
Kompetisi lomba menjadi sangat sengit. Zhukov yang tercepat mendapatkan nilai 66 poin. Para peserta mencoba untuk mengejar ketinggalan. Aku yang sudah menyajikan daging yang matang menutup dengan penutup saji dan segera fokus dengan hidangan satunya.
Peserta yang lainnya menyelesaikan hidangan mereka sebelum waktu habis. Mereka berlomba untuk menyelesaikan dan mendapatkan poin yang lebih tinggi daripada Zhukov.
Tinggal 25 menit tersisa. Ada seorang peserta yang menyelesaikan lomba dengan membawa hidangannya Ia membawa hidangannya kepada juri. Fillia-Senpai yang melihat itu mengerahkan mengambil microphone nya dan segera menunjuk seseorang.
“Ow! Ada yang menyelesaikan lomba ini.”
“Ada gadis yang berambut Ashen yang sedang menghidangkan sesuatu Aku tidak tahu siapa dia. Dia bercosplay menjadi Elaina dari anime Wandering Witch sambil membawa sesuatu yang menjadi idaman bagi suami tercinta. Muehehehe,” komentar Fillia-Senpai dengan tubuhnya yang semakin memanas.
“Entah kenapa aku ingin memukulnya,” komentar Rian dengan datar.
“Jadi komentator kok sengklek banget dah? Kebanyakan makan micin nih,” lanjut Iwan protes sama komentatoenya.
“Cewek ini otaknya idiot seperti kalian,” sindir Rei sambil menatap mereka dan Fillia-Senpai dengan sesaat.
“Pengen aku operasi otaknya tuh bersamaan dengan kalian,” lanjut Rei dengan tatapan jahatnya.
Saphine menyajikan hidangannya kepada ketiga juri itu dengan sopan. Lalu, mereka yang menerima itu langsung melahapnya secara cepat karena makanannya sungguh enak dan merupakan makanan dari emak rasa istri.
“Whoah! Apa ini? Kok enak banget, ya?” Puji Rian sambil memakan dengan lahap.
“Rasanya seperti punya istri saja,” sambung Iwan tidak bisa berhenti makan.
“Aku benci mengakuinya. Tapi, aku tidak bisa berhenti makan,” komentar Rei dengan wajah Tsundere-nya.
“Tidak segitunya kok.” cela Saphine tersenyum.
“Itu .. adalah daging rusa yang sudah … dihaluskan. Jadi, jangan khawatir kalau itu haram!” Jelas Saphine yang membuat ketiga juri itu tumbang.
“Whoah! Tembakan seorang istri idaman membuat para juri pingsan. Entah kenapa dia bisa menjadi seorang perayu kecil dan manis,” komentar Fillia-Senpai dengan cekatan.
“Jangan berkata seperti itu! Aku malu,” teriak Saphine pada Fillia-Senpai.
[*^*]
“Hasil dari ketiga juri itu sudah diumumkan. Hasilnya adalah 25+25+25 sama dengan 75. Saphine mengalahkan Zhukov.yang nilainya 66 poin. Semua peserta semakin cepat dan cekatan untuk menyelesaikan hidangan mereka. Pangeran masih belum menyelesaikan masakannya.”
“Telat satu detik langsung gugur. Apalagi satu jam.”
“Wah! Ada dua orang yang selesai. Bukan. Ada tiga gadis yang menyelesaikan secara bersamaan.”
“Claveriska, Nina dan Bella, akan mengumpulkan hidangannya mereka pada ketiga juri yang idiot itu. Apakah yang terjadi pada mereka? Kita saksikan mereka,”
“Wah! Kenapa ada 3 nih? Aku tidak bisa makan lagi,” protes Rian.
“Aku sudah kenyang sama masakan emak.” lanjut Iwan sambil mengelus perutnya yang membesar itu.
“Tolong cicipi ini dan berikan nilai dengan adil!” Suruh Nina, Claveriska dan Bella.
