
Di lantai paling atas, di kamar hotel VIP room, di atas kasur super jumbo.
Sora kegirangan berbaring sambil minum susu kotaknya. Setelah kotak ketiga akhirnya dia kenyang tidak lagi selera saat Laras menyuapinya.
Akhirnya Laras sendirian yang makan Spagheti nya, itu pun hanya beberapa suap di letaknya lagi mangkoknya. Kepikiran Yudi jadi gak ada selera makan.
Sora melihat Sabit di sofa sedang mengikuti kelas malam jadi teringat pada tabletnya yang ia tinggalkan di meja resto.
"Ma, tablet mana?" tanya Sora pada Laras yang melamun.
Oh iya, gara-gara ada gangguan tekhnik sampai lupa mau bawa naik, dalam hati Laras.
"Sebentar lagi ayah naik bawa tablet, nih main hape Mama dulu." jawab Laras menyerahkan ponselnya dari pada rewel.
Apalagi, langsung aja si Sora tekan yutub channel favoritnya. Sejenak ia heran kenapa tabletnya berbeda tidak sama seperti tablet Sabit dan ponsel Mama Laras yang ada channel favoritnya, ya sudahlah dalam hatinya nikmati apa yang ada.
Namun sampai Sora dan Sabit tertidur Yudi belum kelihatan juga batang hidungnya, tinggal lah Laras termangu sendirian.
Matanya tidak bisa terpejam asik melihat jam, sekarang sudah menunjukkan angka 01.50 wib. Laras semakin khawatir saat ia menelpon Yudi nomornya tidak aktif.
Dimana Yudi, apa yang terjadi di restoran bawah?
Dalam hati Laras lalu mengenakan jaket pemberian Yudi di balik piyamanya, ingin keluar mencari suaminya.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Melihat layar dahi Laras mengkerut, ada pesan vidio masuk di ponselnya dari nomor tidak dikenal.
Astaga! Ponsel di tangan Laras jatuh di lantai sesaat vidio dibuka.
Seluruh tubuhnya gemetar melihat siapa yang ada di dalam vidio. Laras terduduk, air matanya pun jatuh tak terbendung.
Cukup lama juga Laras menangis, segala hasutan dari jin baik dan jin jahat muncul di otaknya. Akhirnya ia tenangkan hati mencoba menjernihkan pikirannya.
Resiko menikah dengan pria usia dewasa, sudah tentu ada wanita di masa lalunya. Bahkan bisa lebih dari satu, lalu apa!
Itu baru opening, belum bisa disimpulkan sebelum melihat nya dengan jelas. Sekarang kan canggih, bisa saja itu editan.
Dalam hati Laras meraih ponselnya, lalu memberanikan diri melihat vidio sampai selesai. Cukup lama juga durasi, ada sekitar 10 menit pasangan pria dan wanita di vidio itu bermain hingga terkulai lemas, sampai dua kali berganti posisi.
Kelihatan sudah biasa, tidak seperti baru pertama, setelah berhubungan si pria yang mirip Yudi pingsan atau tidur sih? Kenapa ada dua pria tegap-tegap yang membopong nya keluar dari kamar si wanita? Mungkin kah karena vidio ini sehingga Yudi tidak jadi datang menemui ku, bahkan menonaktifkan ponselnya.
Dalam hati Laras takut Yudi kenapa-kenapa, ia bergegas membenahi dirinya lalu ke luar dari kamar.
Cklekk!
Kelihatan dua penjaga berpakaian hitam duduk di bangku di depan pintu kamar.
"Nona Laras." sapa kedua penjaga bersamaan berdiri dari duduk mereka.
"Pak, antarkan saya pada Tuan Yudi!" Laras suara tegas.
Kedua penjaga pandang-pandangan lalu terdengar panggilan masuk di salah satu ponsel penjaga.
"Siap Bos!" terdengar suara penjaga menjawab panggilan.
"Silahkan Nona." ujar penjaga mempersilahkan Laras mengikutinya, sedangkan penjaga satu nya tetap di depan pintu kamar, siap siaga.
