Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Perang Cinta : Perselisihan Cinta Dekagonal 1,4


__ADS_3

Shiori dan Bella berhadapan dengan seorang gadis yang sangat kuat. Dia merupakan gadis yang cukup licik dengan logika sainsnya. Dengan tergeletaknya Kotori, membuat mereka bertekad untuk merebutku kembali.


Shiori dan Bella mengambil senapan mereka dan bersiap untuk mengarahkan moncong senjata pada Rivera-senpai. Rivera-senpai yang memelukku mengarahkan moncong itu padaku. Dengan teknik liciknya itu,


“Tembak saja dia! Kau tidak bisa menyerangku,” pinta Rivera-senpai menyanderaku.


Shiori yang terpancing menjawab,“Sekali lagi kau menyandera suamiku, aku akan menembak kepalamu,” sambil menyodorkan senapannya ke Rivera-senpai.


Bella juga demikian. Dia melanjutkan, “Aku juga tidak akan kubiarkan kamu untuk melemahkan Onii-chan. Tidak ada yang boleh menyakiti Onii-chan selain aku!” Dengan tekad ingin mengalahkanku dan membuatku lemah.


“Boleh saja. Aku akan mengembalikannya sekitar … 2 tahun lagi,” jawab Rivera-senpai dengan aura yang licik.


“Murahan sepertimu tidak akan kumaafkan! Seharusnya, aku yang menciumnya.” Kemarahan Shiori tidak terbendungkan.


Bella mengeluarkan sebuah pistolnya dan segera menembak Rivera-senpai. Rivera-senpai dengan mudah menghindar serangan itu dan segera membalas serangan kepada Bella. Shiori menahan tembakan dari senapan Rivera-senpai dengan pelurunya. Dengan balasan tembakan itu, konflik mereka tidak bisa terbendung dan akan memicu pertempuran.


Akhirnya, mereka bertempur lagi meskipun tidak ada peluang untuk menang. Shiori dan Bella menembak Rivera-senpai. Dia menitipkanku pada Zaza dan Furumi. Mereka melarikan diri dan membawaku ke tempat aman untuk diotopsi tubuhku. Zaza berniat memaksaku untuk menonton video Aurora


“Jangan lari!” Shiori mengetahui aku yang dibawa oleh mereka.


“Aku ingin sekali kelemahan Onii-chan,” lanjut Bella mengejar Zaza dan Furumi.


Namun, Rivera-senpai tidak membiarkan Bella untuk mengejar gadis Junior. Rivera-senpai menghentikan Bella dengan senapan miliknya


“Hadapi aku kalau bisa!” Rivera-senpai menghentikan Bella.


Bella menghentikan tembakannya dan segera menembak Rivera-senpai dengan pistolnya. Dengan mudah, Rivera-senpai menghindar dari tembakan itu dan segera membidik Shiori yang sedang membawa Kotori ke tempat aman. Setelah itu, ia segera melayani dengan tembakan beruntun.


Shiori dan Bella melakukan tembakan untuk mengalahkan Rivera-senpai. Karena kekuatan dan kecepatan angkatan 2023 lebih kuat daripada angkatan 2025 membuat pertarungan tidak seimbang. Tidak ada guna masalah jumlah. Yang pasti kemampuan individu yang menentukan.


Shiori semakin kelelahan karena tembakan dari Rivera-senpai menurut perhitungan fisika. Meskipun Shiori bisa menghitung matematika dengan baik, dia bukan kelas Saintek, melainkan kelas Soshum. Dengan halangan itu, membuat peluang Rivera-senpai lebih besar.


Shiori dan Bella merasa kelelahan. Tidak tahan dengan sebuah serangan yang dipenuhi dengan matematika yang kompleks. Butuh ilmu fisika untuk menghadapi Rivera-senpai. Itu terlalu sulit bagi mereka yang merupakan siswi dari kelas Soshum.


Tak lama lagi, mereka akan terpojok dan kalah.


[*^*]


Pertempuran Aurora dan Aura semakin sengit. Dengan pisau yang ada di tangan Aura membuat Aurora terpojok. Aurora ingin sekali mengalahkan gadis yang akan memperkosaku.


