Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Mimpi Buruk dan Trauma : Ancaman Bangsawan 1,2


__ADS_3

Jam 15:03, di taman akademi, aku sudah mengenakan tas dan pedang milikku. Aku sudah menyiapkan semua rencana dan strategi yang dilakukan untuk menyelamatkan sandera itu. Ini semua untuk Nona Claveriska.


Tinggal menunggu saja. Aku akan menyelamatkan Nona Claveriska.


Tak lama kemudian, ada 3 siswa menghampiriku. Mereka bertiga adalah seorang siswa yang akan memberantas penyanderaan itu. Mereka menghampiriku dan melakukan tindakan lebih lanjut mengenai penyanderaan itu.


Aku menyapa mereka seperti biasanya. Eleva-kun sudah menyiapkan pisau yang digenggam. Zera-kun sudah memakai seragam akademi dan memegang pistol laser miliknya. Terakhir, Zhukov-kun sudah mengenakan SCAR miliknya untuk melakukan operasi.


“Yosh! Aku datang kesini untuk menghajar orang sialan itu!” Eleva bertekad sambil mengeluskan pisau miliknya dengan tangannya.


“Aku sudah punya lokasi,” lanjut Zera menunjukan ruangan penyanderaan itu.


“Zera. Bukankah kamu mengikuti Klub Programmer? Tapi kamu bisa melakukan hal yang seperti itu,” puji Zhukov-kun.


“Iya. Aku mengikutinya,” jawab Zera-kun memandang virtual agak lama.


“Klub Programmer Spesialis Virtual,” lanjutnya sambil mengambil koordinat mengenai sandera.


“Eh?! Aku kira kamu payah dalam segala hal,” tebak Zhukov-kun salah.


“Tidak. Ini berkat Rivandy,” cekal Zera-kun memandang ke depan.


“Eh? Apa yang Rivandy lakukan padamu sampai kamu melakukan sehebat ini?” Tanya Zhukov-kun pada Zera-kun.


“Rahasia,” jawab Zera-kun mengelak dari Zhukov-kun.


“Beritahulah! Aku akan memberimu sesuatu,” bujuk Zhukov-kun namun aku memberi perhatian pada mereka.


“Ok. Sekarang, kita harus membebaskan mereka sekarang juga. Kita tidak boleh membiarkan ini terjadi lagi! KIta harus menyelamatkan mereka semua. Apakah kalian sudah siap?” Tanyaku dengan gaya seperti seorang ksatria.


“Sudah siap,” jawab Eleva-kun.


“Aku sudah siap untuk ini,” jawab Zhukov-kun bersiap diri untuk menggunakan senjatanya.


“Kita hajar mereka,” tekad Zera-kun serius.


“Kalau begitu, kita serang mereka!” Tekadku membuat mereka bersemangat.


Dengan itu, kami menyatukan senjata kami dan memberikan kerjasama yang baik. Kami segera menghajar mereka semua. Aku tidak membiarkan mereka melakukan hal yang kejam pada Nona Claveriska.


Kami pergi dari akademi dan berjalan menuju ke sebuah tempat untuk para sandera nanti. Aku akan memberi mereka pelajaran.


[*^*}


Jam 16:23, di sebuah tempat, ada orang yang sedang menunggu seseorang. Orang yang ditunggu adalah seorang yang cukup menghancurkan martabak seorang bangsawan. Ini sudah diatur oleh Nyonya Manshery untuk menjatuhkan dua gadis bangsawan itu.


“Jika mereka sudah diperkosa, aku akan mengirimkan video mereka ke akademi. Setelah itu, mereka tidak bisa beraktivitas lagi di sana. Setelah itu, aku akan menjual mereka ke pria belang dan memperoleh uang.”


“Gadis bangsawan itu sangat berbeda. Mereka bisa menghasilkan uang.” Orang itu melakukan niatnya untuk memperburuk gadis bangsawan itu.


Orang itu menunggu seseorang untuk mengambil kehormatan mereka dengan busuk. Ia ingin sekali menyambut Ugly Bastard itu dan mempersembahkan pada mereka. Ini sudah cukup bagus untuk mengurangi siswi akademi angkatan 2025.


Namun, ketika ingin menyambut sesuatu, suara telepon berdering dengan cepat. Ia menyahut dan menjawab telepon yang cukup berisik. Telepon itu diterima dan timbullah sebuah perbincangan.


