
"Kalau di pikir-pikir semuanya menjadi berkaitan yakan Nef?" Ucap ku menatap ke arah Neftaza.
"Lo bener... Dulu nya Dafania Alfonsa adalah tunangan Devmir, tapi kaisar membatalkan pertunangan itu dan setelah nya kaisar mengeluarkan dekrit bahwa putri Dafania Alfonsa di tunang kan dengan pangeran mahkota Alverdine Bleferald. Tapi sebelum pernikahan nya terjadi, dia malah mati dan kita gak tau sebab nya apa!." Ucap Neftaza menjelaskan.
"Tak hanya itu, ternyata putri Dafania Alfonsa adalah putri yang di cintai oleh pangeran Felis Zerlander." Ucap ku menatap nya.
"Serius?" Tanya Neftaza tak percaya.
"Siapa Felis Zerlander? Pangeran dari kerajaan mana?" Tanya bang Andara.
"Pangeran dari kerajaan Switzerland. Sepertinya dulu nya mereka adalah sepasang kekasih, namun aku tak mengetahui dengan pasti." Jawab ku seraya ku tatap mereka berdua bergantian.
"Jadi bisa di bilang pangeran Felis dan Devmir mantan dari Dafania? Haha... Beruntung banget yah sih Dafania, bahkan dia sempat bertunangan dengan pengeran mahkota Alverdine." Tukas Neftaza tersenyum.
"Ya bener... Mereka laki-laki yang tampan... Lagian Dafania juga cantik, jadi tak masalah..." Jawab ku.
Sekarang pandangan mata ku mengarah ke arah bang Andara yang menatap ke arah sebuah kolam yang ada di samping gazebo taman.
Ia terlihat termenung, seperti meratapi sesuatu yang tak ku mengerti. Ia kembali tersadar ketika Rianda memanggil nya.
"Bang, apa kau mengalami sesuatu yang menyakitkan di tempat itu? Maksud ku di kekaisaran?" Tanya Neftaza sedikit sendu.
Terlihat bang Andara sedikit enggan untuk bercerita.
"Beberapa hari setelah Abang di sana, ia menyuruh Abang untuk mencoba ilmu sihir hitam..." Ucap bang Andara marah.
"Bahkan sebelum ia membicarakan tentang sihir waktu itu, Abang tak tahu jika Abang adalah penyihir. Karena Abang pikir Abang bukan seseorang yang mempunyai sihir, akhirnya Abang bilang ke mereka jika sihir Abang hilang. Tapi mereka tak percaya, dan pada akhir nya kaisar mengurung Abang di penjara bawah tanah." Ucap nya marah campur sedih.
Sialan ia mengurung Bang Andara di penjara bawah tanah? Aku yang akan membunuh nya nanti...
"Jika ku tebak itu adalah tempat yang sangat kotor bukan?" Tukas Neftaza.
Bang Andara mengangguk.
__ADS_1
"Itu bukan lagi tempat yang sangat kotor, itu adalah tempat yang benar-benar sangat menjijikkan. Tempat itu sangat lembab, gelap dan sangat bau. Satu hari Abang di dalam penjara membuat Abang muntah-muntah, untung aja Abang gak muntah darah..." Ucap nya sedikit bercanda.
"Iya, untung aja Abang gak mati karena kebauan..." Ucap ku menimpali nya.
"Pada akhirnya waktu itu Abang pasrah tinggal di tempat kumuh seperti itu, dan pada suatu saat entah apa yang Abang lakukan Abang bisa mengeluarkan sihir, yang bahkan membuat Abang sangat terkejut... Bukan main sih, itu terkejut sampai kaget banget..." Ucap nya, ah aku sedih tapi jadi tertawa dengan reaksi nya.
"Terus bang?" Ucap Rianda antusias, dasar tuh anak jadi kayak ngedengerin dongeng.
"Tapi setelah Abang tau kenapa kaisar memaksakan Abang untuk mempelajari sihir hitam itu Abang menyembunyikan kekuatan Abang." Ucap nya, seraya ia seperti mengucapkan sesuatu yang membuat kami tiba-tiba terkejut saat sesuatu terjadi di atas tangan kanan nya. Ia mengeluarkan api.
