
Di depan Butik dengan muka ketat Yudi menunggu Laras keluar.
Tadi saat dikonfirmasi sekuriti, memang Laras dan Marissa keluar bawa mobil ferrari merah namun begitu ada bodyguard yang dikirim Tuan Daniel untuk mengikuti mereka.
Segera Yudi meminta Sekuriti menghubungi bodyguard yang mengikuti Laras dan Icha untuk mendapatkan posisi kedua gadis itu.
Disinilah Yudi sekarang berdiri bersilang kaki bersandar di mobil, kedua tangannya masuk di saku celana, kelihatan sangat bergaya tanpa berusaha menutupi gundulnya hanya merapikan kumis dan brewoknya di bentuk rapi bersambung melingkari bibirnya.
Setiap perempuan yang lewat tidak afdol kalau tidak menoleh dan tersenyum pada Yudi ingin menarik perhatian nya. Satu kali dua kali Yudi balas senyum, akhirnya ia buang muka.
Bisa kering gusi kalau harus senyum pada setiap orang yang lewat.
Dalam hatinya heran juga bukankah orang barat cuek kalau di negaranya, ini kenapa pada ramah-ramah.
"Gimana Yudi, kenapa lama?" teriak Bram dari jok belakang.
Tring ting ting ting..tring ting...ting..
Terdengar suara lonceng-lonceng kecil bersautan bersamaan dengan pintu butik dibuka, Laras muncul dengan seksinya disusul Icha gak kalah hotnya.
Cuit cuit.
Terdengar suitan kagum beberapa pemuda dari seberang butik yang juga dengan pose menunggu di mobil masing-masing seperti dirinya, tak ayal membuat hati Yudi panas.
Laras sangat cantik walaupun make up tebal dan bergaun terbuka tidak membuat nya norak ataupun murahan akan tetapi kelihatan natural sangat pas di wajah asianya jadi kelihatan dewasa, elegan dan terlihat lebih sensual terkena pantulan cahaya toko dan juga lampu-lampu jalanan.
Begitu juga dengan Icha si wajah blasteran pakistan tak kalah mengundang decak kagum.
Apalagi beberapa pria lain mengakui nya membuat kebanggaan sendiri di hati Yudi bahwa kedua gadis ini pernah dicium Yudian bahkan salah satu telah menjadi istri Yudi dalam kepribadian nya yang dewasa.
"Bang."
Sapa Laras takut-takut berdiri di depan Yudi yang memandang nya tak berkedip dengan wajah ketat.
"Hm"
Gumam Yudi membuka pintu belakang mobil dimana ada Bram sedang memeluk istrinya Kiara yang dengan wajah tersenyum ceria merasa senang karena Laras dan Icha batal bersenang-senang, yes dalam hatinya bersorak.
"Silahkan Nona." ujar Yudi mempersilahkan Icha masuk.
Icha berdiri di belakang Laras dengan wajah kesal melihat ke dalam mobil ada dua anak manusia duduk di jok belakang yang kerjanya nempel mulu gak siang gak malam gak bosan-bosan siapa lagi kalau bukan sepupu mesumnya bersama istrinya.
Hm, Icha buang muka sinis, "Gue bawa mobil, Yam." jawab Icha mengetatkan giginya mendelik pada Bram.
"Itu nanti bodyguard yang bawa pulang, sini lo masuk!" Bram suara tegas dari dalam mobil.
Bodyguard!
Marissa mendelik. "Apa! Berarti dari tadi kita ada yang ngikutin Laras, dasar si Daniel."
Suara Icha nada kesal bahwa Daniel mengawasi nya diam-diam, alangkah baiknya kalau dia terus terang, ah!
"Buruan masuk!" bentak Bram lagi melihat Icha masih belum mau masuk.
Ck, Marissa menghentakkan kaki kesal lalu masuk ke dalam mobil duduk di samping Kiara, Yudi menutup pintunya.
"Masuklah!"
__ADS_1
Yudi suara datar pada Laras membuka pintu depan lalu ia memutar masuk mobil duduk di bangku kemudi.
*
Di dalam mobil, Bram menceramahi Icha.
"Kalau bukan karena gue, paman juga gak akan ngijinin lo ikut ke Amrik jadi lo mesti nurut ma gue. Lain kali kalau mau pergi harus pamit ke gue." tegas Bram dengan angkuhnya.
Icha menatap sinis. "Yam, gue tuh dah pamit ke Daniel bahkan dia kasih mobil buat jalan." jelas Icha menahan kesal.
"Jangan cuma sama Daniel karena dia belum jadi laki lo, di sini gue yang bertanggung jawab atas hidup lo." Bram berkata tegas lagi.
Hah! "Gue sudah cukup umur untuk nentuin apa yang harus gue lakuin, di Amrik jam segini tuh masih sore lagian emang mau kemana kita hanya ke club bersenang-senang, lo kayak gak pernah aja kemari." ketus Icha mulai panas.