“Halo?” Tanya orang itu menyapa di teleponnya.


“Dimana Nona Claveriska sekarang? Aku mencemaskannya,” tanya penelpon itu yang merupakan ayahku.


“Dia sekarang disekap. Aku meminjamnya sebentar. Setelah itu, aku akan menyerahkan itu padamu,” jawab orang itu dengan senyuman jahatnya.


“Jangan main-main! Aku mohon. Aku akan melakukan apa saja. Aku tidak ingin membiarkan gadis yang manis itu dalam bahaya,” minta ayahku pada orang itu.


“Untuk lebih jelasnya, silahkan bertemu dengan Nyonya Manshery. Dia akan memberikan sesuatu padamu,” jelas orang itu dengan bijak.


“Baiklah. Aku akan segera ke sana sekarang juga,” tekad ayahku.


“Bagus. Kau harus segera cepat atau kau akan terlambat!"


“Ok. Aku tutup dulu dan pastikan dia tetap aman,”


Telepon pun ditutup. Orang itu menghampiri sandera itu dan segera memeriksa keadaan sandera di ruangan yang gelap dan menjijikkan itu. Timbullah rencana jahat di hatinya. Ia segera membuat rencana yang ia kerjakan.


Sementara, di mobil yang sedang melaju, ada dua kakakku yang sedang duduk bersebelahan.


“Bagaimana?” Tanya Aura-Neechan.


“Tidak tahu. Tapi, kita harus berharap dia baik-baik saja,” harap ayahku.


“Di saat begini, dimana adik manisku ini? Dia tidak memberi kabar,” tanya Aura-Neechan


“Tidak tahu. Mungkin kita tidak boleh memberi tahunya. Kita harus melakukan apapun yang kita bisa. Dengan tidak memberitahu Spinx, kita bisa mengulur waktu lebih lama lagi,” jelas Spinz-Niichan.


“Kau benar. Ayo! Kita akan selamatkan dia!” Tekad Aura-Neechan menjadi menyala-nyala.


Mereka pun datang ke rumah Nyonya Manshery dengan cepat agar membebaskan Nona Claveriska. Setelah tiba, mereka disambut dan membicarakan hal yang cukup penting. Itu adalah … perjanjian.

__ADS_1


[*^*]


Aku, Eleva-kun, dan Zera-kun segera ke tempat penyanderaan tiu. Kami sudah membuat rute untuk pelarian. Namun, Eleva-kun hanya membasmi mereka saja. Jadi, ini lebih baik. Aku dan Zera-kun segera menyelamatkan sandera itu.


Setelah sampai di sebuah tempat, kami menyusup ke sebuah ruangan dan tidak membiarkan kami ketahuan. Zera-kun sudah meretas semua sistem keamanan itu. Jadi, mereka tidak menyadari kami melakukan aksi penyelamatan Nona Claveriska.


Ada seorang penjaga yang sedang menjaga sandera itu. Dia merasa sesuatu yang tidak enak karena ada yang menyusup. Ia menoleh sekitar sambil mengarahkan senapannya ke arah 360 derajat.


“Siapa itu?! Tunjukkan dirimu!” Tanya penjaga itu menoleh di sekitar.


Kami tidak akan menunjukkan diri. Kami membebaskan tawanan saja. Itu saja. Kami segera bersembunyi di suatu tembok agar tidak terlihat vision oleh penjaga itu. Kalau sudah ketahuan, kami akan menghajar mereka semua.


“Ternyata. Cuman halusinasi saja.” jawabnya dalam hati dan kembali berpatroli lagi.


Kami segera bergerak cepat sebelum ini terjadi lagi. Kami berharap bisa sampai lebih dahulu dibandingkan dengan seekor kelinci. Aku tidak ingin sandera itu terluka. Aku ingin membawa mereka dan segera meninggalkan tempat ini.


Setelah sampai di lokasi yang luas, aku melihat mereka yang sedang diikat. Aku melihat ada sebuah penjaga yang berpatroli dan menjaga disandera itu tetap aman. Aku tidak bisa memancing keributan disini. Eleva-kun juga. Namun, itu tidak masalah bagi Zera-kun.


Zera-kun segera menembak mereka dengan laser miliknya. Setelah itu, orang yang ia tembak itu mati seketika karena Zera-kun membidik leher mereka. Dengan tembakan laser Zera, mereka sudah tewas dan tidak bisa bangun lagi.


