Tuan Muda Romantis

Tuan Muda Romantis
143


__ADS_3

Di kamarnya Bram tertidur pulas setelah meminum obat yang diresepkan oleh dokter.


Kiara keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri dan mengeringkan rambutnya, berbaring di samping suami mesumnya itu memandang ke wajahnya yang tampan sekaligus menyebalkan.


Bagaimana bisa aku tahan tidak kemana-mana, tidak ada me time menikah dengan Bram semua yang dilakukan dalam pengawasan.


Dalam hati Kiara menarik nafas dalam lalu memejamkan matanya.


*


Di ruang kerja di lantai dua Yudi menggeliat meluruskan pinggangnya, baru selesai memeriksa berkas kerja dan Email tak terasa waktu sudah menunjukkan angka 02.45wib.


Tadi pekerjaannya sempat tertunda karena harus mengurus bosnya yang sakit tiba-tiba. Setelah membereskan meja kerja Yudi keluar ingin menemui Laras di kamarnya.


Melihat jam sudah dini hari kasian juga Laras harus menunggu, sebaiknya tadi aku minta dia tidur dulu.


Dalam hati Yudi memindai ternyata Laras memang sudah tidur, syukurlah.


Sendirian? Lalu di mana Sora, apa bersama Sabit?


Yudi berjalan keluar dari ruang kerja, kebetulan merasa lapar Yudi belok ke dapur hendak melihat apa ada yang bisa dimakan. Selagi berjalan Yudi memindai ruang belakang sambil mencari keberadaan Sora.


Beberapa orang chef sedang memasak untuk satuan pengaman yang berjaga malam sekalian persiapan bahan untuk dimasak besok pagi.


Sementara Samsir tertidur di sofa ruang santai dapur, kenapa? Bukankah ia satu kamar dengan sabit. Yudi memindai ternyata ada Sora masih main hape di sampingnya Sabit yang sudah tertidur pulas, astaga!


Yudi memindai apa yang dilihat Sora di ponsel Laras, ternyata ia sedang asik melihat yutub ada beberapa adegan ciuman dari drama korea.


Hm, Yudi membuka pintu kamar Sabit, Sora terkejut menyembunyikan hapenya di belakang punggungnya.


Yudi mendekat, "Berikan ayah ponsel Mama Laras, kamu sekarang tidur!" tegas Yudi mengulurkan tangannya.


Sora merengut, "Belum ngantuk, tadi sore baru tidur." jawab Sora takut-takut.


Ck, bagaiman mengurus anak aku mana tau.


Dalam hati Yudi, apalagi ini anak orang. "Tapi ini sudah mau pagi ayo tidur, kamu ikut ayah Yudi ke kamar berikan ponsel Mama Laras atau besok kamu tidak usah dibelikan tablet." ancam Yudi.


Mendengar itu, "Nah!" Sora melempar ponselnya beruntung tidak jatuh ke lantai karena Yudi buru-buru menangkap nya, hm.

__ADS_1


"Aku tidur di sini ya ayah." Sora langsung telungkup di samping Sabit memejamkan matanya.


Yudi dilema, Samsir jadi tergusur gara-gara Sora.


Besok aku harus mendapatkan seorang guru untuk menjadi sitter anak ini, biar nanti sekalian diajarkan disiplin.


Dalam hati Yudi keluar dari kamar Sabit menutup pintunya, menuju meja makan utama mengambil beberapa menu yang tadi sudah dipilihnya nanti mau disantap bersama Laras. Lalu Yudi berjalan menuju kamarnya di ujung lorong.


Di depan kamar bosnya Yudi memindai Tuan muda sudah tertidur akibat pengaruh obat, tapi tidak dengan Nyonya muda yang masih terjaga.


Apa yang dipikirkan nya,


Dalam hati Yudi membaca, tenyata Kiara sedang mencari cara bagaimana bisa bertemu dengan ibunya tanpa diketahui oleh Tuan muda Bram maupun Nyonya Alisha.


Kasihan juga mengetahui Kiara tertekan hidup bersama Tuan muda karena tidak bisa bebas kemana-mana


Dalam hati Yudi kepikiran Laras apakah sama dengan Kiara, sementara ini memang belum gak taulah nanti.


