TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 127


__ADS_3

"Ini aneh bukan? Aku bisa melihat walau tak seterang dalam keadaan siang hari." Ucap Casper tersenyum.


Aku masih tak mengerti apa yang membuat nya bisa melihat dalam kegelapan hanya karena terkena cahaya bulan? Apa maksud nya?


"Apa kalian masih bingung?" Ucap Hazel yang kembali keluar dari tas.


"Sekarang adalah bulan purnama, itu yang menyebabkan Casper bisa melihat dalam kegelapan..." Ucap nya lagi.


"Lalu, apa maksud nya?" Ucap Airen yang masih merasa aneh.


"Aku hanya tau, dahulu ketika bulan purnama terjadi seorang penguasa yang tak ku tau dia siapa sedang melakukan sebuah pertapaan yang membuat nya tanpa sengaja mengeluarkan sihir nya. Karena sihir itu lah yang membuat beberapa manusia beruntung karena mereka bisa melihat dalam kegelapan. Namun jika ku ingat, hanya manusia keturunan seorang penguasa juga yang mendapat keberuntungan seperti itu." Ucap nya menjelaskan.


"Sihir, sangat hebat bukan? Akan sangat berbahaya jika yang memiliki sihir adalah seseorang yang jahat..." Ucap nya lagi.


"Hanya itu?"


"Ya Ela..."


Menoleh aku ke arah Felis yang tiba-tiba terdiam di belakang Casper yang masih menunggangi kuda nya, ku tatap ia yang sedang memegang kelopak matanya yang terlihat mengeluarkan air mata.


Ia mengedipkan mata berkali-kali namun ia tidak bisa membuka mata nya, sepertinya ia mengalami gejala yang sama seperti Casper.


"Apa kau juga sedang merasakan hal yang sama seperti ku?" Ucap Casper yang menoleh ke arah Felis.


"Kau benar, ini sangat pedih..." Ucap nya yang mencoba mengucek kedua mata nya.


"Wah,,, pangeran Felis juga? Apakah ini memang keberuntungan mereka? Aku sangat terkejut..." Ucap Esmeralda tak percaya.


"Mereka sungguh beruntung..." Ucap Hazel yang menatap Felis tersenyum.


Namun beberapa detik berikutnya Hasper merasakan hal yang sama seperti Casper dan Felis, membuat kami semua merasa terheran-heran karena mereka bertiga sekarang bisa melihat dalam kegelapan.


Cukup lama kami menunggu mereka yang masih merasakan pedih, aku beranjak turun dari kuda ku untuk merenggang kan tubuh ku yang sangat lelah karena selalu duduk di atas kuda sepanjang hari.


Aku berdiri bersandar di salah satu pohon yang berada di samping kuda ku, aku menatap Neftaza yang juga turun dari kuda nya berjalan menghampiri ku.


Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke sekitar aku hanya bisa melihat kegelapan dengan sedikit pencahayaan yang di hasilkan oleh cahaya bulan.


"Wah, apa-apaan ini kenapa mereka bertiga juga mengalami hal yang sama?" Ucap Neftaza yang mengejutkan ku.

__ADS_1


Aku menoleh ke arah Cristaldy, Airen dan Darren yang mengalami hal serupa seperti mereka bertiga.


"Kalian memang benar-benar keturunan sang penguasa..." Ucap Hazel yang berbicara di hadapan mereka.


Kembali ku tatap Neftaza yang terlihat samar-samar sedang menatap ku dengan tatapan sayu nya.


"Bukan kah seharus nya kita berdua yang mendapat keberuntungan itu?" Ucap nya pelan seraya berdiri di samping ku menatap lurus ke depan.


"Hahaha... Gak usah iri, kita mah udah punya dua yang tak tertandingi malah..." Ucap ku menghibur nya.


Ia menatap ku dengan senyuman nya.


"Lo bener..." Ucap nya dengan manik mata nya kembali terlihat bersemangat.


