Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Mimpi Buruk dan Trauma : Ketakutan Siswi Akademi


__ADS_3

17 Maret 2026, jam 06:00, seorang gadis Kelas III masuk sekolah terlebih dahulu di tengah musim semi. Tidak ada seorang pun yang datang lebih dulu daripada dia. Melangkah dengan wajah yang imut dan cantik dengan bando merah mudanya.


Dia adalah seorang siswi yang mendapatkan julukan dari Ace Spyxtria Tahun Ketiga. Siswi itu adalah seorang yang yang kuat, bahkan mata mata CIA tidak ada apa-apanya. Mereka sudah kalah dengan sekejap.


Dia salah seorang gadis yang menuju ke ruangan pribadinya. Semua tugasnya sudah selesai. Bahkan, menyelesaikan esai yang selalu direvisi itu. Biasanya, orang pada umumnya menghabiskan waktu 7 hari untuk menyelesaikan esai. Berbeda dengan dia yang bisa menyelesaikan esai selama 3,5 hari. Jika ia fokus, bisa saja menyelesaikan esai itu dalam seharian.


Ace Spyxtria Tahun Ketiga, SIswi dari Indonesia, Kelas III Saintek A, Princess Academy, Chelsea Arslan.


[*^*]


Kelas III Saintek A merupakan sebuah kelas yang berasal dari Kelas II Saintek A dan Kelas I Saintek A. Ketika murid naik kelas, tidak ada perubahan murid yang menempati kelas itu. Setiap murid naik ke kelas yang sama. Hanya saja, kelas itu berubah dari I menjadi II. Begitu terus sampai lulus.


Tidak seperti Classroom of the Elite, muridnya sering mengalami pindah kelas pada kondisi yang memungkinkan. Akademi ini bisa saja menjadi akademi yang cukup selektif walaupun tidak terlalu selektif seperti Akademi Totsuki.


Pada Tahun 2023, Chelsea memasuki Kelas I Saintek A. Sama seperti, Rivandy, Aurora, dan Evelyn, siswi yang sudah Drop Out. Dengan kekuatan dan kejeniusannya, ia menjadi tak terkalahkan dan tidak bisa diremehkan. Kehebatannya membuat kepala sekolah sebelum Cherry merasa segan kepadanya.


Ia menjadi seorang siswi yang sangat kuat akan prestasi yang ia raih. Ia juga mendapatkan MVP Blue pada tahun 2024. Itu terjadi karena saingannya terpaksa mengundurkan diri karena sebuah alasan. Alasan yang cukup kuat.


Pelajaran persiapan untuk mengikuti Ujian Nasional Akademi telah selesai, Chelsea segera pergi keluar kelas yang sangat sepi itu. Hanya 7-8 siswa dan siswi yang masih bertahan. dari 24 orang hanya 7 yang bertahan setiap kelasnya.


Ia pergi menuju sebuah ruangan pribadi. Memberikan sebuah pesan yang cukup penting kepada semua siswi. Mereka tidak nyaman karena sebuah insiden yang menghantuinya.


Itu karena … dia adalah Ketua Klub Pangeran.


[*^*]


Jam 10:07 ia sudah sampai di ruangannya. Melihat sebuah video yang dikirimkan oleh anggotanya. Ia bertingkah seperti seorang bos dan membuka tabletnya untuk melihat kejadian viral di akademi.


“Wah! Bagus nih! Rosalyn sudah mati. Sekarang, sainganku berkurang!” Gumamnya sambil tertawa melihat saingannya sudah tewas di tangan pembunuh.


“Sepertinya, dia menjadi seorang pangeran yang baik dan tidak sombong hanya untukku saja,” lanjutnya.


Di tengah pemandangan itu, ada seorang gadis yang merupakan anggota Klub Pangeran datang ke ruangannya. Chelsea mendengarnya memanggil orang yang mengetuknya. Ia menghentikan video itu untuk berhadapan langsung dengan orang yang memanggilnya.


“Masuklah!”


Gadis itu membuka pintunya dan mendekati Chelsea yang berhadapan dengan gadis itu menatapnya seperti orang yang melamar pekerjaan.


“Ada apa? Kamu sedikit pucat hari ini. Iya kan, Sheeran Chezka?” Tanya Chelsea kepada Sheeran.


Sheren menjawab, “Tidak ada. Aku ingin melihat keadaanmu saja.”