Sampai di kamarnya Yudi menyusun makanan di meja mau membangunkan Laras menemani nya makan, sekalian ehm ehm Yudi senyum-senyum sendiri mau apalagi ya membuat dedek bayi.


Yudi masuk ke ruang tidur sebelum membangunkan Laras ia ke kamar mandi memenuhi panggilan alam.


Selesai makan Yudi kembali ke kamar baring di samping Laras, menatap wajahnya lekat-lekat lalu meraih ponselnya membuka satu nomor yang lama disimpan nya kemudian membuang nya begitu saja.


🎶Selamat tinggal masa lalu, aku kan melangkah. Maafkan lah segala yang... pernah ku lakukan padamu...🎶


Five Minutes adalah boyband favoritnya 20 tahun yang lalu, Yudi bernyanyi dalam hati meletak lagi ponselnya di nakas lalu membawa Laras ke dalam pelukannya seperti memeluk guling.


Tidak ada acara buat dedek bayi, hah!


Yudi mendesah mengecup Laras sebelum akhirnya terlelap.


*


Merasa tubuhnya seperti ada yang menimpa, Laras terjaga membuka matanya.


Jam berapa dia masuk kamar tadi.


Dalam hati Laras geli melihat Yudi hanya pakai cangcut warna putih cerah dan kaos singlet warna senada lalu kemana selimut terbang?

__ADS_1


Laras melihat jam, lampu kamar yang redup tidak terlalu jelas melihat ke dinding ia meraba-raba sepertinya pukul 03.00 lewat.


Perlahan Laras mengangkat tangan dan kaki Yudi yang mengikat tubuhnya lalu meraih ponselnya di nakas, ia ingat tadi Sora meminjam nya.


Lalu bagaimana ponsel ini ada di sini, mana anak itu kenapa tidak kembali ke kamar.


Dalam hati Laras melihat layar ponselnya waktu sudah pukul 03.45 wib pagi. Penasaran ingin melihat Sora apa mungkin ia tertidur si Sofa, Laras beranjak turun dari kasur membuka pintu melihat kosong. Kamar juga sepi tidak ada siapa-siapa, mungkinkah bersama Sabit?


Laras ke kamar mandi membuang hajat sekalian ia menggosok giginya. Kembali ke kasur berbaring di samping Yudi, masih ada satu jam sebelum subuh namun Laras sudah tidak mengantuk lagi.


Tidak ada kerjaan Laras memandangi wajah Yudi yang tertidur pulas. Di bawah lampu ruang tidur yang redup, jemari Laras menyusuri lekuk wajah Yudi dari mata hidung lalu ke bibirnya berlama-lama, tiba-tiba mata Yudi terbuka Laras menarik tangannya tersenyum menutup mulutnya.


"Maaf." ucapnya dari balik jemarinya.


Tanpa sepatah kata Yudi bangun dari kasur menuju kamar mandi, entah mau ngapain Laras tidak tau namun tidak lama-lama Yudi sudah keluar lagi naik ke kasur menimpa Laras dalam kungkungan nya.


"Ayo buat dedek bayi." bisik Yudi di wajah Laras menatap ke dalam matanya memohon.


Cis, Laras menangkup wajah Yudi, mengusap-usapkan jari jempolnya ke pipi lembab nya yang dingin, jadi dia ke kamar mandi mencuci mukanya.


"Sebentar lagi subuh, kenapa tadi gak bangunkan aku." ujar Laras.


"Mana Sora?" lanjut nya lagi bertanya sebelum Yudi bersuara.


"Tidur di kamar Sabit."


Jawab Yudi semakin mendekatkan wajahnya, menempelkan bibirnya. Harum pasta gigi tercium dari nafas Yudi terasa segar di indra penciuman Laras, jadi ternyata gosok gigi juga.


Tidak mungkin lagi menolak, adalah kewajibannya sebagai istri membahagiakan suaminya.


Laras memejamkan matanya terasa Yudi menyesap bibirnya, lidah menyusup ke dalam mulutnya yang terbuka.


Akhirnya jadi juga buat dedek bayi.


Dalam hati Yudi dengan semangat menciumi Laras bertubi-tubi.


*


Hi, pembaca yang Budiman. Ikutin terus Tuan muda romantis ya. Segala dukungan author ucapkan banyak terima kasih semoga jadi berkah bagi anda semua.

__ADS_1


Jumpa lagi pada episode selanjutnya.


__ADS_2