
2 Maret 2026, Semester 2 Akademi Militer Spyxtria telah dimulai. Para siswa dan siswi sudah membeli buku yang diterbitkan sebelum membaca. Mereka membeli buku yang buatan teman mereka. Masing-masing siswa membeli 2-3 buku. Tidak jarang mereka membeli buku yang berada di peringkat 5 ke atas. Itu digunakan untuk persiapan ujian kelas.
Aku diberi 100 buku dari gadis yang disukai olehku. Aku tidak tahu kenapa aku merasa populer. Mereka juga berbondong-bondong untuk membeli buku "Eiric Scorvyaka : Fight for University" di toko buku. Buku itu selalu habis terjual. Entah kenapa banyak gadis yang menyukai karanganku.
[List Buku Populer
Top Buku.
Eiric Scorvyaka : Fight for University - 100 ribu eksemplar.
World of Knowledge - 89 ribu eksemplar
Waffen SS and Science in World War 2 - 71 ribu eksemplar.
Science Development in Liverpool - 70,9 ribu eksemplar.
Money is Everything - 61 ribu eksemplar]
Aku sudah membaca buku Evelyn dan mengetahui isinya seperti apa. Memang benar. Bukan Evelyn yang menulisnya. Ini seakan-akan milik orang lain saja. Tapi, aku lebih baik menyimpannya. Ini menjadi kenangan bagiku dan Aurora.
Aku sudah memberitahu pada Aurora untuk memberitahukan pada saat yang tepat. Mereka akan kecewa mengenai Evelyn. Tapi, tidak ada pilihan lain. Aku membuatnya lebih aman sekarang. Tidak ada seorang pun yang akan mengganggu Evelyn. Evelyn sudah bebas saat ini.
Pelajaran akademi dimulai dengan pelajaran matematika dan pelajaran pada hari Senin lalu aku dan Aurora mengikuti Klub Saintek. Aku sudah mengatakan pada Hanna bahwa Evelyn sudah pergi dan takkan kembali lagi. Ini sudah cukup biasa bagi kami. Kami menjalankan aktivitas masing-masing karena kami memang cukup sibuk saat ini.
Tidak ada waktunya santai. Ini waktunya untuk melatih diri agar menjadi lebih kuat dan tidak mengalami hal yang sama. Seperti Evelyn.
[*^*]
Keesokan harinya, aku berjalan bersama 3 gadis seperti biasanya. Aku tidak melihat Denis dan Hammer yang datang menghampiri dan memelukku. Aku tidak melihat Zhukov yang datang kemari dan menemaniku pergi ke akademi. Aku hanya melihat Saphine berjalan sendirian sambil membawa shotgun miliknya.
Sudah jelas. Aku mendapat Harem lagi.
Kami berbincang dan melakukan kegiatan sehari-hari. Akishima dan Sheeran bertengkar. Aurora dan Saphine membahas kemampuan mereka dalam biologi. Aku hanya membaca PDF dan sudah membuat buku menjadi PDF dengan scanner di handphone. Aku berada di sisi mereka. Jadi, aku merasa dilindungi.
Tidak ada yang lebih dari ini.
Setelah sampai di akademi, kami menuju ke kelas masing-masing. Aku dan Aurora berada di kelas yang sama dengan romantis. Banyak gadis yang menginginkanku. Namun, dengan Aurora di tanganku, mereka cukup sulit untuk melawan Aurora.
Ada seseorang dengan seragam akademi memata-matai seseorang. Dia dengan mata yang ingin menghancurkanku segera mencari sesuatu agar aku terpancing dengan jebakannya. Dia menyalakan ponsel dan menelpon seseorang yang merupakan rekan bisnis. Ia menyambungkan sinyal dan memberikan informasi.
"Ini Richard Meleouse Elizabeth V. Aku sudah melihat orang ini. Dia berdekatan dengan Pecundang itu. Aku merasa aku tidak bisa melancarkan rencanaku. Ini masih ramai."
"Tidak apa. Aku akan mengatasi orang itu. Tapi, aku harus menyelesaikan pekerjaan akademi yang cukup merepotkan ini. Aku bisa mati karena stres."
"Tapi, Gerard Remington Elizabeth V. Bagaimana dengan persiapan Ujian Nasional Akademi?"
"Jangan khawatir! Aku dan Rosalyn-chan akan membantumu. Kita akan habisi dia!"
"Kita harus mengincar nyawanya saat ia sendirian. Kita tidak bisa menyerangnya karena dia masih dijaga oleh para gadis itu. Aku juga ingin sekali membawa penjagaku agar bisa menghajar kepalanya."
"Rencana yang bagus, Gerard!"
"Kita lakukan itu untuk balas dendam. Dia sudah membunuh orang yang tidak bersalah. Dia seharusnya menjadi budak oleh Alvera Sayang."
