Tuan Muda Romantis

Tuan Muda Romantis
92


__ADS_3

Minggu sore hari di rumah besar, Kiara kebosanan menunggu Bram pulang. Ia di ruang keluarga, nyemil buah anggur hijau sambil nonton acara gak jelas di televisi.


"Aku ke Jaguk aja kali ya, sebentar lagi Laras pulang kerja. Sekalian jemput, bisa belanja peralatan mandi." Kiara bermonolog sendiri melihat jam di dinding menunjukkan angka 16.30wib.


*


Dwi akhirnya nyangkut di rumah besar, ia lagi di dapur. Membuatkan Alisha snow cake rumahan, jadilah mereka sibuk berdua di dapur. Para chef ikut nimbrung berkumpul sekalian pengen tau gimana sih snow cake rumahan ala Dwi.


Karena Daniel ikut ngantar Marissa ke orang pintar, makanya perawatan Alisha siang ini terpaksa di cancel.


Sangat mencurigakan, apa Daniel suka pada Marissa, dalam hati Alisha.


"Mama, boleh tidak Kiara minjam mobil mau jemput Laras sambil belanja barang keperluan Kiara." tanya Kiara pada Alisha yang tiba-tiba muncul di dapur.


Semua pelayan yang ada di dapur menunduk hormat melihat kedatangan Nyonya muda mereka. Kiara membalas anggukan para pelayan.


Keren juga ya aku, ha ha. Kiara ketawa geli di dalam hati.


Alisha berpikir-pikir mencari alasan sekiranya nanti Bram bertanya.


"Baiklah Kiara, sebaiknya kamu diantar Samsir, mama titip belanjaan di market. Dwi, berikan Kiara catatan belanjaan bahan yang tadi." ujar Alisha pada Dwi. Seyogyanya ia juga berniat mau belanja bahan dapur tadi.


"Kamu boleh tolong Mama kan Kiara."


"Iya Ma." jawab Kiara kesenangan.


"Ra, kalau kamu mau dibuatin seblak, mampir ke rumah bawa saja bahannya kemari. Ibu sudah siapkan di kulkas." ujar Dwi. Kiara mengangguk lalu pergi mencari Samsir membawa catatan belanjaan.


"Di stand halaman depan ada tulisan seblak, apa itu makanan?" Alisha penasaran bertanya pada Dwi.


Dwi. "?"


*


Setengah jam menuju pulang.


Di counternya, Laras lagi berdebat dengan Hendra.


"Pak, bisa tidak lemburnya di ganti orang yang lebih ahli." mohon Laras.


"Tidak bisa, Laras. Customer mau nya counter 7 siapa lagi kalau bukan kamu. Kamu harus sukses, si nyonya kalau belanja bisa em em-an. Awas kalau gagal, saya potong gaji kamu." ancam Hendra.


Ck, "Pak, tapi customer itu tuh cerewet banget, hanya Kiara yang ngerti menghadapinya." rengek Laras.


"Nah itu tau, kamu kan udah belajar bagaimana Kiara menangani customer seperti itu, ikutin cara dia! Sudahlah sebentar lagi Nyonya itu sampai, kamu tungguin!"

__ADS_1


Tegas Hendra berbalik badan, lalu berkeliling store mengawasi kerja karyawannya. Tiba-tiba matanya menangkap bayangan yang gak asing masuk dari pintu samping.


Kiara oh cintaku, pekik dalam hati Manager Hendra. Kebetulan yang bagus, setengah berlari Hendra menghampiri Kiara.


"Kiara, hari ini tidak bersama Tuan muda." sapa Hendra dengan wajah sumringah menjejeri langkah Kiara.


"Iya Pak." jawab Kiara singkat.


"Apa kamu mau jumpa si Laras?" tanya Hendra lagi.


"Eh iya, Bapak tau aja." jawab Kiara.


"Ya sudah, ayo saya antar." Ujar Hendra di ramah-ramahin.


Kiara mengernyit, lalu menoleh pada Samsir yang berjalan di belakangnya. "Pak Samsir boleh minta tolong!"


"Silahkan Nyonya." jawab Samsir menunduk hormat.


"Pak Samsir aja yang ke market ya, saya mau jumpa Laras." mohon Kiara memberikan Samsir kertas catatannya.


"Baiklah Nyonya, permisi."


Agak jauh di counter, Laras terpekik melihat kehadiran siapa yang datang. Ia berlari menghampiri Kiara, dan memeluknya walaupun mendapat tatapan tajam dari Hendra.


"Sekali lagi kamu meninggalkan counter seperti ini, saya potong gaji kamu!" bentak Hendra.


Karyawan lain yang juga ingin menghampiri Kiara jadi mundur, mendengar bentakan Hendra sambil mengutuki Hendra dalam hati mereka.