“Eh?! Kalau begitu, kita nonton video yuk! Kamu mau video apa? Video porno? Atau Video romantis dan porno? Aku punya banyak, kok,” ajak Chelsea untuk menonton video porno.


“Tidak, terima kasih. Aku sedang tidak mood,” jawab Sheeran merasa tidak mood.


“Ada apa? Sepertinya kamu kehilangan rasa cintamu. Sini! Curhat sama aku! Aku akan mendengarkannya,” bujuk Chelsea untuk menjadi teman curhat.


“Tidak. Aku ingin mengundurkan diri dari Klub Pangeran.” putus Sheeran dengan tekad bulat.


“Kenapa?! Padahal, Pangeran itu sangat tampan dan pemberani. Dia bisa saja menjadi pacarmu, lho. Tidak. Jadi istrimu!”


“Bukan itu! Aku tidak punya perasaan itu lagi. Aku tidak mau kalau dia kesini lagi,” jawab Sheeran dengan tatapan gelap dan murung.


“Aku tidak ingin melihat monster itu lagi,” lanjut Sheeran.


Dengan jawaban itu, membuat Chelsea ingin menghasut Sheeran yang murung karena melihatku membunuh bangswan itu. Ia juga sudah mempertimbangkan dengan baik-baik mengenai situasi seperti ini. Ini untuk memberikan keuntungan pada Chelsea.


“Boleh saja. Kau memang sudah nggak pantas lagi untuk berada di sampingnya. Padahal, tinggal beberapa langkah lagi untuk mendapatkan Pangeran Rivandy,” papar Chelsea melihat pencapaian yang dilakukan oleh Sheeran.


“Aku akan mengurusnya nanti. Tapi, kamu gak boleh masuk lagi klub ini. Ini sudah ketentuan dari peraturan yang aku buat,” lanjut Chelsea mengingatkan peraturan pada Chelsea.


Sheeran hanya mengangguk mengerti dengan apa yang Chelsea paparkan.. Ia hanya terdiam setelah Chelsea membuat keputusan yang cukup bulat. Chelsea sangat puas dengan itu. Ia merasa saingan berkurang lagi.


“Aku anggap itu mengerti,” respon Chelsea mengerti dengan perasaan Sheeran.


“Ada lagi yang ingin kau sampaikan padaku sebelum pergi?” Tanya Chelsea sebelum menyuruh Sheeran pergi.


"Sebelum pergi dari hadapanku, lihatlah video ini!“ Chelsea memperlihatkan video dengan campuran proyektor LED dengan tablet miliknya.


Video itu diputarkan setelah Chelsea memberikan perintah pada alatnya untuk memutarkan video. Video itu diputarkan dengan adegan dewasa yang Sheeran lakukan padaku. Dia melakukan prestasi yang cukup bagus walaupun ia ingin keluar karena takut padaku.


“Lihat! Kau sudah menyerahkan semua keperawananmu padanya. Kau bertekad untuk menjadi istri yang mesum baginya. kau juga ingin sekali menambahnya lagi dan lagi.” Chelsea membuat pilihan.


“Setelah Pangeran Rivandy membunuh bangsawan dan Rosalyn, elu merasa ketakutan melihat monster itu. Kau sudah tidak bisa berada lagi di sampingnya karena dia monster bagimu. Ini bisa jadi KDRT antara suami istri.”


“Lo yakin mau melakukan ini?”


“Tapi, kau gak bisa mendekatinya lagi. Kau sudah menjadi cabul.Nggak! Jadi janda atau mamah muda! Kalau kamu hamil, aku gak akan tanggung jawab! Banyak gadis diluar sana yang akan menikmati waktu malam bersama Pangeran.”


“Aku sarankan kamu bisa menjual tubuhmu pada orang lain. Kau mungkin bisa berbohong. Namun, hasrat dan nafsumu nggak bisa berbohong.”


“Jadi, sekali lagi aku memberimu pilihan. Tetap di Klub ini jika kau ingin memiliki nafsu dan libidomu yang kuat atau keluar dari klub ini dan menjual tubuh dan menjadi mamah muda yang hina itu?”

__ADS_1


“Kedua. Aku menjual tubuhku saja,” jawab Sheeran dengan nada pelan.


“Baiklah! Kamu boleh keluar dari sini dan jangan kembali lagi!” Suruh Chelsea pada Sheeran.


Sheeran berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Sebelum pergi, ia menghentikan langkahnya dan terdiam beberapa saat. Ia menghela nafas sebelum itu dan memberi pesan kepada Chelsea sebelum pergi.


