TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 34


__ADS_3

Ku arahkan pandangan ku ke sisi timur jalan yang kami lalui. Dadaku terasa sesak melihat tubuh manusia yang tergeletak di tanah. Tubuh nya memiliki beberapa luka bekas gigitan yang menganga lebar di sekujur tubuhnya. Darah itu mengalir segar membanjiri rerumputan yang menjadi tempatnya tergeletak, mungkin ia di serang beberapa jam yang lalu.


"Ahhhhh....." Teriak Neftaza seraya membalikkan tubuhnya.


"Sumpah, gue kaget..." Ucapnya lagi.


Mereka semua melihat mayat berjenis kelamin perempuan itu. Pangeran Darren memeriksanya.


"Terlihat dari pakaian nya, ia salah satu putri kerajaan." Ucapnya.


Aku hanya terdiam melihat situasi yang seperti ini. Para putri yang lain, mereka sangat ketakutan melihat mayat perempuan yang mati mengenaskan itu.


"Kuburkan mayatnya!" Ucap pangeran Hasper seraya mendekati mayat itu.


Para pangeran mulai menggali kuburan untuk mengubur mayat itu. Para putri hanya terduduk frustasi melihat kejadian yang seharusnya tidak mereka lihat.


"Kau baik-baik saja?" Ucap pangeran Cristaldy seraya berjalan ke arahku setelah ia selesai membantu yang lain untuk mengubur kan mayat.


"Aku baik-baik saja, hanya saja aku sedikit terkejut dengan nasib perempuan itu." Ungkap ku sedikit gemetar.


"Lebih baik kita segera pergi." Ungkap pangeran Hasper seraya berjalan mendahului kami.


Kami menoleh ke arahnya seraya mengikuti nya tanpa mengeluh. Kami terus berjalan tanpa berhenti. Matahari mulai terbenam di sisi barat dan kami belum menemukan gua satupun. Itu membuat kami sangat cemas.


"Aku lapar..!" Ungkap putri Esmeralda seraya memegang perutnya yang barusan berbunyi.


"Jangan mengeluh..!" Ungkap putri Gazelle sinis.


Aku sama sekali tidak bisa menemukan buah-buahan yang tumbuh di hutan ini. Apa karena kami berada di alam kekuasaan makhluk-makhluk itu makanya kami sama sekali tidak menemukan makanan? Mungkin.


"Hazel..!" Panggilku menghampiri Neftaza.


"Apa kau bisa melihat gua dari kejauhan?" Tanyaku lagi.


"Aku belum menemukan gua di sekitar sini.." Ungkapnya di balik tas yang di bawa Neftaza.


"Tapi.. aku menemukan sebuah sihir yang cukup kuat di sini, lebih baik kalian cepat pergi meninggalkan hutan. Aku sangat sulit bertahan jika selalu di tekan oleh sihir itu." Ungkapnya lagi dengan suara yang cukup serak.


Keadaan di sekitar mulai di selimuti kegelapan, pandangan mataku yang ku arahkan ke kanan dan ke kiri hanya menangkap cahaya yang mulai meredup.


Pangeran Hasper meminta kami untuk melangkah dengan cepat, kami menuruni tanjakan menuju ke dataran rendah. Di situlah kami menemui sebuah gua yang cukup luas untuk tempat kami bernaung malam ini.


Berhenti kami kembali di depan gua. Pangeran Hasper dan Darren mengecek gua tersebut sebelum kami memasukinya.

__ADS_1


"Gua ini cukup aman.!" Ungkap Darren keluar dari gua.


Kami mulai memasuki gua itu, tidak jauh berbeda dengan gua-gua lain. Setidaknya kami bisa berjaga-jaga dengan sedikit tenang di dalam gua.


"Kita bisa membuat api di sini..!" Ucap pangeran Cristaldy memperhatikan letak gua yang cukup aman untuk membuat perapian.


Yah, mereka mencoba membuat perapian dengan cara kuno itu memerlukan waktu beberapa jam.


"Haha,,, gue kehabisan kata-kata ngelihat mereka buat api pake cara begituan!" tawa Neftaza melihat para pangeran membuat api yang sedari tadi gak menyala.


"Sampai besok pun gak bakal nyala, haish repot-repot banget deh.."


"Bukannya tanya sama kita, padahal kita gampang buat api."


