
"Wah,,," Ungkapku tanpa sadar.
"Apa aku cocok menggunakan pakaian ini putri?" Ungkapnya masih merasa risih.
'Lo ganteng banget, nj*r'
"Kau terlihat sangat tampan pangeran, sungguh." Ungkapku tenang, setenang mungkin.
"Benarkah?" Ungkap nya tak percaya.
Aku mengangguk.
"Syukurlah..." Ungkapnya merasa lega.
Ia memeriksa lobster dan kerang di perapian. Ah, cocoknya makan makanan di restoran mahal bukan di tempat seperti ini. Sayang banget.
Aku tidak bisa mengalihkan pandangan mataku darinya, ia memang terlihat sempurna apalagi jika menggunakan jas , wah aku bahkan bisa membayangkan nya.
Apa yang ku pikirkan? Aku menggelengkan kepalaku untuk kembali ke kenyataan. Huhh...
"Bagaimana pangeran? Apakah sudah matang?" Ungkapku seraya beranjak berjalan mendekati nya.
"Sepertinya sudah." Ia mengambil kerang-kerang itu dan mengangkat panci ke atas meja.
Aku membuka pancinya dan melihat lobster itu sudah berwarna merah matang. Aku mengambilnya dan meletakkannya di atas piring.
"Aku akan menyiapkannya, kau tunggulah di sana." Ungkapnya seraya menyuruhku untuk pergi.
"Baiklah, aku akan menunggu di bawah pohon itu." Ia mengangguk.
Aku berjalan perlahan ke arah pohon tempat kami meletakkan kursi santai. Aku duduk di kursi seraya melihat ke arah hutan. Ku alihkan pandangan mataku ke arah jam yang aku gunakan. Pukul sepuluh pagi.
'Kami akan pergi sekitar pukul dua belas siang' pikirku.
Tampak pangeran Felis berjalan ke arahku dengan membawa piring berisikan lobster dan daging kerang itu.
Aku di layani oleh pangeran tampan. Mimpi apa aku semalam? Haha...
"Silahkan di makan tuan putri." Ungkapnya sembari memberikan satu suapan ke mulutku. Aku terkejut. Tapi aku tetap membuka mulutku.
Lobster ini terasa sangat enak dan lebih enak lagi jika di suapi oleh pangeran tampan. Terlalu banyak halu wkwk...
"Kau seperti Gege ku saja pangeran.." Ungkapku seraya berterimakasih.
__ADS_1
Ia tersenyum, dan mengambil daging lobster untuk di makannya.
"Ternyata, daging lobster ini sangat enak." Ungkapnya tersenyum.
Aku terkagum melihat ia senyum hanya karena makan lobster. Sadar Ela sadar... Huhhh...
Kami menikmati makan daging lobster dan daging kerang dengan sangat santai. Tak berapa lama mereka kembali dengan membawa tangkapan yang banyak.
Tampak Neftaza menghampiriku setelah ia meletakkan hasil tangkapannya di atas meja dekat perapian.
"Huh... kalian santai-santai menikmati kerang dan lobster?" Ungkapnya sedikit kesal seraya meletakkan kedua tangannya di pinggang.
"Kami terlalu lapar, makanya kami makan lebih dulu. Maafkan aku hehe..." Ungkapku dramatis.
"Ya ya ya..." Ia menjawab dengan kesal sembari meninggalkan kami untuk kembali ke tendanya.
Tampak para pangeran sedang membersihkan hasil tangkapannya. Kemudian mulai memanggang kerang-kerang itu di perapian.
Setelah itu, mereka masuk ke dalam tenda masing-masing untuk mengganti pakaiannya. Tak beberapa lama mereka keluar dengan pakaian santainya.
Aku baru sadar, jika aku di kelilingi oleh pria-pria tampan. Ternyata seperti inilah yang di rasakan oleh Neftaza sebagai penggemar pria tampan. Ah,, memang menyenangkan.
Aku mengambil jus jeruk di atas meja di hadapanku, aku menyesapnya seraya memainkan pipet nya seraya memperhatikan sekitar.
Pangeran Felis beranjak berjalan ke arah perapian dengan membawa piring sisa kami makan tadi. Aku merasa seperti ratu di sini.
Aku tak menyangka bahwa para pangeran yang aku kenal sangatlah ramah dan tidak memiliki sikap yang arogan. Aku tak salah menyelamatkan nyawa mereka. Bahkan mereka melayani kami dengan baik.
