
Air terjun itu memiliki keindahan yang sangat luar biasa menyegarkan. Perpaduan air terjun yang berwarna hijau tua dengan muda seakan-akan menghipnotis kita untuk menceburkan diri dan bermain air di dalam air terjun itu.
Air terjun itu terbentuk karena formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian.
Air terjun itu memiliki pemandangan asri yang sangat lengkap dengan gemericik air seperti sedang melantunkan sebuah musik yang indah. Terdapat bebatuan besar dengan lumut-lumut hijau menempel pada batu itu seperti parasit. Air yang sangat jernih mengalir ke arah sungai yang menuju ke laut lepas. Menyegarkan.
Di sekitar air terjun itu terdapat pepohonan yang sangat rindang menambah keindahan air terjun hijau itu. Burung-burung berkicauan seakan mereka bernyanyi gembira karena pemandangan indah yang di miliki air terjun itu.
(Kurang lebih pemandangan nya seperti itu)
Kami turun dari kereta kuda menghampiri air terjun itu dengan gembira. Terlihat Neftaza dan yang lainnya juga sangat gembira karena melihat air terjun itu yang sangat menggairahkan.
Kami melepaskan alas kaki kami kemudian menceburkan diri ke dalam air terjun itu. Dingin. Ini memang sangat mengasyikan. Apalagi dalam perjalanan tadi kami merasakan panas yang sangat menyengat kulit kami. Kami tidak membutuhkan apapun selain ini.
Aku melihat semua orang bercanda ria dengan gembira, bermain air. Melepaskan segala keluh kesah terhadap dirinya sendiri dengan tertawa bahagia bersama.
Aku hanya menceburkan kaki sembari duduk di bebatuan pinggir kolam yang terbentuk dari air terjun tersebut. Aku menoleh ke arah kanan, terlihat seorang laki-laki gagah nan tampan menghampiri ku dari kejauhan. Ya, itu adalah pangeran Hasper. Memang sangat tampan, dan akupun terkesima dengan penampilannya tersebut. Dia adalah keluargaku di kehidupan ini maupun di kehidupan yang lainnya.
Ia semakin mendekatiku kemudian duduk di samping kananku dengan kakinya di ceburkan ke dalam air.
"Ela,,,!" Panggilnya sembari menoleh ke arahku.
"Hemm,,,!" Aku hanya berdehem melihat ke arah depanku yang terdapat Nefta dan pangeran Casper sedang bermain ria.
"Bagaimana jika kita piknik di sini saja, bukankah sangat seru?" seru nya sembari tersenyum melihatku. Dengan seketika pun aku menoleh ke arahnya.
"Iya Gege,, kita piknik di sini saja, di sini tempat yang sangat menyegarkan bahkan kita bisa bermain air sepuasnya..!" Seruku tersenyum membalas perkataan pangeran Hasper.
__ADS_1
Kemudian pangeran Hasper menyuruh kesatria pribadinya untuk menyiapkan tempat kami piknik.
"Apa kita akan piknik di sini?" Tanya Neftaza kepada kami berdua.
Kami berdua hanya mengangguk menanggapi pertanyaan nya.
"Yah, asyik...!" Teriaknya lagi kemudian melanjutkan acara bermainnya.
Neftaza POV -
Aku melihat Angela dan pangeran Hasper sedang mengobrol dari tempatku bermain. Tak lama kemudian pangeran Hasper berbicara kepada kesatria pribadinya untuk menyiapkan sebuah tempat piknik di dekat pepohonan itu. Aku menghampirinya dan bertanya.
"Apa kita akan piknik di sini?" Tanyaku dan di jawab anggukan oleh mereka. Ini akan sangat mengasyikan.
Kemudian aku kembali bermain air bersama pangeran Casper. Setelah beberapa saat, aku melihat sebuah sinar lebih tepatnya sebuah cahaya di balik semak-semak pepohonan dekat dengan air terjun itu. Aku penasaran sehingga tanpa basa-basi aku mengikuti nya. Tapi langkahku berhenti ketika seseorang memanggil ku..
"Mau kemana?" Tanya pangeran Casper..