Aku segera menghampiri mereka dan melepaskan ikatan itu. Aku juga melakukan hal yang sama kepada gadis yang satunya lagi. Jadi, mereka bebas. Mereka terbebas dari jeratan penyandera itu.


Mereka pun terbangun dan melihat kami. Merasa senang dengan ikatan tali terlepas dan seorang yang berada di dekat mereka. Siswa itu menyelamatkan mereka dari penyanderaan itu dan segera membawa mereka keluar dari sini.


“Spinx! Aku merindukanmu,” panggil Nona Claveriska memelukku.


“Zera! Kau datang untukku. Padahal, aku sedang bermimpi ingin berhubungan ranjang dengan Rivandy. Tapi, aku bersyukur kamu datang kemari,” panggil Diana sangat senang dengan kedatangan Zera-kun.


Zera-kun mencubit tangan Diana dan menatapnya dengan penuh amarah. Ia sangat kesal kepada gadis yang sudah terlena dengan cinta. Ia ingin sekali menjauhkan Diana dari Rivandy-dono. Itu sudah cukup.


“Sakit! Apa yang kau lakukan, Zera?!” Tanya Diana menjerit kesakitan dengan cubitan di tangannya.


“Aku akan menghukummu!” Zera-kun menatap Diana dengan aura iblisnya.


“Hentikan! Jangan hukuman lagi! Aku mohon! Kalau kamu menghukumku, aku tidak bisa mendekati Rivandy lagi!” Rengek Diana seperti anak kecil.


“Oi! Spinx. Zera! Kalian pergi dulu! Banyak yang harus kulakukan disini,” panggil Eleva-kun memberikan instruksi.


“Eleva. Kau pergi kemana?!” Tanya Diana bangkit dan berhadapan dengan Eleva-kun.


“Aku akan memberi mereka pelajaran. Silahkan pergi dulu! ” Suruh Eleva-kun pergi dari ruangan sandera itu


“Aku mengerti. Ayo! Semuanya! Kita harus pergi dari sini,” arah Nona Claveriska segera keluar dari ruangan itu.


Kami pergi ke arah yang berlawanan dengan Eleva-kun. Kami segera melewati jalan pintas karena Zera-kun sudah membuat semuanya. Setelah menghancurkan beberapa tembok, kami lari dari penjaga sandera dan melewati ruangan yang mengarahkan kami keluar tempat ini.


[*^*]


Orang itu segera menuju ke sebuah ruangan untuk memeriksa sandera itu. Ia tidak sabar membuat video pemerkosaan dan melakukan kelicikan untuk memuaskan hatinya. Ia akan membuat kedua gadis itu menangis dan kecanduan ****.


Setelah itu, dia akan membawa kedua gadis bangsawan itu ke tempat prostitusi dan membayarnya di tempat lain, terutama Amerika Latin.


Namun, ia terkejut karena ada sebuah darah yang berhamburan memenuhi lorong tempat itu. Ia menghampiri penjaga yang masih hidup dan memeriksa keadaan penjaga yang telah tewas terkapar.


“Apa yang terjadi padamu?!” Tanya orang itu pada penjaganya.


Penjaga itu tidak menjawab. Penjaga itu sudah mati terkapar dengan darah yang mengalir keluar. Orang itu sangat cemas karena para penjaga kehilangan nyawa mereka.


“Bagaimana dengan sanderanya?! Aku harus mengecek sekarang juga,” tekadnya segera berlari ke ruangan sandera itu.


Setelah sampai, ia terkejut dengan penjaga yang tergeletak di lantai dan ikatan tali yang sudah lepas. Ia juga tidak melihat sandera yang menderita. Ia tidak menyangka bahwa sanderanya telah lepas.


“Sial! Dimana mereka?!” Kenapa tidak ada sandera disini?!” Tanya orang itu segera mencari sandera itu.


“Penjaga! Dimana kalian?! Kenapa kalian tidak ada?!”


Dengan teriakan itu, membuat siswa itu menghampiri orang itu dan membuat orang itu menoleh ke arahnya. Dia merasa terkejut dengan siswa yang berlumuran darah. Siswa itu sudah bersiap untuk membunuh pelaku penyanderaan itu.


“Hoi! Hoi! Hoi! Ada yang datang kesini,” sahut siswa itu mengagetkan orang itu.


“Siapa kau?! Kenapa kau bisa ada disini?!” Tanya orang itu ketakutan.


