TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 44


__ADS_3

Sepertinya malam telah menelan keramaian hutan. Kengerian tercipta seiring dengan munculnya suara binatang malam. Hujan mulai turun namun mereka belum kembali.


Kami sudah menunggu selama dua jam semenjak terbenamnya matahari. Namun belum ada petunjuk mereka akan kembali. Ku arahkan pandangan mataku ke tempat mereka pergi tadi, aku melihat sebuah cahaya senter dari kejauhan. Ya itu mereka.


"Kalian terlalu lama." Ungkap pangeran Hasper marah.


"Maaf Gege,,, kami terjebak di sana, karena hujan jalanan menjadi licin." Ungkap pangeran Casper seraya meletakkan buah semangka di atas meja yang kami buat dari kayu dekat dengan tenda.


"Syukurlah, kalian tidak apa-apa." Ucap pangeran Airen menghampiri mereka.


Hujan baru saja reda, tapi rintiknya masih sedikit ada. Aku sudah menyiapkan pakaian di tenda masing-masing untuk mereka kenakan.


Selama kami di alam kekuasaan naga kekaisaran, kami sekalipun belum mandi dengan air. Kami hanya menggunakan tisu basah untuk mengelap tubuh kami. Beruntungnya tadi hujan, sehingga kami bisa basah. Anggap saja kami mandi hehe...


"Apa yang kalian dapatkan?" Ungkap pangeran Felis ke arah kami.


"Kami hanya mendapatkan buah nanas, buah salak, dan telur ayam liar." Ungkap putri Gazelle.


"Kalian cobalah buah salak ini." Ungkapku seraya memberikan buah salak kepada mereka.


"Aku baru pertama kali melihatnya." Jawab pangeran Darren sedikit ragu untuk mencobanya.


"Makanlah,,," Ucap putri Gazelle kesal.


Mereka mengupas kulitnya kemudian memakannya.


"Ternyata tidak seburuk kulitnya." Ungkap pangeran Felis senyum.


"Tadi kami menemukan semangka di sana, makanlah.." Ungkap pangeran Casper seraya membelah satu buah semangka dan memberikan potongan-potongan buah semangka ke kami.


"Ternyata hutan ini penuh dengan buah-buahan.." Ungkap Neftaza senang.


Kami menikmati makan malam yang indah di hutan yang tenteram. Ini memang benar-benar seperti kami sedang berkemah untuk liburan.


Kami duduk di depan tenda masing-masing dengan di tengah terdapat tempat perapian. Seolah-olah mata kami tertuju untuk melihat ke arah api itu tanpa berbicara.


Hening. Hanya terdengar suara kayu yang habis di lahap oleh kobaran api. Semilir angin yang membuat rambutku berterbangan di depan muka ku. Aku mengambilnya dan ku sisipkan di telingaku.

__ADS_1


Ku alihkan pandangan mataku ke arah pangeran Airen, ia sedang duduk menatap sesuatu. Aku mengikuti arah pandangan matanya, ternyata ia melihat putri Esmeralda yang sedang melamun.


Apakah ia menyukai putri Esmeralda? Wah, aku akan patah hati nih. Sad. Kembali ku arahkan pandangan mataku ke pangeran Airen, ia menatapku. Aku mengalihkan pandangan mataku ke arah api untuk menghindari tatapan nya itu.


Benar, seharusnya aku tidak menyukai seseorang yang berada di kehidupan ini. Aku akan kembali dan aku tidak bisa menetap di sini. Please, jangan menyukai laki-laki. Ungkapku seraya memukul-mukul pelan dadaku.


"Kau kenapa putri?" Ucap Gazelle.


Aku menoleh ke arah kiri tempat tenda Gazelle berada.


"Ah, tidak.. Aku hanya merasa sedikit sakit di bagian dadaku, mungkin karena kecapean." Ungkapku menjawab pertanyaan nya.


"Istirahat lah.." Ungkapnya khawatir.


Aku hanya mengangguk dan terus memikirkan sesuatu yang seharusnya tak ku pikirkan. Ternyata seperti ini rasanya menyukai seseorang yang tidak menyukai ku.


Ku alihkan kembali pandangan mataku ke arah pangeran Darren. Ia menatapku, mungkin ia tahu jika aku tadi menatap pangeran Airen. Aku mengetahui ada perasaan di matanya untukku. Maafkan aku pangeran, aku akan menyakiti mu.


