
Bacalah saat tidak berpuasa.
Sebelum pulang ke rumah besar, Yudi mampir ke hotel WJ. Sambil memindai apakah Olivia dan Junior sudah berada di kamarnya, ternyata tidak ada.
Yudi memberi arahan Manager hotel agar segera menyiapkan kamar dan pada Manager resto agar menyiapkan meja dan bahan masakan untuk menyambut tamu dari Korsel besok malam.
"Maaf mendadak, kita juga dapat konfirmasi dadakan. Tuan muda yang akan memasak sendiri jadi pastikan semua bahan dan alat tidak ada yang cacat." tegas Yudi.
"Siap, Bos." jawab kedua manager ikut-ikutan memanggil Yudi Bos.
"Apa tamu dari Amrik sudah cek out?" tanya Yudi.
"Belum Bos, belum ada konfirmasi." jawab Manager hotel.
Hm, begitu. Jadi kemana mereka.
Di ruangan VIP resto hotel Yudi menerima laporan kerja dari anak buahnya.
"Ini laporan hasil test DNA." anak buah Yudi menyerahkan salinan aslinya.
Karena Yudi sudah mendapat email langsung dari labnya, sehingga dia sudah tidak deg degan lagi mau membuka map nya.
Seketika Yudi mengerut dahi melihat hasil yang tertulis bahwa Suganda tidak ada kecocokan DNA dengan nya, begitu juga Sabit dengan dirinya. Sementara Sabit dan Suganda tetap cocok salinannya tidak diubah.
Hais, siapa ini punya kerjaan,
Dalam hati Yudi lalu membaca anak buahnya, ternyata mereka disenggol seorang anak remaja di lab rumah sakit dan map nya ketukar. Karena anak remaja memakai kaca mata dan berambut palsu jadi anak buah Yudi tidak mengenali nya.
Hm, Junior anak ingusan itu ingin bermain-main dengan ku. Apa dia gemar nonton drama kriminal, darimana lagi ia mendapat ide murahan seperti ini.
"Suganda sudah dibebaskan Bos, siang ini barusan Junior yang menjemputnya di kantor tahanan sementara." lapor anak buah Yudi.
"Iya, saya sudah tau." jawab Yudi.
"Satu lagi Bos, Junior bertemu pengacara Suganda tadi pagi, siang Suganda mendapatkan kebebasan nya. Sepertinya bebasnya Suganda ada peran Junior yang membantu nya. Pelapor utama atas kejahatan Suganda meninggal dunia tadi malam karena serangan jantung meninggalkan wasiat bahwa dia tidak yakin dengan laporannya."
__ADS_1
Hm, begitu dalam hati Yudi tidak heran, kenapa tadi Suganda satu mobil dengan Junior dan Olivia.
Cepat juga anak itu kerjanya, sepertinya aku salah memberi nya data tentang diriku dan Suganda...
Apa rencana si Junior ini sampai-sampai ibunya sendiri diumpankan nya pada penjahat...
Tapi apakah Olivia tau apa yang direncanakan Junior?
*
Yudi kembali ke rumah besar, di kamarnya bertemu Laras sedang di dapur memasukkan pakaian ke mesin cuci, lalu membaca apa yang terjadi.
Yudi tersenyum pada Laras memeluk di pinggang nya dari belakang. Rambutnya digulung handuk ke atas sehingga Yudi leluasa mencium wangi tubuh Laras yang harum baru selesai mandi.
"Kenapa cuci pakaian sendiri lagi?"
Tanya Yudi mengecup tengkuk halus walaupun ia sudah tau alasan Laras tidak mau bertemu Salma di ruang pakaian.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin ada kesibukan." jawab Laras pelan menikmati hisapan Yudi di pundaknya.
Yudi memutar Laras menghadap nya, namun Laras tidak mau menatap nya.
Yudi mengerut dahi. "Baru kemaren kan pendarahan datang bulan?" wajah Yudi gantian merengut
"Mana, kapan? Kemaren bukan datang bulan tapi hilang perawan."
Jawaban Laras kontan membuat Yudi merasa bersalah lalu memeluk Laras. Satu tangan di pinggang satu lagi mengusap belakang kepala. "Maaf, jangan diingat lagi." Yudi semakin menekan tubuhnya merasakan dada empuk dan kenyal.
Hm. "Salma akan dipindahkan ke Mansion baru, skill nya lebih dibutuhkan di sana. Sora juga akan ikut bersama jadi kita akan bebas punya kehidupan sendiri." jelas Yudi tersenyum lebar.
Laras mendorong Yudi. "Kenapa juga Sora dibawa?" ketus Laras merasa keberatan, dia pasti akan kesunyian.
"Suganda sudah dibebaskan, Olivia dan Junior bersama nya. Kemungkin Junior akan membawa Sabit dan Sora pada Suganda, lalu bagaimana dengan Salma apakah kamu tega membiarkan dia berpisah dari putrinya."
Laras menggeleng.
__ADS_1
"Malam nanti waktu dini hari mereka akan berangkat ke Mansion baru." jelas Yudi.
"Kamu juga jangan sembarangan keluar rumah, bukan tidak boleh keluar tapi beritahu sebelumnya jadi kita bisa atur orang buat ngantar, jangan pernah mau membantu Nyonya muda menyelinap lagi, ngerti Laras."
Hm, "Iya, enggak." janji Laras.
"Aku juga tau kamu tidak sedang datang bulan, jangan coba-coba membohongi ku." ujar Yudi lalu meraih kancing baju Laras.
Laras menahan tangan Yudi. "Mau apa?" tanya nya.
"Mau susu." jawab Yudi dengan cueknya membuka tiga kancing paling atas, dengan lembut meraba, mengelus-elus.
"Ada Sora di kamar, entar tiba-tiba bangun dia lihat." ujar Laras sambil menahan getaran tubuhnya yang meremang.
"Kalau jam segini tidur, dia belum akan bangun."
Yudi menarik tangan Laras duduk di sofa, lalu memeriksa ruang tidur sebentar. Melihat Sora tertidur pulas lalu Yudi mengunci pintunya dari luar kembali ke sofa duduk di samping Laras.
"Ayo baring."
Titah Yudi mendorong Laras lalu ia menghimpit tubuhnya. Mengeluarkan isi di dalam bra, membenamkan ujung bukit masuk ke dalam mulutnya.
Laras membusungkan dadanya meremas rambut kepala Yudi agar mengisapnya lebih dalam dan Yudi semakin rakus melu mat gundukan dan menyesap-nyesap ujungnya, ah Laras mendesah mengerang mendesah mengerang.
Puas bermain-main di bukit Yudi manjat ke leher jenjang, perlahan naik meraih bibir dengan lembut melu mat, Laras membalas ciuman lidah saling bertautan.
Nafas masih memburu Yudi melepaskan ciuman. "Aku mau masuk Laras." desis Yudi suara berat.
Hm, Laras mengangguk bantu membuka kancing kemeja Yudi, lalu melepasnya.
Yudi bangun lalu melorotkan celana bahannya sekaligus segitiga nya. Kelihatan belalai panjang gemuk dan sehat, Laras bermain-main sebentar sebelum Yudi membantu melepaskan pakaiannya.
"Kamu di atas ya."
Ujar Yudi setelah Laras polos membawa nya duduk di pangkuannya.
__ADS_1
****
Hi, Pembaca yang Budiman. Ikutin terus Tuan muda romantis.Jumpa lagi episode selanjutnya. 🙏