“Aku melihat orang yang ingin menghabisiku. Jadi, aku akan menghabisi mereka semua,” jawab Eleva dengan aura psikopatnya.


“Penjaga! Penjaga! Dimana kalian?!” Tanya orang itu sangat panik.


“Mereka sudah tidak ada lagi. Aku sudah mengirim mereka ke neraka. Jadi, kau tidak punya siapapun lagi,” respon Eleva dengan mata yang memerah.


“Siapa kau sebenarnya?!” Orang itu menembak peluru ke Eleva.


Peluru itu melesat ke tubuh Eleva. Namun, peluru itu memantul balik ke orang itu, sehingga orang itu terkena balasan tembakannya. Eleva semakin senang dengan itu. Ia segera membunuh orang itu dan pulang bersama kami di luar.


“Orang suruhan sepertimu harus mati di tanganku. Kau tidak bisa menembak dengan peluru itu. Aku tidak percaya bahwa mereka sangat lemah seperti anak kecil yang merengek.”


Dengan ucapan itu, membuat orang itu sangat ketakutan. Ia tidak menyangka Eleva adalah seorang monster yang sulit dikalahkan. Tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkannya.

__ADS_1


“Sekarang, tinggal kau satu-satunya ada di sini. Aku akan membawamu ke neraka sekarang juga!”


“Tidak! Hentikan! Jangan apa-apakan aku! Aku hanya …. Aku hanya ….”


“Tidak!” Teriak orang itu membuat pisau Eleva dilancarkan.


Eleva menebas orang itu dan membuat luka di lehernya. Tidak sampai disitu, ia segera menusuk dada orang itu dan membuat darah yang banyak mengalir. Ini membuat Eleva semakin ingin melakukan pembunuhan itu.


Setelah membunuh orang itu, ia menghentikan tusukan itu dan pergi dari sini. Namun, ada sebuah ponsel berdering menyebabkan Eleva mengambil ponsel itu dan melihat kontak ponsel itu.


“Ini?”


{*^*]


Di sebuah pertemuan bangsawan, ada dua bangsawan yang berdiskusi mengenai pembicaraan yang cukup penting. Mereka membicarakan sesuatu yang penting dari ruangan itu. Itu adalah … pertemuan dengan Nyonya Manshery.


Spinz-Niichan dan Aura-Neehan duduk dengan rapi sambil membantu ayahku agar membebaskan Nona Claveriska yang disandera itu. Nyonya Manshery hanya bersantai di tempat duduk yang empuk itu.


“Jadi, apa yang harus aku lakukan?” Tanya ayahku dengan cemasnya.


“Sederhana saja. Aku memintamu untuk menandatangani kontrak ini. Kontrak ini digunakan agar kamu berada di bawahku,” jelas Nyonya Manshery memberikan sebuah kontrak kepada ayahku.


Ia menyodorkan sebuah kertas yang akan ditandatangani oleh ayahku. Ayahku membacanya dengan teliti. Ia khawatir karena asetnya akan diberikan oleh Nyonya Manshery.


“Bukankah ini berlebihan?!” Tanya Ayahku sudah membaca surat itu.


“Tentu saja tidak. Ini sudah mencapai maksimal,” jawab Nyonya Mashery dengan sigapnya.


Kedua anak itu bersiap diri untuk membujuk ayahku untuk memberikan pilihan yang tepat. Ayahku segera bersiap diri untuk menandatangani kontraknya yang kemudian, dia akan menyerahkan asetnya dan membebaskan Nona Claveriska.


Namun, ….


“Kau tidak perlu menandatangani surat itu!” Sebuah suara menghentikan ayahku untuk menandatangani kontrak itu.


Semua bangsawan itu tertuju pada seorang siswa yang tiba-tiba muncul. Siswa itu melarang ayahku untuk menandatangani surat perjanjian itu.


“Siapa kau?! Beraninya kau datang kesini!” Nyonya Manshery sangat marah..


“Itu adalah jebakan! Jangan pernah menandatangani kontrak itu! Manshery tidak pernah memenuhi janjinya,” jawab Zhukov-kun dengan mata yang cukup jeli.


“Apa katamu? Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan,” tanya ayahku pada Zhukov.


“Mereka tetap melakukan hal yang buruk padanya meskipun kau sudah menyerahkan asetmu padanya,” jawab Zhukov-kun dengan penuh keyakinan.