“Tidak! Aku tidak mau makan lagi!” Tekad Rian tidak mau makan lagi sambil menangis.
“Aku sudah kenyang.” lanjut Iwan menolak piring dari ketiga orang itu
“Sejujurnya, aku tidak ingin menjadi kritikus makanan,” ungkap Rei di dalam hati.
“Tidak boleh! Kau harus mencicipinya juga."
“Kalau tidak, aku akan menyuapimu sekarang juga,” ancam Bella dengan mata merah mengancam membuat Rian dan Iwan ketakutan.
Rian dan Iwan ketakutan. Mereka menatap satu sama lain dan Rian berucap, “Sepertinya dia mirip dengan yang kita kenal.”
“Iya. Mereka itu adalah seorang maid."
Di tengah situasi yang romantis ini, aku kepikiran untuk membuat mereka kecanduan. Aku menyiapkan bahan yang telah kusiapkan untuk meningkatkan nafsu makan. Lalu, aku menyeduh air panas untuk membuat coklat hitam untuk menekan nafsu makan.
Sebenarnya, aku sudah selesai. Namun, percuma aku sudah selesai tapi mereka sudah kenyang. Aku akan siapkan sesuatu untuk juri gadungan seperti mereka.
__ADS_1
“Ayo! Makanlah! Aku membuat ini untuk cinta dan kasih sayang,” bujuk Nina dengan kasih sayang.
Rei hanya menerima dengan wajahnya yang malu. Ia membuka mulutnya dan Nina menyuapinya
“Rei curang! Dia disuapin sama cewek cantik.” komentar Rian melihat Rei yang disuapi oleh Nina.
“Enak banget tuh. Kita dapat yang seram,” lanjut Iwan menyindir Rei.
“Buka mulutmu!” Nona Claveriska dan Bella menyuapi Rian dan Iwan.
“Tidak!” Rian dan Iwan yang kekenyangan itu tidak bisa menolak lagi. Mereka dipaksa untuk makan oleh Nona Claveriska dan Bella, sehingga mereka yang menilai masakan peserta harus menilai dengan poin yang tinggi.
“Aduh! Rupanya para juri menerima suapan itu dengan terpaksa. Sementara Rei mendapatkan yang enak. Waw! Sepertinya, mereka pacaran saat ini,”
Setelah mencicipi, ketiga idiot itu menilai masakan mereka
“Dan hasilnya … mengejutkan!”
“Zhukov tersingkir dan menempati peringkat kelima.”
“Nilai Nina adalah 27+28+29 sama dengan 84. Nilai Bella adalah 28+25+25 menjadi 78. Dan, Claveriska 27+25+25 menjadi 77. Pertandingan yang sangat sengit.”
[1st | Nina Alpenliebe |27 28 29| 84 ]
[2nd | Anivesta Bella |28 25 25| 78 ]
[3rd | Claveriska Bonaparte |27 25 25| 77 ]
[4th | Saphine Vera |25 25 25| 75 ]
[5th | Zhukov Rekovic |26 20 20| 66 ]
“Nina Maji Tenshi!”
“Nina menempati posisi pertama. Hampir sedikit lagi menuju kemenangan karena waktu tinggal 10 menit lagi. Banyak peserta yang mulai pesimis karena mereka sudah kekenyangan. Mereka harus membuat sesuatu untuk menaikkan nafsu juri idiot itu. Tidak akan sempat dan permainan akan berakhir.”
Di tengah komentar itu, ketiga orang idiot pun tidak tahan lagi mau makan. Mereka sudah jera dan tidak mau menjadi juri lagi karena sudah kenyang. Disitulah Bella tersenyum akan kemenangan.
“Sudah berakhir, Onii-chan. Kau tidak bisa menang. Mereka yang kekenyangan itu takkan pernah bisa melahap makanan,” pikir Bella dengan penuh perhitungan.
