
Krekk...
Terdengar suara pintu terbuka dari ujung lorong penjara sebelah kanan, tampak dua sosok makhluk berjalan membawa obor api ke dalam penjara.
"Daging manusia sangat lah lezat.. Aku akan memakannya hari ini." Ungkap salah satu makhluk itu.
"Apa kau bodoh, manusia itu akan di jadikan santapan pesta dua hari lagi.!!" Ungkap sesosok makhluk yang lebih besar.
What? Daging manusia? Badanku sedikit gemetar mendengar pembicaraan mereka.
Aku melihat makhluk itu dari sela-sela penjaraku.
Seperti itulah yang ku lihat.
Mereka berjalan masuk ke arah kami. Kami berempat kembali berpura-pura pingsan dan memposisikan tubuh kami seperti terikat. Mereka berhenti di depan ruangan penjara kami.
"Aku tidak sabar ingin menyantap nya..." Ucap makhluk itu.
Mereka kembali berjalan ke salah satu ruangan penjara di ujung kiri. Terdengar suara pintu penjara terbuka, ternyata ia menyeret seekor b*bi besar keluar. Mereka keluar dan menutup pintu penjara.
Keadaan kembali hening.
"**Zu, apa kau mendengar ku?"
"Aku mendengar mu, my lord."
"Apa kau bisa mengeluarkan kami dari sini?"
"Aku bisa mengeluarkan mu my lord, tapi aku tidak bisa mengeluarkan Hasper maupun Casper dari tempat itu."
"Apa yang harus aku lakukan? Apa kau mengetahui makhluk apa itu?"
"Mereka makhluk menjijikan yang memakan daging hewan maupun manusia untuk memperkuat energi tubuh mereka my lord, bahkan kadang-kadang mereka mempunyai sifat kanibalisme. Mereka adalah orc musuh para elf dan manusia."
"Orc? Apa yang harus aku lakukan untuk bisa pergi dari tempat ini?"
"Mereka sangat aktif di malam hari, kesempatan kalian kabur adalah pada waktu mereka berkumpul untuk pemujaan kepada pemimpin mereka di malam hari"
"Malam hari? Bukankah mereka sangat aktif di malam hari?"
"Ya, itu adalah kesempatan kalian untuk kabur, dan itu terjadi malam nanti. Jika kalian tidak bisa meninggalkan tempat itu malam ini maka nyawa kalian terancam my lord."
"Baiklah*..."
__ADS_1
Ku alihkan pandangan mataku ke samping kananku, aku melihat Hasper yang sedang memejamkan matanya seraya memegang lengannya.
'Aku tak akan tega untuk meninggalkannya di sini'
Aku menghampiri nya.
"Gege..." Ucapku pelan seraya memegang tangannya. Ia membuka matanya dan menatap ke arahku.
"Apa rencana mu Ela?" Ungkapnya memegang erat tanganku.
"Kita akan kabur dari sini malam ini..." Ungkapku membalasnya.
"Baiklah..." Ia hanya mengangguk.
Aku beranjak berdiri berbalik menatap ke arah penjara Neftaza, Ia mengangguk mengerti ketika aku memberikan isyarat kepadanya.
"Kita akan pergi malam ini..." Ungkapku pelan.
Ia mengangguk. Aku melihat Casper terbangun dari pingsannya, ia menyentuh dadanya yang terasa sakit karena sayatan pedang itu. Ia mencoba bangun di bantu oleh Neftaza. Kemudian Neftaza memberi tahukan rencana kita untuk kabur dari tempat ini.
'Bertahanlah... Aku akan menyelamatkan kalian.'
Kami menyusun rencana untuk kabur, rencana A kami akan sembunyi-sembunyi meninggalkan tempat ini, rencana B jika kami ketahuan, senjata yang akan kami gunakan adalah pedang dan pistol. Hasper dan Casper akan berjalan di depan menggunakan pedang, aku dan Neftaza menggunakan pistol jika itu memang di perlukan. Granat? Kami tidak akan melupakan itu.
"Kita jangan sampai terluka ok, jangan mengeluarkan darah sedikitpun. Penciuman mereka sangatlah tajam, walaupun kita memiliki rencana B tapi kita tidak mengetahui seberapa banyak mereka, aku tidak ingin rencana kita tercium sedikit pun oleh mereka. Yang pasti aku tidak ingin kita mengambil resiko untuk bertarung dengan mereka" Ungkapku serius menatap mereka.
