
Bacalah saat sedang tidak berpuasa.
Di dapur kamar Yudi.
"Ayo ke kamar." ajak Yudi suara berat pada Laras memeluk di pinggangnya.
"Ada apa?" tanya Laras, kelihatan wajah Yudi serius sekali.
"Apa biasanya alasan suami mengajak istrinya ke kamar?" jawab Yudi balik nanya mencubit pipi Laras.
Cis masih sore, beruntung tadi sudah menjalankan ashar waktu di Apart Beno. Kebiasaan si Om, asal mau maghrib aja minta jatah.
Dalam hati Laras tersenyum malu-malu tapi mau. "Ya, udah." jawab Laras.
Membaca pikiran Laras Yudi tersenyum dalam hati, seketika ia menyeret Laras masuk ke ruang tidur kamar dan mengunci pintunya.
"Sini!" ajak Yudi duduk di sisi tempat tidur, membawa Laras duduk di sampingnya.
Laras deg degan melihat ekspresi wajah Yudi.
Serius amat sepertinya bukan mau ehm ehm deh, seram amat bawaan nya. Apa gue mau dimarahin gara-gara tadi ngebantu Kiara kabur, hais sama istri sendiri gak ada toleransi.
Dalam hati Laras jantung berdebar ketakutan seperti mau dibawa ke tiang gantungan.
Yudi menggenggam tangan Laras sebelum bicara ia menarik nafas pelan menatap nya sayu.
"Laras aku tidak mau melihat kamu berlutut lagi demi aku seperti tadi di depan siapa pun, apalagi di depan banyak orang." ujar Yudi suara lembut namun dengan sorot mata yang tajam.
Benarkan mau diomelin, hais bagaimana dia tahu aku berlutut demi dia.
Dalam hati Laras, mengerut dahi. "Tapi memang aku yang sal...."
Pletak.
"Aduh!"
Satu sentilan di kening Laras bahkan sebelum ia menyelesaikan bicaranya, Laras mengusap kening nya, merengut.
Hehe, lumayan kuat tadi.
Dalam hati Yudi tersenyum namun tetap menampilkan mimik wajah yang serius.
"Salah di mananya! Kamu bukan penjaga Nyonya muda, itu tugas kita dan para bodyguard, salah kamu di mananya? Aku dan bodyguard juga sudah tau kalau Nyonya muda mau menyelinap, kami sudah siaga jadi ini bukan salah kamu, ngerti Laras!"
Jelas Yudi ketus menepis tangan Laras, gantian mengusap keningnya.
"Makanya aku takut kamu disalahkan, terus ditonjok sama Tuan muda." jawab Laras pelan akhirnya, bibirnya mengerucut.
"Kalau aku kan perempuan mana mungkin dia tega mau nonjok, memangnya kamu tega nyentil kening aku kuat lagi, sakit tau?" sentak Laras meringis menampakkan giginya.
Yudi tidak jadi merasa bersalah malah geli melihat gigi Laras banyak jigongnya, mau cium pun jadi gak selera.
"Barusan makan apa?"
Tanya Yudi menarik jemarinya dari wajah Laras, tidak jadi mendekatkan wajahnya.
Hehe, "makan pansit Lucita pakai saos sambal belum minum tadi, lupa. Habis kamu maksa banget mau masuk kamar!" jawab Laras mencoba membersihkan celah-celah giginya dengan lidahnya.
"Ih, jorok." Yudi mengernyit menyipitkan matanya memandang Laras.
Hehe. "Bentar ya aku sikat gigi dulu." ujar Laras malu.
Dasar si Yudi.
Dalam hati Laras segera kabur ke kamar mandi, menggosok giginya sekalian cuci muka biar gak berminyak nanti kalau dicium Yudi, kemudian keluar di pintu kamar mandi ia melongo.
Hm, gak jadi ehm ehm nya, ya sudahlah aku ke ruang pakaian saja ambil baju bersih.
Dalam hati Laras, kelihatan punggung Yudi duduk di meja komputernya dengan serius.
__ADS_1
Laras masuk lagi ke kamar mandi mau ambil keranjang baju kotor lalu keluar dari ruang tidur jalan pelan-pelan sambil menajamkan pendengaran nya siapa tau Yudi memanggil nya.
Ternyata sampai dekat pintu kamar Kiara tidak ada tanda-tanda Yudi memanggil nya, cih pehape.
