
Duet antara pistol akan segera dimulai. Bella dan Lisa menatap satu sama lain sebelum melakukan tembakan. Mereka menatap sesama sebelum menarik pelatuknya. Pada saat dimulai, kedua pistol ditarik pelatuknya secara bersamaan.
Bella yang tidak bisa menghindar harus menghitung peluang kemenangan, seri, dan kekalahannya. Jika ia tertembak, Lisa menang. Jika, Lisa tertembak, Bella menang. Bella tidak terlalu mengharapkan kemenangan. Tapi, ia akan menang.
Kedua peluru sambil berdekatan. Peluru itu saling membelokkan arah, sehingga kedua peluru itu menjadi meleset. Setelah benturan itu, peluru itu melesat dengan cepat dan mengenai tembok yang berhadapan.
Kedua gadis itu tidak terkena tembakan apapun. Mereka hanya terdiam dengan kondisi seperti ini. Tidak ada kata yang keluar sekalipun. Hanya sebuah kesunyian dengan kedua gadis yang saling menatap.
Beberapa saat kemudian, sebuah peluru melesat dengan kecepatan 744 m/s, sehingga Lisa terkena tembakan Shiori dan hati Lisa tertembak. Lisa menutup mata secara perlahan setelah terkena tembakan itu.
Bella yang melihat Lisa tertembak menghampiri Shiori yang berada dalam persembunyiannya. Bella mengeluarkan sandi morse dari handphone miliknya dan membuat pesan yang berupa, “Shiori, kamu mengganggu duetku lagi,”
Shiori yang melihat sandi yang dikirimkan oleh Bella itu menjawab, “Maaf. Tanganku terlalu gatal, Tehe!” Dengan sandi morse sambil bergaya orang tidak sengaja melakukannya.
Bella yang melihat Shiori yang melakukan kesalahan itu segera mengirim sandi berupa, “Cepatlah! Kotori membutuhkan bantuan kita.”
“Iya, aku akan kesana,” jawab Shiori dengan sandi morse yang dikrim melalui senter handphonenya..
Akhirnya, mereka beranjak untuk menjemput Kotori untuk pergi menuju ke ruangan Klub PMR.
[*^*]
Kotori yang terjatuh akibat tendangan Aurora itu segera bangkit dengan kondisi yang cukup lemas. Ia bangkit dan mengeluarkan piring hitamnya agar ia bersiap bertarung dengannya.
“Sial! Dia terlalu kuat,” umpatnya menatapnya dengan tajam.
“Tidak ada pilihan selain membuatnya lelah,” pikirnya sambil melakukan kuda-kuda untuk bersiap bertahan.
Aurora maju ke depan dan melakukan tembakan ke kepala Kotori. Kotori melihat peluru yang Aurora keluarkan segera melakukan tekniknya. Namun, itu hanya pengalihan. Sasaran menuju ke kepalanya hanya sebuah trik untuk mengecoh. Sasaran sebenarnya ialah tembakan di perutnya.
Kotori terpancing dengan trik itu dan terkena tembakan di perutnya dan terhempas ke belakang.
“Sial! Aku tertipu oleh triknya,” umpat Kotori saat dihempaskan ke belakang.
Tidak sampai disitu, dia meloncat menuju ke Kotori dan menyiapkan pisau kecilnya untuk melakukan eksekusi. Karena ada peluru yang melesat mengenai kaki kiri Aurora, Aurora tidak bisa melakukan eksekusi dan harus mendarat. Setelah mendarat dengan mulus ia menoleh kepada gadis yang sedang membidik secara waspada.
“Untung tepat waktu,” gumam Shiori sambil menahan nafasnya.
Aurora yang melihat gadis itu segera melancarkan serangan untuk menjatuhkan Shiori. Bella yang bersembunyi melakukan tembakan di kepala Aurora. Namun, meleset. Aurora bisa melakukan gerakan lincah untuk menghindari tembakan dari dua arah yang berbeda.
