TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 120


__ADS_3

Ku tatap empat orang laki-laki itu yang semakin cepat bergerak ke arah penginapan dengan beberapa orang mengejar mereka di belakang nya.


Kami tidak bisa melihatnya dengan jelas karena keadaan lampu jalan yang tak terlalu terang. Namun aku bisa melihat samar-samar bahwa beberapa orang yang mengejar mereka menggunakan penutup kepala (tudung) sepertinya mereka tidak ingin orang lain mengetahui siapa mereka.


Saat ku arahkan pandangan mata ku menatap ke salah satu jalan yang lain, aku bisa melihat beberapa orang berpakaian serba hitam berlari ke arah penginapan ini.


Kenapa begitu banyak?


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuat kami semua terdiam sesaat. Kami hanya saling tatap, tak ada satu pun dari kami yang ingin beranjak berjalan membuka kan pintu.


Karena yang mengetuk pintu tak mungkin Robert karena dia bisa membuka langsung tanpa menyuruh kami untuk membuka nya, sedangkan jika itu Hasper atau pun mereka bertiga itu tak mungkin juga karena jika benar-benar mereka, maka mereka akan langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


"Husttt..." Ungkap Darren pelan memberikan isyarat untuk kami terdiam.


Ia berjalan perlahan ke arah pintu dan bergerak perlahan untuk melihat ke arah kaca untuk melihat siapa yang ada di luar pintu.


Namun tampak ia menoleh menatap kami dengan keadaan terkejut. Ia kembali berjalan ke arah kami dengan cepat namun tak menimbulkan suara.


"Pangeran Reverdine yang ada di luar..." Ungkap pangeran Darren pelan.


What? Apa yang dia lakukan tengah malam begini di kamar orang lain? Sangat mencurigakan.


"Ada yang salah... Jangan di buka..." Ungkap ku menatap mereka semua.


"Nef, hubungi Robert..." Ungkap ku menatap Neftaza yang mengangguk menjawab penuturan ku.


Tampak ia menghubungi Robert lewat sebuah pesan singkat tentang keberadaan pangeran Reverdine yang ada di depan kamar kami.


"Sudah..." Ungkap nya yang kembali menyimpan handphone nya.


Tiba-tiba ketukan pintu itu semakin lama semakin kuat dan membuat kami sangat risih. Aku berjalan menghampiri pintu itu dan mencoba melihat dari kaca kecil yang transparan melihat ke luar.


Namun terdengar suara langkah kaki yang berjalan ke arah pintu kamar ku.


"Apa yang kau lakukan di sini pangeran?" Ungkap orang itu bergelayut manja di lengan pangeran Reverdine yang terlihat sangat gagah.


"Ahh... Aku hanya ingin memberikan makanan untuk mereka..." Ungkap pangeran Reverdine yang mencoba melepaskan tangan Robert yang menyamar sebagai Ribery.


Makanan?


"Ini sudah tengah malam pangeran, mungkin mereka sudah tertidur..." Ungkap Ribery manja.

__ADS_1


Ih aku kok jadi tambah jijik lihat akting nya yang gitu banget... Gemesh... Pengen getok kepala nya.


"Baiklah, aku akan kembali ke kamar ku..." Ungkap pangeran Reverdine yang meninggalkan Ribery.


Seperti mengetahui jika aku melihatnya, ia memberikan kode jika ia berhasil mengusir pangeran Reverdine dan kembali pergi meninggalkan kamar ku.


Aku beranjak berbalik menghampiri mereka yang masih menatap ku lekat.


"Pangeran Reverdine hanya memberikan makanan ke kita..." Ungkap ku berjalan ke arah jendela.


"Makanan? Tengah malam? Sangat mencurigakan!!!" Ungkap Neftaza merasa aneh.


Aku hanya mengedikkan bahu.


"Kemana mereka?"Ungkap ku menoleh ke arah mereka semua yang terlihat kebingungan.


"Aku melihat nya, mereka bersembunyi di toko itu..." Ungkap Esmeralda seraya menunjuk ke sebuah toko yang masih buka berada di pinggir jalan depan penginapan.