"Gue laki lo cewek, itu resikonya berbeda. Beruntung lo pacaran ma Daniel kalau dengan pria lain gue ikat lo di rumah besar, Daniel itu sudah baik jangan buat dia jadi ilfeal." balas Bram nada sombong.
Hah! "Ilfeal!"
"Memangnya kenapa kalau ilfeal, dia deketin gue juga karena wajah kita mirip!" ketus Icha gak tahan lagi hampir keluar air mata.
Emang gue salah apa, hanya ingin bersenang-senang itu juga tempatnya masih wajar.
Gleg, Bram menelan ludah susah payah jakunnya menggulung, jadi si Icha tau Dani pernah menyukai ku dalam hatinya.
"Dan seperti kata lo, gue belum jadi istri Daniel jadi dia juga gak berhak ngatur gue apalagi lo!" ketus Icha ke wajah Bram.
"Gue udah janji ke Paman buat ngejaga lo jadi gue harus tanggung jawab!" Bram gak mau kalah ketus.
"Kenapa papi tiba-tiba, ah!"
"Stop!" pekik Icha akhirnya suara keras.
Kiara dan Laras sampai kaget, Yudi tau Icha memerintah nya berhenti namun ia tidak mengindahkan terus saja nyetir.
"Hei! Lo budek apa, gue bilang stop ya stop!"
Teriak Icha berdiri mau menggetok botak Yudi namun seketika ia manahan tangannya ingat Yudi baru saja operasi.
Yudi melaju perlahan dan menekan break berhenti di sisi jalan, Icha membuka pintu lalu keluar dari mobil berjalan begitu saja.
Hah! Bram menarik nafas berat.
"Bentar sayang, aku susul Icha." ujar Bram pada Kiara mengurai pelukan lalu keluar dari mobil mengejar Icha.
Yudi menatap Icha dari spion, ada rasa iba di dalam hatinya.
Benarkan Icha sudah melupakan kejadian di toilet Mall ini..
sikapnya juga biasa saja seolah tidak pernah terjadi apa-apa antara dirinya dan Yudian...
Yudian dewasa telah mencuri ciuman pertamanya, lalu apa arti Icha bagi Yudian sampai ia nekad mencium nya..
Sebelum bersama Laras sepertinya Yudi mengincar Icha..
Icha tidak menyukai nya makanya dia lari ke Laras agar bisa move on..ah rumit juga asmara lo Yudian setelah dewasa jadi playboy cap kambing.
Dari spion Yudi melihat Bram berhasil menyusul Icha, kelihatan mereka bertengkar. Icha menepis tangan Bram mendorong nya lalu masuk ke sebuah taksi yang berhenti di depan mereka saat menurunkan penumpang.
__ADS_1
Kelihatan Bram mengusap wajah kasar menggaruk rambut nya yang gak gatal lalu Bram balik badan berjalan ke arah mereka dan masuk ke dalam mobil.
Hah! Desah Bram menghembus nafas kasar sesaat menghenyakkan pantatnya di samping Kiara.
"Kita akan menyusul nya Bos." ujar Yudi.
"Tidak apa-apa Yudi ada bodyguard yang mengikuti nya."
"Maaf Bos, Nona Icha adalah wanitanya dokter Daniel, Dokter yang telah menyelamatkan saya. Saya tidak bisa tidak ikut campur."
Yudi suara tegas memutar mobil membaca jalanan mencari taksi yang membawa Icha. Sejenak Yudi takjub dengan kemampuan nya, wah betapa hebatnya si Yudian dalam hati Yudi.
Ck, kedengaran Bram berdecak.
"Sayang, Yudi benar kita susul Icha kasian dia pasti sedih kamu marah-marah."
Kiara membujuk suaminya sekalian jalan-jalan lumayan bisa lihat kota new york dari dekat. Bram menutup sekat antara depan dan belakang
Aih, sama aja.
Dalam hati Kiara.
Hehehe.
Bram menyeringai, kesempatan menguyel-uyel istrinya.
~
Laras di samping juga senang, daripada di rumah liat muka bete Yudi.
Tapi kenapa dia peduli sama Icha, aa ciuman itu...
Hais si Yudi, jangan bilang kamu juga masih ada hati pada Icha...
Ah, lupakan lah Laras apa yang kau harapkan dari pria hidung belang.
Desah dalam hati Laras menarik nafas pelan.
Gleg.
Yudi menelan ludahnya membaca pikiran Laras lalu mengulurkan tangan meraih jemarinya. Menggenggam nya erat, Yudi sambil nyetir dengan sebelah tangan.
Laras menoleh ke Yudi wajah sinis, Yudi menoleh ke Laras dengan wajah meringis.
I love you.
Yudi menggerakkan bibirnya tanpa bersuara.
Kampret you.
Dalam hati Laras menyentak tangannya buang muka.
****
Hi, pembaca setia. Ikutin Tuan muda romantis jangan lupa tekan jempolnya vote dan hadiah juga semoga jadi berkah bagi anda semua.
Jumpa lagi episode selanjut nya. 🙏
__ADS_1