Di ruang pakaian Laras jumpa Salma. "Mbak, ngapain di sini?" tanya nya heran melihat Salma nyetrika baju.
"Ah, mbak Tika sekarang jadi asisten Nyonya besar jadi saya yang menggantikan nya, buat jaga-jaga nanti kalau tidak lulus jadi baby sitter Sora." jawab Salma.
Itu karena Samsir memberinya ide, karena syarat yang diberikan Yudi hanya 3 hari baginya untuk mengambil hati Sora. Sementara, semenjak ada Laras Sora semakin tidak menyukai nya.
Semoga dengan jadi pelayan di rumah besar dia bisa tetap dekat dengan putrinya. Di sini juga ada Yudi sebagai paman Sora, yang akan melindungi mereka jika suatu hari Suganda tau ia hamil anaknya dan mau merebut Sora darinya.
Kalau Salma tidak lulus jadi siapa yang akan jadi baby sitter Sora.
Dalam hati Laras penasaran bagaimana Salma bisa hamil anak Suganda namun mau nanya dia segan.
Hm, "Saya mau ambil baju bersih, sekalian ini, ngantar baju kotor." ujar Laras.
"Iya dek Laras silahkan." jawab Salma.
Akhirnya setelah mengambil baju bersih Laras keluar dari ruang pakaian.
*
Di ruang tidur, Yudi membaca Laras tersenyum dikulum. Bukannya dia tidak mau ehm ehm, karena barusan masuk Email di komputernya mengenai hasil test Suganda, dirinya dan Sabit.
Teringat sesuatu, Yudi ke nakas meraih ponsel Laras yang lagi di charge ingin melihat video yang dikirim Junior padanya.
Ponsel Laras tidak dikunci memudahkan Yudi membuka nya, ternyata pada Laras dikirim nya durasi lebih lama dari pada yang dilihat Yudi.
Yudi mengerut dahi, melihat vidio saat Olivia di kamar mandi, pria yang wajahnya mirip dengan dirinya itu diangkat oleh empat pria tegap-tegap dan itu ciri-ciri anak buah Suganda.
Apa dari dulu dia sudah jadi Bos, lalu kenapa dia menikahi ibu Sabit dan meninggalkan nya terlantar tidak menafkahi anaknya.
Yudi menutup ponsel Laras dan meletak nya di nakas lalu kembali duduk di depan komputernya.
Dalam hati Yudi, sejenak dia ragu apakah itu memang baru pertama bagi Olivia. Mengingat Laras yang kesakitan, juga Nyonya Kiara saat membaca pikiran bosnya.
Tapi Marissa juga menikmati bersama Daniel saat pertama kali, tidak terlalu kesakitan.
Dimana silapnya, dalam hati Yudi bingung apa setiap perempuan berbeda-beda penerimaan nya pada saat pertama.
Yudi kembali fokus memeriksa Email-email masuk, pertama ia membuka hasil tes DNA.
Ternyata memang benar sampel DNA Yudi dengan Suganda, cocok sampai 99, 99 % tingkat kemiripan.
Ya Tuhan, bahkan setelah apa yang terjadi! Aku kehilangan mata Suganda kehilangan wajah, DNA kami tidak ada perubahan.
Yudi lanjut melihat ke sampel Sabit dengan Suganda juga cocok, Yudi jadi deg deg an saat mau melihat sampelnya dengan Sabit, apakah cocok?
Ternyata untuk pihak ayah Yudi juga cocok, jadi Yudi juga bisa mengklaim Sabit adalah anaknya.
Untuk saat ini Suganda tidak bisa mengklaim Sabit sebagai putranya, karena di akta nikah ibu Sabit menikah dengan Yudian dan Yudian adalah identitas ku sekarang juga wajahku yang sama dengan yang di foto nikah.
Dalam hati Yudi teringat bayangan orang yang membantu nya menghalau kawanan preman yang menghajar nya, hanya bayangan. Yudi tidak bisa melihat jelas walau berusaha sampai akhirnya dia tidak sadarkan diri.
Apakah dia Yudian? Lalu bagaimana Yudian bisa bertemu Olivia? Setelah bertemu dengan ku ataukah sebelumnya? Bagaimana identitas Yudian ditemukan Burhan di kantong celanaku lalu kartu identitas ku sendiri di mana? Kalau ketukar dengan Yudian asli kenapa dia memakai nama Suganda, bukan namaku, Wahyudi?
Dalam hati Yudi teringat Junior.
