Tuan Muda Romantis

Tuan Muda Romantis
91


__ADS_3

Pemakaman Wijaya dekat dengan daerah Mountain Villa.


Setelah di pujuk akhirnya Yudi berhasil membawa Marissa masuk ke mobil. Yudi dan Arjit satu mobil duduk di bangku belakang mengapit Marissa di antara mereka. Namum Marissa merasa risih dengan Arjit.


"Paman, di depan masih kosong kenapa harus bersempit-sempit di belakang." ujar nya mengusir secara halus.


Paman


Arjit hampir jatuh air mata mendengar putrinya sendiri memanggilnya Paman, ia sangat khawatir jika Marissa tidak bisa kembali. Setahu Arjit hal seperti ini hanya terjadi di film-film, kenapa di alam nyata malah terjadi pada Marissa anak perempuan kesayangan nya.


"Yudi, tolong jaga Icha." mohon Arjit pada Yudi penuh pengharapan.


Yudi mengangguk. "Jangan khawatir Manager, Nona akan baik-baik saja." ucap Yudi menenangkan Arjit.


Akhirnya Arjit pindah duduk di depan, di samping Daniel yang bertindak sebagai supir membawa mobil Arjit. Sedangkan mobil Daniel dibawa pulang oleh asistennya yang tidak ikut dalam rombongan.


Begitu juga dengan Alisha, Arjit meminta nya untuk tidak usah ikut beramai-ramai. Bram menyetujui usulan Paman nya, lalu menitip Kiara pada Mamanya dan juga Dwi ikut mobil Alisha. Mereka kembali pulang duluan ke Rumah besar.


Sementara Bram dan anak remaja di mobil bersamanya berjalan di depan sebagai pemandu arah.


Dua mobil beriringan masuk perkampungan warga. Ternyata rumah tinggal orang pintar padat penduduk. Masuk gang keluar gang.


Ke rumah orang pintar satu gang lagi tidak muat untuk mobil masuk, akhirnya rombongan keluar dari mobil dengan berjalan kaki.


Di belakang pria remaja berjalan ada Yudi. Tadi saat baru separoh perjalanan Marissa tertidur sehingga turun dari mobil terpaksa Yudi menggendong nya.


Walaupun mendapat tatapan tidak senang dari Daniel. Yudi pura-pura tidak open, karena tidak ada waktu berdebat masalah itu. Yudi menggendong Icha ala bridal, Arjit, Bram dan Daniel mengikuti nya beriringan.


Beberapa warga berkerumun terkagum-kagum, tiba-tiba kampung mereka di datangi pria-pria tampan dan gagah dari berbagai usia. Dengan satu orang gadis yang di gendong sedang tertidur.


Berita seorang gadis kesurupan di makam sudah tersebar ke perkampungan penduduk setempat. Semakin mereka penasaran. Ternyata gadisnya sangat cantik, puji mereka melihat gadis yang digendong Yudi.


Di antara pria-pria, Bram yang paling banyak mendapat perhatian. Setelah mereka ngeh yang berjalan di depan mereka adalah Tuan muda Bramasta yang fenomenal, banyak dari mereka mengambil gambarnya diam-diam bahkan ada yang mendadak nge-vlog.


Tiba di sebuah rumah gandeng tiga, pria remaja mengucap salam di pintu bagian tengah yang langsung di balas salam dari dalam rumah oleh seorang pria tua sekitar usia 60-an tahun.


Pria tua tercengang melihat siapa yang datang. Bukankah ini Tuan muda Wijaya yang baru menikah dalam hati pria tua. Tatapannya terkunci pada Yudi yang menggendong Marissa.


Anak remaja memperkenalkan mereka dan menjelaskan maksud kedatangan nya. Orang tua adalah kakek anak remaja itu sendiri. Ia pernah sekali melihat kakeknya menolong orang kesurupan.


Ck, orang tua itu berdecak melihat kepolosan cucunya. Dia bukan orang pintar, dulu itu hanya kebetulan saja.

__ADS_1


Lalu Pria tua mempersilahkan mereka masuk dan mengusir kerumunan orang kampung yang coba mengintip dari berbagai sudut rumah. Akhirnya kerumunan bubar membentuk kelompok-kelompok penggosip.


"Maaf Tuan-tuan keadaannya seperti ini." ujar orang tua merasa segan. Mengingat keadaan rumahnya yang nyaris gak ada tempat yang pantas untuk diduduki tamu-tamu terhormat nya.


Pria tua melihat ekspresi Bram, semakin ia terintimidasi. Sebagai orang tua, ia bisa membaca ekspresi wajah karena sudah banyak bertemu orang dengan berbagai watak.


Ia ikut prihatin pada Pangeran Wijaya yang sedang susah payah berusaha menahan rasa jijiknya itu.


"Dimana kami bisa duduk Pak?" tanya Arjit.


"S-sebentar tuan-tuan." ucapnya terbata masuk kebagian dalam rumahnya.


Orang tua membawa tikar yang masih terbungkus plastik membentangkan nya di ruang tengah rumahnya yang sempit di bantu anak remaja.