Namun, dengan tekad dan janji, membuat Aurora semakin menggila. Dengan kecepatan dan kekuatan yang seimbang, membuat Aurora bisa memojokkan Aura dengan sebuah kapak yang mengayun dengan keras.


Aura tidak akan kalah dari Aurora. Meskipun berasal dari Klan Sentinel, dengan latar belakang yang berbeda membuat situasi pertarungan menjadi sengit. Aurora tidak membiarkan dirinya dikalahkan karena ia sudah memiliki perasaan kepadaku. Dengan itu, Aurora tidak akan kalah lagi.


Sementara itu, Akishima dan Sheeran terpojok karena sifat mesum dari Andela. Dengan teknik listrik dan cinta, membuat Andela semakin sulit dikalahkan. Dia adalah gadis yang tidak bisa tumbang dengan dukungan dari 3 gadis yang di belakangnya.


“Sial! Dia terlalu kuat!‘ Keluh Akishima karena tidak bisa memojokkan Andela.


“Apanya yang kuat? Hanya dadanya yang besar aja sudah sombong,” komentar Sheeran menyindir Andela.


“Aku tidak tahu siapa dia itu. Kalau saja melon gunung itu tidak memberinya kekuatan, maka aku yang akan menang,” keluh Akishima melihat tubuh Andela.


“Are? Apakah kalian sudah lelah?” Tanya Andela pada.kedua gadis itu.


“Tidak! Dengan tekad Power Ranger, aku tidak akan kalah dari Gadis Mesum seperti kamu!” Akishima menolak Andela untuk menyerah.


“Itu benar. Karena Pangeran Rivandy sudah menjadi suamiku, aku tidak akan membiarkan dia selingkuh dengan gadis mesum sepertimu. Kalau bisa, aku akan selalu menjadi istri mesum hanya untuknya,” lanjut Sheeran berubah jadi Goku.


“Terserah. Kalau kalian tidak menuruti perkataanku, aku akan menghabisi kalian dengan kekuatan cintaku,” ancam Andela dengan mata cinta dan kasih sayang.

__ADS_1


Akishima mendengar sebuah suara. Ia mendengar kata Sheeran yang membuatnya marah. Akishima berpikiran aku lebih pantas jika berada di samping Akishima. Karena sebuah janji, membuat Akishima ingin menjadi istri idaman untukku.


“Jangan bilang Rivandy adalah suamimu. Rivandy yang sudah terangsang tidak akan menghampirimu. Dia akan meninggalkanmu pada saat kamu hamil."


“Coba saja kalau bisa, Gadis Janda!” Sheeran berbalik ke Akishima dan meladeninya.


“Siapa yang bilang Gadis Janda, Gadis Mesum?!” Balas Akishima dengan amarah anak kecil.


“Aku akan menghajarmu dan membuangmu di sekolah,” ancam Sheeran berniat membuang Akishima.


“Coba katakan itu sekali lagi! Aku akan mengirim video porno suamimu yang tidak setia itu,” lanjut Akishima menunjukkan Handphone miliknya padaku.


“Sial! Aku akan menyita seragammu dan membuangnya di tempat sampah,” tekad Sheeran ingin membuang seragam akademi Akishima.


“Kalau begitu, aku akan membakar seragammu dan membawamu ke pria belang,” balas Akishima tak kalah hebatnya berdebat.


“Ano. Apakah kalian sudah selesai?” Tanya Andela melihat Akishima dan Sheeran bertengkar.


“Belum! Kami belum selesai!” Akishima dan Sheeran meneriaki Andela.


“Kami masih ingin bertengkar dengan ….” Sheeran tiba-tiba tak sadarkan diri.


“Oi! Bagaimana dengan ….” Akishima mengalami hal yang sama dengan Sheeran.


Akishima terkena setrum dan segera tergeletak di hadapan Andela. Andela dengan polosnya melihat tubuh mereka yang tidak mengenakan pakaian dalam. Dengan nafsu yang mengikutinya, ia ingin merencanakan hal yang genit dan jahat pada mereka berdua.


“Lama banget! Telingaku dah rusak dengerin pertengkaran mereka,” cetus Farah membawa Akishima yang masih mengenakan pakaian Power Ranger.


