
Cerita kelam yang akan menimpa Saphine dimulai dari saat ini.
3 April 2018
Moskow, Rusia.
Terdapat sebuah keluarga yang cukup bahagia yang menimpa mereka semua. Ayahnya bekerja dengan baik. Ibunya merawat Saphine dengan penuh kasih sayang. Saphine yang berada kondisi yang membahagiakan itu telah membuatnya sesuatu untuk keluarganya yang tercinta yaitu pendidikan.
Saphine dengan mudah bisa bermain dokter-dokteran agar bisa menjadi dokter. Ia akan menjadi dokter untuk membahagiakan kedua orang tua.dan berharap mereka akan bangga dengan kemampuan Saphine.
14 Mei 2018, ayah Saphine seperti biasanya melakukan pekerjaan dan akan pulang telat. Ibunya mengucapkan selamat tinggal dan berpesan untuk segera pulang ke rumah agar mereka bisa menyantap makanan spesial malam ini.
Ayah Saphine tersenyum lebar dan meninggalkan rumah dengan penuh riang. Saphine yang sedang membaca buku dokter menyeruput air putih dan menikmati pagi hari yang cukup cerah ini.
Namun, pada jam 15:23, terjadi insiden yang mengenaskan. Mereka diberitahu oleh tetangga bahwa ayah Saphine meninggal karena kecelakaan yang menimpanya. Ia ditabrak oleh mobil sport perusahaan dan membuat mereka pada saat yang buruk.
Mereka merenungkan diri dengan kematian itu. Tak lama kemudian, banyak isakan mata pada saat kejadian itu. Setelah isakan mata itu, mereka kembali ke kamar mereka dan saling berpelukan.
"Mama. Apakah Papa mati? Kenapa?" Tanya Saphine yang sedang melihat ibunya menangis.
"Iya. Tapi, aku tidak tahu. Kita harus bersabar sekarang. Ibu akan mencari pekerjaan sekarang," ucap ibunya menenangkan Saphine sambil mengelus kepalanya.
Setelah itu, mereka berpelukan sebelum kejadian kelam mereka akan dimulai.
Keesokan harinya, jam 16;23, ibunya sudah selesai dari pekerjaannya dan segera pulang ke rumah. Ia menggunakan taksi yang murah agar ia bisa langsung pulang ke rumah tanpa waktu yang lama.
Ketika ia membuka pintu, ia terkejut bukan main. Ia melihat anaknya yang sedang bermain dengan seorang paman menjijikan itu. Paman itu adalah seorang perusahaan dai Korea Selatan sukses yang beroperasi di Moskow.
"Mama, tolong aku!" Saphine meminta tolong sambil menangis.
Paman itu tertawa manis. Ia merespon, "Anakmu sangat baik. Dia adalah anak yang mesum. Aku jadi senang melihatnya,"
"Apa yang kau lakukan?" Bentak ibunya kepada paman itu namun paman yang lainnya sedang membekap ibunya dan bermain secara paksa.
"Oh. Maafkan aku, Mama. Aku disini untuk bermain dengannya. Dia sangat patuh kepadaku, sehingga aku memberinya hadiah," jawab paman yang menjijikan itu dengan hati yang senang.
"Hentikan! Jangan sakiti anakku!" Pinta ibunya dengan nada cemasnya
"Sebagai istri, kau harus melayaniku seperti anakmu ini. Habisnya, kamu adalah janda yang bebas sekarang," ucap paman menjijikkan itu.
"Tidak! Hentikan!" Teriak ibunya yang berpose seperti Saphine.
Paman menjijikan itu tertawa dan segera melakukan penetrasi bersama teman paman itu.
Saphine melihat ibunya yang sedang melakukan penetrasi bersamanya tidak bisa berbuat apapun. Mereka mengeluarkan cairan menjijikkannya ke arah tubuh Saphine dan Ibunya. Hasilnya, Saphine dan ibunya menjadi kecanduan dengan itu. Akhirnya, mereka memberikan uang sebesar ₽ 20.000 untuk tubuh yang perawan itu, lalu meninggalkan mereka dengan banyak cairan yang terkena di tubuh mereka.
Sejak saat itu, ini adalah awal dari mimpi buruk mereka.
__ADS_1
3 minggu kemudian, Saphine dan Ibunya terbiasa dengan pose itu. Kini mereka lebih menikmatinya dibandingkan dengan sebelumnya. Paman menjijikkan itu menikmati tubuh Saphine dan ibunya yang sedang penetrasi. Saphine yang masih anak-anak sudah mengetahui betapa nikmatnya aroma cairan itu, sehingga membuatnya semakin nikmat.