Aku menyusuri pepohonan yang menjulang tinggi itu. Sepertinya aku kehilangan jejak. Tapi aku sangat penasaran sehingga aku mencari lagi. Dan aku menemukan nya. Aku mengikuti nya lagi.
Tampak cahaya itu berhenti di sebuah bunga yang sangat indah bermekaran. Cahaya itu bersembunyi di balik bunga-bunga itu. Aku menghampiri nya. Aku memilah-milah bunga itu, dan aku menemukan nya. Itu seperti peri? Ha peri? aku terkejut. Ia seperti peri yang ada di kehidupan dongeng fantasi yang pernah aku baca di sebuah novel.
Ia memiliki tubuh kecil, sangat mungil. Memiliki telinga runcing, rambut berwarna kuning cerah dan sayap nya yang bersinar terang berwarna kuning bening. Kemudian peri itu terbang ke atas pohon. Sepertinya ia sedang terluka.
"Heii.. Jangan takut..!" Ucapku menghampiri pohon tempat ia bersembunyi.
"Jangan mendekat..!" Ucapnya. Wah aku sangat terkejut, ia bisa berbicara? Ini sungguh dunia fantasi haluan ku dulu.
"Aku tidak berniat jahat kepadamu..!" Ucapku meyakinkannya.
__ADS_1
Ia hanya melihatku dari balik dedaunan yang menutupi tubuhnya. Ia ragu-ragu terbang menghampiri ku. Aku merentangkan telapak tanganku kemudian ia turun di atas telapak tanganku. Aku meraihnya lalu mencari tempat duduk untuk mengobati nya. Aku melihat sebuah pohon yang sangat asri. Ya, aku akan duduk di sana.
"Kenapa kau bisa terluka?" Tanyaku sembari melihat luka nya yang cukup dalam di bagian sayapnya. Aku menyadarinya bahwa peri ini adalah seorang laki-laki yang tampan.
"Rumah tempat tinggal ku di serang oleh manusia serakah sehingga kami ingin melindungi rumah kami namun kekuatan kami kalah dengan kekuatan yang di miliki mereka..!" Ucapnya sendu sembari menundukkan kepala.
"Manusia? Untuk apa mereka menyerang rumah kalian?" Tanyaku lagi sembari melanjutkan mengobati luka peri kecil itu.
"Rumah kami adalah ladang bunga yang bisa menambah kekuatan sihir, alasan mereka mengambil bunga-bunga itu untuk menambah kekuatan sihir mereka..!" Ucap peri itu lagi.
"Jadi, mereka ingin mengambil inti sihir dari bunga itu? Eh,, manusia? Sihir? Jadi mereka memiliki sihir?" Tanyaku terkejut karena mendengar jika manusia yang menyerang mereka memiliki sebuah sihir.
"Iya, sihir mereka sangatlah kuat, sehingga kami tidak bisa menyelamatkan bunga sihir itu..!" Ucapnya sendu.
"Kau tau, ciri-ciri mereka seperti apa?" Tanyaku lagi.
"Mereka memiliki aura yang sangat jahat, dan aku mendengar bahwa mereka di perintahkan oleh seorang kaisar.. Namun aku tidak tahu siapa nama kaisar itu..!" Ucapnya sembari berfikir dengan keras.
"Kaisar?" Apa benar kaisar yang di ceritakan ayah adalah dalang dari semua ini. Jika memang benar, artinya ia sedang menambah kekuatan untuk menyerang kerajaan-kerajaan yang menentang nya. Sungguh kaisar yang sangat kejam.
"Aku kehilangan keluargaku beserta rakyatku..!" Ucapnya sendu.
"Jadi kau seorang pangeran?" Tanyaku sembari menatap ke arah nya, dan ia menoleh menatapku.
"Iya, aku adalah seorang pangeran bangsa peri...!" ucapnya.
"Apa hanya kau yang selamat dari penyerangan mereka?" Tanyaku lagi penasaran.
"Iya, hanya aku... para rakyat dan keluarga ku melindungi ku dari serangan mereka sehingga aku bisa kabur dari mereka... Dan kejadian itu terjadi beberapa hari yang lalu...!" Ucapnya menjawab pertanyaan ku.
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah...
❤❤❤