
Di kamar mandi Bram.
Kiara kaget melihat gaun belakangnya ada bercak darah. Belum hilang rasa kagetnya ,
dor dor dor..
"Sayang! Kamu gapapa?" Bram menggedor pintu kamar mandi, ia sangat khawatir.
Kiara yang mendengar teriakan Bram lalu membuka pintunya.
Bram menerobos masuk memeriksa tubuh Kiara. "Sayang, darimana keluar darahnya?" tanya Bram memutar tubuh Kiara.
Ya Tuhan, aku selalu menyakiti Kiara, mungkinkah karena penyatuan di mobil tadi? Dalam hati Bram
Ia melihat gaun di pantat Kiara juga ada bercak merah.
"Ka, tolong belikan pembalut ya aku datang bulan." ujar Kiara malu.
"Apa, datang bulan?"
Jadi ini datang bulan, dalam hati Bram lega bercampur resah.
"Iya, menstruasi."
"Aku tau, tapi kenapa bulannya datang sekarang? Kenapa gak bulan depan?!" ujar Bram spaning. Ia mengusap rambutnya kasar.
"Ka Bram jangan aneh-aneh deh, cepat belikan ya." rengek Kiara.
dor dor dor
"Bram, buka pintunya!" suara Alisha.
Bram menoleh ke arah suara, ada apa lagi si Mama berisik, lalu ia keluar dari kamar mandi.
"Ada apa Ma!?" suara Bram emosi setelah pintu terbuka.
Plak! Alisha menepuk bahu putranya.
"Kamu, di mana Kiara?" Alisha menerobos masuk Kamar Bram clingak-clinguk.
"Di kamar mandi." jawab Bram menggosok bahunya yang perih.
"Ngapain kamu sembunyikan?" ketus Alisha.
"Tidak disembunyikan Mama! Kebetulan Mama datang tolong belikan pembalut ya, Kiara lagi datang bulan."
"Mama?" tunjuk Alisha ke wajahnya.
"Iya, masa Bram! Bram kan laki-laki gak ngerti." Bram mengangkat bahu melebarkan kedua tangannya.
"Ada banyak pelayan di rumah ini, kamu nyuruh Mama!" bentak Alisha.
"Hehe, ya maksud Bram gitu. Mama yang suruh lah." Bram cengengesan mendorong mamanya dari belakang.
"Bram, lama-lama kamu makin kurang ajar aja sama Mama!" sentak Alisha.
"Maaf Ma, tolong ya." mohon Bram mengatupkan dua telapak tangannya.
Alisha semakin dibuat kesal saja pada putra semata wayangnya ini, namun begitu dia pergi mencari pelayan. Seketika Bram menutup pintu kamarnya.
*****
Di ruang pakaian.
"Tik, sejak Tuan muda datang rumah besar jadi tambah heboh ya. Tapi aku lihat pacar Tuan muda gak cakep deh. Masih cakepan gua, lebih seksi body gua."
Nining salah satu tukang masak lagi main hape sedang menggosip sama si Tika di ruang pakaian.
"Tika." tiba -tiba Alisha memanggil Tika yang lagi nyetrika.
"Iya, Nyonya." jawab Tika berhenti nyetrika.
Melihat Alisha, Nining yang lagi main hape kaget. "Nyonya." sapanya berdiri dari duduk malasnya menunduk hormat.
Alisha melihat Nining dari atas sampai bawah. "Kamu, pergi beli pembalut ke market!" akhirnya Alisha menyuruh Nining yang lagi gak ada kerjaan.
"Pembalut banyak di lemari dapur Nyonya, persediaan khusus kalau kita lagi datang bulan." jawab Nining getar-getar.
"Oh gitu, coba kamu ambil yang bersayap."
"Baik Nyonya." jawab Nining langsung cabut.
"Tika, kamu saya kasi tugas baru melayani Nona Kiara calon istri Tuan muda. Nanti yang urus pakaian, saya minta Samsir mencari orang kerja lagi." jelas Alisha.
__ADS_1
Tika mengangguk, belum sempat menjawab, Nining datang membawa pembalut.
"Ini Nyonya." ujarnya memberi Alisha pembalut.
"Kamu rebus air jahe gula merah. Ukuran anget sedang kalau sudah matang minta Tika antar ke Kamar Tuan muda, ngerti." perintah Alisha pada Nining.
"Ngerti Nyonya." angguk Nining.
Setelah mendapatkan pembalut, Alisha pergi dari ruang pakaian.
Seketika tubuh Nining langsung melorot ke lantai Tika menertawakan Nining.
"Makanya lu jangan kepedean."
"Gak biasanya Nyonya mau kebelakang, ya." kesal Nining mengutuki diri sendiri karena ketahuan bergosip.
******
Alisha mau ke kamar Bram melewati ruang keluarga, bertemu Yudi yang lagi meeting di depan laptop.
"Yudi." toelnya di bahu Yudi.
"Ya, saya lagi rapat Nyonya." jawab Yudi menoleh pada Alisha sembari melepas head setnya.
"Saya tau."
"Terus, ngapain diganggu?" sewot Yudi.
"Kamu ini, bagaimana wali nikah?"
Cih, bolak balik urusan nikah, dalam hati Yudi
"Saya sudah minta standby Nyonya, jam berapa mau dijemput?" tanya Yudi.
Paling juga batal lagi, Yudi membatin.