Hal itu membuat Saphine tidak bisa menjadi dokter dan lebih memilih untuk menikmati hal yang semu itu.
Ronde demi ronde, ibunya yang sedang dipegang sedang mengeluarkan teriakan yang nikmat, meskipun ia tidak bahagia dengan itu. Mereka yang berasal dari perusahan itu segera mengeluarkan cairan mereka untuk membuat mereka lebih baik dengan wajah menjijikkannya.
"Wah! Kerja bagus, kalian! Karena kalian telah berusaha keras, aku membawa nona yang berdada besar ini untuk bermain di sana."
"Tidak! Jangan bawa ibuku! Aku akan kesepian," mohon Saphine dengan mata yang berkaca-kaca.
"Jangan khawatir? Karena ibumu akan dibawa ke Seoul, kamu akan hidup bersamaku dengan cairan ini," respon paman menjijikan itu dengan tawanya yang semakin menjijikkan.
Akhirnya, ibunya dibawa ke Seoul, Korea Selatan untuk menjadi budak dari perusahan itu. Saphine tidak bisa menahan air matanya dan mengalami ketakutan yang sangat menghantuinya.
Akhirnya, Saphine tidur bersama paman dan tubuhnya selalu diraba oleh paman itu, sehingga Saphine semakin kecanduan dengan itu.
14 Juni 2018, Piala Dunia di Rusia kembali bergelar di babak penyisihan dengan Rusia melawan Arab Saudi. Banyak turis yang datang ke Moskow untuk menonton pertandingan Piala Dunia.
Pada saat itu, jam 21:00 waktu Moskow, Saphine sedang melayani para turis itu atas perintah paman menjijikan itu. Saphine melayani para turis dengan tubuhnya yang akan dibayar dengan harga ₽ 1000 setiap jamnya.
Saphine dipotret oleh para turis iseng itu untuk mengajaknya bermalam. Saphine menjadi pusat perhatian Para turis pria belang itu segera menghampirinya dan mengajak bermalam bersamanya, sehingga Saphine mendapatkan uang tambahan untuk diambil oleh paman menjijikkan itu.
15 Juli 2018, Piala Dunia berakhir dengan Perancis menang atas Kroasia dengan skor 4-2 yang disebabkan oleh pemain baru yang cemerlang. Kylian Mbappe yang mencetak 1 goal di babak final.
Pada saat itu, Saphone menjadi liar dan tidak bisa dihentikan. Ia selalu merayu kepada yang sudah berkeluarga dan menjadi ancaman oleh para kekasih wanita.
4 September 2018, anggota polisi Moskow menangkap paman menjijikan itu dan mengadilinya atas kasus pemerkosaan yang dilaporkan oleh seorang anak yang cerdas itu.
Di Pengadilan di Moskow, hakim yang berhadapan dengan paman menjijikan itu menjatuhi hukuman 6 tahun penjara secara mutlak, sehingga Saphine dibebaskan oleh seseorang.
Setelah pengadilan itu, Saphine dirawat di rumah sakit jiwa sambil merenungkan apa yang ia lakukan. Ia tidak sadar bahwa ini akan terjadi. Saphone menjadi kesepian dengan tubuhnya yang hina itu. Kedua orang tuanya sudah tidak ada dan tidak ada peluang untuk menjadi dokter.
Tiba-tiba, ada seseorang psikiater yang mengadopsi Saphime yang merupakan bibi dari seorang anak yang bernama Zhukov Rekovic.
Sejak saat itu, Zhukov dan Saphine berteman dengan baik, walaupun masa lalu telah menghantuinya dan terasa seperti kemarin. Merea bermain seperti anak-anak pada umumnya dan menjadi akrab sampai masuk akademi yang sama, yakni Akademi Militer Spyxtria.
Sebelum penangkapan itu, ada sebuah pesan darurat yang dikirimkan oleh seorang anak selaku keturunan dari paman itu
"Halo, Ayah." sapa anak itu menerima telepon itu.
"Halo, Joe. Aku ingin meminta sesuatu darimu," sahut paman itu.
"Jika aku tertangkap oleh polisi, kau harus bersiap dulu untuk menggantikanku. Setelah itu, kau harus mencari Saphine Vera dan melanjutkan apa yang kulakukan. Setelah itu, kau akan membuatnya menjadi lebih enak dan nikmat," suruh paman menjijikkan itu.