Kotori sedang tertembak di bagian perut ditemukan oleh gadis anggota PMR dna dibawa ke ruangannya. Gadis berambut ungu itu segera mengambil tubuh Kotori dengan digendong dan lari dari pertarungan karena ia akan mengobati Kotori.
Pertarungan Aurora dengan Shiori dan Bella terus berlanjut. Batalyon yang mengejar Kotori memilih mundur untuk mengobati Takeda dan Lisa di Klub Militer.
[*^*]
Sebuah kristal melayang entah kemana. Ada gadis berambut sanggul tinggi sedang berjalan untuk mengembalikan kotak P3K untuk dikumpulkan ke ruangan Klub PMR. Namun, ketika ia bergerak hampir menuju ke ruangan klub.
ia melihat sebuah kristal yang mendarat di sebuah di tangannya. Tangannya semakin berat dan membuat gadis itu terjatuh dengan kotak yang berantakan. Ia terkejut karena seorang siswa dengan luka yang cukup parah.
Ternyata itu adalah aku yang penuh luka dengan kondisi yang tidak baik.
“Rivandy?!” Panggil Rin menghampiriku dan mengecek lukaku.
“Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Rin dengan perasaan cemas.
“Rivandy.” desah Rin menyentuh lukaku yang cukup parah.
“Aku akan membawamu ke ruanganku sekarang juga,” tekad Rin dengan konsisten
“Tapi, sebelum itu aku harus mengumpulkan semuanya dulu,” gumam Rin sambil mengumpulkan peralatan P3K ke dalam kotaknya.
__ADS_1
Setelah bergerak cepat dan mengumpulkan kotak P3K, ia keluar dari ruangan Klub PMR dan membawaku ke unit kesehatan dengan usaha yang keras. Ia menggendongku dengan tenaga yang ekstra. Ia tidak terlalu menyadari bahwa aku akan dikejar oleh Klub Pangeran.
Tapi, Rin tidak terlalu memikirkannya. Dia membawaku seolah-olah ia membawa karung. Langkah demi langkah yang ia tempuh. Ia tidak terlalu penting pada dirinya. Ia harus menolongku sebelum terlambat.
“Kau menolongku. Kau selalu berbuat baik padaku. Kau menjauhkanku dari orang jahat dan memberiku pertolongan,” gumam Rin dalam hati.
Sekarang, aku akan menolongmu, Rivandy ~ Sima Rinko.
Setelah sampai di unit kesehatan, Saphine yang melihat Rin yang sedang menggendongku segera membantu Rin dan memasukkan ke ruangan khusus agar aku tetap hidup. Aku dibaringkan oleh kedua gadis yang aku tolong dan segera merawatku dengan hati-hati. Dokter yang sedang mengobati Sheeran mendapatkan tugas yang cukup berat.
Ia harus membuatku tetap hidup, walaupun aku memilih untuk mati.
[*^*]
Pertarungan dengan Klub Pangeran masih berlanjut. Kelima siswa itu berpencar agar mereka tidak ketahuan. Akishima dan Zhukov lari bersamaan di sebelah kiri, Denis dan Hammer lari di sebelah kanan, dan Evelyn lari di tengah.
Anggota Klub Pangeran segera memencar sambil memburu lawannya. Mereka dibagi 3 kelompok untuk menangkap musuh. Setelah itu, drama pengejaran bersamaan dengan peluru yang keluar terjadi di taman akademi.
Denis dan Hammer segera melakukan teknik mereka, yakni teknik “Rencana B : Kereta Lokomotif ” untuk mempercepat langkah mereka. Akishima dan Zhukov melakukan teknik kamuflase agar mereka bisa menghindar dari serangan Klub Pangeran. Evelyn berlari meskipun ia tidak bisa berlari lebih lama.
Tak lama kemudian, Evelyn berhenti berlari. Lawan Evelyn mengambil kesempatan untuk menangkapnya. Seorang siswi dari UEA berseru, “Kena kau, Shiva!” Sambil melakukan tembakan kepada Evelyn.
