Tuan Muda Romantis

Tuan Muda Romantis
21


__ADS_3

Di rumah Besar Wijaya.


Yudi tiba di rumah besar tepat waktu, setelah membereskan beberapa hal ia menjemput Bram lagi setelah dua jam mereka berpisah.


Alisha melihat Bram keluar dengan stelan resmi kemudian membuat panggilan menghubungi intelnya.


Yudi membawa mobil ke Hotel WJ biasa mereka meeting, bertemu klien kemudian memesan makanan. Sementara Yudi dan klien membuat kesepakatan, Bram masuk ke lift naik ke lantai paling atas.


Bram menempelkan kartu akses pintu  terbuka, seseorang dari masa kecilnya ada di sana menyambutnya dengan hangat.


"Hallo little boy." sapa Daniel.


"Maaf aku gak hadir di pemakaman Paman." ujarnya merangkul Bram menepuk punggungnya.


Bram mengurai pelukan Daniel buru-buru, ia merasa risih kalau dipeluk sesama lelaki.


"Tidak usah minta maaf, bagaimana kamu sudah siapkan yang ku minta." tanya Bram to the point.


"Bram untuk apa kamu KB, kamu ingin berbuat nakal pake sarung juga bisa!"  ujar Daniel penasaran tentu karena usia Bram baru dua puluh tahun.


Oh ya, Daniel ini adalah Dani teman masa kecil Bram yang dulu  meninggalkan Bram sampai nangis kejang-kejang.


Ternyata Dani pindah ke Thailand karena Ayahnya diangkat jadi duta besar di negara yang dijuluki negeri gajah putih itu. Kemudian ia menjadi betah di sana dan mendapatkan Permanen Residen.


*****


Senin jam 10 malam.


Kiara berbaring malas di ruang tengah rumahnya menonton tv sendirian karena ibunya sekarang berada di rumah besar. Mau nelpon si Bram ia tidak punya nomornya.


Hm, memang gak ada niat si mesum itu mau ngasi nomornya ke aku.


Baru bertemu sudah rindu..


Bagaimana kalau berpisah jauh, ah


bisa mati aku karena rindu.


Kiara menggulir-gulir nomor kontak di ponselnya, tiba-tiba matanya membulat pada satu nomor kontak yang gak pernah disimpannya.


💞suamiku, siapa ini?


Kemudian Kiara membuat panggilan.


*****


Jam 10 malam, Bram masih bersama Daniel di suit room hotel WJ.


Ponselnya masuk tanda panggilan dari  💞istriku, se sungging senyuman di bibirnya.


Akhirnya kamu nelpon juga sayang, kemudian mengangkat panggilan.

__ADS_1


Bram               :  "hallo."


💞istriku         :  "Ka Bram!"


Bram                :  "hm iya sayang, apa kamu merindukanku?"


💞istriku          :  "Cih, ge-er. Ka Bram lagi apa?"


Bram                 : "Lagi merindukanmu" sayang. "


💞istriku           : "Hahaha aku gak."


Bram                  : "Tunggu aku datang sayang."


💞istriku            : "Benarkah?"


Bram                   :  "Benar sayang sudah dulu ya, aku ada urusan bye."


💞istriku             : "Bye sayang muach."


Dengan tersenyum Bram menutup panggilan.


"Wah, Bram kecil sudah dewasa sayang."  ledek Daniel menggoda Bram.


Bram mendengus tersipu malu.


"Jangan sirik kau, Dani empat hari lagi aku nikah! Aku mengundangmu, kamu jangan balik thailand dulu."


"Aku tidak menikah dengannya, tapi dengan orang lain yang tidak aku suka, hanya karena Mama." jawab Bram menarik napas dalam.


"Begitu ya, ada lagi yang tidak aku ketahui, baru sebulan yang lalu kita berpisah di JFK kau sudah banyak memberiku kejutan Bram." tanya Daniel.


"Aku akan menikah dengan Nona Muda Sibolon Company." ujar Bram lemas.


Sibolon Company tentu saja Daniel tau. Hotel dan tempat hiburan malamnya banyak di thailand.


Daniel adalah dokter ahli bedah lulusan termuda. Bedah plastik, fermak tubuh, wajah dan kelamin ia ahlinya. Daniel punya klinik kecantikan yang terkenal di antara model papan atas dan orang kaya lainnya. Hanya yang benar-benar berduit yang bisa menjadi pasiennya.