"Kenapa mereka bersembunyi?" Ungkap ku merasa aneh.


"Entah lah..." Ungkap Esmeralda tak tau.


Beberapa orang yang mengikuti mereka, juga berhenti di depan sebuah rumah warga yang tak jauh dari toko itu seraya berlagak tak melakukan apa-apa.


"Siapa mereka?" Ungkap ku tak mengerti melihat sekitar delapan atau sembilan orang berjalan masuk ke dalam penginapan.


Aku dan mereka semua hanya bisa saling tatap tanpa mengetahui jawaban dari itu semua.


Kembali ku arahkan pandangan mata ku menatap empat orang laki-laki itu yang berjalan ke luar dari toko ke arah beberapa laki-laki yang mengejarnya, namun aneh nya mereka berempat menghilang dengan sekejap membuat beberapa orang yang mengikutinya terlihat kebingungan dan merasa marah karena tertipu.


"What? Hilang? Sihir?" Ungkap Neftaza bingung.


Tak beberapa lama kemudian terdengar suara langkah kaki berada di belakang kami. Aku menoleh melihat siapa mereka yang berani masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu. Aneh nya mereka bisa masuk tanpa terhalang sihir pelindung.


Betapa kagetnya aku melihat mereka berada di hadapan kami semua, mereka adalah ayah dan para kesatria pribadi kami tak lupa pula Hasper dan ketiga pangeran lainnya.


"Ayah..." Ungkap ku dan Neftaza berbarengan seraya memeluk nya.


"Aku merindukan mu ayah..." Ungkap ku memeluk erat ayah ku.


"Aku juga sangat merindukan kalian putri-putri ku..." Ungkap nya yang terdengar sangat merindukan kami.

__ADS_1


Kami berdua melepaskan pelukan nya seraya menatap raut wajah ayah kami yang terlihat sudah sangat tua.


"Ayah, bagaimana kesehatan mu? Ayah baik-baik saja bukan?" Ungkap Neftaza yang menatap ayah lekat.


"Ayah baik-baik saja..." Ungkap nya tersenyum.


"Hormat kami, yang mulia raja kerajaan Rosewaltz yang agung..." Ungkap mereka yang berada di samping kiri kanan ku.


"Bagaimana keadaan kalian semua para putri dan pangeran?" Ungkap ayah menatap mereka semua.


"Kami baik-baik saja yang mulia raja..." Ungkap mereka berbarengan.


"Tak perlu sungkan, kalian bisa memanggil ku dengan sebutan paman..." Ungkap ayah tersenyum.


"Terimakasih paman, sebuah kehormatan untuk bisa langsung menyapa anda dengan sebuah paman..." Ungkap mereka tersenyum.


Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke belakang, aku bisa melihat raut wajah para kesatria pribadi kami yang sudah lama tak terlihat. Mereka terlihat semakin tampan dan semakin gagah berdiri tersenyum ke arah kami.


"Hormat kami yang mulia putri Zenquille Angela dan Zenquille Neftaza..." Ungkap mereka serentak seraya menundukkan kepala nya.


"Bagaimana kabar kalian?" Ungkap ku menatap mereka berempat.


"Kami sangat baik ketika melihat putri baik-baik saja..." Ungkap kestaria pribadi milik ku, Clever.


"Apa kalian merindukan ku?" Ungkap Neftaza yang berhasil membuat mereka berempat bersemu merah.


"Ah maaf putri..." Mereka tak bisa membalas perkataan Neftaza karena merasa malu.


"Hahaha... Aku hanya bercanda, tapi jika kalian merindukan ku seharusnya kalian memeluk ku bukan?" Ungkap Neftaza lagi membuat Stafer terbatuk.


"Kau sangat jahil Nefta..." Ungkap ayah menjewer telinga Neftaza.


"Ah... Ayah... Aku hanya bercanda, lepaskan tangan ayah dari telinga ku..."


Kami semua tertawa bahagia untuk malam ini karena bisa bertemu setelah sekian lama terpisah.


_


_


_

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


❤❤❤


__ADS_2