
Aku terbangun seraya memaksakan kedua kelopak mata ku untuk terbuka, ku angkat tangan ku untuk menghalangi sinar matahari yang masuk dari celah-celah jendela yang mengenai ku.
Ku renggang kan tubuh ku seraya ku arahkan pandangan mata ku ke sekitar, tampak seseorang mengetuk pintu lalu masuk dengan membawa sebuah nampan yang berisi minuman hangat.
"Selamat pagi nona..." Ungkap bibi Lena yang meletakkan nampan itu di atas meja samping tempat tidur ku.
"Selamat pagi bibi..." Ungkap ku yang sedang mengucek-ngucek mata ku agar dapat melihat dengan jelas.
"Bibi sudah menyiapkan air susu dengan kelopak mawar untuk anda mandi nona..." Ungkap nya sedikit menunduk kemudian berbalik pergi meninggalkan kamar ku.
"Terimakasih bibi..."
Bibi Lena beranjak keluar tak lupa ia menutup pintu kamar ku.
"Ahh aku lupa, seharusnya ku berikan saja buku itu tadi..." Ungkap ku seraya menatap beberapa tumpukan buku di samping nampan makanan.
"Ya sudahlah... Nanti, ketika berpamitan aku akan memberikan buku itu kepada bibi Lena..."
Aku beranjak turun dari ranjang meminum minuman hangat yang bibi Lena siap kan, kemudian aku berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku.
______
Ku langkah kan kaki ku masuk ke kamar Neftaza yang sudah terbuka, aku berbalik sedikit untuk menutup pintu kamar sebelum melangkahkan kaki masuk menghampiri mereka.
Ku tatap Neftaza sedang berbicara dengan Hazel yang duduk di atas sebuah buku di atas meja. Aku menghampirinya seraya duduk di antara Hasper dan Casper.
"Bagaimana keadaan mu Hazel???" Ucap Hasper yang menatap Hazel datar.
"Aku baik-baik saja..." Balas nya yang tak kalah datar.
"Apa aku harus masih sembunyi dari mereka???" Ungkap Hazel menatap kami bergantian.
"Itu lebih baik..." Ungkap ku menatap Hazel dan di angguki oleh mereka semua.
"Baiklah,,, apa kalian sudah membereskan semua barang kalian? Jangan sampai ada yang tertinggal..." Ungkap Casper yang beranjak berdiri berjalan ke arah meja.
"Aku sudah memastikan tidak ada apapun yang tertinggal." Ungkap ku yakin.
"Aku pun..." Ungkap Neftaza seraya menatap sekitar kamar nya.
"Apa kita akan pergi sekarang?" Ungkap ku menatap mereka.
"Kita akan pergi sebentar lagi..." Ungkap Casper yang mengeluarkan buku dari laci.
Ku tatap Casper yang membuka buku itu, jari jemarinya membuka halaman setiap halaman sampai berhenti di bagian yang ia ingin kan.
Tampak ia menoleh ke arah kami dan berbicara.
"Lagi-lagi kisah kita tertulis di buku ini..." Ungkapnya menatap kami.
__ADS_1
"Sangat aneh... Mungkin kah kita di takdir kan untuk itu???" Ungkap Neftaza menatap kami bergantian.
"Sangat mungkin..." Ungkap ku memikirkan semua kemungkinan yang ada.
"Jika memang kita adalah tokoh utama di buku itu, kita mempunya dua hal sebagai akhir dari buku itu... Sad ending or happy ending..." Ungkap Hasper serius membuat kami semua terdiam.
"Aku percaya kita akan membuat cerita itu menjadi happy ending..." Ungkap Hazel yakin.
Aku mengangguk begitupun Neftaza.
Ku tatap Casper yang memberikan buku itu kepada Neftaza, ku arahkan pandangan mata ku ke arah jam tangan ku yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
"Hazel bersembunyi lah, kita akan pergi sekarang..." Ungkap Casper yang tiba-tiba berdiri menatap Hazel.
Ku tatap Hazel yang terbang masuk ke dalam tas milik Neftaza yang di bawa oleh Casper.
"Sekarang???" Ungkap ku menatap mereka.
Neftaza hanya mengedikkan bahu seraya beranjak berdiri di ikuti Hasper.
"Baiklah..." Ungkap ku beranjak berdiri seraya menatap kamar Neftaza.
Kami berempat keluar dari kamar Neftaza berjalan ke arah lorong untuk pergi dari sini. Sesampai nya di lantai paling bawah, kami bisa melihat mereka berkumpul di sana untuk memberikan ucapan perpisahan kepada kami.
