Tuan Muda Romantis

Tuan Muda Romantis
47


__ADS_3

Dwi mengangguk tersenyum datar, ia juga serba salah. Kiara masih muda, belum setuju Kiara menikah tapi anak itu sudah hamil, terpaksa harus dinikahkan.


Kiara merasa gak enak hati memandang Beno, kemudian melepaskan genggaman tangan Bram berlari kecil ke arah Beno dan memeluk pinggangnya.


"Meno, terima kasih." Kiara terisak di pelukan Beno.


Beno yang tinggi, Kiara hanya sampai batas lehernya balas memeluk Kiara. Kiwawanya.


"Hm, Kiwawa." desis Beno mengecup pucuk kepala Kiara sayang.


Bram menatap tangannya hampa, Kiara lepas dari genggamannya. Bram mengusap wajahnya kasar, menggertakkan giginya membuang muka.


Meno..Kiwawa apa-apaan ini?


Hati Bram gak rela Kiaranya dipeluk pria lain di depan batang hidungnya. Tangannya mengepal menahan marah serta cemburu. "Pergilah kalau kamu berat berpisah dengannya!" Sergah Bram, kemudian berbalik badan meninggalkan Kiara yang masih di pelukan Beno. Bram berjalan cepat keluar dari rumah Beno menuju mobilnya disusul Yudi yang kebingungan.


Susah payah mendapatkan Nona malah gak jadi nikah, dalam hati Yudi kesal mengejar bosnya.


Kiara terpelongo beberapa saat, lalu mendorong Beno berlari mengejar Bram yang sudah dekat ke mobilnya.


"Ka Braaam!" panggil Kiara teriak mengejar Bram.


Tapi Bram gak menoleh, ia dengan cepat masuk ke mobil dan memerintahkan Yudi segera menjalankan mobilnya.


Kiara terus mengejar mobil yang sedang berjalan sampai keluar dari gerbang.


"Ka Braaam!" teriak Kiara berlari sampai terjatuh, air matanya juga jatuh.


Seolah ingin mendramatisir keadaan, hujan pun turun tiba-tiba deras, petir juga menyambar. Kiara menangis, gak tau di mana salahnya kenapa Bram segitu marahnya.


Yudi melihat Kiara melalui spion.


"Bos, Nona terjatuh mengejar mobil." Yudi memberitahu Bram.


Namun Bram bergeming tak mau menoleh kebelakang. "Terus jalan." ujarnya menahan geram.


Beno mengejar Kiara kemudian mengangkat tubuhnya yang terduduk di aspal. Ia membawa Kiara masuk ke dalam rumah, antara sedih ataukah bahagia.


Dwi menyambut Kiara di pintu, tubuhnya basah kuyup. Lucita membawakan handuk.


Dwi membalut tubuh Kiara dengan handuk sebelum membawa nya masuk ke dalam rumah. Ia memandang kasihan pada Kiara tak sanggup berkata-kata, hatinya semakin membenci keluarga Wijaya.


Syukurlah gak jadi menikah.


Di ruang tengah Kiara di pelukan ibunya sesenggukan, kejadian ini sangat mengejutkan. Lebih mengejutkan dari tembakan Sniper yang melesat hanya hitungan inci melewati kepalanya.


Sedangkan perlakuan Bram langsung mengenai jantungnya, sakit tak tertahankan. Rasanya Kiara mau mati saja, seketika ia pingsan tak sadarkan diri.


Dwi panik dan menjerit histeris menepuk-nepuk pipi Kiara.


"Kiara, Kiara!"


Beno juga panik, langsung menghubungi dokter pribadinya.

__ADS_1


"Cepat atau kau ku pecat!" teriakannya membuat orang yang di ujung sambungan mati ketakutan.


Lucita memberinya pertolongan pertama, memancing indra penciuman Kiara dengan minyak aromatherapy. Kiara siuman sebentar tapi kemudian pingsan lagi.


Beno menggendong Kiara ke kamar, lalu ia keluar mau mengganti pakaiannya yang kuyup.


Dwi menggantikan gaun Kiara yang basah dengan piyama tidur. Luka di lutut Kiara perbannya sudah terbuka, Lucita membawa medikal kitnya, kembali membalutnya.


Mungkin menunggang petir dalam lima menit dokter sudah sampai di kediaman Beno, segera memeriksa keadaan Kiara.


"Dalam tubuhnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hanya harus menjaga mentalnya." kata dokter.


Beno yang sudah selesai mengganti bajunya masuk ke kamar Kiara. Melihat Kiara sudah ditangani dokter, ia pun merasa lega.


"Aku akan menyuntiknya obat penenang, Beno. Juga resep obat untuk seminggu. Diminum hanya saat mentalnya down." ujar dokter.


Beno mengangguk mengepal tangannya menahan marah, pada penembak dan juga pada Tuan muda Wijaya.


Sebelum menyuntik Kiara, Dwi bertanya.


"Dokter, putri saya sedang hamil apakah tidak masalah jika ia meminum obat?"


Dokter mengerutkan dahinya dan melakukan pemeriksaan ulang pada Kiara. "Saya tidak menemukan adanya tanda-tanda kehamilan. Namun begitu, kalau Nona siuman lakukan test pack kalau memang positif jumpa obgyn." jelas dokter.