Lima jam kemudian*
"Apa kalian siap?" Ungkap Hasper semangat seraya beranjak berdiri memperhatikan pakaian nya.
Kami hanya mengangguk tersenyum melihat Hasper bersemangat.
"Hazel..." Ucapku tanpa sadar seraya berdiri berjalan ke arah pintu penjara ruangan ku.
Mereka bertiga menatapku dengan raut wajah serius. Kami semua melupakan Hazel.
"Astaga... dimana Hazel?" Ungkap Neftaza mencari Hazel. Ia tidak menemukan nya.
"Apa Lo ingat terakhir Lo lihat Hazel?" Ungkapku menatapnya yang sedang gelisah.
"Terakhir gue lihat ketika kita berada di gua itu, setelahnya gue gak lihat dia di sini..." Ungkapnya berpikir gelisah.
"Jika seperti itu, maka ia masih berada di gua." Ungkap Casper menatap kami.
"Benar,,, saat Gege bertarung dengan makhluk itu, Hazel mencoba membangunkan Nefta tapi ia terlempar karena serangan makhluk itu." Ungkap Hasper yang berada di sampingku, aku menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Berarti dia masih di gua itu, ku harap ia baik-baik saja..." Ungkapku sedikit khawatir.
"Tenanglah... dia akan baik-baik saja, yang penting kita segera keluar dari tempat ini kemudian mencari nya." Tukas Hasper tegas.
Aku mengangguk.
Matahari sudah terbenam. Terdengar suara ribut di balik pintu penjara, sepertinya mereka mulai pergi berkumpul untuk pemujaan kepada pemimpin Orc.
Kami mulai menjalankan aksi kami. Ku buka pintu ruangan tempatku di penjara begitupun Neftaza. Kami keluar dengan berhati-hati. Kami melihat aktivitas mereka dari celah-celah pintu utama penjara. Makhluk orc yang menjaga pintu penjara mulai pergi ke tempat pemujaan itu.
Hasper membuka pintu itu, namun pintu itu terkunci. Neftaza menurunkan badannya agar ia bisa melihat lubang kunci itu. Ia coba membukanya menggunakan jepit rambut kecil, cukup lama kami menunggu. Akhirnya ia berhasil membukanya.
Ceklek...
"Yes berhasil..."Ungkapnya sedikit keras..
"Upss..."
Kami berjalan keluar dari penjara. Kami melangkahkan kaki kami dengan perlahan. Ruangan tempat kami berjalan terbuat dari batu, sepertinya tempat ini berada di pinggir tebing bebatuan. Kami keluar dari ruangan itu. Dan terlihatlah tebing yang sangat luas. Tempat ini terbentuk bulat dengan di tengah-tengahnya memiliki ruangan besar dengan beberapa jembatan gantung penghubung ke sisi sebelahnya.
Ku langkahkan kaki ku pelan melihat seberapa tingginya tempat kami berdiri.
Dan...
DEG*...
Sangat tinggi. Bahkan ketika aku melihat ke atas, masih ada beberapa jembatan gantung di sana. Ku perhatikan di sisi paling bawah tempat ini bukanlah daratan melainkan bara api? Bukan, itu adalah lelehan lava panas. Tempat apa ini sebenarnya? Kembali ku langkahkan kakiku berbalik mundur ke belakang.
"Aku tidak melihat pintu keluarnya..." Ungkap Neftaza seraya memperhatikan tempat ini.
"Kita berada di jembatan gantung ke tiga, jika mereka pergi ke tempat pemujaan itu di sisi sebelah sana maka pintu keluar berada di sisi sebelah sana juga."Ungkap Hasper memprediksi pintu keluar dari tempat ini.
"Benar,,, aku melihat sebuah cahaya di lorong sebelah sana..." Tunjuk Neftaza.
"Kita harus berhati-hati keluar dari sini, perhatikan para orc itu jangan sampai mereka melihat kita..." Ungkap Casper.
Aku mengangguk seraya memperhatikan para orc yang mulai sepi. Hasper menoleh ke arahku, memberikan isyarat.
-
-
-
Jangan lupa like vote dan komen yah...
__ADS_1
❤❤❤