Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Masalah Psikologi : Anivesta Bella : Rencana CEO


__ADS_3

9 April 2026, jam 18:00, pekerja kantor cabang Perusahaan Putra Abadi masih berlangsung meskipun banyak perusahaan lain yang menentang kebijakan itu. Sebagian besar karyawan di PT Putra Abadi tetap di kantor untuk bekerja lembur untuk upah.


Di Rusia sendiri, mereka mencintai pekerjaan mereka meskipun mereka mendapatkan upah yang rendah. Ini sama saja dengan kerja rodi.


Di saat semuanya masih bekerja, aku sedang mengawasi saham. Tatapanku di layar komputer hologram dengan tekanan ekstra. Tidak ada istirahat. Ini seperti hidup di masa penjajahan Belanda.


Meskipun saham itu terlihat mudah bagiku, salah sedikit pilihan dapat menurunkan kualitas saham itu sendiri. Aku harus bekerja 10 kali lipat agar saham itu naik 10%.


Jam dinding menunjukkan pukul 18:58. Aku mengabaikan di sekitarku dan berfokus untuk mengeluarkan kemampuanku agar aku tetap selamat.


Tak lama kemudian, orang brengsek itu menghampiriku dan memberikan sesuatu padaku sambil melihat per\perfoma saham yang diurus.


"Sepertinya saham sudah meningkat 10%, tidak! 24%. Ini adalah keuntungan yang kutunggu!" Dia tersenyum memandang saham yang meningkat.


Aku tidak menoleh padanya. Aku selalu berfokus pada layar komputer hologram milik perusahaan tersebut.


"Tidak ada. Sulit sekali aku mengembalikan saham ini kembali. Kau tidak boleh melakukan hal ceroboh lagi." Mulutku yang dingin dan cuek menyampaikan pesan pada CEO Bajingan itu.


Jawaban yang menyakitkan. CEO Andy sedikit kesal. Namun, tidak ada yang menghalanginya begitu aku sudah berada di pihaknya.


"Kau tidak boleh pulang sekarang! Kau harus ikut denganku sampai besok!"


"Kenapa aku tidak boleh pulang? Bukan ini perjanjian kita!"


Orang itu malah tertawa. Dia seenaknya memerintahkan dengan semena-mena. Lagi-lagi teringat dengan masa lalu yang tidak bisa aku terima.


Orang itu menjawab,"Kau tidak berhak untuk itu! Kalau ingin selamat, kau harus mematuhi perintahku! Sepertinya, kau ingin dilecehkan sekarang juga."


Aku mengeluarkan keringat dingin karena kelicikan dari CEO itu. Entah kenapa orang itu datang dan merusak kehidupanku. Emang sedari awal kehidupanku sudah begini.


"Aku tahu kau masih perawan. Sebelum itu, kau harus memiliki banyak pekerjaan sebelum dilecehkan. Jadi, kau tidak bisa lari dariku!"


"Jika kau melawan, kau tidak akan bisa mengalahkan penjaga BIN milikku."


Aku tidak berniat untuk mengeluarkan pistol milikku. Karena senjata tidak boleh digunakan untuk membunuh warga sipil. Jadi, percuma saja.


"Pagar Besi! Pagar Kayu! Ikut aku dan bawa cewek brengsek ini!" Ia memanggil dua agen mata-mata sekaligus penjaganya.


"Baik, Pak!" Seru Pagar Besi, seorang mata-mata bertubuh gemuk, mengenakan pakaian berwarna seperti besi, dan memegang sebatang rokok.


"Baik, Pak!" Seru Pagar Kayu, seorang mata-mata yang mengenakan pakaian coklat seperti kayu, memegang pistol revolver, dan bertubuh kurus.


Mereka memaksaku untuk bergerak seperti budak. Setelah sampai di luar lingkungan perusahaan itu, Pagar Besi dan Pagar Kayu memegang lenganku dan memasukanku ke dalam mobil di bagian tengah.


Mereka juga menyekapku agar aku tidak boleh kabur dari mereka bertiga. Mereka akan mengejarku kembali dan menghukumku begitu aku lari dari mereka.


Mobil itu melaju ke rumah dan di sana, aku harus menjadi budak olehnya.


{*^*}


Tengah malam, di lingkungan Cabang Perusahaan Putra Abadi. penjaga perusahaan tidak perlu menggunakan tenaga manusia. Sistem keamanan diaktifkan begitu orang terakhir sudah meninggalkan perusahaan tersebut.