Sebenarnya aku merasakan hal itu tak pantas untuk seorang pangeran, tapi entahlah.. Mungkin mereka melupakan status sebagai pangeran.
Aku larut dalam pikiranku, sampai aku tak sadar bahwa mereka semua sudah duduk di dekatku.
"Apa kita akan berangkat sebentar lagi?" Tukas putri Gazelle di sampingku. Aku melihatnya, Ia menggunakan T-shirt berwarna cream, sangat cocok untuk nya.
"Lebih cepat lebih baik.." Ungkapku menjawab pertanyaan nya.
"Apa tidak terlalu cepat putri? Kita bisa pergi beberapa jam lagi, atau kita pergi malam saja." Ungkap putri Esmeralda menyarankan.
"Bener kata putri Esme, El. Kita pergi malam aja deh... Kita di sini aja dulu sampai sore." Ungkap Neftaza semangat dan mendapatkan anggukan dari mereka semua.
"Huh,, ok lah."
Mereka terlihat sangat bahagia karena berada di pulai ini hingga sore hari. Aku merasakan kekosongan, aku meninggalkan mereka masuk ke dalam tenda. Aku memainkan handphone ku dan bermain mobile legend.
__ADS_1
Aku selalu bosan memainkannya karena mendapat team yang kurang mendukung. Mereka terlalu lemah, hanya bisa bermain dengan durasi sebentar. Menyebalkan.
Terdengar suara tawa di luar tenda, mereka sangat berisik. Rupanya mereka sedang bersenang-senang bermain. Entahlah... Aku merasa sangat kelelahan. Sepertinya energi ku terkuras habis.
Aku meletakkan handphone ku. Aku beranjak keluar dari tenda berjalan ke tepi pantai. Aku duduk seraya menusuk-nusuk pasir dengan batu yang aku temukan di dekatku. Sesekali aku melihat mereka yang sedang kejar-kejaran atau hanya sekedar berbincang-bincang. Kekanakan sekali.
Lagi-lagi aku melihat jam tanganku. Masih pukul tiga sore. Bukankah waktu terasa lambat di sini?
"Bukankah aneh, kami sedang bermain sedangkan kau hanya menyendiri El?!.."
Aku menoleh ke arahnya, benar ia adalah Airen. Aku akan bersikap biasa menghadapinya. Tenang El..
"Apa kau sakit?" Ungkapnya duduk seraya menyentuh dahi ku.
Aku seperti tersengat oleh sentuhannya, detik berikutnya aku sadar dan aku menyingkirkan tangannya dari dahi ku.
"Aku hanya kelelahan, kau pergilah bermain dengan mereka." Ungkapku tanpa menoleh ke arahnya.
"Apa kau marah padaku?" Ungkapnya menatapku.
"Tidak, aku hanya ingin sendiri."
"Aku merasa kau sedang marah padaku." Ungkapnya lagi.
"Aku yang pergi atau kau yang pergi?" Ucapku menatap matanya seraya beranjak berdiri.
"Ternyata kau sedang marah padaku." Ucapnya menoleh ke arahku.
Aku meninggalkan nya sendirian di tepi pantai. Aku berjalan-jalan menyusuri tepi pantai. Aku sangat kesal. Apa aku egois? Entahlah... rasanya aku ingin marah. Tapi bukankah itu memalukan?
Kenapa waktu sangatlah lama jika kita sedang memiliki mood yang buruk? Haishh.. Aku ingin segera pulang ke istana.
Aku melepaskan sepatu ku dan duduk di bebatuan pinggir pantai. Kakiku terkena sapuan ombak yang menyegarkan. Tak bosan-bosannya aku menatap air yang ada di hadapanku sembari memakan ice cream rasa strawberry.
Aku memejamkan mataku menikmati semilir angin dan air yang mengenai tubuhku. Aku menyukainya..
"Bahkan, jika aku mencintai bukankah sangat kejam jika aku tidak mendapatkan nya?" Gumam ku seraya membuka mataku.
Aku sudah pergi terlalu lama, dan kekesalanku mulai berkurang. Aku sadar jika aku mengalami kegalauan hanya karena seorang pria.
Huh....
Jangan lupa like vote dan komen yah...
__ADS_1
❤❤❤