
8 September 2025, jam 14:50, pelajaran militer telah selesai. Aku yang sedang menggunakan pedang Estoc milikku menyimpannya di punggungku. Pedang yang kuberi nama Trafelia itu melakukan tugas yang baik. Kedua gadis yang berada di kelas militer yang sama denganku, Farah dan Wulan memberikan sesuatu padaku dan pulang.
{Estoc Sword}
Aku yang menerimanya itu menyimpannya untuk memeriksa di ruangan ku nanti. Setelah aku membereskan meja dan kursi, aku menghampiri seorang gadis yang berambut ikat kepang Perancis warna coklat. Warna mata coklat yang bergairah dan riang itu beserta dengan rok pendek yang anggun layaknya Tuan Putri dari Kerajaan Perancis, Claveriska Bonaparte.
“Nona Claveriska, waktunya pulang! Aku akan menemanimu,” ajakku yang berkacamata dan berambut hitam kebiruan yang rapi dengan poni yang hampir menyentuh kacamataku.
“Soal Spinz, dia sedang menemani Aura untuk membantu di ruang guru,” lanjutku sambil membungkukkan sedikit.
“Ayo! Aku akan memasak sesuatu untukmu nanti malam,” sahut Nona Claveriska ingin meninggalkan kelas.
“Tidak boleh! Tuan Putri tidak boleh memasak,” tegasku sambil mengikutinya.
Nona Claveriska tertawa dengan ucapanku itu. Ia mencekal, “Semua orang bisa memasak. Kamu ingin tambah juga kalau aku yang masak,” sambil berjalan dengan riang gembira.
“Habisnya kamu selalu menghabiskan 10 jam berada di dapur,” omelku mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.
Nona Claveriska pun membalas, “Aku melakukan ini untuk ‘Ksatria Kecil’ sepertimu,” sambil berbalik badan dan menyentuh pipiku dengan tangannya.
“Ah! Itu semua tergantung pada Nona.” Aku mutung dengan rayuan Nona Claveriska itu.
[*^*]
Aku yang sudah berada dalam kondisi melelahkan karena pelajaran militer, segera menemui Aura dan Spinz. Mereka mengirimkan pesan kepadaku melalui Telegram. Aku yang sudah memeriksa pesan itu menyimpan handphone di dalam saku celana panjangku.
Spinz Sentinel dan Aura Sentinel adalah kakakku. Aura lahir pada tanggal 6 Juni 2011. Sedangkan Spinz lahir 23 Juni 2011 dengan ibu yang berbeda sedangkan ayah kami sama. Dengan kata lain, ayahku menikahi 2 wanita yang satu keluarga dengan Klan Sentinel. Aku lahir tanggal 11 Januari 2012 dengan nama ibu Abelia Sentinel..
Kami adalah orang yang terpilih untuk menjaga Nona Claveriska saat aku berumur 6 tahun. Sejak saat itu, kami dan Nona Claveriska berhubungan akrab. Ia selalu berkeliaran dari suatu tempat ke tempat lain Lalu, ia mengajak kami untuk ke dapur, sungai, hutan, kota, desa, dan pegunungan.
Dia selalu melakukan hal yang tidak seharusnya orang bangsawan lakukan. Ia memasak, berkebun, dan selalu menghabiskan kue dengan cepat. Dia juga memanjat pohon dan tersesat di hutan. Karena itu, aku, Spinz, dan Aura mencarinya sampai malam dan ditemukan pada pukul 00:00 malam.
“Spinx, kamu mau makan apa? Biar aku memasak!” Nona Claveriska bertanya kepadaku dengan hati yang sedang bergairah.
“Baiklah! Aku ingin makanan Croissant saja,” jawabku pasrah dengan pertanyaan itu.
[*^*]
Setelah sampai di mansion yang dibeli oleh keluargaku 2 bulan yang lalu dan masuk ke dalam gerbang, aku dan Nona Claveriska bertemu dengan kedua kakakku. Mereka melambaikan tanganku dengan cepat dan segera menghampiriku.
Gadis berkulit hitam berambut hitam panjang sepunggung rapi, dan lebih berat dan lebih tinggi dariku. Warna mata biru langit sebagai keturunan Sentinel, dan tubuhnya ramping.
Lalu, ada seorang anak kecil yang memiliki identitas kembar denganku. Rambut orange kekuningan dengan warna mata biru dengan tinggi badan yang sama denganku. Hanya saja tanggal lahirnya yang berbeda. Ia sedang menghampiriku dan Nona Claveriska.
