Rivandy Lex : Modern Military

Rivandy Lex : Modern Military
Masalah Psikologi : Hammer Rizka 1,5


__ADS_3

Aku pergi dari apartemen Hammer dan segera menuju tempat untuk menyelesaikan ini semua. Aku segera mengakhiri semua ini untuk menempati tempat yang layak, bukan yang sedikit rusak.


Banyak ruangan yang cukup rusak dan rapuh di apartemen itu. Aku juga tidak melihat orang lain sebelum Hammer. Di apartemenku, ada orang lain selain Aurora dan Akishima tinggal di sana. namun, kami hanya saling berkenalan dan sibuk dengan aktivitas kami masing-masing.


Itu penyebabnya mengapa hanya Hammer yang tinggal di situ. Aku tidak tahu kenapa Hammer tinggal di apartemen seperti itu, bukan yang layak. Namun, yang berantakan seperti sebelumnya. Aku sudah membersihkan apartemennya, tinggal semuanya.


Aku berlari ke toko bangunan dimana aku membeli cat tembok. Aku tidak memikirkan kesehatanku. Masih banyak hal yang harus kulakukan untuk menyelesaikan tugasku.


Aku membeli stok kayu yang diikat dengan tali, lalu membeli paku, palu, gergaji, dan benda lainnya. Setelah membeli barang untuk memperbaiki apartemen, aku membayarnya dengan kartu kreditku, sehingga saldo yang berada dalam kartu kreditku hanyalah ₽ 100.


Jangan khawatir! Aku akan mengisinya sendiri bulan depan lagi.


Setelah itu, aku meninggalkan toko bangunan dan membawa barang dengan beban 30 kg. Aku bisa membawanya sendiri. Aku tidak membutuhkan bantuan pengangkut barang dan semacamnya. Jadi, harus mengerjakan sendiri.


Aku berjalan dengan menahan suhu dingin yang menimpa pada tubuhku. Menghadapi suhu dingin yang semakin dingin cukup sulit untuk bertahan hidup. Ini masih musim gugur. Aku berjalan selangkah demi langkah dan sampai di apartemen Hammer adalah selama 20 menit lagi.


Aku harus memperbaiki apartemen yang rapuh itu dan mencari Hammer. Cukup ilfil dengan kondisi apartemen yang tidak layak huni itu. Tidak ada yang memperdulikan itu. Wanita itu cukup cuek dengan kondisi yang cukup berantakan itu.


Jika aku tidak memperbaiki apartemen itu, siapa lagi? Jawabannya tidak ada.


Jam 15:03, aku tiba di apartemen milik Hammer dan memulai aktivitasku untuk merusak apartemen yang rusak itu. Aku mengamati terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaanku sebagai tukang bangunan.


Pondasinya masih bisa digunakan dengan baik. Kemungkinan kecil untuk roboh. Hanya saja, ...  Aku tidak terlalu mengetahui tentang bangunan dan konstruksi. Aku hanya menghitung dengan perhitungan matematika yang dicampurkan dengan fisika, kimia, dan biologi.


Kemudian, aku mendekati tembok yang rapuh dan memperbaikinya. Aku mengambil palu untuk mengganti kayu yang rusak dan menggantinya dengan kayu yang kubeli di toko bangunan. Itu bertujuan agar membuat hiasan yang lebih baik lagi daripada sebelumnya.


Kemudian, aku menggunakan paku dan palu untuk mengunci kayu itu agar bisa dipijak oleh seseorang. Aku pun mengganti kayu yang rusak itu dan disimpan di plastik agar aku bisa digunakan untuk membakar sesuatu.


Aku mencari bahan kayu yang retak lagi untuk menggantikan kayu itu dengan yang baru. Aku harus ke bawah dan segera membasmi tikus dengan memancing membuat pancingan keju dengan lem tikus.


Aku pun menggunakan teknik “Arctic Warfare : Stealth” untuk menghilangkan keberadaanku agar tikus itu bisa mengambil keju dan tidak menyadari bahwa aku akan menjebaknya dan mengakhiri kehidupan tikus itu.


Aku juga menduga kayu itu rusak karena dengan gigi tikus yang sangat kuat itu dapat merusak kayu. Aku mempersiapkan sesuatu untuk menghadapi binatang lain yang berisiko untuk merusak kayu itu. Aku mencampurkan sabun dan air, lalu menggunakan sikat untuk membersihkan sesuatu yang kotor.


Selain itu, ada rayap kayu yang memakan kayu itu. Dengan kardus yang kuambil dari bekas gudang, rayap itu segera datang dan menggigit kardus itu. Aku menyiram mereka dengan air sabun agar rayap itu tidak bisa kembali lagi menuju kemari.


Aku membersihkan genangan air yang ada di halaman untuk membersihkan pemandangan yang sudah terbengkalai oleh waktu. Ini dilakukan agar rayap tidak bisa kembali lagi.