"Api bang? Sekarang aku jadi percaya kalau Abang bisa sihir..."Ucap Neftaza tertawa...
"Setelah berbulan-bulan baru Abang merasakan yang namanya jadi penyihir, ini keren kan? Ya iyalah masa enggak sih..." Senyum nya bangga.
"Hahaha... Bang Andara narsis gila deh..." Ucap kami berdua serempak.
"Udah, balik ke cerita..." Ucap bang Andara, membuat kami berdua terpaksa menghentikan tawa.
"Jadi Abang yang buat alam naga itu jadi sekuat itu? Kami berdua hampir mati di sana tau gak sih bang?" Ucap Neftaza kesal.
"Ingat gak sih bang, waktu ulang tahun kaisar para pangeran dan putri kerajaan besar di undangnya untuk datang, tapi pada akhir nya kami semua di jadikan makanan untuk naga itu... Tapi untung aja waktu itu kami bisa selamat dari kejadian yang sangat mengerikan..." Ucap Neftaza panjang kali lebar, aku hanya mengangguk kesal.
"Mana Abang tau, kalau tau pun Abang gak bisa mencegah karena Abang kan masih di penjara..." Ucap nya tanpa merasa bersalah.
"Dasar Abang laknat..." Gumam ku pelan.
"Abang di penjara selama itu?" Ucap ku tak percaya.
Bang Andara mengangguk.
"Abang gak bisa keluar karena penjara itu di jaga ketat, bahkan di segel oleh penyihir kegelapan. Walau Abang punya sihir, mana tau Abang sihir apa yang bisa membuka segel itu... Jadi mau gak mau Abang hanya belajar sihir, tapi dengan beberapa sihir yang tak sengaja keluar membuat tempat itu cukup nyaman... Abang bisa menghilangkan bau bahkan yang lain nya." Tukas bang Andara.
"Untung aja ya bang, untung Abang punya sihir... Kalau gak, udah mati duluan sebelum keluar..." Ucap Neftaza mengangguk.
__ADS_1
"Yah... Seperti itu lah... Bagaimana perlakuan keluarga kalian di sini?" Ucap bang Andara menatap kami berdua.
"Mereka sangat baik, dan seperti yang Abang tau kami berdua dan mereka semua pergi dari kerajaan masing-masing, karena kami tak aman berada di kerajaan. Bahkan kami harus menghindar dari kejaran para penyihir kegelapan." Ucap ku dan di angguki oleh Neftaza.
"Kita memang beruntung yah, mau gimanapun kita tetap selamat." Ucap Bang Andara.
"Abang bener..." Jawab kami berdua mengiyakan.
Memang benar, jika di ingat-ingat lagi semua hal buruk yang kami alami bukan lah sesuatu yang aneh lagi. Tapi selama itu kami juga selamat apapun yang terjadi walau beberapa kali terluka.
"Tapi yang Abang takut kan, salah satu dari kita akan mati..." Ucap nya khawatir.
"Itu tidak akan, kita akan selamat dan kembali pulang ke dunia kita..." Ucap ku tegas.
"Bagaimana jika dunia ini adalah dunia kita yang sebenarnya?" Ucap bang Andara, membuat kami terdiam tak berkutik.
"Kenapa Abang berpikiran seperti itu?" Ucap ku tak percaya, dan di angguki oleh Neftaza.
"Bagaimana tidak? Coba ingat-ingat lagi sesuatu yang terjadi kepada kita, apa seharusnya kita berada di sini atau tidak?" Ucap nya lagi.
"Abang jangan ngomong gitu, kita pasti bakal balik... Apapun yang terjadi kita pasti pulang..." Ucap Neftaza serius.
"Baiklah-baiklah... Abang cuma tiba-tiba memikirkan hal yang gak bener..." Ucap nya tersenyum.
"Iyaa seharusnya itu memang hal yang gak patut di pikirkan." Ucap ku.
_
_
_
❤️❤️❤️
__ADS_1