Sistem keamanan di perusahaan itu menggunakan cctv, sinar laser keamanan, dan jebakan infra merah yang tidak terlihat oleh penyusup.

__ADS_1


Beberapa menit berselang, ada seorang bayangan dengan pergerakan yang tidak diketahui oleh sumber pelacak. Ia dengan lihai tidak menampakkan dirinya dari sistem keamanan tersebut.


Ia memasuki dengan kekuatan supernatural miliknya. Sistem keamanan tidak bisa mendeteksi keberadaannya di lobi berkat kekuatan supernatural.


Dengan itu, ia bisa bergerak bebas sesuai dengan keinginan penguna kekuatan supernatural tersebut.


Di sisi lain, gadis bertudung, Kotori Andromeda menyusup ke perusahaan untuk tujuan tertentu. Tujuan itu mengantarkan dirinya ke sebuah ruangan rahasia milik kantor CEO.


"Tempat ini cukup ketat. Untungnya aku menggunakan kekuatan Electro Dubstep : Anti-Pixel. Aku tidak akan ketahuan untuk 10 menit ke depan."


[Electro Dubstep : Anti-Pixel >> Suatu teknik dimana pengguna bisa melawan aturan dari pixel. Pengguna bisa mengubah wujudnya dari 144p ke 4K sesuka hatinya]


Setelah tiba di sebuah ruangan, Kotori yang tidak bisa melihat apapun, mencari alat untuk mematikan sistem pengaman itu. Ketika ia merasakan sebuah tombol, ia menghampiri firasat itu dan menekan tombolnya. Untungnya, tombol itu digunakan untuk mematikan sistem pengaman.


Kotori mematikan tekniknya itu dan ia kembali seperti semula. Rasanya lega sekali begitu keamanan sudah dimatikan begitu saja. Tidak ada orang sekalipun. Mereka yang sudah diperdaya oleh teknologi berharap penuh teknologi itu mengamankan mereka.


"Yosh! Sudah dimatikan! Sekarang, kita lihat apa yang terjadi denganmu, Bella!"


Kotori berkeliaran dan memahami struktur bangunan dan ruangan di perusahaan itu. Terdapat 6 lantai yang harus dicari. Kotori tidak mengeluh. Ia ingin mencari penyebab terpuruknya aku karena aku adalah teman Kotori yang berharga.


Setelah mencari ruangan cukup lama, ia menemukan ruangan yang terakhir. Ia memasuki tempat itu tanpa menyalakan lampu. Langkah kakinya tertuju pada sebuah meja yang dipenuhi dengan berkas dan komputer.


Kotori menggunakan penglihatan gelap dan mencari informasi mengenaiku. Ia mengambil beberapa berkas dan membacanya dengan sekilas.


"Rencana?"


"Aku harus memeriksa semuanya. ini untuk Bella."


Setelah membaca 100 berkas selama 10 menit dengan teknik membaca cepat, ia heran melihat perkembangan perusahaan meningkat singkat. Saham yang tadinya turun 23% sekarang meroket menjadi naik 24%.


"Tidak mungkin! Aku harus memeriksa semuanya! Aku tidak boleh membiarkannya!"


Kotori pun membuka komputernya dan memeriksa semua file yang ada. isinya persetujuan dan berbagai topik di perusahaan. Namun, ketika ia memeriksa file tersembunyi, ia melihat sesuatu yang dibayangkan.


Di sebuah dokumen, terlihat fotoku yang dipotret, sebuah perubahan saham, dan sebuah tanda tangan. Lalu, terdapat tulisan yang mengeruhkan dahi Kotori. Ia tidak terima dengan perlakukan temannya tersebut.


"Rasanya, Bella dalam masalah. Kalau dibiarkan selama seminggu, Bella akan meninggalkan Moskow dengan terpaksa dan diperbudak di Bandung. Aku tidak boleh membiarkan rencana busuk ini berhasil."


Ia mencari beberapa bukti mengenaiku agar ia mendapatkan bantuan. Tidak hanya itu, ia menyalakan bluetooth agar semua buktinya tersimpan di handphone miliknya.


"Yosh! Sekarang! Aku harus menyalakan sistem keamanan dan segera keluar dari sini sekarang juga."


Kotori mematikan komputer itu dengan cepat. Lalu, ia merapikan semua berkasnya dan memasukkan ke dalam. Setelah itu, ia meninggalkan ruang itu tanpa diketahui siapapun.