Laras membawa Kiara duduk di sofa Counter, Hendra mengawasi mereka.


"Ra, tolongin gue ya. Customer itu lo ingat, Nyonya Manda yang cerewet bentar lagi datang. Bantuin gue jualan ya." mohon Laras mengedip-ngedipkan dua matanya menggenggam jemari Kiara.


Kiara menatap Hendra, Hendra tersenyum manis pada Kiara.


"Silahkan Kiara, waktu disediakan." ujar Hendra.


Cih pantesan ramah ada maunya, dalam hati Kiara.


Tidak lama Customer yang ditunggu pun datang bersama seorang pria tampan. Hendra yang berdiri di pintu menyambutnya dengan hormat. Kiara dan Laras segera berdiri.


"Selamat sore Nyonya, selamat datang di counter kami." sapa Hendra.


Namun si Nyonya tidak memperdulikan Hendra, berjalan masuk ke dalam tersenyum manis pada Kiara. "Hari ini tidak pakai seragam." sapa nya. Kiara menjawab dengan senyuman.


"Kelihatan tambah cantik." lanjut Customer menarik lengan pria tampan.

__ADS_1


"Kenalin ini anak Tante yang tampan, ia baru datang dari Ausie."


si Nyonya mengulurkan tangan putranya, menempelkan nya ke tangan Kiara. Kiara merasakan genggaman pria tampan sangat kuat.


"Lion." pria tampan menyebutkan namanya.


Si Nyonya memperhatikan reaksi putranya, ia merasa senang. Sudah banyak anak gadis temannya yang dikenalkan, namun tidak ada yang dianggap. Baru dengan Kiara ia melihat pandangan putranya tidak berkedip memandang seorang gadis.


"Kiara." ucap Kiara menarik tangannya, ia merasa canggung.


Apa maksudnya si Nyonya memperkenalkan aku pada putranya, dalam hati Kiara.


"Apa yang baru?" tanya si Nyonya mengitari pandangan nya.


Laras mentoel Kiara, membisikkan kode-kode barang di telinganya. Kiara langsung mengerti dan mengulang menyebutkan barang-barang tersebut pada si Nyonya.


Nyonya Manda meraih jemari Kiara. Ia melihat Kiara dari atas sampai bawah, outfit yang dipakai nya branded semua. Juga ponsel yang digenggam nya adalah merk ternama keluaran terkini.


"Kelihatan nya sudah rapi." gumam si Nyonya.


Ternyata anak ini bukan orang susah jadi aku tidak salah pilih, masih satu level, dalam hati Nyonya Manda. Ternyata selera putranya tidak mengecewakan.


"Kiara, tante akan memborong semua barang yang kamu sebutkan tadi. Tapi kamu mau kan ikut kita makan." mohon Nyonya Manda.


Kiara. "?"


*


Bram dalam perjalanan pulang, ia sangat rindu pada Kiara. Ia sudah diberitahu Mamanya bahwa Kiara lagi di Market membeli barang-barang dapur. Bram melihat posisi Kiara di GPS ponsel nya, posisi antara Samsir dan Kiara beda lantai.


Setelah dikonfirmasi oleh Samsir, bahwa Kiara bersama Nona Laras di counter 7 Bram sedikit lega, karena ia tau bahwa Beno sedang berada di NYC.


Yudi terpaksa membawa anak remaja pulang bersama mereka. Walaupun Yudi berkeras menyangkal namun gambar di bingkai membuktikan dan golongan darah mereka ternyata sama, tinggal menunggu tes DNA.


Tadi Bram yang mengusulkan agar Yudi membawa nya. Ia kasihan pada anak remaja harus putus sekolah hanya sampai SD, karena tidak ada biaya dan kakeknya juga sudah tua. Waktu diajak, si kakek menolak. Cukup cucunya saja yang mendapat perhatian, ia sudah tenang jika suatu saat di panggil yang maha kuasa.


Sambil nyetir Yudi teringat tadi kata-kata kakek si anak remaja. Bahwa menantunya itu pernah memberitahunya, bahwa ia mempunyai saudara kembar.


Apakah benar aku mempunyai saudara kembar, tapi kenapa dulu Bapak dan ibu tidak pernah mengatakan nya, dalam hati Yudi.


Tidak perlu juga tes DNA, memang wajah anak remaja juga mirip denganku. Apa bayangan wanita di pendopo tadi maksud nya ini, ingin menjumpakan ku dengan anaknya, hm. Hebat juga dia, kenapa tidak pergi ke bapak aslinya. Kenapa datang padaku.


*******


Hi, readers yang Budiman. Ikutin terus ya Tuan muda romantis. Segala bentuk dukungan author ucapkan terima kasih.

__ADS_1


Maaf belum bisa grazy up, hehe. Jumpa lagi pada episode berikutnya. 🙏


__ADS_2