Dwi bernapas lega dan sesungging senyum di ujung bibir Beno.


*****


Di mobil Yudi memujuk Bram lagi jangan terlalu posesif agar segera kembali menjemput Nona Kiara.


Gak lama Alisha telepon, "kenapa lama sekali menjemput Kiara?" tanya nya dengan suara gelisah.


"Maaf Ma, tidak ada pernikahan." jawab Bram lemah.


"Kenapa Bram, apa Dwi tidak mengizinkan?" tanya Alisha lagi.


"Mama kembali saja ke rumah besar, Bram mau langsung ke Apart." jawab Bram memutuskan panggilan Mamanya.


Sesampai di Apart Bram langsung berbaring meringkuk di kasurnya. Yudi mengajaknya makan tidak diindahkan. Sepanjang malam Bram terus gelisah tidak tidur sampai pagi.


****


Di kediaman Beno di kamar Kiara.


Sampai pagi pukul 8.00wib, Kiara belum bangun. Dwi menjadi sangat khawatir karena Kiara telah melewatkan makan malam dan sekarang waktunya sarapan. Kemungkinan perutnya lapar.


Dwi menyentuh pipi Kiara.


"Kiara, bangun Nak." panggil Dwi. Kiara bergeming belum mau membuka matanya.


Kemudian Lucita datang membawa sarapan. "Kiara belum mau bangun Lucita." ujar Dwi suaranya khawatir.


Lucita gak tau mau bilang apa. Teringat saat mengobati luka Kiara begitu sayang dan begitu mesranya. Bagaimana bisa tiba-tiba marah dan memutuskan hubungan. Menggelikan dan gak masuk di akal.

__ADS_1


Ada pria bodoh seperti itu, hidup lagi cih, dalam hati Lucita.


"Sabar Bu, mungkin pengaruh obat. Kelihatan wajahnya tenang, semoga setelah bangun nanti mentalnya sudah kuat." jawab Lucita menghibur Dwi.


"Terima kasih Lucita." ucap Dwi.


Dwi mengusap wajah imut Kiara, dalam hatinya bertanya-tanya. Kenapa wajahnya semakin mirip dengan Trie adiknya yang hilang.


*****


Jam 8.00 wib pagi.


Beno di kantor polisi menyaksikan penembak rumahnya lagi diinterogasi.


"Masih belum mau buka mulut." ujar Polisi Rahasia menggeleng saat keluar dari ruang interogasi.


"Kita harus buat dia mengaku sebelum dilimpahkan pada jaksa." ujar Beno.


"Sangat keras, sepertinya dia siap mati." ujar Polisi Rahasia lagi.


Gak lama Bram dan Yudi datang. Bram juga penasaran siapa yang telah menembak Kiara, meminta Yudi mengantarnya ke kantor polisi sebelum ke kantornya.


"Bagaimana?" tanya Bram pada Polisi Rahasia.


Bram melihat pada Beno, hatinya terluka teringat Kiara di pelukan pria ini. Rasa ingin menghajarnya.


"Belum mau buka mulut bos." jawab Polisi Rahasia.


"Boleh saya masuk Pak Detektif." pinta Yudi, ia ingin memindai otaknya. Polisi mempersilahkan Yudi masuk.


Di luar ruangan, Polisi Rahasia berdiri di antara Bram dan Beno melihat dari kaca ke dalam, interaksi antara Yudi dan penembak Kiara.


Gak lama Yudi keluar, ia menggeleng.


"Yang memerintahkan penembakan si Bryen, bodyguard Nona Evita anak perempuan Raharja Sibolon company." ujar Yudi.


"Mereka dilatih di sebuah ruangan rahasia, setiap masuk ke sana mereka ditutup matanya. Ada ratusan lebih orang semuanya pernah jadi kuli panggul di pasar raya." lanjut Yudi lagi.


Ke tiga pria Bram, Beno dan Polisi Rahasia menatap heran, bagaimana Yudi mendapatkan informasi itu.


Yudi melirik Beno yang memperhatikannya bicara, mencoba bersikap ramah tersenyum padanya. Tapi Beno membuang mukanya, wajahnya dingin ada aura kemarahan di sana.


Lalu Yudi memindai otak Beno, di sana ada gambar Kiara yang pingsan tidak sadarkan diri semalaman. Hatinya miris mengingat Tuan mudanya juga dari semalam tidak tidur dan gak selera makan.


Yudi melihat Beno keluar menjauhi ruangan dan membuat panggilan. Dari jarak dua puluh meter Yudi masih bisa memindainya.


"Akuisisi semua perusahaan atas nama Sibolon company and Raharja, finish him!" suara Beno mengandung ancaman.


gleg. Yudi menelan ludahnya. Setidaknya Raharja sudah ada yang mengurus untuk membalaskan dendamnya.


Sekarang bagaimana dengan Tuan mudanya? Karena di otak Beno juga ada kebencian pada bosnya, apakah akan dibantainya juga.


*****tbc

__ADS_1


hi , readears. Terima kasih sudah Like dan votenya. Dukung terus Bram menikah dengan Kiara ya. Klik ♥️favorit biar terus terupdate ya guys.🙏


__ADS_2