Tuan Muda Romantis

Tuan Muda Romantis
37


__ADS_3

Di ruang kerja Wijaya waktu dini hari.


Bram berbaring dengan wajah sembabnya, tatapannya menerawang menatap plafon bekas ruang kerja papanya. Disini dulu waktu kecil, ia sering mengganggu Papanya bekerja. Mengingat itu kembali air matanya menggenang, Bram sangat rindu masa-masa papanya masih ada.


"Bos, pindahlah ke kamar." ujar Yudi, ia bangun dari baringnya di sofa duduk di lantai dekat Bram berbaring.


Setelah membersihkan diri di salah satu kamar tamu rumah besar, Yudi menyeduh teh jahe untuk dirinya dan satu cangkir untuk Bram.


"Bos minumlah dulu, kita akan bahas bagaimana langkah selanjutnya." ujar Yudi memberi Bram teh jahenya.


Dengan lemah Bram menoleh pada Yudi kemudian duduk dari baringnya menoleh pada teh jahe yang ada di tangan Yudi.


"Tambahkan es batu!" titah Bram.


"Hah!" Yudi terperangah, ia sengaja membuat teh jahe agar Bram tidak masuk angin karena berbaring di lantai.


"Minuman ini akan lebih segar ditambah es batu. Sekarang kamu pergi ambilkan es batu yang banyak." ujar Bram memaksa.


Walau heran Yudi pergi juga ke dapur mengambil semangkok besar es batu.


Malam-malam minum es batu, gerutu Yudi dalam hati.


Setelah mendapatkan es batunya, kemudian Bram mencampur ke dalam minumannya. Bukannya minum teh jahenya tapi malah mengunyah es batunya sehingga keluar bunyi kletuk-kletuk, kelihatan sangat nikmat.


Yudi menahan ngilu di giginya melihat kelakuan si bosnya yang sangat nelangsa. Yudi jadi tidak tega memberitahu Bram bahwa Kiara menghilang dari pengawasan Nyonya Alisha.


Tadi saat Yudi melintasi kamar Alisha dan memindai otaknya, seketika Yudi menjadi gusar bahwa masalah ini tidaklah mudah.


Bagaimana Nyonya tega dan seceroboh itu pada Nona Kiara, dalam hati Yudi.


Tapi bagaimanapun Bram harus diberitahu, sesensitif apapun masalahnya. "Bos, Nona Kiara tidak bersama intel Nyonya." Yudi bicara hati-hati.


Bram berhenti mengunyah es batunya, melihat Yudi dengan membuka mata lebih lebar.


Apa maksudnya Yudi? dalam hati Bram.


Walaupun Bram tidak berbicara tapi Yudi tau isi pikiran bosnya. "Intel-intel yang menculik Nona dihadang orang tak dikenal dan dihajar sampai babak belur. Kemudian orang itu membawa Nona pergi bersamanya, sehingga Nyonya juga tidak tau keberadaan Nona di mana." jelas Yudi.


Mendengar itu seketika Bram bangun mencengkeram leher baju Yudi dengan sorot mata yang menyala.


"Sabar Bos, tenang dulu!" ujar Yudi menenangkan Bram.


Kemudian Bram melepas cengkeramannya lanjut mengunyah es batunya, kletak kletuk kletak kletuk


Hais, apa gak ngilu? dalam hati Yudi.


"Nyonya beranggapan Nona ada di tangan Raharja." lanjut Yudi hati-hati.


Kletak kletuk.., Bram berhenti mengunyah.


"Yang benar kamu Yudi!" sentaknya serta merta.


"Ayo kita pergi ke sana sekarang." perintah Bram bangun dari baringnya.

__ADS_1


Wah gawat, mau masuk sarang macan, dalam hati Yudi.


Dalam pada itu ponsel Bram berbunyi, Daniel memanggil. Yudi membuka panggilan melalui mikrofon.


"Little boy, apa kamu baik-baik saja?" tanya Daniel langsung sebelum Bram menjawab 'hallo'.


Bram memandang Yudi.


"Tidak baik Dani, kekasihku diculik Raharja." Bram berkata lemah.


"Oh, Little boy, i am pity of you? Raharja itu seorang Mafia Bram, dia tidak segan-segan menghilangkan nyawa berhati-hatilah." ujar Daniel.


Bram berguling telungkup di lantai menahan sedih, sangat marah pada mamanya yang telah bermain-main dengan nyawa Kiara.


"Bram!" panggil Daniel.


"Hm." desis Bram.


"Apa kamu masih ingin vasektomi? Sebaiknya tunda dulu ya, walaupun menikah Evita juga belum bisa berhubungan badan karena baru operasi selaput. Butuh waktu enam atau delapan minggu kedepan."ujar Daniel lagi.


"Aku juga gak sudi berhubungan dengannya." jawab Bram menggeram.


"Baik dokter, ada lagi?" tanya Yudi.


"Aku balik ke Amrik malam ini, ada jadwal urgent. Hubungi aku kalau kamu benar-benar membutuhkan operasi ya, aku buru-buru Bram sudah dulu, bye."


"Bye Dani." lirih Bram, terdengar sambungan terputus di ujung telepon.


Yudi memandang Bram sepertinya akan begadang malam ini menemani bosnya.


