kedudukan khusus untuknya.”


Dengan komentar itu, aku semakin tidak enak dengan perkataan itu. Aku mencoba untuk menarik nafas dan menghembuskannya. Lalu, melanjutkan tahap selanjutnya, yakni tahap terakhir. Bella merespon dengan reaksi biasa saja. Dia hanya tidak mendengar ocehan itu.


Pertandingan itu semakin sengit. Penonton semakin bersorak untuk kemenangan. Para siswa mengucapkan penghormatan terakhir kepada Nina sebelum menonton pada ronde final nantinya.


Namun, ada seorang sosok yang mendatangi di meja juri. Sosok itu berjalan dengan perlahan untuk menampakkan dirinya. Para juri WGO merasakan hal yang aneh di sekitarnya. Ia dipersilahkan oleh WGO dan diperlakukan seperti seorang ratu. 


Sosok itu duduk diantara para juri WGO yang berkeringat dingin sambil menyahut, “Ara-Ara. Apakah aku terlambat? Aku baru menyelesaikan tugasku, lho,” sambil menghela nafasnya.


Dengan sosok yang muncul itu, membuat geger semua penonton. Mereka tidak percaya bahwa ada yang ikut campur dalam urusan ini. Aku yang melihatnya terkejut sambil menghentikan aktivitas memasakku. Aku sudah menebak apa yang ada di penglihatanku.


Sudah kuduga. Ini yang membuatku tidak enak. Dia sudah disini!


“Ne-Nesaan?!” Teriakku.


Di tengah munculnya wanita itu, Riana dan Reika yang berada di belakang panggung itu sudah menebak apa yang terjadi pada panggung itu. Mereka sudah menduga ada seorang yang berada di kursi itu.


“Sudah kuduga dia ada disini.” duga Reika melihat sosoknya itu.


“Dia memang seorang monster di BLUE,” respon Riana melihat Neesan yang sedang terduduk di meja juri.


“Terlambat. KIta tidak bisa melakukan apapun. Kita harus berada disini sebelum berangkat ke Swiss untuk menjenguk Asahi.” Reika pergi dari panggung untuk menghindari kontak dengan Neesan.


“Apa yang Fillia pikirkan? Apa dia sudah gila?” Tanya Riana menghampiri Reika.


“Sudahlah! Kalau Rivandy dan Bella mengikuti kompetisi BLUE tahun depan, aku akan memanfaatkan mereka,” tekad Reika dengan warna matanya yang hitam malam. 


[*^*]


Suasana lomba semakin memanas. Neesan sudah berhadapan dengan para peserta. Kami harus menyelesaikan hidangan kami sebelum waktu habis. Kalau kehabisan waktu, kami akan gugur seketika dan tidak ada pemenang.


Satu jam 10 menit berlalu sejak lomba dimulai, kami sudah menyelesaikan masakan lalu menyajikan kepada ketiga juri.


“Ok! Pangeran dan Loli telah menyelesaikan masakan mereka. Mereka menyediakan hidangan mereka pada juri yang spesial ini.”


“Pangeran Akademi menyediakan Volcano Potato dengan saus mayones di luar dan cabai merah di dalam serta ada sebuah makanan yang tidak diketahui."


“Sementara itu, Bella menyediakan … tempe?”


“Apa ini? Kenapa dia menyediakan tempe kepada juri?” Tanya Fillia-Senpai melihat hidangan Bella.


“Karena itu bisa menghemat uang,” jawabnya dengan datar. 

__ADS_1


“Aku tidak bisa berkomentar apapun. Sekarang, kita lihat siapa yang akan menjadi pemenang kali ini? Kita saksikan saja!”


Kami sedang bertatapan dengan para juri dengan ragu. Kami berharap para juri bisa memberikan vote kepada kami secara adil dan tanpa kecurangan, tidak profesional, dan berpihak pada satu peserta seperti babak sebelumnya.


Cherry-neesan dan juri lainnya segera menyantap masakanku terlebih dahulu, lalu menyantap masakan Bella dengan pisau dan garpu nya. Setelah mereka makanannya, juri dari WGO ingin berkomentar, namun Cherry-neesan mengangkat suaranya terlebih dahulu.


“Untuk masakan Volcano Potato, cukup matang dan penampilan yang menarik. Lalu, persis yang aku ajarkan padamu. Kamu bisa melihat sisi yang simetris pada gunung itu. Kemudian, rasanya cukup sempurna di khalayak umum.”