Namun, Evelyn tidak diam saja. Ia berbalik badan dengan tembakan yang mengenai tubuhnya. Ia menatap dengan tajam. Ia mengeluarkan teknik di tangannya Tidak pilihan lain. Ia akan melakukan teknik untuk bertahan hidup.
“Program C : Master Grade (MG), desu!”
Evelyn berubah menjadi robot Gundam. Lalu, ia mendapatkan pendukung yang cukup untuk melawan anggota Klub Pangeran itu.
Mereka yang melihat Evelyn yang bertransformasi menjadi Gundam. Denis dan Hammer terkejut dengan transformasi Evelyn buat. Akishima terpukau dengan transformasi itu. Zhukov hanya menghela nafas melihat formasi itu.
“Evelyn hebat! Dia bisa berubah menjadi Gundam,” puji Akishima melihat gundam Master Grade.
“Yosh! Aku akan menghampirinya dan meminta tanda tangannya,” tekad Akishima segera kabur dari pelariannya.
“Tidak boleh! Kamu akan ketahuan.” larang Zhukov sambil memegang pakaian Power Ranger milik Akishima.
“Yah … aku tidak bisa kesana,” keluh Akishima dilarang oleh Zhukov.
“Kita harus menunggunya. Jam pelajaran akan dimulai."
“Apa?! Jam pelajaran akan dimulai?! Aurora dimana kamu? Aku butuh seragamku kembali,” resah Akishima ingin menangis sambil memohon kepada Aurora untuk datang kemari.
“Lain kali, kamu harus memberikannya dengan orang yang tepat,” tegur Zhukov dengan raut wajah datar.
[*^*]
Sementara itu, Denis dan Hammer terpukau dengan teknik Evelyn. Mereka mengambil foto dengan handphone milik mereka masing-masing di tengah berlari. Setelah itu, mereka akan bergerak menghampiri Evelyn untuk melakukan tabrakan dengan lawan.
Setelah sampai di tengah taman akademi, mereka mengarahkan lokomotif mereka ke arah anggota Klub Pangeran, sehingga mereka yang terkena serangan itu terhempas ke belakang dan terjatuh dengan keras. Evelyn menjadi tertolong, ia fokus menyerang dengan tebasan dan tusukan.
Beberapa saat kemudian, Denis dan Hammer menghentikan langkah mereka karena mereka menabrak 10 anggota Klub Pangeran. Mereka membantu Evelyn untuk melawan anggota Klub Pangeran. Denis menembak mereka dengan Steyr AUG dan Hammer dengan senjatanya.
Zhukov dan Akishima yang melihat itu segera melancarkan serangan mereka untuk mengalahkan anggota Klub Pangeran yang mengejar mereka. Lalu, mereka bergerak menuju ke tempat Denis dan Hammer berada.
Setelah menuju kemari, sekitar 40 anggota dengan kekuatan yang berbeda-beda. Zhukov dan Denis segera mempertahankan sisi kiri, Akishima dan Hammer mempertahankan sisi kanan. Evelyn membantu mereka dengan tebasan dan sayatan tajamnya.
Mereka akan bertarung sampai bel akademi tiba.
[*^*]
Pertarungan antara Shiori dan Aurora kembali berlanjut. Bella membantu Shiori untuk mengalahkan Aurora walaupun terbilang musahil. Mereka saling menembak satu sama lain, sehingga banyak peluru yang berserakan di lantai.
__ADS_1
Bella melakukan tembakan yang jitu. Tapi, dengan penglihatan Aurora lebih tajam dari manusia, ia menghindar dengan mudah dan menarik pelatuk, sehingga peluru yang dilancarkan Aurora melesat menuju Bella.
Bella dengan cepat bersembunyi di tembok dan melakukan bidikan lagi kepada Aurora. Namun, percuma. Aurora mundur ke belakang dan Shiori maju ke depan untuk melakukan serangan balik.