"Bos, istirahatlah malam ini, besok kita ada jadwal dengan Sibolon Company. Kita akan mengintai Raharja untuk mengetahui keberadaan Nona."


Yudi hanya butuh lima menit untuk memindai otak Raharja dalam radius 50 meter setidaknya.


"Saya janji bos." pujuk Yudi ia juga ingin istirahat capek juga soalnya.


Bram memakan lagi es batunya, kletak kletuk kletak kletuk.


*****


Di kediaman Bernard.


Masih di depan pintu, Kiara belum mau masuk kamar. "Lucita berikan tas kecilku, aku butuh ponselku mau menghubungi ibu dan temanku." ujar Kiara.


"Kiara, kamu sudah siap mandi?" Beno menghampiri Kiara dan Lucita, keduanya menatap Beno.


Beno telah melihat Kiara dan Lucita dari layar monitor CCTV di ruang kerjanya, kemudian ia keluar.


"Ayo masuk ke kamar Kiara ini sudah mau pagi, istirahatlah!" perintah Beno maksa membawa Kiara masuk ke kamar dengan memeluk di pundaknya.


"Tidak boleh tidur dengan rambut basah, keringkan sebentar." ujar Beno.


Kemudian Beno mendudukkan Kiara di depan meja rias. Mengambil hair dryer dari laci meja dan mulai mengeringkan rambut Kiara.

__ADS_1


Kiara membiarkan saja Beno mengeringkan rambutnya.


"Pak Ber, ehem. Meno berikan ponselku aku mau telpon ibu." ujar Kiara mengulurkan tangan di bahunya.


Dengan tersenyum Beno mengucek rambut Kiara. "Nanti." ujarnya menggerak-gerakkan hair dryer memutari rambut kepala Kiara.


Kiara yang merasa khawatir dengan ibunya menjadi sedikit emosi kemudian berdiri dari kursinya. "Pak Bernard, berikan ponsel saya, saya tidak ada waktu untuk ini!" bentak Kiara menatap Beno dengan raut wajah yang kesal.


Rambut Panjang Kiara yang mengembang seperti hantu belum sepenuhnya kering, Beno memaksa Kiara duduk kembali ke kursi semula. Kembali mengerikan rambut Kiara.


"Kamu sudah tanda-tangan kontrak bekerja dengan saya Kiara. Mau saya perlakukan kamu sebagai adik atau karyawan silahkan kamu pilih. Kalau kamu pilih sebagai Karyawan, saya tidak akan bertoleransi. Saat ini juga kita pergi ke kota kembang dan kamu tidak ada kesempatan bertemu ibumu." tegas Beno mengomeli Kiara.


Tangannya mengucek-ucek rambut Kiara dengan kasar sehingga kepala Kiara terdorong-dorong.


Aduh, kasar sekali! dalam hati Kiara.


"Saya belum dapat tanda-tangan dari ibu bagaimana bisa pergi." sentak kiara dengan suara keras menahan kesal diperlakukan kasar oleh Beno dan juga karena suara pengering rambut yang berisik.


"Kamu pikir saya tidak tau, berkas kontrak kamu sudah ada pada saya. Kedua temanmu juga sudah pulang ke rumahnya, jadi jangan khawatir. Mengenai ibumu dia aman di rumah Wijaya, rumah pacar bodohmu itu." sentak Beno tak kalah keras masih mengucek rambut Kiara dengan kasar.


Hah! Beno tau si Bram, dalam hati Kiara.


"Besok saya akan menyuruh orang menjemput ibumu walau sebenarnya ibumu lebih aman di sana Kiara. Nah sudah kering!" lanjut Beno mendorong kepala Kiara.


"Auw, hais! Memangnya siapa keluarga mafia yang menginginkan kematianku?" tanya Kiara ketus, merapikan rambutnya dengan jemarinya.


"Calon istri pacar bodohmu itu." jawab Beno lebih ketus, membenahi hair dryer masuk kembali ke laci.


Hah! Evita, jadi Beno juga tau Bram dan Evita, bagaimana dia bisa tau semua?dalam hati Kiara.


"Ehem, Meno berikan ponselku, hanya mau nelpon ibu agar ia tidak khawatir." desak Kiara lagi mengulur tangannya setelah merapikan rambutnya.


Beno menarik napas dalam kemudian membuangnya pelan menatap Kiara.


"Ponselmu dipasang pelacak jadi sudah aku buang."


Ujar Beno kemudian membuka paper bag kecil yang dari tadi ada di meja rias dan mengeluarkan isinya.


"Gunakan ini, seterusnya ini untuk kamu." ujarnya memberi Kiara ponselnya.


Kiara tidak menyangka dapat smartphone baru tercanggih, brand ternama apel kegigit kemudian membulatkan matanya menatap Beno.


"Kenapa, terharu?" tanya Beno sinis.


Cih, dalam hati Kiara.


"Nomor-nomor kontak di ponsel lama ada?" tanya Kiara


"Mana aku tau!" jawab Beno acuh.


Hm, Kiara yang sudah hapal nomor ibunya langsung mengetik di menu panggilan di layar ponselnya.


*****tbc

__ADS_1


Hi, readers. Terima kasih sudah like dan vote ya. Klik ♥️biar terus terupdate ya guys. 🙏


__ADS_2