*
Sementara itu di dalam mobil di parkiran antara hotel WJ dan Apartemen bosnya, Yudi menunggu Laras setelah tadi ia memindai Laras yang ingin bertemu dengan nya, segera ia menghubungi anak buahnya agar mengantar Laras padanya.
Yudi sudah tau bahwa Laras ada dikirimi vidio yang sama dengan yang diperlihatkan oleh Junior pada nya tadi.
"Apa dia Psykopat sialan, dasar brengsek!"
Geram Yudi dengan kelakuan Junior. Karena ingin mendapatkan statusnya sebagai anak sah, dia sampai melibatkan Laras.
Dalam hati Yudi penasaran juga apa yang akan dikatakan Laras setelah melihat vidio itu. Yudi menunggu sembari memindai-mindai lagi keadaan lima puluh meter keliling.
Di Apart si bos dan istrinya tertidur pulas sambil berpelukan, seharusnya dia juga seperti itu dengan Laras tapi terlalu banyak gangguan. Apalagi sekarang, Yudi jadi merasa tidak pantas buat Laras setelah mengetahui apa yang terjadi padanya dan Olivia lima belas tahun yang lalu.
__ADS_1
Tadi dengan tidak tau malunya, Junior si ahli data itu menunjukkan bukti rekaman saat-saat pria yang mirip dirinya dan Olivia melakukan hubungan badan.
Apa mungkin ia sanggup menyangkal pada Laras bahwa itu bukan dirinya, sementara ia tidak bisa menyangkal pada dirinya sendiri, bahwa yang di vidio itu memang lah dirinya.
Kalau hanya wajah dan tubuh bisa lah dia ngeles bilang kalau itu Yudian Suganda, karena mereka serupa, tapi bagaimana dengan pakaian?
Pakaian yang dikenakan nya saat itu, sangat dikenal nya dan masih lekat dalam ingatannya bahwa pakaian itu adalah pemberian Olivia.
Hadiah ulang tahunnya yang ke 19 tahun. Sengaja ia pakai untuk menemui kekasih hatinya di ultahnya yang ke 20 tahun lima belas tahun yang lalu.
Namun apa yang di dengarnya setelah berjumpa adalah kata putus dari Olivia dengan alasan karena Yudi tidak mau bercinta dengan nya, sebagai kenangan karena ia akan berangkat ke Amrik untuk melanjutkan studinya.
Yudi ingat karena mencintai Olivia dengan tulus ia menahan dirinya. Bahkan untuk mencium nya saja ia tidak mau, apalagi menodainya.
Tunggu sampai menikah, tidak lama! Yudi sudah rencana akan melamar Olivia saat ia berusia 23 tahun.
Apa aku seputus asa itu, hanya karena putus cinta lalu minum sampai mabuk?
Walaupun wajah Suganda saat itu masih sama dengan wajahku, tapi pakaian itu!Apa ada yang kebetulan?
Siapa tau saat itu aku dan Suganda mempunyai pakaian yang sama dan kebetulan kami memakai nya di hari yang sama..rasanya tidak mungkin.
Setelah aku pergi, Olivia mengejar ku dan bertemu Suganda yang mabuk lalu menyangka bahwa itu adalah aku, lebih tidak masuk akal.
Dalam hati Yudi muncul pertanyaan-pertanyaan, berharap semoga yang di dalam vidio itu bukan dirinya.
Flash back sebelumnya di resto bawah hotel WJ.
Yudi duduk berhadap-hadapan dengan Olivia dan putranya yang dipanggil Junior.
Hm, Yudi memandang Sayu, anak remaja dan wanita dari masa lalu nya itu bergantian.
"Pengakuan bagaimana yang kamu maksud anak muda?" tanya Yudi to the point memandang Junior.
Junior memandang Olivia. "It's oke Jun, katakan saja kamu mau nya apa. Dia adalah Dadi mu yang kamu ingin jumpa. see, wajah kalian sangat mirip."
Hm, Yudi tersenyum sinis dalam hati. Melihat Olivia yang sekarang kemarahan di hatinya yang sudah lama padam kembali menyala. Di hatinya menyesal setengah mati, kenapa dia dulu bisa menyukai wanita ini.
