Tuan Muda Romantis

Tuan Muda Romantis
184


__ADS_3

Taksi Icha berhenti di depan Mansion. Sekuriti membukakan pintu gerbang.


Dikarenakan jarak yang jauh antara gerbang dan rumah utama, sekuriti memanggil Buggy car membawa Icha ke rumah utama.


Hm, syukurlah.


Dalam hati Yudi, mobilnya berhenti agak jauh dari gerbang membiarkan Icha masuk duluan.


Melihat di jok belakang Bram dan Kiara belum selesai Yudi memutuskan mutar satu kali lagi mengikuti kebiasaan yang dilakukan Yudian selama ini lalu menjalankan mobil perlahan.


Semua itu tak luput dari perhatian Laras, bagaimana perduli nya Yudi pada Icha sehingga dirinya nyata-nyata duduk di samping dianggap patung.


Laras tidak tau, walaupun mata Yudi fokus ke Icha tapi hati dan pikirannya ada pada Laras.


"Bang, aku juga mau turun." mohon Laras maju bicara.


"Laras, temani aku." Yudi juga memohon melajukan mobilnya menjauh dari gerbang.


Mungkin inilah saatnya bicara.


Dalam hati Laras, karena ia sudah memikirkan ini saat Yudi masih koma dan keputusan nya sudah bulat.


Hm, "Bang, sebaiknya kita bercerai saja." ujar Laras to the point.


Hm, Yudi sudah membaca pikiran Laras. "Apa maksud nya?" tanya nya pura-pura tanpa menoleh ke Laras.


"Apa abang tidak mau kembali pada Olivia? Aku melihat Video abang saat menyelamatkan nya di acara makan malam, itu bukan ekspresi kemanusiaan tapi ekspresi cinta yang dalam, tulus dan ikhlas rela berkorban nyawa demi orang yang dicintai nya dan satu lagi Video kalian saat berhubungan Badan."


Melihat Yudi tidak terkejut Laras melanjutkan bicara nya.


"Olivia membutuhkan abang, sekarang pasti hatinya sangat hancur selain mikirin abang yang koma ada juga putra semata wayang kalian, Junior yang terluka karena ulahnya sendiri." lanjut Laras.


Jawaban Laras membuat Yudi mau gak mau menghentikan mobil, menghadap Laras menatap nya lekat-lekat. Membaca pikiran dan memang ada hal yang seperti itu.


"Kamu yakin dengan permintaan kamu." tanya Yudi.


"Yakin banget." jawab Laras cepat bahkan tanpa berpikir lagi.


"Berikan aku alasan, kenapa kita harus ber..apa tadi kamu bilang?" ujar Yudi tidak meneruskan kata-katanya, malah balik nanya.

__ADS_1


Laras menyalakan recorder di ponselnya untuk merekam pembicaraan mereka, tanpa sepengetahuan Laras Yudi juga melakukan hal yang sama.


Laras menarik nafas dalam dan membuang nya pelan sebelum bicara.


"Sekarang abang kembali ke Wahyudi usia 20-an, hati abang pasti masih seratus persen pada Olivia. Yang menikahi ku itu Yudian usia 35-an, bahkan di usia dewasa pun Yudian masih sangat sayang pada Olivia sementara ada aku istrinya, jadi dia galau. Bisa jadi karena itu Yudian 35-an tidak mau kembali ke tubuh dewasanya, karena dia bingung dengan perasaanya. Aku yakin dia bersembunyi di dalam sini memperhatikan kita." jelas Laras menunjuk dada Yudi, berhenti sejenak melihat ekspresinya.


Yudi memilih diam membiarkan Laras menyampaikan uneg-unegnya, kasihan, kelihatan sangat tertekan.


"Aku merasa kalian dua orang yang berbeda di dalam satu tubuh. Jadi aku mohon padamu yang usia 20-an, sebaiknya kamu yang menceraikan aku karena kalau Yudian 35-an tidak akan tega. Hatinya memang baik, tapi itu tidak baik bagi kami, antara aku dan Olivia." lanjut Laras kemudian diam menunggu Yudi menjawab nya.


Hm, apa benar begitu aku kena DID( maksudnya kepribadian ganda), kasihan juga memang anak orang tertekan batin. Ngapain aja si Yudian 35-an ini dengan tubuhku. Selain yang diingatan Tuan muda, dan diingatan Laras aku tidak tau lagi apa-apa.


Dalam hati Yudi ikut-ikutan menyebut alter(ego)nya Yudian 35-an.


Bisa jadi memang Yudian dewasa galau tingkat dewa sehingga ia menyerahkan masalah ini padaku dan memilih mundur di dasar pikiranku sehingga aku tidak ingat apa-apa, bedebah pengecut. Kalau mau baik atau jahat harus total pilih salah satu jangan setengah-setengah jatuh nya munafik. Kasihan anak orang, Yudi!