"Tch! Kenapa aku harus melakukan itu? Bukankah ibu juga …" bantahnya terhenti.
"Aku tidak peduli dengannya. Aku ingin kau menjalankan perintahku sekarang juga." Pinta paman menjijikkan itu yang merupakan ayahnya.
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan melakukannya setidaknya 7 tahun lagi," terima Joe dengan tatapan jahatnya.
"Kalau begitu, Ayah menutup telepon ini, Dadah," pamitnya sambil menutup telepon genggamnya.
"Dah," jawab Joe dengan singkat.
Joe mempersiapkan diri untuk meneruskan perusahaan ayahnya walaupun usianya masih kecil. Karena ayahnya ditangkap di Moskow, dia menjalankan usaha itu dengan sendirinya meskipun ia memutuskan untuk putus sekolah.
Dengan usaha keras itu, ia mendapatkan informasi bahwa Saphine akan daftar ke Akademi Militer Spyxtria setelah mendengar sadapan handphone dari Zhukov. Untuk meneruskan wasiat ayahnya, yaitu membuat Saphine lebih nikmat. Ia mendaftar pada tahun 2024 dan mengirim berkas ke Moskow dan memalsukan identitas ayahnya untuk memberikan izin kepadanya untuk ke Moskow.
4 September 2025, Zhukov dan Saphine berbeda kelas. Kesempatan yang emas bagi Joe untuk menikmati tubuhnya.
Jam 15:56, Joe menculik Saphine dan membuat Saphine teringat dengan masa lalunya dan menghisap cairan yang sudah tidak lama ia rasakan. Kemudian, Joe mengajak teman sekelasnya dari Kelas II Soshum C untuk mengajak Saphine ke tempat sepi dan menjalankan aksinya.
Setelah itu, mereka melakukannya lagi dan lagi agar Saphine semakin nikmat.
15 September 2025, seorang pangeran yang tidak sengaja menyentuh tubuh Saphine, sehingga Saphine menjadi kecanduan. Alhasil, dia membawa Saphine menuju ke unit kesehatan untuk diperiksa.
Setelah itu, Saphine dirawat sampai pagi yang membuat Joe dan lainnya harus mencarinya di sekitar akademi.
Hari demi hari, Saphine diajak tempat yang gelap dan menghisap cairan di tubuhnya. Ronde demi Ronde cairan itu semakin banyak, sehingga membuat Saphine bahagia.
Dia berbohong ke Zhukov, Denis dan Hammer untuk menjalankan urusan yang penting, yaitu menyalurkan nafsu birahi dari kakak kelas itu menuju tubuhnya yang hina itu.
Ia juga berencana untuk mengambil keperjakaanku untuk menyalurkan hasratnya jika Joe dan lainnya tidak bisa menyalurkan hasratnya kepada Saphine.
Sampai saat ini, Saphine menjadi budak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
21 Oktober 2025, jam 14:57, Saphine yang kecanduan tertidur pulas sambil menunggu kedatangan mereka. Ia dengan tubuhnya yang hian itu menunggu sambil melahap cairan Joe dan lainnya.
Jam 15:23, Joe dan lainnya pulang ke apartemen Saphine untuk melihat kondisi Saphine yang siap untuk menjalankan aksinya.
Mereka melepaskan rantai mereka dan membawa Saphine ke kamarnya. Lalu, mereka memasang video untuk mengenang aksi mereka saat lulus akademi, padahal hanya 30% yang lulus karena berbagai alasan yang tidak pasti.
Mereka makan terlebih dahulu agar tenaga mereka bisa banyak dan mampu melakukan ronde yang mereka inginkan.
Setelah itu, mereka olahraga sedikit untuk memastikan mereka tidak mengalami pegal dalam aksi mereka.
Mereka mengunci pintu mereka agar tidak ada seorang pun yang masuk dan datang kemari.
Mereka menyiapkan diri untuk melakukan permainan yang cukup lama agar Saphine semakin liar dan tidak tertahankan akan banyak cairan yang mengalir di tubuh hinanya.
Mereka menyentuh tubuh Saphine yang tertidur dan melakukan aksi mereka dalam beberapa detik lagi.
Kamera resolusi 1080p dinyalakan dan mereka bersiap melakukan eksekusi agar Saphine semakin menyukainya, walaupun ia tidak ingin melakukannya.
"Waktunya, show time!" Seru Joe melakukan eksekusi.
__ADS_1