"Jangan buat aku tertawa! Alvera tidak akan datang ke sini untuk mengambil Pecundang itu! Dia sangat menawan dengan aksinya."
"Aku merasa dia harus bertanggung jawab pada Ratu Inggris. Dia hampir membunuhnya dan lari entah kemana. Aku baru tahu dia datang kemari. Aku ingin menghajarnya dan merebut popularitasnya."
"Aku juga tidak tahu kenapa Cherry melindunginya. Aku harap aku bisa mengalahkan Chelsea yang menyebalkan itu. Dia selalu merebut julukan 'Ace Spyxtria Tahun Ketiga' dan menyombongkan dengan kemenangannya."
"Kita akan berkumpul dan lakukan pembullyan pada gadis yang malang itu setelah kita membunuh dan memenggal kepalanya. Aku harap para siswa dan siswi akademi akan menghinanya."
"Kita akan dianggap sebagai pahlawan dan menjadi kandidat untuk terbaik. Ini digunakan untuk mencari peluang untuk membunuh yang berikutnya."
"Itu dia. Kita akan mengincar mantan siswa akademi, Regen Rigeltria, siswa yang dibenci seluruh akademi. Dia harus bertanggung jawab karena membuat Cadmium Sentinel berada di sisinya."
"Aku harap begitu. Aku akan membantu agar bisa memaksa Loser (Aurora) itu berada ditangan kami. Kita akan memperlakukan sebagai budak karena dia beraktivitas sebagai orang jelata, bukan bangsawan."
"Nyonya Manshery sangat menerima dengan baik. Kita akan menjadi orang yang terhormat dalam membunuh iblis itu dan membawanya ke neraka bersama Lucifer."
"Ok. Aku akan mengerjakan tugas akademi dulu sebelum menjalankan rencana pembunuhan itu."
"Tolong awasi dia! Kalau ada ruang, panggil kami!"
"Aku terima dengan baik."
Pembicaraan telah berakhir. Gerard Remington Elizabeth V , siswa Kelas III Soshum B menutup telepon untuk mengerjakan tugasnya. Richard mengawasi orang itu dan memberi peluang untuk kematian sang target.
Target itu adalah … aku.
[*^*]
__ADS_1
5 Maret 2026, jam 10:09, akhirnya aku berkumpul lagi dengan mereka. Mereka dengan waktu luang menghampiriku dan bermain denganku. Aku meladeninya dengan baik. Aurora dan Akishima selalu berada di sisiku. Mereka dengan senang hati dan dengan mood yang baik.
"Nee. Evelyn mana? Aku tidak melihatnya," tanya Akishima mengenai keberadaan Evelyn.
"Evelyn pergi dan tidak akan datang kembali," jawabku singkat.
"Eh?! Nande?!" Tanya Akishima merasa heran dengan itu.
"Banyak yang mengincarnya. Aku beri saran agar Evelyn pergi dari sini agar tidak diperbudak," jawabku tanpa menoleh.
"Ri-chan! Aku sudah membeli buku yang kamu buat!" Sodor Denis sambil memegang buku karanganku.
"Untung aku dapat. Kalau tidak, sudah di rebut semuanya," lanjut Hammer memegang buku yang kubuat.
"Tidak boleh! Kalau kelas Soshum, Kalian tidak bisa membacanya," sanggahku melihat buku karanganku.
"Tidak mungkin! RI-chan jahat!" Denis berubah menjadi Chibi.
"Padahal, aku harus ke Siberia untuk mendapatkan buku itu!" Lanjut Hammer.
"Bukan itu! Kalian tidak bisa membacanya," celaku tidak paham dengan mereka.
Zhukov tertawa dengan lebar. Ia menjawab, "Aku sudah membeli buku karangan Rivandy dan Akishima. Rasanya serasi sekali."
"Sebenarnya itu idenya Akishima. Tapi, kamu melakukan plagiat. Aku akan melaporkannya kepada kepala sekolah," canda Zhukov cukup mengerikan.
"Jangan ingatkan aku lagi! Isekai Harem mengerikan!" Akishima merasa trauma dengan buku karangannya.
"Sudah! Yang penting, semua tugas berlalu" bujuk Saphine memenangkan Akishima.
"Aku perlu tidur seranjang dengan Rivandy. Lalu, aku menciumnya dan meraba tubuhnya. Rasanya, aku kembali segar," sambung Aurora.
"Tunggu! Apa yang kau lakukan pada Sayangku?!" Sheeran marah kepada Aurora karena telah tidur seranjang denganku.
"Eh?! Kenapa?!"
"Harusnya aku yang disana.dampingi Sayangku dan bukan kamu. Harusnya aku yang cinta dan bukan kamu. Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya. Harusnya yang dia pilih bukan kamu," lantur Sheeran dengan ucapan marahnya.
