Tuan Muda Romantis

Tuan Muda Romantis
167


__ADS_3

Di mobil boxnya, Daniel melakukan operasi kecil mengutip serpihan-serpihan kaca, karena ada pecahan gelas yang menancap agak dalam membuat Daniel harus ekstra hati-hati.


Berbekal ilmu bedah saraf yang telah dipelajari nya, dalam setengah jam akhirnya Daniel selesai menjahit luka dalam maupun luka luar di kepala Yudi


"Dani, bagaimana keadaan Yudi?" tanya Bram gak sabar sesaat Daniel keluar dari mobil boxnya.


"Tidak apa-apa Bram, sebentar lagi juga siuman."


Jawab Daniel walaupun dalam hatinya ada yang mengganjal.


Sepertinya Yudi pernah mengalami pembedahan otak dan matanya berbeda, apa mungkin? Ilmu tentang mata palsu yang bisa melihat belum ada dalam dunia kedokteran, masih sebatas fiksi ilmiah.


Dalam hati Daniel semoga ia tidak melakukan kesalahan yang bisa mengakibatkan hilangnya fungsi alat yang dipasang di kepala Yudi.


"Yudi tidak sanggup melihat darah banyak makanya dia pingsan, apa lukanya parah?" tanya Bram lagi pada Daniel.


Hm, "Tidak, hanya luka biasa." Daniel menggeleng namun masih kepikiran.


Kalau manusia biasa, luka seperti itu tidak ada masalah setelah dijahit juga dia akan baik-baik saja, tapi kan Yudi berbeda,


Dalam hati Daniel menarik nafas berat.


"Dani, apakah Yudi bisa dibawa pulang ke rumah besar ataukah harus dirawat di rumah sakit" tanya Bram khawatir, melihat Daniel sepertinya sedang berpikir keras.


"Jangan ke rumah sakit, Brama!"


Sergah Daniel cepat membuat Bram berpikir lagi bahwa sepertinya memang ada masalah dengan Yudi.


"Dani, kalau ada masalah terus teranglah padaku!" sergah Bram juga suara tinggi bahkan menarik kerah kemeja Daniel.


"Tidak ada Bram, tenanglah! Lepaskan aku." mohon Daniel menarik tangan Bram dari lehernya.


"Setelah siuman, boleh pulang kalau memang sudah tidak ada urusan lagi di sini. Ah, lain kali kalau ada masalah dengan kesehatan Yudi panggil aku Bram, ingat itu!"


Tegas Daniel, ia khawatir jangan-jangan bukan matanya saja yang palsu otaknya serta dalam-dalamnya juga palsu.


Apa mungkin? Itu hanya ada di dunia halu drama dan perfilman, manusia setengah robot bisa hidup, hais.


Dalam hati Daniel jadi pusing sendiri kenapa jadi percaya dan ikut-ikutan ngehalu.


Dan beruntung ruang VIP memasak Bram kedap suara sehingga kegaduhan tidak sampai terdengar sampai keluar ruangan. Juga saat mengeluarkan Yudi, jalur yang harus dilewati segera dikosongkan oleh para bodyguard group WJ.


Begitu juga bodyguard dari pihak Jaguk Korsel. Mereka sudah biasa menghadapi kelakuan si bos yang nyeleneh dan semau gue. Sudah tugas mereka juga untuk menutupi nya agar tidak ada rumor yang bisa merusak reputasi si bos laknat.


Namun Bram tidak mau bertoleransi, walaupun rekan bisnis dia tidak perduli. Ceo maupun Olivia tetap dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.


Apalagi yang jadi korban adalah asisten pribadi Bram sendiri, jangan harap bisa lepas dari jeratan hukum.


*


Di rumah besar Laras terduduk lemas di sofa, hatinya tidak tenang dari tadi terus berdebar-debar.


"Ras, lo gapapa?" tanya Kiara melihat Laras yang gelisah.


"Gak tau Ra, gue jantungnya debar-debar mulu deh." jawab Laras menahan dada sebelah kirinya.


"Lo baring coba, pejamkan mata."


Ujar Kiara sambil mengunyah, di pangkuannya ada semangkok besar buah anggur entah asam entah manis baginya enak belaka.


Entah kenapa juga Kiara kepingin nyemil terus, apa aja dia selera padahal baru selesai makan. Namun lebih baik makan buah, dalam hati Kiara terus mengunyah.


"Ma, ayah kecelakaan!" suara Sabit berlari dari ruang santai dapur.

__ADS_1


Mendengar teriakan Sabit, sontak Laras bangun lagi dari baringnya semakin membuat dadanya berdebar, jantungnya berdenyut, tubuhnya gemetar.


"Apa maksud lo!"


Teriak Laras sekencang-kencangnya, melotot pada Sabit.


"Ah maaf Ma, ini."


Sabit menunjukkan tabletnya, Kiara mendekat ingin melihat juga.


Ada video bagaimana Yudi berlari menghampiri Olivia dan memeluknya, saat sebuah benda melayang di kepala Yudi Laras membelalak, mulutnya menganga.


Ah!


Ah!


Teriak Laras dan Kiara berbarengan saat melihat darah muncrat di kepala Yudi, Laras membuang muka tak sanggup melihat begitu juga dengan Kiara, sekujur tubuhnya lemas.


Laras memberanikan diri melihat lagi vidio sampai selesai dengan air mata yang jatuh berderai.