“Spinx sayang, bagaimana dengan pelajaran militermu?” Tanya Aura sembari memelukku dengan erat.
“Le-Lepaskan aku, Aura-neechan!” Aku mencoba melepaskan pelukan itu karena aku malu dengan pelukan yang manis gegara *********** selalu menyentuh tubuhku.
__ADS_1
“Nona, ayahku memanggilmu untuk diskusi penting,” ujar Spinz dengan hormat.
“Ah! Rapat lagi, rapat lagi. Membosankan,” keluh Nona Claveriska dengan kesehariannya.
“Jangan bilang seperti itu! nanti, pelayan akan masak malam ini,” cekal Spinz dengan keluhan itu.
“Iya iya. Aku mengalah. Aku tidak akan memasak, kok,” Nona Claveriska mengalah dengan desakan itu.
“Hei! Lepaskan aku, dasar genit!” Aku memberontak dengan pelukan manis itu. Itu terlalu berlebihan.
“Tidak akan! Habisnya kamu sangat wangi. Kamu pakai sabun apa? Aesop Geranium Leaf Body, Byredo Gypsy Water, atau Jurlique Rosewater?” Tanya Aura-neechan masih memelukku dan menebak sabun apa yang kupakai saat mandi.
“Tidak sopan menebak sabun yang ku pakai! Aku mau ke kamar dulu.” Aku melepas pelukan itu dan segera masuk ke dalam ruanganku.
“Hei! Tunggu aku!” Aura-neechan mengejarku yang sedang menuju ke ruanganku.
Spinz dan Nona Claveriska masuk ke dalam mansion sambil mengobrol panjang lebar. Mereka memasuki ke raungan depan mansion pada saat lampu mansion menyala terang.
[*^*]
9 September 2025, jam 08:57, aku yang sedang berlatih tanding dengan siswa dan siswi kelas lain. Mereka sangat cepat dan cekatan. Mereka adalah potensi untuk menjadi “Ace Spyxtria” nantinya. Mereka adalah Kelas I Soshum A.
Aku yang sedang menggunakan Trafelia itu melaju ke depan untuk menghadapi gadis yang tenang sambil memegang senapan Lee-Enfield, senapan yang digunakan pada Perang Dunia Kedua.
Aku sontak menyerang gadis kalem itu. Namun, senapannya menangkis serangan itu dan segera melakukan tembakan itu. Secara tidak sadar, pertarungan itu semakin memanas. Tidak ada yang peduli dengan Kubik Kuantum itu. Mereka ingin tahu siapa yang memenangkan peperangan ini.
Aku yang tidak peduli dengan sorakan penonton itu harus menahan tembakan dengan pedangku. Gadis kalem itu melakukan tembakan dengan akurat dan mengenai Trafelia-ku, sehingga aku tidak bisa melakukan serangan lagi.
{Deagle (Code Red)}
Saat aku dikeluarkan oleh sistem karena aku dibunuh olehnya. Aku menonton pertandingan itu. Aku juga melihat Nona Claveriska yang kewalahan dengan melawan banyak musuh. Aku berusaha untuk menyemangatinya. Namun, gadis kalem itu mengakhiri permainan itu dengan tembusan kepada kepala target.
“Sial! dia kuat sekali,” umpatku tidak menerima kekalahan itu.
Setelah umpatan itu, aku melihat notifikasi di hadapanku. Notifikasi itu melihat hasil preview sebelum latihan militer selama tiga tahun ke depan. Hasilnya sedikit memuaskan. Hanya saja, lawanku jauh lebih kuat.
[Misi Gagal]
[Siswi Kelas I Soshum A, Shiori von Zuckerberg melakukan Last Kill]
[Spinx Sentinel
Kelas I Soshum B
Preview Score : B-
Catatan : Latihan lebih giat lagi! Kamu pasti bisa]
__ADS_1
Ketika aku ingin menutup notifikasi itu, Nona Claveriska menghampiriku sambil memperlihatkan notifikasinya kepadaku. Nilainya cukup baik dan berada di atasku, sehingga menunjukkan kemampuannya sebagai seorang putri.
