
Near beserta Creator lainnya sudah menangkapku dan Kotori. Hulk dan Black Widow mengunci tubuhku agar tidak bisa bergerak. Namun, Near masih diam, ditemani oleh 2 Creator.
Near sudah mendapatkan segalanya. Sekarang, ia tinggal membawa target itu meninggalkan Moskow dan pergi ke Los Angeles.
"Bagus. Sekarang, kita mendapatkan kedua target tersebut. Ini waktunya untuk menahan mereka lalu meninggalkan Moskow tanpa jejak."
Aku memang ditangkap, tidak bisa menggunakan kemampuan itu. Itu membutuhkan cool down selama 5 menit. Ini juga belum 5 menit.
Sial! Aku tidak bisa menggunakan "Arctic Warfare : Bavaria" untuk saat ini. Yang bisa kulakukan adalah mengirimkan sinyal kepada seseorang untuk membawaku ke sini. Siapa saja.
"Apa yang kau lakukan? Kau ...."
Near malah menyuruh Hulk dan Black Widow untuk membawaku ke hadapan Near. Near sudah menatapku dengan jelas. Dengan kesombongan, ia memegang kerah bajuku..
"Hei! Apakah kau sudah gila? Kau tidak bisa kabur dariku." Near menyeringai, seakan-akan ia tidak mengalami kekalahan sekalipun.
Sementara itu, Kotori membuka matanya, merasakan hal yang tidak ingin dilihat. Matanya merasakannya keputusasan, Kotori merasakan hal yang cukup buruk.
"Tidak! Kumohon jangan!"
Kotori ditahan dan hany berdiam diri. Tubuhnya tidak bisa digelar karena efek dari kekuatan supernatural itu.
"Ah! Remaja tampan sepertimu harus diperlakukan baik. Tapi, kau tahu. Kau akan menjadi proyek yang penting. Kuharap kau bisa memenuhi ekspektasi yang tinggi."
"Oh iya. Gadis ini akan dikembalikan ke rumah tercinta. Tidak hanya itu, dia akan senang begitu datang seseorang yang merawatnya di sana."
Near mendatangi Kotori dan menyentuh pipi dengan lembut, membuat Kotori harus menghindar dari sentuhan Near.
Mata Kotori menjadi lebar, teringat dengan sebuah masa lalu. Masalah ini tidak bisa dihindarkan begitu saja. Karena Kotori sudah tahu apa yang terjadi jika Near berhasil menjalankan misi perusahaan.
Entah kenapa orang seperti dia membuat amarahku meningkat. Wajahku menjadi memerah tapi tidak bisa melampiaskan pada Near karena Hulk dan Black Widow menahanku..
"Kau tidak akan bisa melakukan tindakan itu. Aku tidak akan membiarkanmu bertindak seenaknya." Tanganku masih terikat, tidak bisa bergerak bebas.
"Benarkah?! Aku pikir pria yang menarik perhatian wanita tidak membiarkan gadis alien ini meninggalkan kota ini. Lihatlah! Dia tidak akan pergi kemana-mana begitu langsung pulang ke California."
Near tertawa, pengawasan Creator buatannya sangat ketat membuatnya tidak bisa dijatuhkan. Jika ada orang lain yang ikut campur, Near langsung menghajarnya. Tanpa ampun.
[Manajer EG mendapatkan hak istimewa berupa mendapatkan lisensi karakter. Lisensi ini digunakan manajer EG untuk membuat karakter dengan lisensi yang sesuai.
Setelah itu, karakter yang dibuat akan menjalankan perintah untuk membantu manajer EG membantu pekerjaan mereka.
Contohnya Near mendapatkan lisensi karakter berupa superhero Marvel dan sebagian Komik DC.
Ingat! Tidak semua lisensi karakter bisa didapatkan dengan mudah. Butuh proses yang cukup panjang untuk mendapatkannya]
Sikap seperti itu membuat dibenci semua orang. Melakukan berbagai cara untuk meraup keuntungan adalah tindakan jahat. Tapi, tidak ada pilihan lain karena EG adalah perusahaan terbesar.
Seharusnya, mereka bisa mengajak orang lain dengan baik. Selain terjalin hubungan yang baik, keuntungan kedua belah pihak akan tercapai.
Namun, Near memilih cara yang lebih kejam, yaitu memaksa mereka dibawa ke suatu tempat.