Melihat Kiara dan Laras yang lemas apalagi Laras sampai menangis jatuh air mata Sabit jadi menyesal menunjukkan video, habis gimana tadi ia juga panik.


Ah! bodohnya aku, gimana jadinya kalau mama Laras gak tahan lalu pingsan.


Dalam hati Sabit mengutuki dirinya sendiri segera ia mengambil air putih untuk kedua perempuan cantik itu.


Setelah Kiara agak baikan.


"Itu perempuan siapa sih, nanti gue interogasi Bram kenapa ada wanita penghibur di acara makan malam!"


Gumam Kiara geram menekan giginya, mengunyah anggurnya seolah mengunyah Bram.


Laras yang masih bisa mendengar menjawab. "Itu mantannya Yudi." desis Laras, hatinya sakit bagai diiris pisau silet.


Bagaimana tidak, di video Olivia kesempatan memeluk Yudi dan menciumi seluruh wajahnya bahkan bibirnya juga dicium padahal penuh darah dia tidak merasa jijik.


Dalam hati Laras sedih tak tertahankan, seolah matanya dibuka melihat kenyataan teringat lagi video syur Yudi dan Olivia.


"Lo kok tau Ras, itu mantan Yudi?" tanya Kiara suara pelan, prihatin pada sahabatnya. Kiara memberi Laras tisu yang ada di dekatnya.


"Hiks, hiks." Laras menangis.


"Bahkan mereka punya anak, Ra hiks hiks" Laras sesenggukan menghapus air matanya.


Mendengar Laras, Kiara membelalak. "Yudi! Punya anak!" teriak Kiara tak percaya.


Bukankah Sabit dan Sora anak Suganda dan wanita itu bukan ibunya Sabit dan Sora. Anak mana lagi..


Dalam hati Kiara jadi bingung sendiri.


Apa Mama Laras belum diberitahu ayah.


Dalam hati Sabit yang mendengar jadi kasihan. "Mama, Junior bukan anak Ayah Yudi."


Jelas sabit menatap iba Laras, ia juga tau wanita yang di vidio itu ibunya Juni teman barunya bahkan saudara se ayah dengannya, karena ayah Yudi sudah memberitahu nya.


Hah, bukan anaknya! Mau aja ditipu si Yudi bahkan video saat membuatnya aja ada.


Dalam hari Laras semakin sedih merasa telah dibodohi.


Maksudnya apa sih?


Dalam hati Kiara penasaran namun tidak ada waktu untuk itu. Bagaimana nasib Yudi sekarang, itu yang terpenting lalu Kiara meraih ponselnya.

__ADS_1


"Sabit, kirim video ke ponsel aku." pinta Kiara pada Sabit sebelum menelpon suaminya.


"Baik, Ka." jawab Sabit.


*


Di ruangan VIP hotel WJ.


Yudi telah dipindahkan ke kamarnya, terbaring belum juga siuman lengkap dengan peralatan medisnya.


Alat pendeteksi detak jantung yang menandakan Yudi masih bernafas, membuat Daniel dan Bram masih memiliki harapan bahwa Yudi baik-baik saja.


Apa ada yang salah sambung.


Dalam hati Daniel berpikir lagi di mana silapnya.


Bram sudah diberitahu Daniel mengenai Yudi dan apa yang ada di dalam kepalanya, sempat shock juga Bram mendengar nya.


Ponsel di saku Bram berdering panggilan masuk dari mylovelywife.


"Hallo sayang, apa kamu merindukan ku?" Bram menjawab panggilan suara dibuat senormal mungkin walau hatinya tidak bisa tenang.


"Sayang, bagaimana Yudi?"


Suara Kiara di ujung sambungan membuat Bram mengerut dahi mendengar nya.


Bagaimana Kiara tau tentang Yudi?


"Bagaimana apanya?" Bram masih pura-pura.


"Bram, jangan coba menyembunyikan masalah serius. Aku tau Yudi terluka di kepala, apa kamu mau aku kirimi videonya!" Kiara suara tegas.


Ponselnya berbunyi, Bram membuka pesan video yang dikirim istrinya.


Astaga!


Bram menoleh ke Daniel yang terduduk lemas di sampingnya, Daniel menatap Bram,


"Ada apa?" tanya nya


Bram menunjukkan Daniel video sambil berteriak.


"Barus!" panggil nya pada pengawal yang berjaga di depan pintu.


"Iya, Tuan muda." jawab Barus segera menghadap Bram.


"Coba kamu jelaskan!" Bram menunjukkan layar ponselnya di kasur, kelihatan Video kericuhan di ruang VIP.


"Kita sudah pastikan semua media cetak dan televisi tidak akan ada berita ini Tuan, kemungkinan ini dikirim dari ponsel pribadi. Boleh saya tau darimana Tuan mendapatkan Videonya?"


Tanya Barus tak ayal dia ketakutan, apa ada yang terlepas dari pengamatan nya.


Bram mengaktifkan microphone di ponselnya. "Sayang, dari mana kamu dapat videonya?" tanya Bram pada Kiara.


"Sabit."


Suara Kiara yang bisa didengar Daniel dan juga si satuan pengaman, seketika Barus mengerti.


Junior.


Namun ia bingung harus bagaimana, cerita kah atau tidak pada Bram. Karena ini adalah masalah pribadi bos Yudi.


*****

__ADS_1


Hi, pembaca setia. Ikutin Tuan muda romantis. Dukung like , vote dan hadiah ya semoga jadi berkah bagi anda semua.


Jumpa lagi episode selanjutnya. 🙏


__ADS_2