Daniel menyukai Bram sejak kecil. Daniel menyadari kalau ia penyuka sejenis dan  Bram adalah cinta pertamanya. Sampai sekarang Daniel masih menyukai Bram bahkan Daniel yang pertama mencari Bram sampai ke Amrik.


Daniel memberi Bram hadiah cincin termahal peringkat tiga dunia saat ulang tahun kesembilan belas tahun lalu, namun Daniel tidak berani mengutarakan perasaannya pada Bram. Takutnya Bram akan membencinya dan tidak ingin lagi bertemu dengannya.


Sekarang Bram akan menikah dan dia juga punya pacar wanita artinya dia memang normal, semakin jauh harapan Daniel untuk memiliki Bram.


"Little Boy, kamu akan menikah gimana pacarmu masih mau menerimamu. Bahkan kalian kelihatan sangat mesra?" tanya Daniel penasaran.


"Aku paksa."


"Maksudnya?" Daniel mengerutkan dahi.


"Aku tiduri dia, aku manjakan dengan sentuhan-sentuhan maut ku." ujar Bram menyeringai.

__ADS_1


glek. Daniel menelan salivanya ia sangat cemburu.


"Hai little boy kau mesum!"


Daniel geleng Kepala gak nyangka adik kecilnya yang dulu imut telah tumbuh jadi pria mesum.


"Hei aku hanya mesum padanya, cepat! Jadwalkan operasi untukku sebelum hari Sabtu. "


"Baiklah Bram aku ada satu jadwal di sini selebihnya kamu pakai bebas kapan saja kamu mau."


"Sip! Akan aku kabari segera sebaiknya kamu standby." ujar Bram. Ia telah lama meninggalkan Yudi kemungkinan meeting sudah selesai. "Aku turun dulu Dani, nanti aku kabari."


Daniel memeluk Bram dengan manyun Bram membalas pelukan Dani sebelum berlalu pergi. Ia masuk ke lift turun ke bawah menemui Yudi di resto Hotel.


****


Yudi sudah selesai meeting masih menunggu Bram di resto hotel WJ. Matanya sedang memindai para tamu yang lalu lalang keluar masuk.


Ceritanya, lima belas tahun  yang lalu Yudi dikejar-kejar debt kolektor karena Ayahnya yang kabur banyak meninggalkan hutang. Di dalam perkelahian kedua mata Yudi mengalami cedera.


Untungnya saat itu Burhan menemukan Yudi di sisi sebuah hotel kumuh dalam keadaan masih bernyawa.


Seorang dokter mata, ahli robotik kenalan Tuan Pramudya sedang melakukan percobaan hasil penemuannya. Membuat chip mata palsu yang bisa disambung ke saraf otak agar penyandang tuna netra bisa melihat dunia.


Tuan Pramudya mengizinkan dokter menggunakan Yudi sebagai percobaannya.


Setelah itu Yudi bisa melihat tujuh kali lebih tajam dari pandangan manusia biasa.


Tentu saja ini harus jadi rahasia agar orang-orang tidak takut memandangnya. Bahkan Tuan Pramudya sendiri tidak diberitahu kecuali mata biasa yang hanya sekedar bisa melihat saja. Sejak saat itu Yudi menjadi loyal pada Tuan Pramudya.


Dokter tidak memproduksi lagi mata itu, mengingat biaya pembuatannya yang mahal dan pengerjaannya yang rumit. Dokter juga takut mata ajaib itu jatuh pada orang yang salah dan menggunakannya untuk tindak kejahatan.


Sesaat Bram datang menghampiri Yudi.


"Yudi tolong atur aku mau jumpa Kiara." bisik Bram ke wajah Yudi.


Yudi yang bisa memindai otak Bram pun tersenyum kecut.


Kenapa kepala si bos ini isinya tubuh polos Nona semua ?


"Apa kau senyum-senyum? " tanya Bram gak senang.


Yudi pun berdiri. "Mari bos ikut saya."


******


Kiara sedang gelisah di ruang tengah, gak bisa tidur karena tadi siang ia sudah banyak tidur di pelukan kekasihnya.


Cih ini hampir jam dua belas malam, jam berapa mau datang, ahh!


****tbc

__ADS_1


Hi , readers, dukung Like dan votenya ya. Share juga ya guys dan rate lima bintangnya. 🙏


__ADS_2