Usaha Shiori tidak sia-sia. Ia menembakkan ke dada Aurora dan Aurora terkena tembakan yang mengenai bekas luka di dada. Aurora yang terkena tembakan menahan luka tembak di tangannya dan segera melakukan serangan balik.
Shiori tidak takut. Ia maju ke depan dan segera berbelok ke kiri lalu ia melakukan tembakan di kaki kiri Aurora. Tidak sampai disitu, Bella melakukan bidikan dengan pistolnya. Alhasil, peluru Desert Eagle melesat dengan cepat sehingga dapat mengenai bahu Aurora dengan mode Langit Malam Hitam.
Aurora terpojok. Ia tidak bisa maju menyerang. Ia harus menghindari tembakan yang mereka lancarkan meskipun tubuhnya mengalami luka tembak yang cukup parah. Ia harus melakukan sesuatu untuk keluar dari kondisi itu.
Dengan terpaksa, Aurora kabur dengan secepat kilat dan menghilang dari pandangan Shiori dan Bella. Setelah itu, Shiori dan Bella pergi menuju ke ruangan Klub PMR untuk menjenguk Kotori dan mencariku jika sempat karena jam pelajaran militer akan dimulai 10 menit lagi.
[*^*]
Di ruangan Klub PMR, gadis berambut panjang sebahu ungu, Wulan sedang merawat luka Kotori. Ia mengambil peluru yang ada di perut Kotori dengan operasi perut dan membalutnya dengan pembalut setelahnya. Lalu, ia membawa ke ruangan unit kesehatan untuk diobati lebih lanjut.
Wulan sudah mengirim pesan melalui Telegram kepada Bella dan Shiori untuk segera kembali ke kelas. Shiori dan Bella menerimanya dan segera kembali ke kelas. Mereka berharap Kotori akan baik-baik saja.
[*^*]
[Zoom]
[Anda Mendapatkan Panggilan dari Chelsea Arslan (Indonesia). Anda Otomatis Masuk Ruangan Zoom]
Chelsea : “Gimana? Apakah kalian mendapatkan Pangeran?”
Farah : “Wah! Gak bisa. Ada cewek bermasker merebut pangeran. Lalu, kami sudah mengumpulkan semua anggota. Tapi, malah mengejar musuh yang salah.”
Dina : “Aku merasa salah sasaran."
Chelsea : “Tidak! Pokoknya gak mau tahu! Pangeran harus diselamatkan sekarang juga!”
Dina : “Bukankah kamu banyak tugas?”
Chelsea : “Argh! Ini gara-gara Cherry yang membuat tugas yang seenaknya. Aku jadi gak bisa bebas."
Farah : “Apakah kita perlu menarik kembali? Sudah banyak korban yang berjatuhan”
Dina : “Aku sebagai Regu Pengintai melihat pertarungan Klub Pangeran di taman akademi.”
Chelsea : “Tarik semua pasukan! Kita memang gagal kali ini. Tapi, lain kali harus berhasil.”
Chelsea : “Aku akan memberi hukuman pada Regu Anggrek 1 karena membuat Pangeran terluka dan membiarkan Pangeran Rivandy kabur."
Dina : “Ok. Aku akan tarik kembali. Farah, ini giliranmu,”
Farah : “Tenang saja. Aku lagi mengirim pesan untuk tarik mundur.”
Chelsea : “Pulang sekolah, aku akan berkumpul di ruangan Klub Pangeran. Aku akan diskusikan sesuatu pada anggota tercintaku ini.”
Farah : “Baiklah! Aku akan mendampingimu, Chelsea-chan.”
Chelsea : “Sudah! Aku mau kerjakan tugas dulu. Bye!”
Dina : “Bye!”
Farah : “Bye!”
Setelah mereka berbicara di aplikasi Zoom, mereka yang berada di taman akademi sambil melihat pertarungan membuat sebuah pesan darurat. Pesan darurat untuk tarik mundur.
Kelas Militer akan dimulai.
__ADS_1