TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 54


__ADS_3

Sepuluh menit berjalan kaki.


"Huh...."


"Zel, ajak gue terbang dong..." Ungkap Neftaza dengan ekspresi lesunya.


"Manja banget lu dah ah, bentar lagi juga nyampe..."


"Hazel... mending gue yang lu ajak terbang." Ungkapku memohon ke arah Hazel yang sedang terbang di depanku.


"Sial*n Lu El..." Kesal Neftaza menoleh ke arahku.


Aku hanya tersenyum jahil menatapnya. Sedangkan Hazel, Hasper dan Casper hanya menoleh dan menatap kami dengan ekspresi datarnya


Huh...


"Punya Abang keg gini amat..." Ungkapku mengalihkan pandangan mataku menghindari tatapan datar itu.


"Derita kita..." Ungkap Neftaza pura-pura menangis.


"Lebih baik kalian diam..." Ucap Hasper dingin.


"Gak usah lebay deh..." Ucap Hazel terbang di depan dengan tangan di silangkan di dada menatap ke arah kami.


"Ya, sebentar lagi kita juga sampai." Ucap Casper sedikit santai tanpa menoleh.


"Ya ya ya ya..."


Kami berjalan dan terus berjalan, jika saja tanahnya datar sedatar ekspresi wajah mereka, aku bakal naik sepeda tanpa merasa kelelahan berjalan. Tapi kenapa jalannya harus banyak batu kerikil begini sih... Haishh...


Langkah kakiku semakin berat, dengan keringat bercucuran di atas pelipis mataku.


"Sebentar lagi..." Ungkapku semangat.


Aku melihat di lima meter ke depan tampak pepohonan rindang bergoyang-goyang tertiup angin dengan suara burung berkicauan. Bahkan aku sudah merasakan angin itu menyentuh kulit ku. Kami menaiki bebatuan untuk keluar dari tempat ini.


"Hah... Akhirnya aku melihat matahari bersinar." Ungkapku seraya merasakan tiupan angin menyentuh kulitku.


"Jangan drama deh..." Ucap Neftaza menepis tanganku dengan tangannya.


"Mengganggu kesenangan orang elu mah..." Ungkapku kesal seraya berjalan ke arahnya.


Aku berhenti untuk menghirup udara segar yang memanjakan hidungku. Kembali ku langkahkan kakiku mengikuti Hasper dan Casper yang berjalan mencari sesuatu. Aku menghampiri nya...


"Apa yang kalian cari Gege?" Ungkapku penasaran.

__ADS_1


"Entahlah... Tempat ini sangat asing." Ucap Casper seraya melihat-lihat keadaan sekitar.


"Sepertinya bukan tempat yang berbahaya untuk kita Gege... tempat ini terlalu indah untuk nyawa seseorang..." Ungkap ku seraya menikmati pemandangan hutan ini.


"Pasti ada alasan kenapa tempat persembunyian keluarga kerajaan terhubung dengan tempat ini..." Ungkap Neftaza serius dari belakang tubuhku, aku menoleh ke arahnya tampak ia sedang memegang dagunya seperti seorang detektif handal. Hah...


"Kau benar Nefta... Tapi aku tidak menemukan sesuatu dari semua yang kita pikirkan sekarang..." Ungkap Hasper menghampiri kami dengan raut wajah seriusnya.


Btw, kenapa mereka harus seserius itu sih? heran aku tuh... Ah maaf guys... hehe...


"Lebih baik kita terus berjalan..." Ungkap Hasper beranjak pergi meninggalkan kami.


"Jalan lagi jalan lagi..." Ungkap Neftaza kesal..


Jiwa kerennya hilang sekejap. Dasar o*ak udang.


Aku mengikuti mereka yang berjalan di depanku, ku alihkan pandangan mataku ke sekeliling hutan.. Sungguh ini adalah hutan fantasi, sangat berbeda dari hutan belakang istana. Apa mungkin kami berada di hutan yang berbeda? Mungkin...


Ku langkahkan kakiku berjalan di atas jalan setapak yang penuh dengan kerikil-kerikil kecil. Bebatuan berlumut yang cukup besar berada di kanan kiri jalan yang kami lewati. Tampak juga pepohonan yang rindang tumbuh di sepanjang pinggir jalan setapak.


"Sepertinya jalan ini menuju ke suatu tempat deh..." Ungkap Neftaza mengernyitkan dahinya seraya menoleh ke arahku.


"Ya jelaslah..." Ungkapku kesal. Bagaimana enggak? Setiap jalan pasti menuju ke suatu tempat, kenapa pula dia ngomong pernyataan itu lagi. Huh...


