Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Dampak Rencana Weiss : Awal Perpecahan


__ADS_3


11 Mei 2026, jam 6:56, Shiori dan Bella pergi ke sekolah, bersamaku. Mereka berjanji untuk menjagaku agar aku tidak


Senyuman mereka cukup tulus. Tubuh mereka terlalu dekat denganku, berharap bisa tinggal bersama dan tidur bersama ketika sudah pulang akademi.


Tak lama kemudian, ada 3 gadis yang dikenal menghalangi jalan Shiori dan Bella, tidak membiarkan mereka lewat.


Shiori dan Bella menjadi curiga, mereka bersiap mengambil senapan mereka dan menunggu aba-aba. Kalau diperlukan, mereka membuat formasi pertahanan agar mereka bisa melindungiku.


"Eh?" Aku mengingat sebuah flashback lagi.


"Ada yang bisa dibantu? Aku tidak ingin membiarkan kalian menyerahkan Rivandy pada kalian."


Aurora langsung mengambil senapan lalu menyuruh Shiori untuk menyerahkan aku dari mereka. Akishima dan Sheeran bersedia, menatap mereka dengan tajam.


"Serahkan Rivandy pada kami! Atau kalian akan mendapatkan penderitaan."


Shiori menolak, tidak mau memberikan padaku.


"Anak kecil jangan sok-sokan untuk mendapatkan lelaki tampan dan malang itu. Aku sudah menjadikannya sebagai pasangan kekasih." Shiori menolak, langsung mencium pipi dan leherku.


Aurora semakin kesal, berniat menembak Shiori dengan senapannya, Koch UMP. Namun, Laras panjang Accuracy International AS50 milik Akishima melarang Aurora menembak.


"Kau tidak akan bisa menyembuhkan Rivandy. Karena kau bukan gadis yang cocok untuknya." Sosok Akishima terasa sadis, wajah yang gelap muncul karena melihat keadaanku yang buruk.


Tidak hanya Akishima, Sheeran mengeluarkan Five Seven agar Shiori dan Bella.


"Aku tidak akan memaafkan siapapun yang menyakiti kekasihku! Aku akan memberikan pelajaran buat kalian, dasar Pelakor Bodoh!" Sheeran kembali menghina Shiori dan Bella, karena postur tubuh mereka menjadi rusak akibat sebuah cairan hangat.


Bella sudah muak, dipanggil Pelakor adalah hal yang dibenci. Karena


"Dasar bodoh! Kalian tidak pernah melihat kondisinya! Dia terpaksa membunuh orang yang dia sayangi. Jadi, butuh beberapa hari agar dia sembuh. Jangan sampai kau membuat penyakitnya lebih parah lagi!"


Aurora masih tidak terima. Ocehan Bella yang tajam ingin membuat Aurora ingin menghajar wajah Bella sampai puas.


"Kau yang merebut Rivandy dari kami lalu menggodanya di ranjang sampai aku kehilangan payungku. Kau sampai membuatnya trauma karena tingkah busuk kalian!" Amarah Aurora semakin tidak bisa dikontrol.


Aku masih tidak mengerti. Siapa yang benar? Kenapa mereka masih bertengkar? Aku tidak tahu kejadian sebenarnya. Masalah apa yang membuat konflik seperti ini?.


Tak lama kemudian, di tengah sebuah konflik yang terjadi, datanglah tiga gadis dengan membawa senapan dan perisai. Mereka berjalan seperti seorang prajurit.


Mereka adalah Stephany, Aria, dan Millia. Mereka masih mengikuti Klub Pangeran.


"Sudah cukup, para gadis! Serahkan Rivandy pada kami! Kalau tidak, aku akan menghancurkan kalian!"


Stephany langsung datang untuk menyerahkanku padanya. Dia mulai mengambil


Semua gadis tertuju pada ketiga anggota Klub Pangeran. Hubungan mereka semakin lama selain dingin.


"Jangan ikut campur! Aku tidak mau menyerahkan Rivandy pada siapapun." Shiori bersikeras, tidak mau menyerahkanku pada orang lain.

__ADS_1


"Rivandy tidak masuk sekolah selama 4 hari. Aku awalnya curiga dengan kejadian ini. Tapi, setelah aku mengecek. Aku sudah menaruh chip pada lehernya ketika mandi bersama. Jadi, aku tahu kesehariannya dimana."