“Satu lagi, kamu boleh melampiaskan hasratmu dengan tanganmu sambil memikirkannya. Kalau kamu berlebihan, kau tidak akan bisa menikah,” pesan Sheeran pergi dari ruangan itu.


Sheeran menutup pintu. Chelsea merasa saingannya berkurang. Ia tidak perlu lagi berhubungan dengan Sheeran sebagai rivalitasnya. Ia sedang bosan karena tidak tahu apa yang harus lakukan.


“Bosan. Aku mumpung masih istirahat, saatnya beraksi!”


Chelsea segera memutar video porno yang telah ia download. Video porno itu berupa aku yang diperkosa. Chelsea segera membuka pakaiannya dan menggunakan vibratornya untuk membuat permainan semakin menyenangkan. Ia menonton sambil mempraktekkan adegan itu.


Ia bermain 10 ronde selama beberapa saat kemudian. Ia juga melakukan teknik ahegao karena merasa keenakan pada saat cairannya keluar. Ia merasa ingin berhubungan erat dengan orang yang disukai, yaitu … aku.


Setelah itu, ia membiarkan vibrator itu dan segera mengenakan pakaiannya lalu segera meninggalkan ruangan yang penuh cairan itu. Ia juga sudah mengelap dengan tisu basah agar tidak dicurigai oleh Cherry.


Ia kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran pada semester terakhir. Pelajaran di saat yang terakhir bagi Chelsea sebelum kelulusan pada bulan Juni.


[*^*]


Jam 12:00, pelajaran Kelas III Saintek A hampir selesai. Chelsea, Rivera, dan siswa/i yang tersisa mengerjakan tugas dan bersaing lagi. Mereka disuruh mengerjakan tugas mereka dengan menjawab soal 2 kali lebih sulit daripada Ujian Masuk Perguruan Tinggi.


Ini bisa saja lebih susah karena mereka harus mengerjakan 1 soal dalam 30 detik. Kalau matematika dan fisika, hanya butuh 19 detik saja.


Rivera dan Chelsea berlomba-lomba untuk mengalahkan satu sama lain. Mereka mencoba untuk mengejar dan bersaing seperti mengerjakan UTBK. Setelah mengisi semuanya, mereka berlomba-lomba untuk menjadi seorang yang pertama. Ini sudah menjadi tradisi akademik kelas paling akhir.


Setelah mengerjakan soal, mereka diistirahatkan. Chelsea bertemu dengan sekumpulan gadis yang sedang komplain mengenai Klub Pangeran. Rivera segera pergi ke perpustakaan untuk mencari penjelasan dari guru yang sulit dimengerti.


“Tidak ada pilihan lain. Aku cewek syantik, imut, dan unyu ini akan menghadapi mereka semua,” tekad Chelsea sedang sikap lelaynya.


“Ini bisa menjadi babak penentuan.”


[*^*]


Jam 12:23, banyak siswi anggota Klub Pangeran sedang berkumpul. Anggota Klub Pangeran sedang mendiskusikan mengenai kejadian kemarin. Mereka juga tidak melihat keberadaanku karena aku diskorsing 2 minggu.


Pada saat itu, Chelsea sudah tiba di hadapan anggota Klub Pangeran. Mereka melihat Chelsea masuk ke ruangan Klub Pangeran dan berbisik di tengah ketakutan itu. Mereka merasa ketakutan setelah kejadian yang sebelumnya terjadi.


“Semuanya sudah berkumpul?” Tanya Chelsea sudah berada di podium akademi.


“Sudah,” jawab anggota Klub Pangeran itu dengan tatapan serius.


Dengan pertanyaan itu, membuat para siswi mengatakan hal yang sebenarnya. Mereka merasa klub ini sudah tidak bertahan lama lagi. Bahkan, Aria, Millia, dan Stephany tidak masuk akademi untuk sementara waktu.


“Aku tidak tahan lagi!”


“Dia  tidak memberi ampun pada gadis yang malang itu.”


“Dia melakukan pembunuhan dengan memotong kepala dan menghantamnya ke lantai.”


“Dia bisa saja membunuh kita.”


“Siapa yang menyukainya?! Tidak ada!”


“Aku ingin keluar dari klub ini.”


“Klub monster ini tidak akan bertahan lama lagi.”