“Kayak ibu-ibu yang sedang berantem gara-gara memperebutkan suami saja,” lanjut Wulan membawa Sheeran yang pingsan.


“Mina. Seragamnya tolong titipkan padaku! Aku ingin sekali menghukum mereka,” suruh Andela.


“Baiklah!” Mereka menerima perintah itu dan segera


Aurora tidak peduli dengan mereka. ia fokus dengan pertarungan yang berlangsung lama. Aura semakin semakin agresif akan menghabisi Aurora. Aurora tidak akan membiarkan hati monster itu memasukinya dan berubah menjadi Black Night Sky.


Ia akan mengalahkan lawannya dengan usaha kerasnya.


{*^*]


Eleva semakin tidak menguntungkan dan dikalahkan oleh ketiga gadis itu. Dengan kekuatan dan kerjasama tim, Eleva akan kalah. Namun, tidak peduli dengan menang dan kalah. Ia hanya ingin menghajar kepala mereka seperti ia ingin menghajar pejabat yang busuk itu.


“Sial! Kenapa kalian tidak tumbang saja?” Eleva frustasi dan menyerang ketiga gadis itu.


Ketiga gadis itu segera meluncurkan misil mereka secara keseimbangan. Eleva terpojok dengan serangan itu segera menebas misil itu dengan sebuah pisau meskipun tidak ada yang bisa melakukannya karena dalam logika, tidak ada pisau yang bisa menebas misil itu.


Namun, karena Eleva kehilangan keseimbangan, terjatuh bersama Zera dan misil itu Akhirnya, Eleva terkena kerusakan dari misil itu Dia tidak bisa menahan luka akibat serangan misil itu.


Ketika gadis itu merasa bahagia karena kekalahan Eleva. Mengejek Eleva yang sikapnya kasar dan agresif dengan kekalahan yang memalukan


“Tidur yang nyenyak Anak Pintar!” Pamit Stephany meremehkan Eleva tergeletak bersama Zera.


“Mama akan menjemputmu,” lanjut Milia mengejek Eleva.


“Jangan cemas! Mama akan kembali setelah kembali ke sini bersama Papa,” sambung Aria meninggalkan Eleva dengan menahan tawanya.


Mereka meninggalkan Eleva terkapar bersama Zera. Kesadaran Eleva masih ada. Tidak seperti Zera yang penuh dengan luka. Itu karena tubuh Eleva cukup kuat untuk dihancurkan oleh misil.


“Teme! Kau akan membayar semua ini! Ketika sudah selesai, aku akan menghajar kepala kalau, Cyka Blyat!” Eleva berteriak dengan keras karena merasa diremehkan.

__ADS_1


[*^*]


Pertarungan Evelyn dengan Klub Militer terus berlangsung dengan sebuah misil yang melayang di koridor. Dengan robot Gundam yang dikendalikan oleh Evelyn, membuat anggota Klub Militer kesulitan untuk menghadapi Evelyn. Meskipun tubuh Evelyn seperti anak kecil, tenaga yang dimilikinya sangat besar.


Evelyn bergerak cepat dan berusaha dihentikan oleh robot yang dikendalikan Hanna. Hanna melancarkan misil dari robot miliknya dan meluncur ke Super Deformed. Evelyn bergerak dengan cepat bergerak di sekitar koridor dengan kecepatan 123 km/ jam membuat roket itu semakin cepat menuju ke Evelyn.


Naasnya, roket yang diluncurkan oleh Hanna malah mengarahkan ke Tank. Evelyn mengarahkan roket itu pada tank yang bergerak. Tidak ada peluang untuk kabur. Mereka tidak bisa membalas serangan roket itu karena waktu akan semakin berjalan.


“Apa? Roket?! Aku tidak bisa menghindarinya,” keluh Lisa mencoba menghindar dari peluncuran roket itu.


“Oh tidak! Ada roket yang akan mengenai kita.” resah Rima melihat roket yang mengarah pada mereka.


“Penonton. Aku membutuhkan bantuanmu.”


“Katakan. Roket jangan mendekat!”


“Lebih keras!”


“Roket jangan mendekat!”


“‘Katakan lebih keras!”


