Tuan Muda Romantis

Tuan Muda Romantis
131


__ADS_3

Bram memanggil Pamannya Arjit ke ruangannya.


"Bram, urusan pribadi mendiang Asisten Burhan paman benar-benar tidak tau menahu, sungguh! Urusan kami hanya sebatas kerja. Rumah tangga paman sendiri kacau mana ada waktu menggosip masalah rumah tangga orang lain." tegas Arjit.


Papa dan Om Burhan menyimpan rahasia ini sampai mati dari Bibi namun ada orang yang memberi tahunya sekarang tentu saja ia sangat terpukul.


Hm, Bram bisa memaklumi sikap Dwi tapi kasihan pada istrinya yang jadi korban.


Aku akan merobek mulut si ibu panti itu, kalau apa-apa terjadi antara Bibi dan Kiara, dalam hati Bram panas baran.


"Mama juga bisa-bisanya dia menggunakan rahasia ini mengancam Kiara untuk menjauhi ku, ck minta di hajar juga si Mama sekali-sekali."


Bram mengepal tangannya geram, ingat tadi saat Yudi memberi tahunya bagaimana rahasia ini bisa sampai ke Kiara.


Cklekk! Pintu dibuka.


"Apa ada masalah, kenapa dengan mu?" tanya Bram dahinya mengerut melihat Yudi masuk dengan wajah kusut.


"Tidak apa-apa bos, presentasi nya bagus, menguntungkan bagi kedua belah pihak." jelas Yudi.


Hm."Begitu, apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Bram udah gak sabar ingin menemui Kiara lagi.


Yudi membaca Bram belum makan apa-apa dari tadi bahkan air putih pun belum ada masuk.


"Bos, sebaiknya Bos makan sesuatu dulu, saya akan pergi mengambilnya." jawab Yudi sambil mengambil botol air dari Rak memberikan nya pada Bram.


Manager apa mau sesuatu?" Yudi basa-basi pada Arjit menunjuk pada minuman lain nya.


"Terima kasih Yudi, tidak usah." tolak Arjit.


"Kalau tidak ada lagi paman ke ruangan dulu Bram." pamit Arjit pada keponakannya.


"Hm." Bram hanya bergumam sambil mengangguk tanpa menoleh, pikirannya pada Kiara.


"Yang sabar Bram."


Ucap Arjit lalu keluar berbarengan dengan Yudi yang mau ke pantry.


*


Di krisant Laras dan Sora di ruang tengah nonton yutub bersama di televisi, ternyata ada.


Sora sampai lompat kesenangan nonton chanel yutub favoritnya Marsha and the bear di layar lebar. Selama ini Sora nonton pinjam-pinjam ponsel kaka-kaka nya di Yayasan.


Laras juga memberi Sora makan sandwich nya.


Cklekk!


Pintu dibuka, Dwi keluar dari kamarnya sudah rapi dan membawa sebuah tas baju ukuran sedang di tangannya.


"Ibu." desis Sora takut-takut.


Dwi melihat ke kamar Kiara yang sedikit terbuka ada Kiara berbungkus selimut.

__ADS_1


"Laras, minta Kiara menjaga anak ini sebagai balasan aku menjaganya selama ini. kalau tidak mau, bilang dia antarkan saja kembali ke Panti." tegas Dwi.


Laras terbengong. "Bibi mau ke mana?" tanya nya.


Di depan pagar ada mobil berhenti. "Aku pergi " ujar Dwi keluar menghampiri mobil lalu pergi tanpa menoleh lagi.


"Hiks hiks." Sora kembali terisak di samping Laras.


"Cup cup cup, diam ya. Neh mau main game?" Laras memberi ponselnya, Sora mendorong tangan Laras.


"Mau apa, es krim mau?" pujuk Laras, Sora mengangguk.


"Bentar ya, kita pesan dulu dari hape." ujar Laras membuka aplikasi makanan online.


"Ka, di kulkas ada es krim." jelas Sora suara merengek.


"Begitu, bentar kakak pergi ambil nah main ini dulu ya tapi jangan nangis."


Sora mengangguk menerima ponsel lalu Laras ke dapur ingin melihat es krim apa memang ada.


Gak lama Ponsel Laras di tangan Sora berbunyi.


"Hallo." Sora menjawab panggilan.


"Laras, ngapa suara lo jadi kecil?" teriak Icha dari ujung panggilan.