“Tunggu sebentar. Aku pernah mengatakan sesuatu padanya. Orang Indonesia ….” Bella menyadari ada yang salah padanya.
“Sial! Kenapa aku mengatakan itu, dasar aku bodoh?!” Bella membanting kepalanya ke tembok sebagai kecerobohannya.
“Yang penting adalah waktu. Dia tidak akan bisa menyelesaikannya,”
[*^*]
Aku meracik bumbu untuk menggugah selera. Lalu, menekan nafsu itu dengan coklat. Aku sudah menyelesaikan semuanya. Namun, aku perlu menambahkan sesuatu padanya. Sebuah ramuan untuk menyembuhkan mereka.
Fillia-Senpai memilih juri yang abal-abal bukan tanpa alasan. Dia memilih mereka untuk mempersulit babak penyisihan. Hanya 4 makanan yang bisa mereka sajikan. Waktu yang ditempuh akan semakin panjang untuk mencari solusi untuk mencari bahan untuk menggugah selera.
Boleh juga. Senpai. Aku akan menghadapimu sekarang juga.
Aku memasukkan 3 jari rimpang lengkuas ke air yang matang, lalu aku mengaduknya dengan cepat dan tepat. Setelah itu, aku menyediakan coklat hitam untuk mengehentikan nafsu makan mereka.
Tak terasa tinggal 1 menit lagi, aku sudah menyelesaikan masakan yang ku sajikan. Aku menyediakan 2 bahan makanan utama dengan coklat Aku sudah menyiapkan pada juri untuk melihat reaksi ini. Aku harap reaksi ini akan semakin positif.
“Ow! Aku melihat seorang peserta di saat menit terakhir ini. Dia merupakan Pangeran dari kerajaan yang jauh. Pangeran itu merupakan seorang lelaki tampan. Iya. Dia bercosplay sebagai seorang karakter yang jenius dan tampan. Dia menjadi Lelouch Lamperouge dari Anime Code Geass.”
“Sambutlah Pangeran Akademi, siswa”Kelas I Saintek A, Rivandy Lex!” Sorakan itu membuat para gadis jatuh hati denganku. Mereka bersorak dengan keras untuk menyampaikan perasaannya padaku.
“Kyaa! Pangeran!” Seru para gadis itu berteriak memanggil namaku.
Aku hanya berfokus kepada juri. Aku memberikan kepada mereka yang idiot lalu kau memberikan kepada Fillia-Senpai untuk dicicipi. Namun, mereka menolak sajianku dan ini saat kan aku mengeluarkan senjata rahasia.
“Para juri sekalian. Silahkan mencicipi makanan ini. Minum ramuan ini sebelum makan dan pastikan kalian tidak melahapnya secara berlebihan!” Pintaku kepada juri sekalian.
__ADS_1
Para juri yang kekenyangan itu segera meminum ramuan dengan perlahan dan merasakan reaksi yang membuat mereka semakin lapar. Mereka memakan dengan lahap dan membuat mereka melahap
“Pangeran. Masakan apa ini?” Tanya Iwan sambil melahap masakan yang ku hidangkan.
“Aku tidak bisa menahan rasa lapar ini,” lanjut Rian sambil menyantap masakanku dengan cepat.
“Oh iya. Apa ini?” Tanya Rei sambil melahap makanan itu.
“Aku membuat Oden dengan kentang, daging sapi, bakso ikan, rumput laut, dan tahu goreng, dan sosis. Lalu, aku membuat rendang dari daging rusa. Silahkan dinikmati!” jelasku dengan singkat.
“Rupanya Pangeran membuat dua masakan sekaligus. Aku yang sudah merasakan sensasi yang nikmat ini membuatku semakin memanas. Ah! Aku tidak bisa tahan lagi. Aku ingin segera menikah sekarang.” komentar Fillia-Senpai sambil menggosokkan tubuhnya.
“Senpai. Makan coklat hitam sebelum kau mengatakan yang aneh,” balasku dengan datar.