“Roket jangan mendekat!”


“Roket jangan mendekat!”


Dengan larangan itu, roket pun berhenti bergerak dan turun ke bawah. Tak lama kemudian, roket itu meledak di lantai dan membuat Lisa dan Hanna terdiam dengan reaksi Rima pada roket yang meledak itu. Mereka tidak mengerti kenapa roket itu berhenti tiba-tiba. Setelah memikirkan yang tidak-tidak pertarungan kembali berlanjut.


“Rasanya aku pernah menonton kartun, desu. Tapi, dimana, desu?” Gumam Evelyn memikirkan sesuatu.


Pertarungan antar robot dan tank semakin sengit. Dengan tenaga dan stamina yang tersisa, mereka mengakhiri pertarungan itu meskipun mereka tidak sadar bahwa aku tidak ada.


Tiba-tiba, ada seseorang yang menghentikan pertempuran itu. Dengan ketegasannya, membuat robot dan tank itu dinonaktifkan dengan mudah. Evelyn, Hanna, Rima, dan Lisa keluar dari robot dan tank dan menghampiri seseorang itu. Mereka dimarahi habis-habisan dan merasa menyesal dengan perbuatan mereka.


Setelah itu, mereka dibawa ke ruang disiplin dan dihukum.


[*^*]


Shiori dan Bella semakin kewalahan. Rivera-senpai semakin tak terkalahkan karena tembakan yang ia lancarkan itu merupakan perhitungan matematika yang berasal dari Saintek. Dengan percepatan dan vektor yang tepat, membuat Shiori dan Bella menerima luka di tubuh mereka.


Rivera-senpai merasakan kemenangan yang akan mendekatinya. Ia akan merasakan kekalahan ketiga gadis yang lemah dan masih amatir. Shiori tidak bisa melakukan apapun lagi. Dengan teknik dari Rivera-senpai, membuat lawannya tidak berkutik. Kotori berada di tempat aman. Jadi, ia tidak ikut dalam pertempuran itu.


Rivera-senpai mengincar mereka dan segera memenangkan pertandingan itu agar bisa menikmati tubuhku. Mereka yang terpojok itu lari dari serangan mereka dan mereka harus lari dari pertempuran. Rivera-senpai tidak membiarkan mereka dan segera menembak punggung Bella yang kabur.


Namun, secara mendadak, ada sebuah peluru yang terlalu cepat Peluru itu membuat Rivera-senpai harus menahan serangannya. Shiori dan Bella berniat untuk melarikan diri Namun, Sinta dan Nina menahan mereka dan dibawa ke ruangan Klub Disiplin.


Rivera-senpai merasa terkejut dengan sosok itu. Sosok itu berdiri bersama petugas disiplin itu. Dengan senapan Ak-47 miliknya, menjadikan guru killer yang sangat menyeramkan di Rusia, terutama Akademi


“Rivera! Kenapa kamu melibatkan diri di pertarungan? Kamu harus menyiapkan diri untuk Ujian Nasional Akademi, kau tahu,”


“Minerva-sensei! Aku tidak terlibat, kok,” sanggah Rivera.


“Sudah kubilang padamu jangan melibatkan diri pada Klub Saintek lagi! Chelsea saja selalu mendapatkan nilai S dalam matematika. Masa kamu tidak?” Tegur Bu Minerva.


“Ara-Ara. Aku sudah menangkap mereka, Bu. Soal Rivandy, aku akan mengurusnya,” lanjut Diana menawan Zaza dan Furumi.


“Baguslah, Diana! Kalau begitu, antar mereka ke ruangan itu! Aku sudah menahan Aurora dan Aura.” puji Bu Minerva pada Diana.


Dengan keberadaan Bu Minerva, Rivera dibawa ke ruangan disiplin. Diana juga menahan kejahatan yang menyanderaku.

__ADS_1


Furumi dan Zaza ditangkap oleh Diana dengan tontonan anak kecil untuk Zaza dan gambar tengkorak untuk Furumi. Ini sudah cukup untuk menghentikan mereka.


Pertempuran Cinta belum berakhir, namun perang ini masih dilanjutkan dengan cara yang cukup berbeda daripada aksi.


__ADS_2