
Di mansion Daniel.
Kiara, Laras dan Icha di dapur lengkap dengan celemek, penutup kepala juga penutup wajah transparan.
Setelah mengubek-ubek isi kulkas ada cabai rawit kuning gede dan belacan serta ayam kalkun yang udah diungkep, Kiara langsung ngences ingin makan kalkun penyet sambal pedas belacan.
Icha yang tidak pernah masak ikut-ikutan pakai celemek memberi bantuan semangat pada Kiara dan Laras.
"Icha, bantuin dong siapin lalapan tuh sayur dicuci." seru Kiara pada Marissa yang berdiri di belakang Laras lagi goreng kalkun gede dipotong 4.
Aih, "Gue bantu doa aja ya. Kuku baru perawatan 10 juta nanti rusak." jawab Icha alasan.
"Kuku doang 10 juta pemborosan." ketus Kiara kaget.
"Itu juga masih murah, nanti kita ke salon artis hollywood mau coba yang lebih mahal." jawab Icha santai.
"Icha tahan ini bentar, gue mau balik yang ini." mohon Laras.
"Ih, gak mau!" Icha langsung cabut lari menjauh benar-benar ketakutan.
"Astaga!" ucap Kiara dan Laras berbarengan.
"Mam, i can help you." kepala koki maju bicara ingin membantu kasihan melihat Laras kerepotan.
Laras tersenyum melihat koki ganteng. "Oke, thank you."
Jawab nya memberikan penjepitnya satu sementara dia membalik yang lainnya.
"I can fry for you, Mam." ujar koki lagi.
"Yes, we do it together." jawab Laras kaku menggigit bibirnya, neh bule ngarti kagak gue ngomong dalam hatinya.
"Ras sambal udah neh, masukin irisan apel hijau lo mau gak?"
Tanya Kiara udah gak sabar mau makan, dia kebagian tugas ngulek sambal setelah cabai dan teman-temannya di goreng juga belacan.
"Serah lo Ra, kalkun juga udah matang sekalian gue buat kremes ya." jawab Laras, karena dia suka makan kremesan bahkan sudah mahir cara membuatnya.
"Siip, gue nyiapin lalapan. Dapur Daniel lumayan juga ada bumbu indonesia."
Ujar Kiara kesenangan, kan makannya jadi nendang daripada menu di meja makan, cabai cuma hiasan doang.
"Mam, can i help you?" tanya koki satu lagi pada Kiara.
"Oh, thank you. Slice an Apel and then put in here, after." ujar Kiara menunjuk ulegkan nya.
"Oke" jawab koki serem juga melihat cabe apalagi saat nguleg sambel tangannya gak pake sarung. Apa gak takut tangannya panas, dalam hati bule.
Batu uleg sudah lama ada namun koki tidak pernah menggunakan nya karena semua menu masakannya menggunakan peralatan dapur listrik.
Tidak berapa lama ketiga pria tampan masuk, para pelayan menunduk hormat.
Setelah tadi ribut dengan Icha si calon Nyonya mau pakai dapur, sekarang Tuan Daniel pula masuk dapur. Sesuatu yang langka terjadi di mansion ini.
__ADS_1
"Babe." sapa Icha bergelayut di lengan Daniel.
Daniel tersenyum pada Icha. "Kamu jangan ikut memasak ya, aku tidak mau tangan kamu jadi kasar saat menyentuh ku." bisik Daniel di telinga Icha takut kedengaran yang lain.
"I don't like cooking, either."
Jawab Icha berbisik juga di telinga Daniel pada dasarnya ia juga gak suka masak. Icha bahkan menghirup telinga Daniel sengaja menggoda nya.
Cis, Daniel merinding senang gak sia-sia dapat gadis agresif yang selalu bisa membuat nya on fire.
Melihat kehadiran Bram. "Sayang." panggil Kiara yang lagi mengopek kembang kol.
Bram menghampiri Kiara dan berdiri di belakangnya.
"Serius sekali masak apa?" Bram juga berbisik di telinga istrinya.
Bukannya menjawab Bram tapi Kiara menyapa Yudi. "Yudi, kamu sangat tampan." ujar nya.
Yudi berdiri di depan Kiara namun pandangan matanya pada Laras yang sedang membuat adonan kremes dibantu bule ganteng.
"Terima kasih Nyonya."
Jawab Yudi cepat lalu menoleh lagi pada Laras hatinya kesal mentang-mentang ada bule, pakle dicuekin.
"Kamu memuji pria lain di depan ku, Kiara." suara Bram gak senang di telinga Kiara mentoel pipi istrinya itu.