"Dasar Pelakor! Aku tidak akan membiarkanmu pergi! Kau menculiknya lalu menjadikan budak ****. Hari Minggu, kalian mengajaknya ke suatu tempat agar dia merasa lebih baik setelah berhubungan tanjakan selama 5 hari. " Aria menjelaskan, mengenai keadaanku selama 6 hari.


Aria terlihat geram, mengira aku diperlakukan buruk. Jadi, dia bersikeras untuk menyerahkanku padanya.


"Tidak! Aku tidak pernah melakukan hal itu. Aku tidak memperlakukannya seperti budak ****. Aku lebih menyayanginya daripada Pelakor seperti kalian."


"Sudah cukup! Aku tidak ingin kalian  mendapatkan kekasihku. Rivandy! Ayo kesini!" Aurora sangat marah, memaksaku untuk kembali di sisinya.


Koch UMP Aurora tidak bisa ditahan lagi, Namun, tidak mau melukai orang yang disayanginya.


Akishima dan Sheeran masih berdiam diri, memantau perkelahian antar Pelakor.


"Kami ingin lewat. Agar


"Rivandy. Kau tidak boleh dekat degan mereka. Kau harus bersama kami ketika pulang sekolah nanti." Bella menyuruhku agar aku tidak berhubungan dekat dengan Aurora.


"Aku akan mengurus apartemenmu begitu pulang sekolah. Jadi, kau hanya bisa tinggal denganku." Shiori melanjutkan


Aurora, Aria, Millia, dan Akishima tidak setuju dengan pesan Shiori padaku. Ini membuatku semakin menyiksa menurut mereka.


"Jangan dengarkan dia! Kau harus punya waktu sendiri agar kau bisa hidup mandiri. Itu bukan kamu kalau kau terlalu tergantung pada wanita." Aurora menegurku,


"Selain itu, aku ingin membawamu ke  psikolog biar kamu bisa diobati." Millia menyarankanku untuk pergi ke ruangan psikolog.


Perkelahian itu terasa membara,


Diana membuka Megaphone lalu memberikan isyarat agar menyerahkanku pada mereka secara tegas. Ini untuk Klub Disiplin.


"Minggir! Aku akan merawatnya sekarang juga! Kami Klub Disiplin tidak akan membiarkan kalian merebutkan pria tampan sepertinya." Diana menegaskan agar mereka diam dan mendengarkan Diana.


"Aku akan membawanya untuk absen sekaligus memeriksa kesehatannya. Ini perintah kami. Kalau menolak, aku akan menghancurkan kepala kalian." Diana melanjutkan sekaligus mengancam beberapa kubu.


Namun, mereka tidak mematuhi Diana begitu saja. Mereka ingin melindungiku dari ancaman yang cukup besar.


"Persetan dengan Klub Disiplin! Aku tidak akan menyerahkan Rivandy pada siapapun, terutama gadis yang sok disiplin sepertimu." Stephany membuat wajah sinis, tidak nyaman dengan gadis Klub Disiplin.


"Aku tidak akan membiarkan kalian mendekati Rivandy! Aku akan merawatnya agar dia menjadi lebih baik." Shiori


"Tidak bisa! Ini demi kebaikannya. Aku ingin memeriksa kesehatannya terlebih dahulu sebelum kembali ke aktivitas akademi. Aku tidak ingin nilainya menurun hanya karena masalah ini." Nina menjadi tegas, maju ke depan lalu bersiap mengambil senjata seperti seorang sherif.


Namun, Aurora memanggil Nina, menghasut Nina agar berhenti berjalan, mencegah Nina untuk mendekatiku.


"Tidak boleh! Aku tidak akan menyerahkan Pelakor sepertimu. Nina. Kau berpihak padanya, bukan?" Aurora berteriak, agak kecewa karena Nina membuat pilihan yang salah.


Namun, Nina tidak menoleh ke Aurora, tapi bisa merespons pertanyaan tanpa pilihan lain. Dia hanya fokus pada tugas perlindungan siswa akademi.


"Maafkan aku, Aurora. Ini adalah perintah kepala sekolah. Aku hanyalah seorang perantara agar kehidupan akademi menjadi lebih baik lagi."


Ketika Nina ingin memegang tanganku dan membawa ke akademi, Shiori curiga, tidak percaya pada Nina karena akan menyakiti sesuatu dariku.

__ADS_1


"Tidak boleh! Kau harus berhadapan denganku dulu sebelum mendapatkan Rivandy." Shiori menghentikan Nina, mulai memegang Lee Enfield kepada Shiori.