__ADS_1
"Sialan! Aku tidak akan membiaraknmu untuk melakukan tindakan seenaknya."
Near mendengar ucapan itu. Seorang malaikat berada di depan matanya. Namun, orang itu memiliki aura iblis yang melekat. Sudah saatnya Near untuk memprovokasi.
"Tenang saja. Kau akan kembali ke sini begitu selesai mengurus berbagai hal. Kalau kau berkenan, aku akan membuatmu mengenakan kalung ini agar kau tunduk padaku." Near mengeluarkan sebuah kalung agar aku tunduk pada manajer itu.
Kotori tidak bersuara, diam melihat sebuah keputusasan yang mengingatkan pada seseorang. Sebuah ilusi mengingatkan sebuah keputusasaan yang meliputi seseorang yang telah tidak ada.
Aku berencana untuk mengeluarkan diri dari 2 Creator itu. Namun, Black Widow tidak membiarkanku kabur, terus menerus menyentuh tubuhku. Selain mengelus, dia mengeluarkan pisau kecil dan menusuk perlahan, membuat korban tidak mengetahui luka itu.
"Kau tidak akan menang begitu ada wanita di sini. Mereka langsung menaklukanmu dengan suara yang menggoda dan membunuhmu di ranjang." Near menunjukku lalu menyimpan kalung itu, merasa misinya berjalan sukses lebih cepat.
Suasana gang terlihat sepi. Hampir saja hujan turun di malam hari. Near terus-menerus menjelaskan dan membahas lebih dalam. Basa basi didahulukan sebelum menuju pada intinya.
"Apalagi yang bisa kukatakan padamu? Oh iya. aku tahu. Aku tidak yakin kalau reaksimu akan menjadi menyedihkan daripada sebelumnya."
Near mengeluarkannya foto virtual dan memperlihatkan seorang gadis yang kulihat, terasa dekat denganku. Tapi, jika dia disakiti, aku tidak akan memaafkan orang itu.
"Aku berencana menangkap gadis imut ini. Setelah itu, kau bisa bertemu dengannya dan hidup bahagia di sel."
"Aku tidak sabar melihatmu diperbudak dengan gadis imut tersiksa dengan orang yang disukainya. Ini membuatku bergairah."
Near tertawa lagi, lebih keras daripada sebelumnya. Suara tawa itu ingin memancing semuanya, termasuk emosiku. Psikologi orang yang ditahan akan berubah setiap saat.
Sementara itu, Kotori masih lemas, 2 Creator itu, Wolverine dan Deadpool mengawas Kotori agar tidak bebas begitu saja.
"Rivandy. Tolonglah. Jangan sampai kau kehilangan segalanya. Aku mohon padamu."
"Tidak akan. Aku tidak ingin membiarkanmu untuk mendengarkan ocehan alien itu."
Tidak bisa dibiarkan. Suara Near terlalu pekat, sampai lupa apa yang dikatakan Kotori padaku.
"Silahkan. Kau boleh mengamuk seperti iblis. Tapi, kau tidak akan bisa menggapainya dengan kekuatan seperti itu. Kau akan merusak semuanya."
Near memperingatkan, memegang hidungku dengan sembrono. Setelah itu, ia menjaga jarak dariku, mulai mengobrol dengan santai, tapi psikopat.
"Tapi, ingat saja. Aku tidak yakin kalau orang bodoh sepertimu bisa bertahan dengan cepat. Orang yang memiliki IQ 168 kehilangan akal hanya karena seorang gadis." Near kecoplosan, tidak sengaja menyindirku di saat kondisi malam yang gelap.
"Ini sangat menyenangkan bagiku."
Tidak ada yang bisa dibahas lagi. Near sudah kehabisan topik untuk target sepertiku. Ini sudah saatnya dia mengatakan hal yang kejam padaku.
"Sekarang, aku akan memutuskan untukmu. Kau tidak bisa memutuskan dengan lambat. Karena kalau lambat, aku akan menangkap dua target ini."
"Aku akan menangkapmu tapi membebaskan Kotori di kota ini lalu membawamu ke Los Angeles. Tapi, kau akan memberontak dan membawanya ke Siberia agar kami tidak bisa melacakmu dengan cepat. Hidup menyedihkan selamanya."
"Bagaimana? Apa pilhanmu?"