"Sepertinya, kamu harus mereset otakmu di rumah sakit," komentar Aurora.
Zhukov menahan tawanya. Ia melirik, "Ada yang berantem tuh."
Aku selesai dengan semua ini. Aku harus ingin keluar dari sini. Aku teringat dengan sesuatu. Sesuatu yang penting dan tidak boleh dicampur orang lain.
"Aku ikut denganmu!" Tekad Akishima untuk ikut denganku.
"Tidak boleh! Kamu tetap disini!" Tolakku mentah-mentah.
"Sayangku. Bolehkah aku ikut bersamamu dan memulai hari yang baru?!" Tanya Sheeran melancarkan aksinya.
"Tidak bisa! Aku pergi sendiri. Lagipula, aku harus melakukan pekerjaan disiplinku," tilakku dengan nada pelan.
"Rivandy. Kalau kamu diperkosa, aku tidak akan memaafkanku," lontar Aurora menyembunyikan sifat psikopat.
"Seharusnya kamu percaya padaku," komentarku pada Aurora.
"Hati-hati! Saat ini, banyak orang yang akan melakukan kejahatan apalagi di akademi ini," saran Zhukov duduk dengan santai dan bijak.
"Aku terima saranmu. Aku akan memegangnya." Aku pergi dari mereka dan berlalu ke taman akademi. Mereka tidak menyadari ada sebuah kejanggalan. Namun, Zhukov sudah tahu lebih dulu. Dia sudah mengetahui situasi akademi yang semakin mencekam di semester genap. Aku sudah mengetahuinya.
Maka dari itu, aku harus menjaga diriku.
[*^*]
Jam 15:23, ada sebuah pertemuan antara siswa dan siswi. Mereka mendiskusikan sesuatu yang cukup penting. Ini mengenai akademi. Eleva, Zhukov, dan Andika sudah berkumpul. Andela dan Kotori mendapatkan koneksi Zhukov.
"Huh?! Kau serius?!" Tanya Eleva tidak percaya dengan pernyataan Zhukov.
"Iya. Aku akan meretas https://spyxtria.ac.ru untuk berjaga-jaga. Aku merasa ada yang tidak beres dengan hubungan Rivandy dengan Cherry," jelas Zhukov.
"Ini bisa jadi jebakan. Kau tidak perlu melakukan hal yang sia-sia," harap Kotori mencegah Zhukov.
"Kenapa tidak tanya saja padanya? Atau kita kasih pertanyaan yang membujuk." Tanya Andika.
"Wah! Kalau begitu, aku akan bertemu dengannya dan meminum alkohol agar bisa menjawab pertanyaanku," jelas Andela dengan pemikiran mesumnya
"Tidak. Ini mengenai Rivandy. Rivandy tidak pernah membicarakan hal itu," cekal Zhukov masih membicarakan sesuatu.
"Kau akan masuk penjara kalau kamu ketahuan," sanggah Eleva.
"Eh! Jahatnya!"
__ADS_1
"Ada yang bisa kami bantu, Zhukov Rekovic? Aku akan melakukan sesuatu untuk Rivandy," tanya Kotori dengan tatapan yang meyakinkan.
"Aku juga!" Lanjut Eleva.
"Kalian. Jagalah Rivandy! Dia rentan dengan psikologinya. Kalian akan mengerti nantinya. Aku berusaha untuk menggapai Informasi yang terakhir. Mengenali masa lalunya."
"Entah kenapa Kepala Sekolah membuat samaran pada data latar belakang. Aku tidak tahu kenapa dia melakukan itu. Aku merasa ada dokumen tersembunyi mengenai Rivandy. Nama Rivandy Lex hanyalah samaran. Aku sudah mengetahuinya pada saat mengikuti pelatihan."
"Pasti ada nama yang sebenarnya terjadi. Aku tidak tahu siapa yang memberi nama seperti itu. Aku merasa ada suatu tujuan yang cukup bagus mengenai orang itu. Orang itu mungkin bukan orang yang baik. Dia memiliki tujuan yang baru dan konspirasi yang membuat orang awan sangat terkejut dan tidak percaya."
"Tapi, aku akan mendapatkan dan membawa informasi itu ke orang yang tepat."
"Aku ingin bertanya," tunjuk Eleva mengangkat tangannya.
"Silahkan."
"Siapa yang akan mengincarnya? Apakah gadis amatiran itu akan mengincarnya lagi?"
"Tidak! Ini mengenai masa lalu. Ini lebih sekedar mimpi buruk. Aku merasa ada seseorang yang sangat kuat yang akan membuat situasi menjadi lebih buruk," jelas Zhukov.
"Aku mengerti. Aku mencoba untuk menggali informasi mengenainya. Aku akan melarang Shiori dan Bella untuk mencampuri urusan ini."