Nina dan Shiori berseteru, bertengkar hanya karena ingin melindungiku dari bahaya. Seragam akademi mereka langsung dipenuhi dengan keringat. Belum siang hari.


Datanglah sekelompok wanita yang ikut campur, datang dengan sebuah tank yang gagah berani lalu membuat perhatian pada orang lain.


Lisa langsung keluar dari tank dan membidik satu-satu target tembakan dengan M4A1. Berharap tidak ada perlawanan yang seng. Hanya sekumpulan para wanita yang hanya ingin seorang pangeran.


"Kalian para pelakor! jangan pernah menyentuh Rivandy kalau kalian terus menyakitinya!"


Rima dan Hanna muncul bersamaan, sudah bersiap bertempur jika tidak ada yang mematuhi perintah mereka.


"Rivandy perlu perawatan khusus militer. Kita tidak akan membiarkan kalian berbuat seenaknya padanya." Hanna mulai berseru tidak ingin ada orang lain merebutku untuk kepentingan hati mereka.


Semua wanita dari berbagai kubu mulai menunjukkan ego mereka. Selain itu, tatapan mereka cukup sadis, tidak mau menyelesaikan masalah dengan tenang.


Terhitung, ada 5 kubu yang berseteru hanya untuk memperebutkan pangeran.


Aurora melangkah, mendekati Lisa di atas tank dan berniat mengambil pangeran-nya dari gadis militer itu. Aku sama sekali tidak mengerti kenapa banyak gadis langsung mengerahkan Amara dan kekuatan mereka hanya untuk mendapatkanku.


"Kau bodoh! Aku tidak akan membiarkan para sialan itu merebut kekasihku. Kau tidak boleh mengambil seenaknya. Dia adalah seorang spesial bagiku."


Lisa mendengar sebuah keluhan, lebih tepatnya sebuah hinaan dari seorang gadis berambut twintail biru. Lisa langsung mengeluarkan sebuah megaphone lalu menyerukan gelombang suara untuk membalas Aurora.


"Kau juga. Aku tidak ingin seorang gadis bodoh akan cinta menyakiti seorang pangeran.


Shiori mendengar suara itu, terasa kenal dengan orang yang memiliki saingan dengan Kotori. Jadi, Shiori langsung mendatangi Lisa dengan tidak mengenakkan.


"Kau kembali lagi. Tapi, kau tidak boleh mendapatkan Rivandy meksipun kau telah melewati mayatku." Shiori bersikeras,


"Kau tidak akan mendapatkan Rivandy sampai aku kehilangan segalanya." Bella melanjutkan, memegang tanganku dengan erat untuk keadaan darurat.


Lisa mendengar sebuah ketegasan dan keegoisan dari dua gadis itu. Lisa memandang Shiori dan Bella dengan jijik karena merasakan tubuh mereka telah rusak hanya karena seorang pangeran.


"Kau tidak bisa seenaknya. Kau tidak pernah mencintainya. Kau hanya membuatnya penyakit trauma lebih parah. Sebaiknya, kau tidak boleh berdekatan dengannya selamanya." Mulut Lisa bergerak cepat, terasa seperti gadis yang terlalu berbakti kepada pihak militer, Klub Militer.


Nina berada di tengah dan memberikan ancaman pada kedua gadis itu, seorang Oneesan dan Loli.


"Bisa mundur sedikit?! Aku akan merusak tank milikmu jika kau tidak menghalanginya." Nina kembali berseru, mengarahkan senapan laser ke tank beserta gadis di atas tank itu.


Gadis Klub Militer menjadi murka, tidak tahan dengan sosok Nina yang sempurna dalam akademi dan olahraga, hampir melampauiku.


Sebelum konflik semakin berlanjut, sebuah kembang api meledak di jalanan, mengejutkan para gadis untuk mundur. Nina harus kembali ke kumpulan Klub Disiplin.


Shiori dan Bella rela menjadi korban reaksi kembang api agar aku tetap aman.


Tak lama setelah kembang api itu, Zhukov serta tiga murid lainnya bersiap untuk bertempur agar mereka bisa mendapatkanku.


Zhukov tidak seperti biasanya. Dia seperti siswa yang dingin dan tidak bisa mengontrol sesuatu. Ini akan menjadi sesuatu yang sulit baginya.


"Serahkan Rivandy atau kalian semua akan kubunuh!"

__ADS_1


__ADS_2