Aku sudah menghafal semua ini. Hanya saja, aku tidak tahu cara menggantikan tiang kayu yang cukup rapuh itu. Tidak ada pilihan lain. Aku menggunakan kayu yang baru untuk menopang pondasi itu. Lalu. merombak tiang kayu yang rusak dan segera menggantikan yang baru.


Aku segera membuat pondasi kayu yang baru. Aku memasang di atas dan menahan agar fondasi kayu itu menjadikan nyaman oleh Hammer maupun wanita itu.


Tidak lupa, aku bergerak menuju atap dan segera memperbaiki genteng yang bocor. Aku mengambil yang rusak dan segera menggantikan dengan kayu baru. Aku juga mencari genteng yang rusak untuk keperluan pribadimu.


Waktu tidak terasa sudah pukul 18:00, aku tidak istirahat. Aku memutuskan untuk bekerja untuk memperbaiki apartemen itu. Polisi Moskow sedikit keberatan dengan seorang konstruksi yang bekerja pada malam hari. Aku menghampiri polisi itu dan menjelaskan mengenai apa yang kulakukan.

__ADS_1


Polisi itu menyarankan padaku untuk tidak bekerja terlalu keras karena akan mengakibatkan kesehatanku yang semakin turun  Ia juga melihatku yang dengan kondisi yang cukup parah. Ia hanya menerima itu dan aku melanjutkan aktivitas yang cukup lama itu.


Setelah itu, polisi meninggalkan apartemen Hammer dan segera melakukan aktivitas tunai untuk renovasi apartemen milik Hammer yang sedang rapuh itu. Lalu, aku segera melancarkan serangan renovasi untuk memperbaiki kerusakan itu.


Aku juga melihat tembok yang sudah berlubang. Maka dari itu, aku mencampurkan air dan bubuk semen untuk membuat semen. Lalu, aku segera melapisinya dengan pengeras semen.


Setelah itu, aku segera masuk mengendap-endap. Aku melihat wanita itu sedang membaca buku. Maka dari itu, aku melakukan aktivitas secara perlahan dan memperbaiki ruangan yang mengalami kerusakan di ruangan pengurus apartemen itu.


Tak terasa sudah jam 22:00, wanita itu sudah tertidur pulas dan menunggu sesuatu. Aku mendapatkan kesempatan itu segera memperbaiki langit-langit yang ada di ruang tidur itu.


Maafkan aku jika aku tidak sopan. Aku hanya melakukan tugasku saja.


Aku menyelesaikannya dan segera menuju nakas dan mengambil kunci kamar Hammer untuk memperbaiki ruangan yang cukup tidak mengenakkan itu. Setelah keluar dari ruangan itu, aku segera memperbaiki apartemen Hammer yang sangat berantakan itu. Aku pun memperbaiki langit-langit yang bocor itu dan segera memperbaikinya.


Setelah itu, aku segera mengunci pintu Hammer dan segera memperbaiki apartemen lainnya agar orang lain bisa tinggal disini dengan aman.


Aku sudah memasang sistem keamanan yang telah kubuat, juga memasang perangkap agar pencuri itu tidak bisa selamat. Aku memasang semprotan racun tikus agar membunuh mereka bila perlu.


Detik demi detik. Menit demi menit dan jam demi jam. Semuanya telah aku siapkan untuk merenovasi semua apartemen milik Hammer. Ini kulakukan agar aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku selama semalaman.


Namun, aku tidak menyadari apa yang akan menimpaku nanti, hanya berpikiran untuk menyelesaikan semua masalah ini. Aku tidak butuh tenaga untuk kehidupan normal, hanya memperbaiki semuanya.


Keesokan harinya, jam 05:12, aku menyelesaikan semua pekerjaanku. Aku mengambil ponsel dan dompet milik Hammer untuk memberikan itu padanya. Aku membawa perisai dan senapan miliknya untuk berjaga-jaga. Aku tidak mau ada kejahatan yang akan menimpaku.


[*^*]


Jam 06:12, wanita itu terbangun dari tidurnya dan melihat kamarnya telah bersih. Ketika melihat sekitar. Ia keluar dari apartemen dan melihat kebersihan yang sangat rapi. Ia terkejut kayu yang rusak itu sudah diganti yang baru. Tembok di lubang itu sudah diisi semen dan dicat ketika kering.


Selain itu, ia menoleh genting yang tersusun rapi dan genangan air sudah bersih dan diberi peringatan agar jangan membuang sampah sembarangan. Ia juga melihat sampah yang berada di tempatnya.


ia merasa seperti mimpi saja. Tidak mungkin  Tidak ada seorangpun yang melakukan ini semalaman. Ia melihat matahari terbit ketika terbangun dari tidurnya. Ia juga tidak menyangka bahwa ada seorang pangeran yang melakukan ini semuanya. Tapi untuk apa?


“Tidak mungkin! Apakah ia melakukan ini semua?” Gumamnya sambil terkejut dengan apartemen yang tua sangat bersih dan rapi.