Dengan cara apa dia akan membalas kan sakit hati Olivia, hm.
*
Dari ruang pakaian Laras mampir ke ruang santai dapur bergabung dengan Sora dan Sabit.
Keluarga S, kalau ditambah dengan Salma dan Suganda, klop, dalam hati Laras.
"Mama Laras lihat aku gambar ayam." Sora menunjukkan tabletnya.
__ADS_1
Sabit merasa, Sora kelihatan nya suka menggambar dan mewarnai makanya ia mendownload aplikasi menggambar di tablet Sora dan berhasil mengalihkan pikiran Sora yang merengek minta tukar tablet dengannya, dasar.
Sora sudah terbukti anak Suganda karena Salma mengakui nya. Bagaimana dengan Sabit dan anak wanita yang di hotel, apa benar anak Suganda juga, hm.
Dalam hati Laras, memandang Sabit dan Sora bergantian. Lalu adzan maghrib berkumandang, diam-diam ia kembali ke kamar Yudi.
*
Di Apart di kamar Bram, Kiara di pelukan suaminya juga mendengar suara adzan.
"Sayang bangun ayo sholat maghrib."
Bram membangunkan Kiara yang terpejam, biasalah dengan cara menyedot bibirnya serta tangannya yang menjelajah ke area sensitif istrinya.
Cis, perlahan Kiara membuka matanya, mendongak menatap suaminya.
"Ayo kita sholat berjamaah." ajak Bram mengusap pipi sembab Kiara.
Hm, Kiara mengangguk ingin bangun dari atas tubuh Bram namun Bram menindih nya, mendaratkan bibirnya di leher Kiara.
Setelah puas menciumi Kiara, barulah Bram beranjak bangun dari sofa membawa istrinya itu ke kamar mandi.
*
Laras membuka pintu kamar, masuk ke ruang tidur Yudi masih serius di komputernya.
Perlahan Laras ke kamar mandi mau wuduk, ingin melaksanakan sholat maghrib.
Yudi juga masuk ke kamar mandi saat Laras lagi duduk di kloset, pipis. Buru-buru Laras menutup bagian dirinya, hais.
Yudi berjalan ke urinoir juga mau pipis, Laras membuang mukanya saat Yudi mengeluarkan belalainya.
"Kita sholat bersama, akh." suara Yudi sambil mengerang.
"Hm."
Laras bergumam jantungnya berdenyut, ia menunggu Yudi selesai wuduk baru kemudian bangun dari kloset berjongkok membersihkan diri, setelahnya ia pun wuduk.
Yudi sudah menunggu nya dengan dua sajadah terbentang, Laras mengambil tempat di belakang imam lalu Yudi takbiratul ihram.
Ini pertama kali Yudi mengimami nya sholat, akhirnya sah Yudi jadi imam ku dalam hati Laras berdoa semoga langgeng hingga akhir hayat.
Selesai doa, Yudi menghadap Laras mengulurkan tangannya, Laras meraih jemari Yudi mencium punggung tangan suaminya.
Membaca Sora lagi tertidur di sofa ruang santai dapur, hm aman dalam hati Yudi menarik simpul tali mukena Laras membantu membuka nya. Meraih wajah Laras mendekatkan bibir mereka lalu Yudi melu matnya mesra.
Laras membalas, ciuman semakin panas dan bergairah sampai mereka berdua sesak nafas baru lah saling melepas, ditutup dengan kecupan-kecupan ringan.
Yudi meraih tangan Laras bangun dari sajadah membawa nya naik ke kasur.
Laras dalam kungkungan nya. "Malam ini aku jaga malam, nanti tidur di mobil." desis Yudi di wajah Laras.
"Hm." gumam Laras mengangguk.
"Asal jangan sampai menyelinap ke kamar mantan."
Lanjut Laras kaget, entah kenapa kalimat itu keluar dari mulutnya.
Ah kan, jadi kelihatan aku cemburu, dalam hati Laras menggigit bibir bawahnya.
Yudi menarik ujung bibirnya membaca pikiran Laras. "Tidak akan, selagi kamu masih setia tapi kalau kamu meninggalkan ku bisa jadi,..."
Yudi tidak bisa meneruskan bicara nya karena mulutnya telah disumbat oleh bibir basah dan seksi.
****
Hi, pembaca yang Budiman. Ikutin terus Tuan muda romantis, dukung dengan like vote dan hadiah juga ya.
Jumpa lagi episode selanjut nya.🙏
__ADS_1