[Misi Gagal]
[Siswi Kelas I Soshum A, Shiori von Zuckerberg melakukan Last Kill]
[Claveriska Bonaparte
Kelas I Soshum B
Preview Score : B+
Catatan : Tekad yang bagus. Akan tetapi, kamu harus berlatih lagi.]
Aku memaklumi hal yang seperti itu. Nona memang hebat. Dia bisa bertahan dari serangan 10 siswa atau siswi dengan kekuatannya sendiri. Ia menggunakan senjata api pada masa Napoleon. Kemampuanku hanya berada di bawahnya. Aku butuh kekuatan yang lebih kuat lagi untuk melindunginya.
Aku yang sedang berada dalam perasaan pesimis yang menyerangku menahannya dan mengajaknya untuk ke kantin untuk menonton latih tanding selanjutnya. Nona Claveriska pun menyetujuinya dan segera menuju ke kantin untuk memesan makanan yang seharga hampir ₽ 1.000. Ini termasuk harga yang pas untuk seorang putri kerajaan.
Setelah memesan makanan, kami duduk di kursi penonton dengan arena segi enam. Kami menonton pertandingan Kelas I Saintek E berhadapan dengan Kelas I Saintek C yang berada dalam penyisihan grup atau ronde pertama.
Kelas I Saintek A, Kelas I Soshum C, Kelas I Soshum A, dan Kelas I Soshum F masuk dalam ronde kedua. Ronde kedua akan semakin sengit. Mereka akan bertanding dengan kekuatan penuh mereka untuk mencapai ronde final. Ronde final itu sendiri terdiri dari 3 tim untuk menjadi pemenang.
Dalam kebijakan Akademi Militer Spyxtria, yang diprakarsai oleh Cherry Spyxtria yang baru diangkat sebagai kepala sekolah, melakukan latih tanding ini sebagai preview keahlian kemiliteran sebelum dilatih 3 tahun.
Aku melihat ada seorang siswa dan siswi yang sedang bertarung dengan sengitnya. Mereka tidak kalah hebat dengan Nona Claveriska
Rivandy Lex, Richard Meleouse Elizabeth V, Rima Resti Agustina, dan Shiori Von Zuckerberg menjadi seorang MVP dalam pertarungan itu. Mereka mengambil Kubik Kuantum atau melakukan Last Kill untuk mengakhiri latihan tanding itu.
Setelah menonton latih tanding yang dimenangkan oleh Kelas I Saintek C yang diselesaikan oleh Zhukov Rekovic, kami dipanggil oleh pembimbing kami untuk memberikan evaluasi untuk meningkatkan performa kami untuk Turnamen Spyxtria pada akhir bulan November
Aku dan Nona Claveriska dimintai keterangan serta motivasi untuk meningkatkan keterampilan militer untuk kedepannya. Aku, Nona Claveriska, dan murid Kelas I Soshum B, yang sudah diberi keterangan mulai berlatih menggunakan senjata. Aku disarankan untuk menggunakan pedang anggar untuk senjata keduaku.
Dengan Trafelia dan Abrique - nama pedang anggar yang kuberikan, kekuatanku cukup meningkat. Nona Claveriska berlatih kekuatan senjatanya dan cara menembaknya dengan giat.
Setelah kami latihan sampai jam 14:57, kami dipersilahkan untuk pulang sambil mengingat kembali latihan itu. Aku dan Nona Claveriska pulang menuju ke gerbang akademi, sementara Rivandy di kejar oleh 50 gadis.
Tidak lama kemudian, kami bertemu dengan kedua kakakku yang sedang kebetulan. Aku pun menyapa, “Hai, Spinz-niichan, Aura-neechan,” sambil menoleh kepada mereka.
“Spinx sayang, kenapa kamu kalah? Kakak yang cantik ini mendukungmu, lho,” ucap Aura-neechan mengasihani Spinx.
“Tidak ada pilihan lain. Lawan mereka terlalu kuat,” jawabku dengan terpaksa menerima pelukan itu.
“Oh, kalau begitu, kita kan mandi bareng setelah tiba di mansion,” ajak Aura berjalan sambil menggendongku.
Spinz tertawa dengan ajakan itu. Ia mencekal, “Tidak mungkin. Kita ‘kan sudah remaja.”
“Biarin! Mau anak kecil, remaja, atau dewasa, tetap mandi bareng,” sanggah Aura.
Kami pun berjalan tanpa menggunakan mobil mewah pun.
__ADS_1
Hari yang cukup menyenangkan dengan saudara.