"Habis isya, nanti maghrib kamu ke mesjid undang Pak Imam dan juga semua warga yang sholat. Biasanya kan maghrib rame tuh, ngerti." titah Alisha.
"Baik Nyonya, boleh saya lanjut meeting sekarang." ujar Yudi.
"Kamu ngusir saya!"
"Tidak Nyonya, sini kalau mau ikut meeting seklaian."
Cih. Males.
Alisha jalan menuju kamar Bram, di belakang dekat Kolam. Ia berpapasan dengan Samsir di lorong.
"Kamu dari kamar Bram?" tanya Alisha.
"Iya Nyonya , ngantar pakaian Nona Kiara yang tertinggal di mobil, ini." tunjuk Samsir pada tas yang dibawanya. "Tapi disuruh buang sama Tuan muda." jawab Samsir.
Alisha menyipit, dibuang!
"Samsir, kamu disiplinkan si Nining jangan suka menggosip di ruang pakaian." tegas Alisha
"Baik Nyonya." jawab Samsir.
"Ah ya, kamu pesan nasi kotak kira-kira tiga ratus untuk nanti malam." lanjut Alisha lagi.
"Baik Nyonya." angguk Samsir.
"Bagaimana WO?"
"Belum datang Nyonya."
Ck. Alisha berdecak pergi ke kamar Bram.
******
Di kamar Bram lagi berbaring di kasur menunggu Mamanya
Kiara membuka pintu kamar mandi, mengintip. "Mana pembalut?" tanya Kiara mengulurkan tangannya.
"Bentar sayang, Mama lagi pergi ambil"
Bram menghampiri Kiara mendorong pintunya, langsung ngences melihat Kiara hanya berbalut handuk.
"Ka Bram, kenapa nyuruh tante!" Ujar Kiara kecewa, ia merasa gak enak hati.
"Hehe, maaf sayang tunggu ya." Bram memeluk Kiara, mengecup keningnya.
"Sayang, kenapa kamu haid?" ujar Bram menangkup wajah Kiara mengecup bibirnya.
__ADS_1
Cklek. suara pintu dibuka.
"Bram!" panggil Alisha masuk kamar Bram.
Buru-buru Kiara mendorong Bram keluar dari kamar mandi
"Mana Ma, pembalut?" tanya Bram.
"Ngapain kamu masuk ke kamar mandi?!" Sentak Alisha.
"Bram khawatir Kiara kenapa-napa, lagian mau ngapain Kiara lagi datang bulan." ujar Bram.
"Sini, Bram yang ngasi pembalutnya!"
Alisha melotot pada Bram.
"Biar Mama yang ngasi."
"Kiara, Ini pembalutnya sayang." ujar Alisha lembut pada Kiara di pintu kamar mandi.
"Maaf tante, jadi ngerepotin." ucap Kiara menerima pembalutnya.
"Gak ngerepotin sayang, sebentar lagi dari bridal datang bawa beberapa kebaya, Kamu siap-siap ya."
"Kamu juga Bram mau jas baru atau yang lama?" Alisha menoleh ke Bram.
"Yang mana aja, asal jangan yang sama Evita kemaren." jawab Bram.
"Malam ini juga habis isya kalian nikah!Hubungi ibumu Kiara, panggilan tante gak diangkat sama ibu kamu. Mungkin masih marah sayang, tolong yah."
"Baik tante"
"Mulai sekarang kamu Panggil tante Mama sayang, sama seperti Bram."
Kiara menoleh pada Bram, Bram mengangguk.
"Baik Ma." ucap Kiara.
"Nah, gitu sayang." Alisha menarik Bram agar menjauh dari pintu kamar mandi.
ck "Sayang, jangan dikunci ya." teriak Bram mengikuti Mamanya.
"Sudah sana Mama keluar dari kamar Bram, emang Mama gak ada kerjaan?" usir Bram pada Mamanya.
"Dasar anak ini!" Alisha melotot.
"Bram, sebelum meninggal Papamu ada membeli Mansion baru. Rencananya untuk masa pensiunnya."
"Hm gitu, terus kenapa?"
"Setelah kamu menikah, Mama mau ngajak kalian pindah ke sana, Bram." ujar Alisha.
"No way Mama, gak mau! Bram mau bawa Kiara tinggal di Apart Bram. Besok kalau boleh, lebih cepat lebih baik." tolak Bram.
Ck.."Jadi di Mansion Mama sama siapa?"
"Sama Samsir, siapa lagi." ujar Bram santai.
"Hais, dasar." Alisha keluar meninggalkan Bram sambil berpikir-pikir.
Pindah gak ya, Mansion terlalu besar untuk sendiri, mana harus nambah petugas bersih-bersih..
"Hm, Kamu terlalu Pram." desah Alisha teringat suaminya.
Kemudian Alisha ke ruang tengah mau melihat WO, apakah sudah datang.
Setelah Alisha keluar Bram mengunci pintu kamarnya.
"Sayang."
Saat berbalik, Bram melihat wajah Kiara keluar dari kamar mandi masih dengan handuknya.
"Kenapa sayang?" Bram menghampiri Kiara.
"Ka, tas baju mana?"
"Sudah aku buang, kenapa?"
"Kenapa dibuang, gimana bisa pake pembalut gak ada cd."
"Ha!"
*******tbc.
__ADS_1
enjoy reading and see you to next part. Like and vote nya jangan lupa ya guys 🙏