“Saa, penilaian akan dimulai. Para juri yang sedang kondisi yang baik segera memberikan nilai kepadanya dengan adil.”
“Hasilnya adalah … Wah! Mengejutkan lagi! Dia menggeser Nina dan menempati peringkat pertama.”
“Pangeran mendapatkan poin 30+30+30 menjadi 90 poin. Ini adalah poin yang tidak bisa didapatkan oleh peserta sebelumnya. Hanya Dr. Cherry dan Chelsea-Senpai yang mendapatkan nilai ini.”
[1st | Rivandy Lex |30 30 30| 90 ]
[2nd | Nina Alpenliebe |27 28 29| 84 ]
[3rd | Anivesta Bella |28 25 25| 78 ]
[4th | Claveriska Bonaparte |27 25 25| 77 ]
[5th | Saphine Vera |25 25 25| 75 ]
[6th | Zhukov Rekovic |26 20 20| 66 ]
Dengan pengumuman itu, waktu untuk lomba sudah habis. Para peserta yang terlambat segera turun dari arena dan menenangkan diri dengan ujian yang sulit dan tidak ada gunanya itu.
Empat peserta pertama lolos di babak semifinal dan akan berkompetisi untuk meraih babak final. Aku tidak sabar apa yang dia akukan untuk menguji kami id babak semifinal nanti.
Bella yang melihat skor itu segera bertekad bulat untuk mengalahkanku. Nina dan Nona Claveriska senang sekali dan memelukku dengan erat. Fillia-Senpai mengistirahatkan acara dan membuat penonton segera mengambil sup hangat di ruangan Klub Memasak.
Aku tidak harus pikir dengan Zhukov dan lainnya. Mereka menyerahkan semuanya padaku sebelum lomba dimulai. Saphine menyemangatiku dan tidak membiarkanku kalah.
Aku menerima itu dan segera menuju ke arena setelah istirahat dan menjernihkan mataku. Aurora, Evelyn, Akishima, dan Sheeran sedang menuju ke kursi penonton dan mendukungku walaupun aku diancam jika kalah.
Jam 10:35, acara dimulai lagi. Filia-Senpai mengawali acara dan ketiga idiot itu sudah pergi ke ruangan tunggu dan segera menunggu sesuatu.
"Wah! Chelsea-Senpai lolos babak semi final dengan mudah. Lyon, Veigas, dan Feris, selaku juri sangat senang dengan masakan itu. Mereka menilainya dengan skor 96. Tidak ada yang bisa memecahkan rekor itu."
"Ok. Sekarang kita sudah berhadapan dengan dua murid setelah babak penyisihan yang cukup melelahkan."
"Juri yang akan menilai masakan untuk semifinal adalah anggota dari BLUE. Mereka sudah sampai di ronde 3, tapi gagal karena lawan yang kuat."
"Sambutlah Asahi, Riana, dan Reika!" Sambut Filia-Senpai sambil membuat perhatian penonton ke juri.
"Hello, i'm Asahi. Salam kenal," ucap Asahi memperkenalkan diri.
"Riana Salam kenal," ucapnya dengan akrab.
"Reika," jawabnya singkat.
"Yosh! Aku sudah membuat sesuatu hari ini."
"Untuk ronde semifinal, aku sudah membuat tema untuk peserta semifinal. Lomba ini akan dimulai secara bersamaan untuk mempersingkat waktu."
"Peringkat pertama dan kedua akan membuat dessert. Sementara peringkat 3 dan empat akan membuat spaghetti. Penilaian ini bukan lagi sistem 99 poin. Tapi, mereka harus voting kepada masakan."
"Yang dominasi, akan langsung ke final. Sementara, yang resesif, akan gugur seketika."
"Aku tidak akan bertanggung jawab jika kalian kalah. Yang pasti, Pangeran akan menang dengan mudah."
__ADS_1
"Sekarang, waktu semifinal akan dimulai ... dari sekarang."