“Tapi, kalau kau berhadapan dengan koki master kau akan kalah dengan mutlak. Juri yang ada di BLUE akan menolakmu dengan mentah-mentah. Lalu, kau tidak punya peluang untuk bekerja di restoran bintang 6. Kau hanya sebagai pencuci piring di restoran itu. Kau juga akan diperbudak dengan mereka sampai akhir hayat. Lalu, kau akan menjadi trauma dan ….” Cherry-neesan mengkritik aku dengan ocehan pedasnya yang membuatku tidak enak badan.


“Sementara itu, masakan tempe adalah makanan yang sederhana  Masakan yang lembut dan membuat aroma yang beragam. Ditambah lagi, dengan harga yang sangat murah, kau bisa membuatnya dan menyajikan kepada rakyat miskin.”


“Aku tidak menerima masakan itu. Itu terlalu sederhana. Kau tidak bisa menyajikan kepada suami seperti CEO dan Mafia. Mereka akan memarahimu dan memaksamu ke ranjang. Setelah diperlakukan dengan kejam selama 2 bulan itu, kau akan menangis keras dan ….” Cherry-neesan mengkritik Bella dengan ocehan pedasnya yang membuat Bella murung seketika.


“Oo! Peserta finalis tumbang seketika! Mereka tidak bisa berkata apapun lagi dengan ceramah dari kepala sekolah yang tercinta itu,” komentar Fillia-Senpai melihat kami yang sedang tepar dengan komentar Cherry-neesan.


“Cherry. Aku mohon. Jangan mengkritik seperti itu lagi!” Juri WGO memeluk Cherry-neesan dengan erat.


“Kau akan membunuh mereka,” lanjut juri yang lainnya.


“Diamlah, kalian! Kalian tidak berhak berkomentar lagi. Kalian hanya berada disini untuk ….” Cherry-neesan mulai menceramahi para juri WGO.


“Whoah! Para juri WGO langsung tumbang juga. Kepala sekolah tercinta mendominasi sekarang,” komentar Fillia-Senpai melihat kejadian yang membuat penonton merasa kasihan.


Setelah selesai berkomentar, Cherry-neesan kembali menghembuskan nafasnya. Ia melanjutkan, “Ara-Ara. Apakah aku berlebihan?”


“Tentu saja iya. Kau menghancurkan mental mereka. Mereka tidak bisa berkutik lagi. Bahkan, juri WGO tidak bisa mengangkat bicara lagi. ” jawab Fillia-Senpai melihat kausalitas yang dibuat oleh Cherry-neesan.


Para penonton tidak berkata apapun. Mereka tidak menyangka kepala sekolah akademi persis seperti monster. Mereka hanya kasihan padaku dan Bella yang menatap langit akademi dengan tatapan kosong.


Aku dan Bella hanya berdiri dengan pikiran kosong. Begitu juga dengan juri WGO. Mereka tepar di lantai segera bangkit dari tempatnya dan menuju ke maje mereka untuk mengkritik hidangan kami.


Mereka berniat melakukan sesuatu agar mereka menyelamatkan nyawa mereka sendiri. Mereka mengambil kertas dan pulpen lalu menuliskan sesuatu kepada para peserta  Lalu, mereka menyelesaikannya dan tulisan kritikan diletakkan di samping hidangan yang kami sajikan. 


Setelah itu, mereka pingsan dan segera dibawa ke rumah sakit. Cherry-neesan dengan wajah innocent tidak tahu apa yang dilakukan. Fillia-Senpai menahan tawanya melihat peserta finalis yang sudah knockout itu.


“Ara Ara. Apakah aku melakukan sesuatu?” Tanya Cherry-neesan.


“Tentu saja iya. Kamu mengkritik mereka, sehingga mereka knockout karenamu.” jawab penonton dengan cocornya.


“Maafkan aku! Aku terlalu berlebihan. Aku terlalu semangat habisnya, Tehe,” sesalnya dengan gaya Oneesan MILF-nya.


Dengan itu, penonton menjadi jatuh hati pada kepala sekolah itu. Mereka memaafkannya dengan mudah. Tak lama kemudian, Fillia-Senpai mengumumkan sesuatu.


“Sate sate sate. Sekarang saatnya vote!”


"Dari masakan Volcano Potato atau Tempe. Siapakah yang menjadi pemenang kali ini?"


"Para juri WGO sudah melakukan vote kepada masing-masing peserta sebelum tepar. Pangeran dan Loli menjadi seri. Namun, siapa yang dipilih oleh kepala sekolah yang tercinta ini?"

__ADS_1


"Apakah murid Kelas I Saintek A atau ... Kelas I Soshum A?"


__ADS_2