"Bram, Yudi asisten kamu dan dia tampan dengan kepala barunya."
Jawab Kiara cuek membawa sayur kopek ke wastafel juga selada untuk dicuci.
"Tidak Bram, aku gak suka kamu gundul biar si Yudi saja yang tampan." tegas Kiara.
Hm, Bram mengerut dahi. "Kenapa aku tidak boleh tampan?" tanya nya heran.
"Nanti di kampus, banyak cewek seksi. Aku gak mau kamu jadi bahan perhatian, biar saja si Yudi." jelas Kiara.
Hehe, "Sayang kamu cemburu." ujar Bram tersenyum sumringah tidak jadi kesal memeluk Kiara dari belakang.
"Aku cuma mau menjaga suamiku dari pengganggu!" ketus Kiara.
"Suamimu ini pria langka Kiara, kamu jangan khawatir pada pengganggu karena aku tipe setia." ujar Bram mengusap perut Kiara.
"Sayang, nanti minta Daniel USG perut ya." lanjut nya.
Ha! Kiara melongo.
~
Sementara itu tidak ada yang menyadari muka Yudi yang masam melihat Laras yang kolaborasi di kompor dengan koki ganteng sambil senyum-senyum lagi membuat kremesan.
Tangan mereka bersenggolan, saat ada minyak kecipratan di tangan koki. "Ups Sorry." ucap Laras tertawa renyah mengusap tangan bule lembut.
"Nevermind." jawab Koki tersenyum dengan manisnya.
__ADS_1
Ck Yudi menarik nafas kesal pada Laras yang cuek, jangankan menyapa nya menoleh pun tidak.
Kenapa begitu sikapnya bukan kah aku suaminya.
Dalam hati Yudi bertanya-tanya bagaimana sebenarnya kehidupan pernikahan mereka, apakah kurang harmonis. Mana Laras kelihatan seksi lagi, ah! Tangannya mengepal pengen nonjok si bule.
Di mata Yudi istri yang pakai celemek idamannya banget namun ia segan mau mendekat ada si bos, sialnya.
Seketika Yudi kesal pada sosoknya yang ada di pikiran Bram. Ternyata selama ini setiap ada Bram, Yudi yang di pikiran Bram maupun yang ada di pikiran Laras lebih prioritas pada bosnya itu daripada Laras istrinya.
Tenyata Laras sudah banyak bersabar menghadapi Yudian.
Dalam hati Yudi, menarik nafas berat.
*
Ayam Kalkun penyet komplit telah jadi, setelah dibagi masing-masing satu porsi Kiara menawari koki yang membantu mereka tadi masing-masing satu porsi.
Namun karena mereka menolak halus takut melihat cabe melotot-melotot akhirnya diputuskan untuk Kiara.
Mereka ke ruang makan duduk di meja makan, namun Kiara gak tenang seolah ada yang kurang. Ia ingin makan di bawah di lantai biar tambah asik dan lahap.
"Sayang, aku ingin makan di kamar aja." ujar Kiara.
Hm, Bram yang menduga Kiara hamil merasa itu permintaan si bayi. "Baiklah sayang, apa aja untuk kamu." jawab nya tersenyum lebar.
"Daniel, Kiara mau makan di kamar." pamit Bram pada Daniel lalu berdiri ingin menyusun makanan di nampan.
"I'll do it for you, Sir." asisten Koki datang membantu.
"Oke, thank you." jawab Bram membiarkan asisten Koki membantu nya.
"Ayo sayang." ajak Bram.
"Bye, Icha." pamit Kiara.
Hm, angguk Icha tidak perduli, makan kalkun penyet dengan lahap gak nyangka enak banget.
"Gue, juga mau makan di kamar aja."
Laras ikut berdiri ingin menyusun makanan nya juga. Yudi diam saja malas membantu Laras karena Laras juga cuek tidak meminta bantuan nya.
"Mam, I help you." ujar Kepala Koki menghampiri Laras.
Sudah kebiasaan saat Tuan Daniel makan, Koki dan asistennya berdiri menunggu perintah.
Melihat itu, Yudi mendelik. "It's oke, no thanks."
Jawab nya cepat menepis tangan Koki, meraih nampan menyusun makanan lalu keluar dari ruang makan.
"Gue tinggal dulu, Cha." pamit Laras mengejar langkah Yudi yang panjang-panjang.
*
__ADS_1
Hi, pembaca setia Tuan muda romantis. Ikutin terus ya, jangan lupa tekan jempolnya, vote dan hadiah juga semoga jadi berkah bagi anda semua.
Jumpa lagi episode selanjutnya. 🙏