Kenapa tidak? Karena dia dulu kelihatan sangat polos dan imut, hais! Sekarang saja pun masih.
Dalam hati Yudi tidak dipungkiri pesona mantan nya ini justru semakin menggoda di usia sekarang.
"I don't know how to say but, i am happy too see you Dad."
Ujar Junior memandang Yudi, menarik ujung bibirnya mencoba tersenyum pada sosok Dad yang dirindukan nya itu.
Junior sebelum nya sudah menyelidiki Yudi dari jauh hari. Dari setelah ia tidak sengaja menemukan kamera lama Mom Olivia di gudang sekitar 2 tahun yang lalu. Saat itu Mom dan Dad masih muda, tapi keduanya sangat serasi cantik dan tampan juga penuh gairah.
Semasa di Amrik, ia sering membayangkan seperti apa, Dad nya di masa sekarang. Junior suka membayangkan setidaknya Yudi sedikit tua dan lebih buncit seperti orang tua pria dari teman-temannya.
Ternyata tidak demikian, Yudi sangat tampan dan keren awet muda bahkan sangat keren melewati ekspektasi nya. Body goals seperti model, bahkan dia belum tentu bisa menandingi kekerenan Yudi. Sangat serasi dengan Mom Olivia yang cantik. Posisinya di group WJ juga gak tanggung-tanggung, asisten big bos.
"I am happy to see you, too." jawab Yudi memandang satu lagi anak yang mirip dengan dirinya itu setelah ia dikejutkan dengan kemunculan Sabit dan Sora berturut-turut.
Hais, jangan bilang ada lagi setelah ini, bikin sakit kepala dan kenapa anak-anak ini muncul di saat bersamaan dengan aku yang ingin bahagia bersama Laras.
Dalam hati Yudi menarik nafas berat sebelum ia bicara. "Kalau kamu punya perusahaan pengolahan data artinya kamu memang pintar." ujar Yudi menatap Junior tajam.
"Terima kasih Dad atas pujian nya." ucap Junior menggunakan bahasa indonesia dengan lidah yang belepotan ala-ala cinta Laura.
Hanya untuk bertemu Yudi, sudah dua tahun ini ia belajar bahasa indonesia jadi sedikit banyak ia bisa.
Apalagi Olivia membantunya, kalau mereka sedang di rumah akan menggunakan bahasa dari negara Mom and Dad nya itu atas permintaan Juni. Walaupun Olivia heran kenapa tiba-tiba Juni mau, namun ia dengan sabar mengajari nya.
"Saya akan beri kamu data mengenai saya dan seseorang yang mirip dengan saya. Saya ingin kamu mempelajari nya, mungkin saja kita satu garis keturunan darah yang sama tapi belum tentu saya yang menyebabkan kamu ada di dunia ini." jelas Yudi.
"Maksud kamu apa Wahyu?" sergah Olivia nada gelisah.
Yudi menoleh dan membaca, sedikit ada keragu-raguan dipikiran Olivia,
__ADS_1
"Saya juga belum lama tahu, kalau saya ini anak kembar. Apa kamu yakin yang kembali lagi ke Apart itu saya, apa tidak ada kejanggalan yang kamu rasakan saat itu. Separah apapun masalah, apa kamu pernah lihat saya minum alkohol. Jelas-jelas keluarga saya waktu itu diambang kehancuran, apa saya seputus asa itu sampai mabuk-mabukan." jelas Yudi.
"Ada dua anak lagi seperti putra mu ini, yang jadi korban kembaran saya. Satu seusia Junior yang satu lagi gadis kecil usia 7 tahun. Saya sedang mencari bukti konkrit, walaupun saya tau betul bukan saya bapak biologis dari mereka." lanjut Yudi.
Olivia terperangah mendengar penjelasan Yudi, apa mungkin ia salah mengenali kekasihnya sendiri dan Wahyudi kembar? Yang benar saja.
"Kenapa Om dan tante (sebutan untuk orang tua Yudi) gak pernah cerita kalau kamu kembar?" tanya Olivia.