"Aku punya usul. Kenapa kita tidak tanya saja kepadanya. Lalu, kalian merekamnya? Dengan begitu, kita sudah dapat jawabannya."
"Bodoh! Kalau kau melakukan itu, kau tidak akan mendapatkan jawabannya," cekal Eleva.
"Kalau begitu, kita puaskan dia di ranjang dan menanyakan latar belakangnya. Kalau tidak, aku perkosa lagi," usul Andela dengan mesum.
"Aku akan menghajarmu, Andela!"
Andika dan Andela terdiam sejenak. Ide mereka terlalu buruk. Eleva dengan sigap beranjak dari tempat duduk dan memberi perintah pada Zhukov. Dengan itu, dia memberi sinyal padanya seakan-akan mengerti tentang itu.
"Kalau ada sesuatu, beri kode di Telegram! Aku segera beraksi!"
"Ayo. Andela!" Ajak Eleva.
"Eleva. Tunggu aku! Jangan tinggalkan aku dan selingkuh dengan gadis lain." Andela mencegah Eleva pergi.
"Aku tidak melakukan itu!"
Andela cengengesan. Andela pulang bersama Eleva dan pulang meninggalkan lorong akademi. Andika dan Kotori masih duduk terdiam.
"Sepertinya, aku harus pergi dari sini! Aku merasakan firasat yang buruk," pamit Kotori berjalan dan menganggap rapat itu sudah selesai.
Zhukov menoleh ke Andika. Ia melihat ada sesuatu yang ada di pikirannya. Zhukov bertanya ,"Andika. kamu tidak pulang?"
"Tidak mau. Aku tidak mau ditagih uang kos-kosan oleh Shiori," jawab Andika polos.
"Lagipula, aku harus sembunyi dari Bella yang memukulku dengan pukulan Nami-san," lanjutnya mengingat pukulan Bella yang keras itu.
Zhukov malah tidak mengerti dengan respon itu. Ia berkomentar," Sepertinya, aku mengatakan yang salah'."
[*^*]
13 Maret 2026, musim dingin akademi telah berakhir. Musim semi telah tiba. Bunga akademi bermekaran. Salju mulai mencair dan kupu-kupu mulai berterbangan. Langit Moskow menjadi cerah. Namun, bukan berarti tidak hujan. Bisa jadi, hari berikutnya menjadi hujan untuk menguntungkan petani lokal.
Saat itu, aku berada di taman dengan menahan semua perasaan dan mental. Aku merasa aku sedang dimata-matai. Aku tidak peduli. Hanya berpikir bahwa itu adalah gadis yang sedang mengikutiku dan memberikanku coklat.
Coklat yang diberikan oleh 100 gadis itu sudah dibuang oleh Aurora. Aku ingin memakannya. Tapi, aku tidak bisa memakan itu semua. Jadi, Aurora membuang ke tempat sampah.
Beberapa lama kemudian, aku ingin segera beranjak ke kelas karena aku sudah bersantai di akademi tanpa ada seorang pun yang berada di sisiku. Jadi, aku memutuskan untuk pulang ke kelas dan mengikuti pelajaran.
Namun, ada sekelompok siswa dan siswi menghampiriku. Mereka juga membawa penjaga mereka. Awalnya, penjaga itu datang kemari untuk menjaga mereka. Entah kenapa mereka menatapku dengan dingin. Mereka tidak membiarkanku untuk lewat.
Sepertinya, aku mengenal mereka. Entah Kenapa mereka ingin melakukan sesuatu yang buruk padaku
"Kita bertemu lagi," sapa siswa itu padaku dengan gertakan bangsawan.
"Aku pikir kau lari entah kemana. Tapi, kau tidak bisa lari dariku sekarang," lanjut siswa lainnya.
"Aku melihat ada Pangeran yang membuat akademi menjadi gila. Bahkan, para gadis itu selalu mencari keberadaanmu. Tapi, kau sudah tamat sekarang," jawab siswi dengan gaya bangsawan.
"Siapa kalian? Aku tidak mengenal kalian," tanyaku dengan tatapan yang dingin.
"Kami hanya sekedar seorang dalam ingatanmu itu. Kami datang disini untuk reuni dan mengingatkanmu akan mimpi burukmu," Siswa itu menjawab dengan mata yang arogan.
"Kali ini aku akan menghabisimu. Sekarang juga!" Lanjutnya dengan tekad ingin membunuh.
"Penjaga. Habisi dia! Dia harus diberi pelajaran mengenai bangsawan," suruh siswi itu dengan tepukan tangan.
Penjaga itu langsung datang dan menghajarku. Aku menghindar pukulan itu dan berlari menuju ke lorong akademi. Mereka tidak akan membiarkanku pergi.
__ADS_1
"Jangan lari! Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu!"
"Kau akan menyesali ini, Prince Academy!"