____________


Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah api unggun yang ada di hadapan ku, aku bisa merasakan hangat nya tubuh ku dari kegelapan yang menyerang ku.


Ku sandarkan tubuh ku di sebuah pohon besar yang menjadi tempat perkemahan kami malam ini, setidaknya tempat ini cukup jauh dari desa yang kami lewati tadi bahkan ini sangat jauh.


Ku tatap para pangeran yang terlihat sedang membicarakan sesuatu untuk melindungi kami para perempuan, karena hanya kami berempat yang tak mendapat keberuntungan itu. Bukankah sangat aneh?


Ini akan menjadi petualangan kami yang sangat panjang mencari sekutu dan kabur dari kejaran para roh-roh itu.


"Aku ingin beristirahat, hanya bangunkan aku jika terjadi sesuatu." Ucap ku seraya berbaring di alas yang sama dengan Neftaza.


Aku memejamkan mata ku seraya melipat kedua tangan ku dengan erat, aku tertidur menyisakan keheningan malam yang terdengar di telinga ku.


_______________


Aku membuka mata ku menatap ke sekitar, sesekali aku mengedipkan kedua mata ku beberapa kali untuk menyesuaikan pencahayaan.


Aku terduduk menatap mereka semua yang masih tertidur lelap dengan Hasper dan Felis yang terlihat kelelahan tertidur dalam posisi duduk bersandar di kayu kecil yang tumbuh tak jauh di hadapan ku.


"Sepertinya mereka berjaga semalaman..." Ucap ku seraya beranjak berdiri dengan perlahan menghampiri perapian yang sudah padam. Aku menghidupkan api kembali karena udara masih terasa begitu dingin menyentuh kulit ku.


Aku terduduk di dekat perapian seraya menatap ke sekitar yang masih terdapat kabut yang cukup tebal menutupi pandangan.


Ku tatap Felis yang masih tidur dengan kepala nya yang tak seimbang seakan-akan dia akan terjatuh. Aku mendekat ke arah nya untuk memastikan agar ia tak terbangun.

__ADS_1


"Ehhh..." Ucap ku seraya meletakkan tangan ku untuk mencegah nya agar tak terjatuh ke tanah.


Namun aku sedikit terlambat sehingga ia terbangun di atas telapak tangan ku.


"Ahh, kau terbangun pangeran..." Ucap ku malu karena berada dalam posisi seperti ini.


Tampak ia memposisikan duduk nya dengan meregangkan tubuh nya yang terasa pegal karena tidur dengan posisi duduk.


"Terimakasih putri, setidaknya kau membuat ku tak mengenai tanah..." Ucap nya menatap ku.


"It's ok..." Ucap ku tersenyum seraya beranjak berdiri ke arah kuda ku yang sedang memakan rumput di hadapan nya.


Kenapa aku begitu peduli pada nya? Kenapa tak ku biarkan saja dia bangun di tanah? Ahhh... Sebenarnya apa yang sedang ku lakukan?


Sinar matahari mulai terlihat dari celah dedaunan yang cukup rimbun di atas, aku menoleh ke belakang menatap mereka yang mulai bangun satu persatu.


Ku tatap Hazel yang meregangkan tubuh nya terbang ke atas pohon, ia terduduk di sebuah dahan pohon seraya menatap ke bawah dengan pandangan khas bangun tidur.


Ia menatap ke arah ku dan terbang dengan cepat seraya meminta ku untuk mengeluarkan sebuah apel.


"Kau terlihat begitu lapar Hazel?" Ungkap ku tersenyum seraya mengeluarkan satu buah apel.


"Apa aku perlu mengupas nya untuk mu?" Ucap ku menatap nya.


Ia hanya mengangguk.


"Baiklah..." Ucap ku seraya mengupas apel merah.


Tak berselang lama aku selesai mengupasnya dan memberikan satu potong buah apel ke Hazel yang sedang duduk di atas kuda ku.


"Terimakasih..." Ucap nya seraya memakan apel itu.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2