Tuan Muda Romantis

Tuan Muda Romantis
90


__ADS_3

Habis Zuhur, rombongan keluarga Wijaya menuju pemakaman keluarga Wijaya.


Ada tiga mobil, Alisha bersama supirnya Samsir. Marissa satu mobil dengan Papinya Arjit. Bram dan Kiara di mobil bersama Yudi yang bertindak sebagai supir. Di samping Yudi ada Dwi.


Sebelum ke rumah besar Yudi mampir sebentar ke Krisant untuk menjemput Dwi. Sekalian Dwi membawa baju ganti Kiara, yaitu baju muslimah dan kerudungnya.


Di mobil, Bram menahan dirinya untuk tidak menguyel-uyel istrinya, walaupun ia sudah sangat gemas. Tangannya juga udah gatel, tapi gak mungkin menutup sekat di depan mertua.


Bram menggaruk kepalanya yang gatal tiba-tiba. Tubuhnya merinding seolah-olah banyak kutu merayap di rambutnya. Ke makam memakan waktu hampir satu jam, selama itu pula Bram tersiksa.


Sampai di pemakaman, akhirnya Bram merasa lega. Keluar dari mobil ia menggeliat meregangkan ototnya yang tegang.


Masuk area pemakaman, pertama-tama Bram ke makam Burhan meminta restu sudah menikah dengan Kiara. Lalu ke makam Papanya, mengenalkan Kiara sudah sah jadi istrinya. Kemudian ke makam Kakek, nenek muda dan Om Indra kecil karena makam mereka bertiga bersebelahan.


Sayang sekali nenek Bram mamanya Papa, di makamkan di Belanda. Sudah lama juga gak kesana. Bram berjanji pada Kakek akan mengunjungi nenek Belanda dalam waktu dekat.


Tak lupa ia mendatangi makam kakek dan nenek nya dari pihak Mamanya Alisha. Sudah beberapa tahun makam mereka di pindah ke pemakaman Wijaya dari pemakaman umum.


Orang tua Alisha meninggal karena kecelakaan bus, pulang dari mengunjungi Alisha dan Arjit di ibu kota. Saat itu ia dan Arjit baru lulus SMA. Alisha baru masuk kerja sebagai pegawai tata usaha di perusahaan Kakek Bram sedangkan Arjit di terima di perguruan tinggi negri ibu kota.


...* Belum pada tau ya, Arjit dan Alisha adalah saudara kembar. Alisha lebih tua tujuh jam dari Arjit. Memang cukup lama jarak nya untuk bayi kembar....


...Ibu Alisha melahirkan di Bidan kelurahan. Setelah Alisha lahir, ibunya tidak mengalami kontraksi lagi. Sudah di tunggu selama satu jam, sementara ada satu bayi lagi di dalam perutnya. Sehingga dihubungi lah rumah sakit Kabupaten untuk mendapatkan pertolongan lanjutan, yang memakan waktu lima jam jarak tempuh perjalanan....


...Ternyata di dalam mobil ambulan ibu Alisha kembali mengalami kontraksi, akhirnya Arjit lahir di dalam ambulan tepat di depan rumah sakit.*...


Pramudya adalah pria Pendiam, ia tidak mengerti bagaimana mendekati seorang gadis. Waktu itu Pramudya masih menjabat kepala tata usaha di perusahaan keluarganya.


Sebagai atasan Alisha, Pramudya bukannya merasa kasihan. Ia selalu membentak-bentak Alisha, mencari-cari kesalahannya.


Alisha remaja menerima semua amarah Pramudya dengan sabar. Ingin berhenti kerja gak mungkin, ia sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk menopang hidupnya dan Arjit adiknya.


Selama tiga bulan Alisha masih bertahan, akhirnya Pramudya yang gak tahan. Ia memanggil Alisha ke ruangannya.

__ADS_1


Alisha terkejut, Pramudya menciumnya paksa lalu mengancam nya. Pilih antara dua, berhenti kerja atau menikah dengannya.


Akhirnya Alisha memilih dua-duanya, berhenti kerja dan menikah dengan Pramudya. Karena selain tampan ternyata Pramudya adalah pewaris tunggal perusahaan keluarga Wijaya yang di rahasiakan.


Walaupun selalu marah-marah pada Alisha, diam-diam Pramudya menyukai Alisha. Di samping parasnya yang jelita, wajah Alisha mirip dengan idola Pramudya yaitu artis India Manisha Koirala, jaman-jamannya Amir Khan masih muda.


Kembali ke masa sekarang.


Selang beberapa saat Daniel menyusul ke pemakaman, Marissa menemani Daniel keliling memperkenalkan satu persatu keluarga yang sudah duluan berangkat dalam perjalanan menuju akhirat.