Setelah sistem keamanan menyala, Kotori menggunakan Electro Dubstep : Anti-Pixel dengan durasi 6 menit. Ia harus keluar karena takutnya akan ketahuan dan diincar oleh BIN. Lebih parah lagi, Andy akan menyakitiku lebih keras.


5 menit 54 detik, Kotori sudah meninggalkan cabang perusahaan itu tanpa merusak furniturenya. Ia pergi dari sana dan berniat untuk bertemu dengan seseorang besok.


"Bella. Tunggu sebentar! Aku akan mengajak seseorang yang cocok untukmu! Kau tidak akan menyangka ini."


{*^*}


Jam 10 malam, di rumah Andy yang cukup mewah dengan pengawal yang cukup ketat. Sistem keamanan sudah terjamin. Tidak akan ada penyusup yang akan mengganggu.

__ADS_1


Di sebuah kamar yang artistik modern, seorang gadis yang sedang memuaskan tuannya. Ia menjilat ************ tuan tersebut dengan paksa. Gadis itu tidak bisa melawan lagi.


Itu adalah aku. Aku yang tidak berpakaian. Semua pakaian akademiku tergeletak di lantai. Pakaian dalam juga.


Aku menggunakan lidahku dan tanganku agar tongkat itu semakin memanas dan Andy semaki nikmat. Dia tidak terlalu ingin agresif terlebih dahulu sebelum ia bisa mengeluarkanku dari Akademi Militer Spyxtria.


"Ayo! Minum semua cairanku!"


Aku sedikit meracau dan membuka mulutku. Tidak hanya tanganku yang memegang tongkat. Mulut dan lidah berada di dekat ************ itu. Aku mempercepat tanganku agar permainan budak ini selesai.


"Aku keluar! Tolong keluarkan cairanku dan kau akan meminumnya!"


Aku menggerakkan semua tanganku dan memuaskan hasrat orang itu. Aku menjilatinya seperti es krim yang bisa ku makan setiap harinya.


Cairan pun keluar dengan cepat seperti gunung api meletus. Aku dengan cepat meminum semua carian itu dan tongkat itu mengecil. Orang itu sudah puas dengan jilatanku.


Aku sudah lelah. Dia juga. Aku tidak mau bermain dengannya lagi. Ini sudah cukup. Jadi, aku memutuskan untuk meneparkan diriku dan menutup mataku. Andy terdiam sejenak sebelum tertidur.


"Tinggal sebentar lagi, aku akan membawanya ke Bandung dan akan melecehkannya secara penuh. Lihat saja!"


[*^*]


Rivandy Lex Point of View


[*^*]


Jam 10:13, Aurora tidak masuk sekolah karena ia sakit. Nina juga sakit demam, sehingga ia harus tetap di apartemen dan tidur sejenak.


Terpaksa aku disini sendirian, mendengar keluhan tiga siswa, dan mengurus pekerjaan Nina. Untung saja, aku sudah melewati semuanya karena aku ingin kembali ke apartemen milikku.


Beberapa menit berselang, Kotori datang ke kelas dan memanggilku untuk mengatakan sesuatu yang lebih penting. Ini lebih penting daripada pelajaran. Aku meletakkan kepalaku di meja karena rasanya lelah sekali.


"Rivandy!"


Aku menoleh dengan pelan. Aku mengangkat wajahku dan menatap Kotori sambil memberikan salam dan tanpa senyuman sekalipun. Kotori dengan serius berdiri di depanku tanpa basa-basi.


"Rivandy. Ikut denganku sekarang! Ada yang harus kita bahas sekarang!"


"Kemana?" Tanyaku singkat.


"Aku butuh bantuanmu. Kita akan membahasnya.*


Tidak ada pilihan lain. Aku menerima ajakan Kotori untuk ke taman akademi atau tempat sepi lainnya. Kotori juga menjagaku agar para gadis tidka datang menghampiriku dan merasakan tubuhku.


Sesampainya di tempat sepi, aku menghentikan langkahku di bayangan. Kotori membalikkan badan setelah berjalan 2 langkah. Dia memegang ponselnya dan menyiapkan pengajuan bantuan padaku.


"Ada apa sampai darurat begini? Padahal, kau tidak perlu datang kemari ke kelasku untuk ini."


"Rivandy. Aku ingin kamu mendengarkan ini. Ini sangat penting.*


"Eh? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti"


"Bella akan ...."

__ADS_1


__ADS_2