Langkah kaki kami semakin mendekati para pangeran yang berdiri di tengah-tengah halaman, ku tatap pangeran Deffin yang menatap kami dengan tersenyum.
"Kita akan bertemu kembali bukan?" Ungkap pangeran Deffin berbicara kepada Hasper seraya menjabat tangan Hasper.
Mereka melepaskan jabatan tangan, sehingga giliran pangeran yang lain berjabat tangan dengan Hasper, begitu pun dengan kami yang berjabat tangan dengan mereka.
Saat aku berjabat tangan dengan Edmund, ia memberikan ku sebuah botol kecil yang berisi ramuan berwarna hijau.
"Apa ini??" Ungkap ku seraya memperhatikan botol yang ia berikan.
"Itu adalah ramuan penyembuh kak, aku tidak berpikir untuk memberikan ramuan penambah energi karena kalian sudah memiliki sebuah ramuan yang sangat baik..." Ungkap Edmund tersenyum kepada ku.
"Maksud mu vitamin? Baiklah terimakasih..." Ungkap ku tersenyum seraya menyimpan botol ramuan itu di ruang dimensi ku.
Selanjutnya aku berjabat tangan dengan pangeran Emre.
"Maafkan aku yang sudah terlalu dingin terhadap mu kak Ela..." Ungkap nya tertunduk sendu.
"Tak masalah..." Ungkap ku tersenyum.
Kemudian aku berjabat tangan dengan pangeran Andrew yang menatap ku lekat.
"Kita akan bertemu lagi suatu hari nanti nona..." Ungkap pangeran Andrew tersenyum kepada ku.
"Aku akan menunggu pertemuan itu pangeran..." Ungkap ku tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Ku langkah kan kaki ku berdiri di dekat Hasper dan Casper, aku menunggu Neftaza yang masih berjabat tangan dengan pangeran Alendra.
Ku arahkan pandangan mata ku menatap bibi Lena dan paman tabib yang berdiri tak jauh di samping ku, aku berjalan ke arahnya seraya memberikan sebuah tumpukan buku yang sudah ku siapkan.
"Buku apa ini nona?" Ungkapnya membawa buku itu dengan sedikit keberatan. Kemudian salah satu kesatria membantunya.
"Itu adalah resep makanan yang kalian makan kemarin bibi dan beberapa tambahan resep makanan yang lain..." Ungkap ku menatap nya tersenyum.
"Benarkah?" Ungkapnya berbinar bahagia begitupun para kesatria yang mendengarnya.
Kemudian aku memberikan beberapa kotak obat dan beberapa kotak herbal untuk di gunakan paman tabib, karena ku pikir itu akan sangat berguna untuk nya.
"Terimakasih nona..." Ungkap paman tabib yang sedang membuka kotak herbal.
"Tanaman herbal ini sangat langka, tapi nona memiliki banyak sekali..." Ungkap paman tabib yang tak bisa mengalihkan pandangan matanya dari tanaman herbal itu.
"Ahh... aku sangat mudah mendapatkan nya paman, kau bisa meminta kepada ku jika kita bertemu lagi nanti..." Ungkap ku tersenyum kepadanya.
"Terimakasih nona... Dan berhati-hatilah, semoga nona berhasil..." Ungkap nya tersenyum begitupun yang lain.
"Jaga diri baik-baik ok..." Ungkap ku tersenyum seraya berbalik pergi ke arah yang lain.
Ku tatap Hasper dan yang lain sudah menunggangi kuda yang di berikan oleh para pangeran.
"Tunggu... Apakah kita perlu memberikan mereka sebuah handphone???" Ungkap Neftaza yang sedang duduk di atas kudanya menatap kami bergantian.
Hasper dan Casper saling tatap sebelum mengangguk.
"Boleh..." Ungkap ku seraya mengeluarkan dua puluh iPhone 11 kepada mereka semua.
(Aku mau dong, (-_-))
"Kenapa banyak sekali?" Ungkap pangeran Deffin yang kebingungan.
"Anggap saja hadiah untuk anak kalian nanti pangeran..." Ungkap Neftaza tertawa.
"Baiklah terimakasih..." Ungkap nya tersenyum.
"Kalian bisa menghubungi kami kapan pun dengan handphone itu..."
Aku menunggangi kuda ku dan menatap ke arah mereka semua yang menatap kepergian kami.
"Sampai jumpa kembali semua..." Teriak Neftaza.
_
_
_
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤❤❤