Saat di makam Kakeknya, tiba-tiba Marissa merinding. Tak terasa air matanya mengalir, ia menangis sesenggukan lama-lama makin kencang menjerit-jerit seperti orang kesurupan.


Daniel Kaget gak tau harus berbuat apa. fermak wajah, fermak tubuh, fermak kelamin ia ahlinya, tapi menghadapi orang kesurupan ia kebingungan. Arjit yang berada di makam nenek Marissa, bergegas ke makam Ayahnya. Arjit memeluk Marissa, membopong nya keluar dari area pemakaman.


Di luar ada pendopo kecil. Kiara dan Bram yang sedang duduk beristirahat, kaget melihat Arjit membopong Marissa yang menggelinjang.


Kiara masuk ke dalam pelukan suaminya, Bram memeluk istrinya yang ketakutan,


Yudi merasa prihatin coba memindai apa yang terjadi pada Marissa. Tapi ia tidak bisa melihat apa-apa.


Yudi merasa aneh aja, ngapain gadis itu di situ. Ia melihat ekspresi Daniel dan orang di sekitarnya, apakah ada yang melihat keanehan gadis itu selain dirinya.


Sepertinya hanya dirinya yang menyadari kehadiran gadis itu, saat melihat lagi ke arah Marissa gadis itu sudah tidak ada.


Kemana dia, dalam hati Yudi.


Yudi mengitari pandangannya. Seorang pria remaja kira-kira usia kelas 8, berdiri tak jauh dari pintu gerbang makam, jarak dua meter dari pendopo. Di situlah Yudi melihat gadis itu berdiri, di samping pria remaja. Anehnya pria remaja itu tidak merasakan apa-apa padahal tubuh mereka hampir bersentuhan.


Yudi sempat berkenalan dengan remaja itu tadi, ia bertugas membantu penjaga makam membersihkan rumput di area pemakaman. Yudi memandangi remaja itu lekat-lekat, seperti familiar dengan wajahnya. Alangkah kagetnya Yudi saat menyadari, wajah remaja itu sangat mirip dengan wajahnya sendiri.


Bagaimana remaja ini mirip denganku, dalam hati Yudi.


Sedang memikirkan itu, Yudi tidak lagi melihat bayangan wanita itu di samping pria remaja ataupun di mana-mana. Yudi menghela nafas nya pelan, melihat ke arah Marissa yang terbaring lemah.

__ADS_1


Selesai Arjit membaca beberapa doa dan ayat-ayat suci akhirnya Marissa membuka matanya.


"Icha, putri sayang Papi." ujar Arjit terharu memeluk Marissa. Marissa terbengong, kenapa ramai orang mengerubuti nya


Marissa tidak memperdulikan Arjit, matanya clingak-clinguk, seperti mencari seseorang. Tatapan terkunci pada Yudi, tiba-tiba Marissa bangun berlari ke arah Yudi.


"Yudian." isak Marissa di pelukan Yudi.


Yudi tergamang, tak tau harus bagaimana. Di KTP memang namanya Yudian. Nama itu di berikan Burhan padanya setelah ia keluar dari rumah sakit 15 tahun yang lalu setelah mendapatkan kembali penglihatannya.


Sedangkan nama aslinya adalah Wahyudi. Orang tuanya memanggilnya Wahyu, begitu juga dengan orang-orang yang mengenal dirinya. Burhan mengganti panggilan dirinya dari Wahyu menjadi Yudi, dan seingat Yudi tidak ada orang yang pernah memanggilnya Yudian.


Yudi memandang orang sekitar bergantian, seolah memohon bantuan menjelaskan padanya situasi ini.


"Arjit, kita hubungi dr. Khoo dia yang mengerti masalah ini." tegas Alisha melihat kebingungan Yudi.


Arjit menarik Nafas berat, kenapa sudah di bacain doa-doa belum pergi. Membawa Marissa ke rumah besar dalam keadaan seperti ini, bisa resiko. Takutnya arwah itu nempel terus di tubuh Marissa, sebaiknya di usir dulu baru membawa Marissa pulang.


"Tuan, di dalam kampung ada orang pintar." tiba-tiba pria remaja bersuara.


Semua menatap kepadanya.


"Bisa beritahu dia datang kemari?" tanya Arjit gak sabar.


"Bisa Tuan, saya perlu satu orang menemani saya mewakili dari pihak keluarga." jawab pria remaja.


"Paman, sebaiknya kita yang ke sana biar cepat, ayo Yudi bawa Marissa masuk ke mobil!" titah Bram. Yudi mengangguk.


"Tapi Marissa tidak membolehkan Yudi beranjak, semakin erat memeluk nya."


Lalu bagaimana?


*******

__ADS_1


Hai readers yang budiman ikuti terus Tuan muda romantis ya. Segala bentuk dukungan author ucapkan terima kasih banyak.


Jumpa lagi episode berikutnya. 🙏


__ADS_2