Dalam hati Yudi bermonolog sendiri lagi. "Lalu perjanjian kalian ingin memberi Yudian anak bagaimana?" tanya Yudi.


"Mungkin abang lupa bahwa pernikahan kami hanya sandiwara. Aku yakin itu hanya alasannya untuk mengikatku di sampingnya karena ia kesepian, pada dasarnya Yudian bukan orang yang perhitungan." jelas Laras.


"Sekarang sudah ada Olivia dan Junior anak kalian, tolonglah bebaskan aku." mohon Laras.


Apalah arti perasaanku.


Dalam hati Laras bergumam, sangat jelas di dengar Yudi.


"Gampang lah, itu. Aku tinggal menata nya kembali, usiaku juga masih muda masih ingin berkarir dan mendapatkan uang untuk kuliah. Kalau bukan karena ayah ingin menikahkan ku dengan Samsul pernikahan kami juga gak akan terjadi. Sebelum kamu sadar, aku memang rencana nya ingin menyatukan Yudian dengan cinta sejatinya, Olivia." ujar Laras


Hm, Yudi menarik nafas berat, ada rasa haru dan sakit di hatinya.


"Baiklah Laras kita bicarakan lagi saat pulang ke jakarta. Ada waktu buat kamu untuk berpikir, kalau mau berubah pikiran." jawab Yudi kembali melajukan mobil.


Laras menahan tangan Yudi. "Aku sudah yakin bang, jangan tunggu Yudian dewasa kembali dia tidak akan membiarkan aku pergi, tolonglah lebih cepat lebih baik untuk kita." mohon Laras.


"Mau kemana kamu setelah kita berpisah, apa kamu akan menerima Zainal?" tanya Yudi.


Gleg, ngapa dia tau Zainal, apa dia Yudi dewasa.


Dalam hati Laras bola matanya membesar menelan ludah.

__ADS_1


Melihat itu Yudi mengetik di ponselnya, menunjukkan pada Laras. "Aku masih Yudi 20-an, aku melihat nya di pikiran kamu."


Tulis Yudi di pesannya takut kedengaran Bram dan Kiara yang sekarang lagi nguping pembicaraan mereka dengan menahan nafas takut ketahuan nguping.


Huh!


Laras bernafas lega. "Tolonglah ya, kita bercerai saja. Kamu juga masih harus menata pikiranmu, Yudian 35-an memberi aku banyak uang dan itu cukup untukku memulai hidup baru." jelas Laras.


Yudi menatap wajah cantik Laras, sayang sebenarnya mau melepas nya tapi gimana lagi, dia yang mau pergi.


"Baiklah Laras, ada lagi yang kau inginkan?" tanya Yudi.


Walaupun dilema Yudi ingin membantu Laras kelihatan sekali tertekan seolah dipaksa dewasa mengikuti pikiran Yudian 35-an akhirnya jadi tidak bahagia. Semoga dengan bercerai Laras bisa kembali ceria.


Laras termangu, tak terasa air matanya jatuh ternyata Yudi bersedia menceraikan nya, alih-alih memberi pengertian bahwa Olivia hanyalah masa lalu.


Hm, Yudi menarik nafas berat mengusap air mata Laras.


Kamu yang bingung Laras bukan Yudian, dengan hati sebaik ini sudah pasti Yudian mencintaimu sepenuh hati. Terbukti, hanya tentang dirimu yang tersisa diingatanku.


"Aku ingin lebih dulu pulang ke Jakarta, tidak perlu menunggu Tuan muda selesai ujian." ujar Laras.


"Baiklah, besok masih hari minggu aku bisa atur mengantar kepulangan mu ke air port, apa kau yakin mengerti jalan pulang." tanya Yudi.


"Hm, sekarang mah gampang. Ada mbah google dan mulut buat nanya-nanya." yakin Laras.


"Ya, udah sekarang kita pulang." ujar Yudi melajukan mobilnya, si bos juga sudah selesai di belakang.


Lagi-lagi Laras menahan tangan Yudi, menatap penuh harap ingin segera diceraikan.


Hais, desah Yudi.


"Baiklah Laras, di bandara nanti aku ucapkan tapi jangan lompat dari pesawat tau! Aku tidak mau dengar ada gadis bunuh diri lompat dari pesawat karena diceraikan suaminya." ujar Yudi nada bercanda.


*****


Hi, pembaca yang setia. Ikutin Tuan muda romantis ya. Jangan lupa tekan jempolnya vote dan hadiah semoga jadi berkah bagi anda semua.


Jumpa lagi episode selanjutnya 🙏.

__ADS_1


__ADS_2