“Aku harus mencarinya dan memberi selamat untuknya, ” lanjutnya sambil mencariku di segala penjuru.


Ia mencariku sampai di seluruh pelosok apartemen. Namun, ia tidak menemukanku dalam kondisi tertidur atau bagaimana. namun, tidak ada sosok yang sedang berada dalam apartemen itu. Ia tidak tahu aku sudah tidak ada.


“Ayolah! Dia dimana? Kamu kok tidak ada?” Gumam wanita itu mencari semua pelosok. Dari apartemen Hammer, hingga apartemen yang kosong itu.


“Dia sudah pulang, yah?”


“Heh. Lebih baik aku segera mencuci saja. Tapi, semuanya sudah dijemur. Aku ingin menyapu dan mengepel, tapi, sudah bersih. Lap kaca dibersihkan juga. Perapian juga.” lanjutnya sambil melihat bekas kayu dan peralatan lainnya yang sudah rusak itu.


Ia berjalan dengan pelan menuju ke teras beranda. Ia merenungkan kesepian dan kesalahan. Ia menatap wajahnya di jendela dan mengingat sesuatu.

__ADS_1


Tidak ada yang ia bisa lakukan untuk membersihkan sesuatu. Ia mengingat terus memarahi Hammer yang malas itu. ia juga membandingkan Rivandy yang rajin dan pekerja keras dengan Hammer yang pemalas dan tidak bisa diandalkan itu.


“Apa yang kulakukan?” Tanyanya sambil menahan air matanya.


“Apakah aku terlalu berlebihan?”


“Aku membuatnya berbuat sejauh ini.”


“Aku tidak bisa melakukan apapun.‘


“Aku hanya kesepian.”


Setelah meratapi kausalitas itu, ia segera menuju ruangan nya dan menikmati hari Minggu yang cerah itu walaupun musim gugur.  Ia mandi dan makan yang telah dimasak olehku. Lalu, ia segera menonton TV dan segera bermalas-malasan. Ia mengerti dengan perasaan Hammer.


Ia juga menyesal sudah memarahinya dan membuat Hammer sakit hati. Akhirnya, Hammer menghilang, disusul dengan keberadaanku di dalamnya.


Tidak bisa ia lakukan untuk saat ini.


[*^*]


Aku membawa perisai dan senjata untuk memberikannya pada Hammer. Penduduk itu tidak khawatir dengan senjata yang digenggam oleh para siswa akademi. Bukan berarti mereka lengah. Mereka hanya perlu hati-hati saja.


Aku mencari Hammer persis mencari Akishima pada saat itu. Aku mencari titik yang membentuk tubuh Hammer. Namun, aku belum bisa menemukannya. Aku mencobanya lagi dengan melihat di sekitar. namun, percuma juga.


Aku berlari seperti orang jogging agar bisa menghemat sisa tenagaku yang terakhir. Aku tidak tidur selama renovasi itu. Setelah renovasi apartemen, aku memperbaiki perabotan milik wanita gemuk itu. Lalu, mencuci baju dan memasak untuknya. Setelah itu, aku meninggalkannya dan mencari Hammer.


Aku mencari keberadaan Hammer di seluruh gang untuk mengembalikan dompet dan handphone miliknya. Setelah itu, aku menelusuri semua tempat untuk mengembalikan dompet dan ponsel miliknya. Tapi, aku belum menemukannya.


Saat ini, dia dimana? Kenapa tidak kelihatan sekalipun?


Aku harus mencarinya sebelum kejadian buruk itu terjadi.


Aku harus menemukan Hammer sambil jogging dan menahan kantukku. Aku bekerja terlalu keras selama semalaman. Tidak ada pilihan lain. Aku harus menemukannya  Aku tidak akan membiarkannya mati kelaparan.


Jam 08:23, aku menemukan titik yang menyatu pada garis yang membentuk Hammer. Aku melihatnya sedang dikejar oleh sekelompok orang yang sedang membawa senjata. Senjata itu adalah Ak-47.


Melihat itu, aku menghampiri Hammer dan menghentikan pengejaran itu. Aku pergi ke gang dan mulai melakukan tembakan untuk anak buah geng itu agar mereka menyerangku. Bukan Hammer.


Geng itu terlihat marah padaku dan Hammer sedang bersembunyi di gang sambil bersembunyi  di samping tempat sampah. Aku segera menghadapi geng itu. Aku menembak mereka dengan pistol milik Hammer.


Mereka pun membalas dengan tembakan beruntun agar aku terpojok. Mereka tidak akan membiarkanku lolos. Mereka menembakku yang menggunakan perisai untuk melindungi diri. Aku hanya terfokus untuk berbagai macam tembakan itu.


Aku menunggu kesempatan dan mulai menembak lagi. Mereka pun tersenyum dengan aku yang berlumuran darah akibat tembakan mereka. Hammer bersembunyi dari mereka dan segera berharap ini segera berakhir.


Pertarungan yang menentukan akan dimulai saat ini.

__ADS_1


__ADS_2