Tampak di ujung jalan setapak yang kami lewati terdapat tanjakan yang penuh dengan batu-batu besar berjejer seperti pagar.


"Waw..."



"Wah......" Ungkapku merasa senang melihat sebuah bangunan yang sangat cantik dengan pohon besar menutupi bangunan itu dari atas.


"Bukankah ini terlalu cantik?"


Ku langkahkan kakiku mendekati bangunan itu, ku perhatikan bangunan yang sangat epic berada di hadapanku dengan mataku tak bosan-bosannya memandangnya, anggap saja ini istana pohon.


Tampak sebuah pintu berbentuk bulat dengan ukiran-ukiran yang mengikuti bentuk nya terukir sangat rapi. Kembali ku langkahkan kakiku menaiki anak tangga dengan cepat.


"Hati-hati!!..." Seru Casper yang melihatku berjalan tergesa-gesa.


Aku menoleh ke arahnya dan tersenyum.


"Tunggu..." Seru Hasper menghentikan langkahku.


Aku kembali menoleh ke belakang, tampak ia berjalan mendahuluiku untuk melihat pintu itu. Kemudian ia mencoba membuka pintu dengan hati-hati.

__ADS_1


Ceklek...


Suara pintu terbuka. Tampak Hasper melangkahkan kakinya masuk ke dalam istana itu dengan di ikuti Casper dan Neftaza.


Ku langkahkan kakiku memasuki ruangan seraya ikut ku arahkan pandangan ku ke sekitar.


"Wah..."


Tak henti-hentinya kami mengagumi istana ini. Berada di luar dan di dalam istana membuat mataku terpesona dengan bangunan istana fantasi yang belum pernah terbayangkan olehku. Walau ukuran istana ini tak terlalu besar seperti istanaku, namun keindahan istana ini membuatku lebih antusias.


Aku berdiri di samping Hasper, sesekali mataku melirik ke arah mereka bertiga yang terkagum dengan keindahan istana ini. Ku perhatikan Hazel yang terbang ke arah sebuah lemari yang di hiasi dengan beberapa vas klasik berwarna cokelat terpajang apik di sana.


Ku beranjak berjalan ke arahnya tanpa menghiraukan yang lain.


"Apa yang kau lihat?" Ungkapku melihat Hazel sedang fokus memperhatikan sebuah vas lebih besar di banding vas yang lain.


"Entahlah... Tadi aku melihat sebuah pergerakan di sekitar vas ini, tapi ketika aku melihatnya aku tidak menemukan apapun." Tukasnya terlihat bingung.


"Mungkin kau salah lihat Hazel..." Ungkapku memperhatikan vas itu.


"Ya bisa jadi..." Ungkapnya kembali terbang ke arah lain.


Kembali ku arahkan pandangan mataku ke salah satu rak buku kecil yang tersusun rapi di bagian sudut ruangan dengan di sampingnya sebuah meja sedikit lebih tinggi dari rak buku berwarna cokelat gelap.


Aku menghampirinya dan mencoba mencari buku yang menarik. Namun ketika aku sedang memilih-milih buku, aku melihat seberkas cahaya keluar dari salah satu buku yang berada di atas meja samping rak buku berdiri.


Aku mengangkat buku itu di kedua tanganku, aku membaca sampul buku yang tertulis "The secret of the Worldlander". Worldlander??? Aku akan membuka buku itu, tapi aku terhentikan oleh suara panggilan Neftaza...


"El,,, kemari lah..." Panggilnya tergesa-gesa.


Terpaksa aku meletakkan kembali buku itu di tempat semula, berbalik aku berjalan ke arah Neftaza di balik pintu ruangan sebelah kiri. Ia berdiri menatap sebuah taman bunga yang cukup mengesankan.



"Waw..." Ungkapku mengikuti Neftaza berlari ke arah kursi yang penuh dengan bunga mawar berwarna pink.


"Tempat ini persis seperti di dunia dongeng..." Ungkapnya senang seraya duduk di kursi itu.


"Kita memang berada di dunia dongeng..." Ungkapku santai.


"Beruntung nya kita berada di sini..." Ungkapnya lagi seraya mengeluarkan handphone dari dalam ruang dimensinya.


Terdengar suara kamera yang cukup keras dari kamera handphone nya, ia melakukan beberapa foto Selfi dengan gaya yang bermacam-macam... Memang model kamera deh. Tak lupa aku juga beraksi mencari spot foto yang bagus hehe...


Jangan lupa like vote dan komen yah...

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2