TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 84


__ADS_3

Apa yang kau lakukan di sana bibi? Dia adalah bibi Lena.... Ahh... Aku semakin frustrasi melihatnya mulai mendekati gerbang istana. Apakah ia tidak melihat jika di hadapan nya terdapat roh jahat?


Aku tidak bisa melihatnya seperti ini, aku harus menolongnya.


"Zu, apa kau mendengar ku? Apa yang harus aku lakukan untuk menolongnya?"


"My lord, jangan gegabah... Lihat saja apa yang terjadi, dia akan baik-baik saja."


"Bagaimana bisa dia akan baik-baik saja, jika dia berada di luar lingkaran istana?!"


"Tenang lah my lord, dia di lindungi oleh pangeran Deffin..."


"Benarkah?!"


"Berhati-hatilah my lord, terkadang musuh paling berbahaya berada di sekitarmu."


"Aku mengerti Zu..."


Kembali ku arahkan pandangan mataku mengikuti gerak gerik bibi Lena yang mulai masuk ke dalam gerbang istana tanpa di ganggu sedikit pun oleh para roh jahat.


Begitu mudahnya? Sihir apa yang di gunakan mereka sehingga bibi Lena tidak di ganggu oleh para roh jahat? Tapi syukurlah bibi Lena baik-baik saja.


Aku masih menatap para roh jahat menghancurkan lingkaran sihir, namun mereka berkali-kali gagal. Suasana dingin mulai menusuk kulitku, aku merasakan hawa dingin semakin pekat memasuki Indra perasa ku.


Aku menutup jendela kamar ku dan beranjak berbalik melangkahkan kaki ke arah tempat tidur ku, aku terbaring. Aku merasakan pusing yang amat dalam, mata ku mulai berkunang-kunang, aku merasakan hawa tubuh ku semakin dingin. Ada apa denganku? Apa yang terjadi? Apa ada yang salah dengan angin yang mengenai tubuhku?


Pusing.... Aku sangat pusing... Ini sangat menyiksaku, aku hanya bisa berbaring seraya memegang kepalaku dengan kedua tanganku. Aku memejamkan mata ku untuk menghilangkan rasa pusing, tapi aku masih merasakan pusing yang sangat membuatku tersiksa...


"Aku harus mencari Nefta..."


Aku memaksakan diriku untuk beranjak berdiri melangkahkan kaki berjalan keluar pintu, aku menggedor-gedor pintu milik Neftaza tapi Neftaza tidak ada sahutan dari Neftaza. Dimana dia? Aku sangat pusing.


Aku mencoba membuka pintunya dengan paksa, aku berhasil masuk namun aku hanya melihat Neftaza yang sedang terbaring lemah di lantai dekat tempat tidur nya.


Aku ingin melihatnya, namun tubuh ku sangat lemah. Tubuh ku ambruk di depan pintu, aku terjatuh seraya ku rasakan kegelapan menyerang ku. Sepertinya aku pingsan.

__ADS_1


Aku hanya bisa merasakan dingin karena tubuh ku menyentuh lantai dengan hembusan angin yang tiada hentinya menyentuh kulit ku. Aku terbaring lemas di atas lantai tanpa alas apapun, hanya pakaian yang ku gunakan yang sedikit membantu ku untuk tetap bertahan.


Kenapa aku masih sadar? Walau aku sangat lemah, bahkan aku tidak bisa membuka mataku. Aku sangat pusing... Bagaimana keadaan Hasper? Casper? Hazel?


Apa mereka baik-baik saja, tapi aku harap mereka baik-baik saja dan cepat menemukan kami tergeletak di lantai.


Aku mendengar suara langkah kaki datang menghampiriku. Aku merasakan bahwa seseorang itu mengangkat ku ke sebuah tempat yang aku tak tau dimana, tapi aku di letakkan di tempat yang sangat lembut, aku bisa merasakan nya lewat sentuhan dari tanganku. Siapa dia? Tubuh nya terasa sangat dingin. Apakah ini kamar ku? Lalu siapa dia? Ini sangat sulit di tebak.