"Itu juga yang ingin saya cari tau." jawab Yudi.
"Lalu di mana kembaran kamu itu sekarang?" tanya Olivia lagi nada selidik siapa tau Yudi cuma alasan.
"Di penjara." jawaban Yudi semakin membuat Olivia gerah ternyata memang ada orangnya, penjahat pula.
Melihat kegelisahan Olivia, "Oke Dad, mungkin Mom bisa salah karena cinta Dad, tapi coba Dad lihat apa ini, dan siapa yang ada di vidio ini?"
Junior membuka ponselnya dan memberikan nya pada Yudi, vidio durasi 3 menit cukup membuat mata Yudi membelalak, melempar ponsel Junior ke atas meja di hadapannya.
Junior menyeringai melihat reaksi Yudi, sudah jelas Yudi tidak bisa membantah lagi memang dia yang ada di vidio itu.
Kebetulan di resto memang sepi, hanya satu meja yang berisi agak jauh dari mereka. Setidaknya gak jadi bahan tontonan.
Syukurlah tamu lebih suka makan di kamar mereka masing-masing, dalam hati Yudi.
"Bagaimana masih mau menyangkal, aku ingin kamu setuju menikah dengan Mom, aku mau status yang sah. Bagaimana pun vidio ini akan sampai kepada istrimu." tegas Junior tidak lagi bersikap sopan pada Yudi.
Olivia mengutip ponsel dan melihat apa yang membuat Yudi menggeram menahan marah.
Oh! Olivia langsung menutup mulutnya yang menganga karena terkejut.
"Junior, what the hell are you doing, dari mana kamu dapat vidio ini?" sergah Olivia teringat dengan kamera lama yang disimpan nya di gudang.
Bagaimana Jun bisa menemukan nya.
"Mom, serapat-rapatnya kamu menyimpan bangkai pasti akan tercium baunya. So, how both of you to explain the video?"
"And You!" lanjut Junior menunjuk ke wajah Yudi.
"My Mom, dia setia. Aku tidak pernah lihat dia berkencan dengan siapa pun membuat ku penasaran ingin mencari tahu, tenyata karena masih mencintai orang brengsek seperti kamu."
Selesai berkata, Junior meninggalkan Yudi dan Olivia yang terbengong.
Melihat itu, "Wahyu jangan salah paham, maksud aku membuat video itu bukan untuk ini. Saat itu, aku mau prank kamu pura-pura minta putus, buktinya aku pergi cari kamu lagi. Dan kita melakukan nya, aku gak sengaja terekam sumpah aku telah menyembunyikan nya jauh dari jangkauan Juni tapi bagaimana bisa ia menemukan nya, oh Tuhan."
Olivia menjelaskan sambil terisak keluar air mata, Yudi membaca memang ada kejujuran di sana. Ini semua rencana Junior untuk menyatukan mereka dalam ikatan keluarga yang Sah.
Flash back of.
Tok tok tok.
Pintu kaca mobil di ketuk, kelihatan bayangan Laras segera Yudi keluar dan membawa nya duduk di jok belakang.
"Kenapa tidak naik ke kamar?"
Tanya Laras menyentuh tangan Yudi yang seolah menjaga jarak darinya, Yudi hanya menarik ujung bibirnya.
Karena Yudi diam saja, Laras memberanikan diri menangkup wajah Yudi mendekatkan wajahnya, menempelkan bibir mereka.
Pandangan mereka bertemu saling menatap sayu, perlahan Laras mengecup bibir atas Yudi lembut menyelipkan lidahnya hendak membuka mulut Yudi, namun susah karena Yudi menekan bibirnya.
Akhirnya Laras menarik wajahnya namun dengan cepat Yudi meraihnya lagi, dan mencium nya dengan lembut.
Saat mereka semakin terlena dalam ciuman yang panas, tubuh Laras terangkat kaki nya terbuka di pangkuan Yudi.
****
Hi, pembaca yang Budiman. Ikutin terus Tuan muda romantis. Like vote dan hadiah nya, author ucapakan terima kasih.
Jumpa lagi pada episode selanjutnya.🙏
__ADS_1