“Aku sudah membuat buktinya disini. Silahkan dilihat!”


Spinz-Niichan dan Aura-Neechan segera melihat semuanya. Ia juga tidak menyangka bahwa Nyonya Manshery melakukan hal yang licik. Ini dibuat untuk membuat Bangsawan Perancis menjadi diturunkan secara martabak, sehingga mereka membatalkan kontrak itu.


“Kurang ajar! Kau mengacaukan semuanya.” Nyonya Manshery sangat marah pada Zhukov.


“Kau sudah kalah, Manshery,” tegas Zhukov-kun menyudutkan Nyonya Manshery


“Tidak akan. Aku akan menelpon suruhanku dan lihat apa yang terjadi!” Nyonya Manshery memanggil suruhannya.


Namun, ketika menelepon, ia merasa terkejut. Ia tidak mengerti karena ada seseorang yang menyelinap ke ponsel orang itu. Itu membuatnya marah. Zhukov-kun mengajak yang lainnya untuk keluar dari pertemuan itu karena percuma mereka mengadakan kontrak pada Nyonya Manshery. Mereka melihat Nyonya Manshery dari kejauhan sebelum meninggalkan ruangan itu.


"Hoi! Ini siapa?!" Tanya penelpon itu.


"Siapa kau sebenarnya? Apa tujuanmu?" Tanya Nyonya Manshery.


"Huh?! Seharusnya aku berkata seperti itu, dasar bodoh!" Penelpon itu adalah Eleva.


"Hoi! Aku punya telepon untukmu. Tch! Dia tidak menjawab. Dia sudah dilumuri darah dan mati sia-sia," jawab Eleva meremehkan Nyonya Manshery.


"Apa yang kau lakukan pada pesuruhku? Kau harus bertanggungjawab atas semua kekacauan ini!" Nyonya Manshery memarahi Eleva.


"Aku berbalik tanya. Kenapa aku harus mematuhi orang busuk sepertimu?! Kau tidak berhak untuk itu. Kau hanya berhak mati secara percuma. Aku sudah membunuh penyanderaan itu. Kau ... tidak bisa kemana-mana!" Eleva menyudutkan Nyonya Manshery secara bersamaan.


Dengan itu, Nyonya Manshery tidak bisa berkata apapun lagi. Ia sudah disudutkan karena tidak bisa melakukan apapun lagi. Jadi, dia merusak ponselnya dan segera pergi dari sini.


Ayahku dan kedua kakakku merasa lega dengan kondisi Nona Claveriska. Mereka tidak menyangka sandera itu diselamatkan. Jadi, Zhukov-kun mengajak mereka untuk keluar dari rumah Nyonya Manshery. Mereka tidak bisa berada di sini terus.


Mereka sudah tidak punya urusan apapun lagi. Ini sudah cukup untuk mereka. Nona Claveriska selamat dan mereka bisa pulang. Zhukov-kun pamit dari mereka dan menjemputku agar aku bisa menemui mereka bertiga.


[*^*]


Jam 18:12, aku dan Nona Claveriska pulang ke mansion. Zera-kun pulang bersama Diana dan Eleva-kun. Zhukov-kun mengantarkan kami kepada ayahku. Aku merasa lega karena bisa bertemu dengan mereka lagi.


Mereka sangat cemas padaku dan ayahku mengelus kepalaku. Aku merasa lebih baik karena sudah menyelamatkan Tuan Putri dari ancaman bangsawan. Kedua kakakku mempermainkanku. Tapi, aku tidak keberatan sama sekali.


Zhukov-kun pergi dan pamit pada kami. Setelah itu, kami masuk ke mansion dan segera menjalani kehidupan normal. Aku memberikan tugas pada Nona Claveriska selama dia tidak masuk dan mengikuti pelajaran. Jadi, kami mengerjakan tugas bersama-sama.


Itu lebih baik daripada tidak sama sekali.


Setelah menjalani kehidupan normal sampai tengah malam, aku menyimpan pedang Estoc milikku dan merawatnya dengan baik. Lalu, aku mengganti pakaianku menjadi piyama. Aku ke kamar mandi dan segera menggosok gigiku sebelum tidur. Lalu, aku tidur di kamar bangsawan.

__ADS_1


Hari yang cukup melelahkan.


Karena ... menyelamatkan Tuan Putri adalah tugas berat.


__ADS_2