Aku tidak mendengar suara nya, aku hanya bisa merasakan hembusan nafasnya. Ia sangat dekat dengan ku, aku mendengar ia kembali pergi meninggalkan ku sendiri setelah memberikan ku sebuah air.


Tapi aku mengingat sesuatu, aku mencium bau tubuhnya, itu seperti bau tubuh pangeran Alendra... Ya, aku bisa mengingatnya ketika pertama kali dia memegang pinggang ku. Dia di sini?


 ------------


Ku rasakan kulitku yang sedikit hangat, aku memaksakan membuka kedua kelopak mataku dengan cepat. Silau, aku menghalangi sinar matahari yang masuk ke dalam mata ku. Ku arahkan pandangan mata ku sekeliling ruangan, ini adalah kamar ku.


"Apa?! Pagi...?!" Ungkap ku tak percaya akan hal ini.


Aku sudah tidak merasakan hal apapun, aku tidak merasakan pusing sama sekali. Tubuh ku kembali normal. Aku beranjak berdiri memastikan keadaan luar, aku menatap ke luar jendela tampak di area gerbang istana beberapa bangunan hancur berkeping-keping.


Jika tebakan ku benar bahwa pangeran Alendra berada di sini, bagaimana bisa?


"Ah.... Neftaza..." Aku berbalik pergi berlari ke arah kamar Neftaza untuk memastikan dia baik-baik saja.


Ku buka pintu kamar Neftaza tanpa mengetuk nya, tampak Neftaza masih berbaring di tempat tidurnya.


Aku mengecek suhu tubuhnya, normal. Aku menggoyangkan lengannya untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja. Terdengar lenguhan dari mulutnya...


"Apaan sih, ganggu aja...!" Ungkapnya tanpa membuka mata nya.


"Dasar kebo,,, bangun..." Aku menggoyang-goyangkan tangan nya dengan durasi lebih cepat.


"Apaan sih El..." Ungkapnya mengarah membelakangi ku.


"Woe..."

__ADS_1


Aku sangat kesal, terpaksa aku meneriakkan di dekat telinga nya.


Ia terkejut dan langsung terbangun. Ia menatapku tajam.


"Lo gak sadar, apa yang terjadi dengan kita tadi malam?!" Ungkapku menatap nya lekat.


"Tadi malam?!" Ungkapnya berpikir dengan mulut yang masih menguap.


"What???... Kenapa ini udah pagi aja?!" Ungkapnya tiba-tiba, ia beranjak turun memastikan keadaan. Dia berlari ke arah luar jendela.


"Bener-bener udah siang! Seingat gue, gue mau nyamperin elo tapi malah kepala gue pusing banget dan kegnya gue pingsan deh..." Ungkapnya menatap ku dengan raut wajah bingung.


"Gue juga udah nyamperin Lo, tapi Lo udah pingsan tergeletak di lantai... Gue mau bantu Lo tapi gue juga pingsan. Tapi gak lama setelah gue pingsan, gue ngerasain tubuh gue di angkat dan di pindahkan ke kamar gue..." Ungkapku memberi tahunya.


"Gue juga ngerasa gitu, gue bisa ngedenger samar-samar, bahkan gue bisa tau keadaan sekitar tapi gue gak bisa buka mata ataupun gerakin tubuh gue, Lo sama gak?!" Ungkapnya lagi.


"Ya, gue juga ngerasain itu... Anehnya lagi gue ngerasain bau tubuh pangeran Alendra di tubuh orang itu..."


"Berarti kemungkinan besar itu memang pangeran Alendra? Tapi bukan nya dia ngalamin masalah ya di kerajaan nya?" Ungkapnya bingung.


"Itu juga yang gue pikirin, gue juga kagak ngerti. Kan gue cuma nebak aja dari bau tubuh nya itu."


"Ok lah... Abaikan aja permasalahan itu, lagian gue gak penasaran banget. Tapi gue penasaran sama kejadian tadi malam, apa yang terjadi dengan pangeran Deffin dan para roh jahat itu yak?!" Ungkapnya menatapku penasaran.


"Lo tanya gue, gue tanya siapa gobl*k..."


Hah, pertanyaan yang susah banget aku jawab.


-


-


Jangan lupa like vote dan komen yah...


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2