"Mungkin, aku akan merindukan saat-saat seperti ini." Ungkap Neftaza seraya memegang sebuah bantal di atas pahanya.


"Kau benar putri, besok kita akan kembali ke kerajaan kita masing-masing." Ungkap Putri Esmeralda sedih.


"Kita pasti akan bertemu kembali." Ungkap pangeran Cristaldy melihat ke arah para putri yang sedih.


"Masalah kekaisaran, kerajaan kami akan berlatih keras membantu kerajaan Rosewaltz untuk menghancurkan kaisar sialan itu." Ungkap pangeran Felis tegas.


"Bukan hanya kerajaan Switzerland, tapi kerajaan Zagaf dan kerajaan Darfaxa akan membantu kerajaan Rosewaltz apapun yang terjadi." Ungkap pangeran Darfaxa tegas dan di angguki oleh yang lain.


"Terimakasih." Ungkap ku tersenyum seraya melihat ke arah Neftaza, pangeran Hasper dan pangeran Casper.


"Terimakasih kalian mau membantu kami untuk melawan kaisar." Ungkap Neftaza seraya melihat ke arah mereka semua.


"Itu adalah suatu kehormatan untuk kami karena kalian para pangeran dan putri kerajaan Rosewaltz sudah membantu kami keluar dari binatang iblis itu." Ungkap pangeran Cristaldy.


"Kami akan selalu menerima kedatangan kalian kapanpun kalian ingin berkunjung ke kerajaan kami." Ungkap putri Gazelle dan Esmeralda bersamaan.


Kami hanya mengangguk tersenyum menanggapi ketulusan mereka.

__ADS_1


------------


Rasa dingin berlalu dengan enggan meninggalkan kabut yang mengundurkan diri di gantikan oleh sinar matahari yang mulai menghangat kan tubuh ku.


Aku terbangun, duduk sembari mengucek mataku karena kesulitan melihat sinar yang masuk ke dalam tendaku dari celah-celah pintu tenda.


Aku membuka rasleting tenda, aku keluar untuk meregangkan tubuhku. Aku melihat sekeliling tampak mereka masih tertidur. Aku berjalan ke pinggir pantai untuk merasakan dinginnya air laut di pagi hari.


Aku berjalan dengan santai melihat indahnya matahari terbit di arah timur. Aku memikirkan semua hal yang aku ingat tadi malam. Aku larut dalam pikiranku.


Aku sudah berjalan-jalan selama satu jam. Aku berjalan kembali ke tenda. Lagi-lagi aku melihat pangeran Airen sedang melihat ke arah Esmeralda. Haish... Hatiku masih begitu sakit. Cinta pertama yang sia-sia haha...


Aku mengalihkan pandangan mataku ke arah air laut, aku melihat ikan-ikan kecil berenang mendekatiku. Sekitar lima belas menit aku melihat ikan-ikan kecil itu. Aku merasa bosan dan kembali ke tenda.


Aku masuk ke dalam tenda untuk mengganti pakaian ku dengan pakaian menyelam, memperlihatkan kaki jenjangku. Aku ingin menyelam. Aku menggunakan kaki katak, dan kacamata renang yang sudah menempel di tubuhku. Aku keluar dari tenda.


"Kau ingin berenang?" Ungkap Neftaza ketika ia melihat ku.


"Tunggu aku,,!" Ia masuk ke dalam tendanya dan memakai pakaian menyelam memperlihatkan kaki jenjangnya dan lengan mulusnya.


"Putri, kalian terlalu..." Ungkap pangeran Airen menutup matanya.


"Haha,,, kenapa pangeran?" Ucap Neftaza menjawab.


"Gege,,, kami berenang dulu." Ungkapku seraya meninggalkan pangeran Airen.


Para pangeran dan putri yang berada di bawah pohon terkejut melihat kami memakai pakaian mini. Tapi ini adalah hal biasa untuk kami.


"Pakaian kalian..." Teriak pangeran Casper sedikit marah.


"Jika kalian ingin berenang, aku sudah menyiapkan peralatan renang untuk kalian di depan tenda kalian." Teriakku mengabaikan mereka.


Sekarang aku tidak perduli lagi dengan tatapan mereka itu, aku hanya perlu meredamkan api cemburu di dalam hatiku.


"Let's go.." Ucap Neftaza seraya berjalan ke arah laut.


Jangan lupa like vote dan komen yah...

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2