"Lo siapin firesteel, gue yang cari ranting sama dedaunan kering." Ucap Neftaza seraya beranjak dari duduknya untuk mencari ranting dan daun kering.


Tak butuh lama ia kembali dengan membawa tumpukan ranting dan daun. Aku mulai menggesekkan firesteel dengan pisau untuk menciptakan api.


"Ah, gini kan gampang."


Hanya butuh waktu kurang dari tiga puluh detik kami sudah bisa membuat perapian, mereka yang sudah berjam-jam. Haha,,, ingin ku berkata kasar.


"Kalian..!" Seru pangeran Felis ketika melihat kami mudah membuat api.


"Haha,,, itu perkara yang mudah pangeran, lihat alat ini.." Ucap Neftaza sembari memperlihatkan cara menggunakan firesteel.


Mereka berkumpul untuk melihat Neftaza membuat api.


"El, keluarin sembilan firesteel lagi, kasih ke mereka satu persatu." Ucapnya lagi. Kemudian aku mengambil sembilan firesteel untuk di berikan kepada yang lain dan satu milikku.


"Caranya, gesekan firesteel ini dengan pisau di atas daun atau ranting kering agar lebih cepat untuk menyala." Ucapnya seraya mempraktekkan caranya.


"Tara,,, mudah bukan?" Hanya tiga kali gesekan ia sudah bisa membuat perapian.


"Wah.. Alat yang mengagumkan." Ungkap putri Gazelle.


"Kalian boleh mencobanya,,!" Ungkapku mengarah kepada mereka.


Kemudian mereka semua mencoba alat itu dan jeng jeng jeng...


"Wah, aku bisa membuat api..!" Ucap Gazelle senang.


Tak begitu lama yang lain bisa menghidupkan api dengan cara itu.

__ADS_1


"Bagaimana? Mudah bukan?" Ungkap Neftaza sembari memberi senyuman sombongnya.


"Simpan baik-baik, mungkin itu akan menjadi kenangan untuk kalian..!" ungkapku melihat ke arah mereka.


"Kami akan menyimpan nya dengan baik-baik." jawab mereka seraya melihat ke arahku dan Neftaza dengan tatapan sendu.


Mereka terlihat seperti akan kehilangan kami dari pandangan yang mereka pancarkan itu. Yah, memang gak salah. Jika waktunya pergi kami pasti akan pergi.


"Matikan api kalian." Ungkap pangeran Hasper mengalihkan tatapan itu. Hanya ia dan pangeran Casper yang tahu jika kami akan benar-benar pergi dari dunia ini.


"Jangan lengah." Ungkap pangeran Casper seraya terduduk di alas yang telah kami berikan tadi. Kami pun ikut terduduk.


"Gue pengen pizza." Ungkap Neftaza.


"Ok lah, kita makan pizza." Ungkapku seraya mengeluarkan lima kotak pizza dengan berbagai rasa.


"Waktunya makan..." Ungkap Neftaza senang.


"Tunggu,,, makanan apa itu?" Ungkap Airen terkejut karena tiba-tiba datang sebuah kotak pizza di hadapan kami.


"Itu makanan enak, makan lah.." Ungkap ku seraya membuka semua kotak pizza itu.


Neftaza mengambil makanan itu terlebih dahulu kemudian mereka satu persatu juga ikut mengambil makanan itu walau masih ragu.


"Makanlah..!" Ungkap Neftaza dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Ini sangat lezat..!" Ungkapnya lagi dengan makan tanpa menjaga image. Haish...


Aku pun mengambil salah satu pizza jagung kesukaan ku.


"Bagaimana?" Tanyaku kepada mereka yang sudah mulai menggigit pizza itu.


Mereka semua terkesima dengan rasa yang baru pertama kali mereka rasakan itu.


"Wow.. emm.. Woww.. ini sangat enak.!" Ungkap putri Esmeralda tanpa menjaga image nya lagi. Mereka terus mengunyah dan mengunyah. Memang ini makanan bumbu pertama yang mereka rasakan di dunia ini.


Selepas dari itu, mereka melupakan hal yang menimpa mereka selama di sini. Itu cukup membantu membuat mereka tersenyum gembira karena makanan membuatku dan Neftaza ikut senang.


Kami menikmati makanan itu hingga merasa kekenyangan. Tak lupa kami mengeluarkan beberapa jus alpukat untuk mereka minum.


(Aku jadi kepingin, wkwk..)


Jangan lupa like, vote dan komen yah...

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2