Dengan ketakutan dan mimpi buruk mereka, membuat siswi akademi tidak bisa bertahan di Klub Pangeran. Chelsea sudah mendengar curhatan itu. Dengan keluhan dari anggotanya, membuat Chelsea merasa ingin menghasut mereka lebih lanjut lagi.


“Eh?! Apakah kalian sudah menyerah? Kalian gak punya peluang lagi untuk mendapatkannya lagi,” lontar Chelsea tanpa ada perasaan apapun.


“Biarkan saja!”


“Aku tidak peduli.”


“Aku takut dia akan membunuhku.”


“Kenapa kamu tidak merasa khawatir dan cemas seperti lainnya?”


“Kau tidak tahu betapa mengerikannya dia./”


“Dia bisa saja menghancurkanmu berkeping-keping.‘


Di tengah kepanikan dan keluhan itu,  Chelsea masih saja tenang dalam menghadapi situasi seperti itu. Dia terdiam dengan memikirkan sesuatu. Setelah beberapa detik kemudian, ia segera berdiri di hadapan anggotanya untuk memutuskan sesuatu.


“Baiklah! Kalau kalian kayak gitu, aku saranin kalian keluar dari klub ini. Kayaknya, kalian gak bisa melanjutkan aktivitas klub ini.”


“Tapi, kalian nggak boleh masuk klub ini lagi setelah keluar dari klub ini. Aku nggak suka yang plin-plan. Aku nggak mau kalian yang nggak komitmen itu berada di klub ini.”


“Silahkan pilih keputusan kalian terlebih dahulu!”

__ADS_1


“Keluar dan menjadi gadis yang nggak punya apapun dan hanya kegagalan atau tetap disini dan mendapatkan Pangeran meskipun kalian takut padanya?” Tanya Chelsea pada anggota Klub Pangeran.


Keputusan itu membulatkan tekad pada anggota Klub Pangeran itu. Karmila dan Elaviana memutuskan keluar. Andela tetap di Klub. Farah dan Dina memilih untuk tetap berada di Klub. Alhasil, hanya 24 gadis yang tetap berada di klub. Sisanya, semuanya keluar.


“76 dari 100 orang? Lumayan juga. Ini bisa jadi peluang yang bagus untuk aku untuk mendapatkan Pangeran. Lihat saja nanti!” Gumamnya dengan menggunakan telepati sinetron.


“Ok. Kalian boleh pergi setelah ini.”


“Aku katakan sesuatu pada kalian sebelum kalian pergi.”


“Pangeran Rivandy hanya membenci bangsawan. Orang jelata kayak kalian nggak akan diperlakukan dengan buruk olehnya. Dia hanya melakukan itu untuk melindungi dirinya.”


“Kalian sudah tidak punya peluang untuk mendekatinya karena kalian sudah tidak punya perasaan apapun padanya.”


“Apakah jelas?” Tanya Chelsea dengan serius yang terpampang pada senyumannya.


Mereka mengangguk jelas dan pergi dari hadapan Chelsea. Chelsea segera turun dari podium dan memerintahkan yang tersisa untuk berkumpul. Dia dengan rencana liciknya


“Sekarang, tinggal kalian yang berada di hadapanku. Aku punya rencana biar Pangeran selalu patuh pada kalian semua.  Dijamin 100% manjur. Kalian bisa menjadi seorang Putri Kerajaan dengan gampangnya,” putus Chelsea berkumpul di hadapan mereka.


Mereka sangat ragu pada Chelsea. Tidak menyangka dengan kemampuan Chelsea dalam organisasi itu. Mereka terpaksa mengikuti arahan Chelsea walaupun masih takut denganku.


“Begini rencananya.”


Chelsea membeberkan rencananya meskipun ia tidak peduli dengan pelajaran akademi.


“Oh. Begitu. Jadi, dengan rencana itu kita bisa membuatnya tenang?” Tanya salah satu siswi anggota Klub Pangeran yang masih bertahan.


“Ya iyalah! Aku, cewek cantik, imut, lucu, unyu, dan nggak sombong ini gak akan meragukan kalian.”


“Kalian bisa menjadi cewek yang sangat kuat setelah kalian dapatkan Pangeran itu. Jadi, kalian gak usah takut lagi!” Bujuk Chelsea dengan gaya cewek imut dan unyu.


Mereka memahami apa yang Chelsea lontarkan. Chelsea tidak berbohong karena kondisi mereka sedikit lebih baik. Jadi, mereka bersiap untuk mencari informasi, membuat suatu kondisi, dan lain sebagainya.