Pilihan itu membuatku sesak nafas, tidak bisa berpikiran jernih untuk memilih pilihan. Kalau memilih pilihan ketiga, akan membuat masalah yang lebih panjang lagi.
Namun, tidak ada pilihan lain. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan Kotori setelah aku meninggalkan kota ini. Ini akan menyakitkan baginya.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah kau sudah setuju dengan pilihanmu?" Near masih bernafas, tenaga yang belum terkuras sama sekali. Emosinya baru bisa dikendalikan.
Aku menatap Near dengan fokus, hanya diam dan tidak bergerak sama sekali. Belum lagi, ada sebuah rencana tersembunyi yang menyebabkan kegagalan. Ini akan menjadi keputusan yang sulit.
Sebelum memutuskan sesuatu, aku menoleh kepada Kotori, memeriksa kemungkinan yang terjadi padaku selanjutnya. Jika terlalu terburu-buru, aku akan ditangkap lagi.
Beberapa kombinasi teknik yang belum kucoba, mereka bukannya tidak tahu tapi mereka belum menelusuri lebih jauh. Hanya 50% mereka mengetahui teknik dan keahlianku. Sisanya, mereka tidak tahu.
Sekarang, aku membuat mereka menyesal. Keputusan itu melenceng dari mulut Near. Sekarang, aku akan membuat pilihan keempat, melepaskan diri lalu membawa Kotori pergi dari sini.
"Arctic Warfare : Bavaria!"
Aku melepaskan belenggu tangan Hulk lalu turun ke bawah, memastikan mereka tidak melihatku dalam hitungan jari.
Dua detik kemudian, aku mulai mengeluarkan pistol dan menembak dua Creator secara bersamaan. Ini bertujuan agar mereka tidak menyadari sesuatu.
Setelah itu, aku membawa Kotori dan menggendongnya keluar dari sini. Pisau yang digunakan sudah masuk ke dalam saku celana.
Near sangat terkejut. Dua target hilang bersamaan.
[Efek dari "Arctic Warfare : Bavaria" adalah sebuah aliran waktu yang berjalan lambat pada pengguna dan aliran waktu yang tidak disadari oleh pihak lawan.
Jadi, mereka yang terkena teknik itu tidak bisa melihat pengguna sejenak dan kehilangan konsentrasi sesaat.
Near sangat terkejut, tidak disangka sebelumnya orang melakukan itu. Ekspresinya berubah menjadi tidak tenang, menyuruh Creator miliknya untuk bergerak cepat.
"Dia kabur! Dia juga membawa alien itu pergi dari sini! Cari mereka! Jangan sampai lolos!" Near berseru, melihat seorang remaja membawa gadis alien yang parah itu.
Namun, aku sudah menggunakan "Arctic Warfare : Stealth" agar Near tidak bisa melihatku. Kotori sudah bersamaku. Jadi, aku tidak bisa ketahuan.
Creator milik Near harus berpencar lalu membuat pesan untuk Creator lainnya agar mereka bisa menghubungi sinyal untuk mencari target mereka.
Percuma saja. Mereka sudah mencarinya selama 2 menit. Tapi, mereka tidak menemukan apapun. Terus mencari jejak yang ditinggalkan oleh remaja itu.
Remaja itu memang merepotkan, membuat Near harus memutar otaknya, kepalanya agak berdenyut. Selalu memikirkan hal yang penting maupun tidak penting.
"Kita harus menemukannya sebelum terlambat!"
[***]
Remaja yang membawa gadis alien itu sudah mendekat ke jalanan umum. Belum turun hujan sama sekali. Tapi, tidak lama lagi.
Aku memeriksa keadaan Kotori, tidak tahu kenapa wajahnya berubah. Tidak hanya itu, aku merasakan hal yang aneh padanya. Dia bukanlah manusia seperti kebanyakan orang.
"Kotori! Kamu tidak apa-apa?" Aku bertanya padanya, merasakan tidak beres dengan sosoknya.
Kotori melemah, akibat teknik pamungkasnya. Tida mungkin dokter bisa menyembuhkan dengan cepat. Ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
"Rivandy! Aku ingin mengatakan sesuatu untukmu."
Mataku menjadi melebar, tidak enak dengan perkataan yang lemah itu. Itu seakan membawa kegelapan yang nyata.
__ADS_1