"Silahkan, Tuan-tuan apa adanya." ujar orang pintar.


Marissa di pangkuan Yudi matanya terpejam. Setelah membaringkan Marissa, Yudi meregangkan tangannya yang kaku. Teringat tadi di mobil Yudi merasakan tubuh Marissa yang memberat, tiba-tiba tergolek di pangkuannya.


Yudi yang gerah membuang wajahnya ke luar jendela mobil. Terlihat gadis yang di pendopo tadi berjalan berbalik arah menuju makam. Yudi mengerjab-erjabkan matanya, apa dia gak salah lihat, ia sampai menoleh ke belakang duduknya.


Terlihat hanya punggungnya namun bentuk tubuh dan model pakaiannya sama, warna terang mencolok. Warna yang tak lazim dipakai oleh gadis jaman sekarang. Saat Yudi memindai, kosong tidak ada apa-apa.


Mereka duduk bersila di tikar berhadapan dengan orang tua. Pria remaja mengambil duduk di samping orang tua yang dia panggil kakek itu, orang tua mengusap sayang kepala cucu semata wayang nya itu.


Takdir apa yang menuntun orang-orang keren ini datang ke rumah jeleknya ini, dalam hati orang tua.


Tidak berapa lama Marissa terjaga, merasa ada orang yang mengusap kepalanya.


"Papi?" panggil Marissa kebingungan.


Arjit tersenyum bahagia, Marissa telah sadar dan mengenalinya.


Ke empat pria, Arjit, Bram dan Yudi serta Daniel mengucap hamdalah bersamaan.


"Papi! Kenapa Icha tidur di sini!"


Teriakan Marissa mengagetkan semua makhluk hidup yang ada di ruangan itu. Dengan terburu Marissa mengangkat kepalanya dari pangkuan Arjit, lalu bangun dari tikar sambil mengibas-ibaskan tubuhnya.


Marissa merasa alergi dengan tempat dia tidur tadi bahkan Marissa merasa mual, seolah semua tempat adalah najis dalam pandangannya.


"Papi, ayo kita pergi dari sini! Tempat ini menjijikkan!" masih teriak Marissa menarik-narik tangan Arjit.

__ADS_1


"Sebentar Icha." ujar Arjit menarik putrinya duduk di pangkuannya merasa gak enak hati pada tuan rumah.


Marissa menolak duduk di pangkuan Papinya, berpindah duduk di pangkuan Daniel. Dengan senang hati Daniel membiarkan nya. Bahkan memeluknya dengan perasaan kasih yang teramat dalam.


Arjit semakin heran, tapi nanti sajalah mencari tau, ada apa antara putri nya dan dokter terbaik dunia itu.


Karena Marissa sudah kembali ingatan nya. Arjit berembuk dengan Bram agar mereka segera berpamitan saja pada Tuan rumah.


Sebelum tamunya berdiri, orang tua bertanya pada Yudi. "Tuan ini tidak mengenal saya." ujarnya memandang Yudi.


Yudi yang memang tidak kenal, menggeleng. Lalu mengulurkan tangannya.


"Saya, Yudi Pak, apa bapak mengenal saya." tanya Yudi memperkenalkan diri.


Orang tua menarik nafas berat, Lalu pergi ke dalam dan kembali membawa bingkai lama. "Ini." tunjuk nya pada Yudi.


Tapi dalam ingatan Yudi ia tidak ingat pernah berphoto seperti itu. Photo itu menunjukkan acara ijab kabul, ia bersalaman dengan seseorang seperti penghulu.


Ketiga Bram, Arjit dan Daniel mengamati photo dan Yudi bergantian. Sama, hanya di photo versi mudanya. Marissa yang bermanja-manja di pangkuan Daniel pun ikut terlonjak.


"Wow Yudi, kamu ternyata sudah pernah menikah." pekik Marissa dengan nada mengejek. Marissa tersenyum devil, pikirannya pada si Laras. Daniel yang gemas pun mencubit pipinya.


Lalu Yudi mengamati gadis yang di samping gambar orang yang mirip dirinya, Astaga!


Yudi terkesiap, itu adalah gadis yang dilihatnya di pendopo makam dan di jalan kampung. Karena penasaran, Yudi bertanya. "Mana wanita yang di photo ini?"


Si Bapak tua berkaca-kaca memandang anak remaja di sampingnya.


"Dia sudah meninggal saat melahirkan Sabit." ujar Orang tua mengusap kepala anak remaja.


"Saya memberinya nama Sabit, karena waktu lahir di langit malam, bula sabit sangat terang." air mata orang tua pun lolos begitu saja.


"Lalu di mana pria ini?" tanya Yudi menunjuk bingkai tepat di wajah gambar pria yang mirip dengannya.


Semua mata menatap padanya. Mendadak Yudi merasa gerah, jakunnya menggulung.


*******


Hallo readers yang Budiman, ikutin terus ya Tuan muda romantis. Segala bentuk dukungan saya ucapkan terima kasih. Semoga jadi berkah bagi kita semua.


Jumpa lagi episode selanjutnya 🙏

__ADS_1


__ADS_2