"Ini Sora bukan Laras, kan emang gue masih kecil ya suara nya kecil lah." ketus Sora.


"Laras nya mana, berikan padanya. Ini ponsel dia kan, ngapa lo yang angkat?!" bentak Icha.


Tit it it. Ponsel pun mati.


Laras dari dapur membawa wadah es krim dan mangkok mendengar Sora mengangkat telpon nya. "Siapa yang salah sambung?" tanya nya.


"Ka, mau." jawab Sora melihat es krim tanpa perduli dengan pertanyaan Laras.


"Bentar pindahin di mangkok. Boleh kaka pinjam handphone." pinta Laras mengulurkan tangan kiri, tangan kanan nya menyendok es krim ke mangkok.


"Mau es krim."


Ujar Sora menyerahkan ponsel lalu mengambil mangkok yang sudah terisi es krim.


Laras memanggil Marissa balik setelah melihat panggilan masuk barusan.


"Lagi di mana?" tanya Icha dari seberang setelah tersambung.


"Lagi di luar ada urusan, ngapa?" jawab Laras balik nanya sambil menjilat sendok es krim nya.


"Yah, gue mau ajak jalan-jalan naik pesawat simulator jadi entar naik yang sungguhan lo udah gak grogi." jelas Marissa.


"Besok deh, gue gak bisa hari ini."


"Ck, gue bosan di rumah sendirian mendingan tadi ikut Daniel, ah!"

__ADS_1


Kesal, Icha memutus sambungan tanpa salam lagi.


Laras meletakkan ponselnya berdua Sora fokus makan es krim sambil nonton televisi.


*


Sebuah mobil parkir di depan pagar.


Laras menoleh, ada Yudi di bangku kemudi. Bram langsung turun sebelum mobil benar-benar stop engine.


"Apa dari tadi Bibi belum keluar dari kamarnya?" tanya Bram pada Laras saat masih di depan pintu.


"Ibu pergi bawa baju." Sora yang jawab.


Bram memandang Sora lalu menoleh lagi pada Laras.


"Hm." angguk Laras.


"Bibi pergi bawa baju satu tas sedang, naik mobil. Kiara ada di kamar lagi tidur jadi dia belum tau." lanjut nya.


Hm, Bram masuk ke kamar Kiara dan mengunci pintunya.


Yudi masuk mengambil duduk di samping Laras sebelah kiri, karena Sora duduk di sebelah kanan. Tubuh mereka menempel di bagian samping, deg.


Kembali jantung Laras berdebar dan malu-malu di samping Yudi yang sibuk dengan tab di tangannya.


Laras melirik Yudi dengan ekor matanya, sambil menjilat-jilat sendok es krimnya.


Hm, dasar gak ada basa-basi,


"Om, mau es krim?" bisik Laras.


Yudi terasa hawa dingin nafas Laras di daun telinganya lalu menoleh menatap wajah manis yang hanya hitungan inchi dari wajahnya, tatapan nya terkunci pada bibir Laras yang merah alami dan kenyal, gak tahan Yudi mendekatkan bibirnya.


"Aku suapin." buru-buru Laras menyumbat mulut Yudi yang udah terbuka dengan sesendok es krimnya.


Hm, Yudi melu mat es krim seolah melu mat bibir Laras. "Ayo kita makan es krimnya di dapur?" bisik Yudi berdiri lalu meraih tangan Laras.


Sora melihat kepergian ke duanya. "Kalian mau pacaran ya?" tanya nya sambil jilat-jilat es krim juga.


"Hm, duduk di situ ya, jangan ngintip." jawab Yudi, Laras senyum dikulum.


Membaca bosnya di kamar juga sedang sibuk membujuk istrinya, di dapur Yudi curi kesempatan merayu Laras.


Yudi meraih pinggang Laras. "Suapin, aa." Yudi membuka mulutnya.


Cis, "Ngapain minta suap aja jauh-jauh ke mari."


Bibir Laras mengerucut, menyuap Yudi es krim lalu gantian menyuapi mulutnya.


Tiba-tiba Yudi menangkup tengkuk Laras dan mencium bibirnya, menyelipkan lidah saat Laras membuka mulutnya.


*

__ADS_1


Hi, pembaca yang Budiman. Ikutin Tuan muda romantis ya. Like, vote dan hadiah nya author ucapkan terima kasih. Semoga jadi berkah bagi anda semua.


jumpa lagi episode selanjutnya 🙏


__ADS_2