Mereka akan membuat rencana. Rencana untuk mendapatkanku.


[Rencana Chelsea :Kurangi Saingan Terlebih Dahulu. Setidaknya Satu Orang,


Target : K.A]


[*^*]


Jam 13:34, pelajaran akademik masih berlangsung. Sheeran hanya tertunduk di bangku kelasnya. Ia tidak fokus mengikuti pelajaran Soshum yang diterangkan oleh guru Soshum. Ia juga tidak mencatatnya sedikitpun di Google Docs.


Ponsel Samsung Galaxy 13 yang dibeli ketika di akademi tidak tersimpan dengan baik. Ia tidak bisa fokus dalam pelajaran Soshum karena masih mengalami kejadian yang tidak terduga. Tidak tahu apa yang terjadi pada Zhukov dan lainnya.


Mereka masih tidak diketahui. Ia malah bolos pelajaran akademi setelah kejadian buruk menyerang.


Kejadian pada saat aku membunuh bangsawan itu. Oleh karena itu, Sheeran tidak berbicara sedikitpun ketika pelajaran berlangsung. Ia kecewa dengan keberadaanku dan apa yang aku lakukan.


Ini sudah cukup untuknya memberikan alasan untuk menjual tubuhnya pada orang lain. Ia ingin sekali menghancurkan tubuhnya dan menjadi seorang gadis yang hina. Ini sudah terjadi pada Saphine sebelumnnya.


Dia tidak bisa berhubungan lagi denganku. Walau sedetik pun.


Dia akan menjual tubuhnya kepada siapapun. Bahkan, rela menjual tubuhnya dengan harga ₽ 100 saja / Rp. 19.000,00. Ia sudah tidak perawan lagi karena memberikan kehormatannya pada orang yang ia takuti.


Ketika aku hampir mati akibat hipotermia, dia menyelamatkanku dari kematian yang dingin. Dia juga ingin menembakku dengan cinta itu. Ia berharap ingin menjadi istriku.


Namun, semuanya berbeda..Tidak ada yang tahu kenapa menjadi penyebab semua ini. Kenyataan berbanding terbalik dengan ekspetasi. Ia tidak tahu bahwa ada yang seperti ini. Ia tidak menyadari bahwa aku sedang menderita.


Dia tidak peduli lagi. Dia sedang ketakutan dengan keberadaanku.


Jam pelajaran Soshum sudah berakhir. Sheeran segera mengambil tas miliknya dan pulang ke apartemen miliknya. Ia sudah meninggalkan kelas terlebih dahulu dan menuju pulang dengan kegelapan. Ia akan berencana untuk pulang malam pada saat itu. Ia sudah mendapatkan lokasi yang bagus untuk mengotori martabatnya.


Pada saat pulang, Sheeran berjalan menuju di lorong akademi. Ia sedang mencari adegan porno yang bisa ia praktekkan kepada pria belang itu.


Ia menonton video itu ketika ia pulang. Ia mengingatkan adegan itu padaku. Pada saat itu, dia menikmati semuanya. Dia sangat kecanduan dengan sosok itu, sehingga ingin sekali berada di sampingku. Ia menghapus beberapa video itu dan menyimpannya lagi.


Tiba-tiba, ada sebuah suara yang cukup terdengar dari Sheeran. Suara panggilan itu membuat Sheeran terhenti langkahnya. Namun, tidak menoleh. Ia hanya berpaling dari panggilan itu.


Dua gadis menghampiri dan memanggilnya. Mereka mendekati Sheeran yang sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Ia sudah tidak mendengar apapun dariku. Kedua gadis itu adalah Aurora dan Akishima.


"Sheeran! Disitu kau rupanya!" Aurora segera mendekati Sheeran.


"Kamu darimana saja? Aku mencarimu kemana mana!" Lanjut Akishima berhadapan langsung dengan Sheeran.


"Aku butuh bantuanmu, Sheeran," tegas Aurora memegang bahu Sheeran.


"Aku benci mengakuinya. Tapi, Rivandy butuh bantuanmu," lanjut Akishima.


Sheeran tidak menjawab. Ia pergi dari hadapan mereka. Ia sudah muak dari semua itu. Ia harus segera pergi dari sini. Pergi dari keberadaanku.


"Sheeran?!"

__ADS_1


"Ada apa denganmu?!"


__ADS_2