
Hari berganti Minggu. Hazel sudah berada di istana ini selama hampir dua Minggu. Ia mengetahui banyak hal tentang kerajaan Rosewaltz. Sangat mengagumkan pikirnya. Kerajaan Rosewaltz adalah kerajaan modern yang sangat canggih berada di benua itu. Mungkin hanya kerajaan Rosewaltz yang memiliki semuanya. Banyak hal yang berubah minggu demi minggu. Contohnya masalah pakaian dan gaya rambut. Ini adalah kerajaan modern di zaman kuno. Keren.
"Aku tak percaya mereka lah yang membuat semua ini...!" ucap Hazel kagum setelah mengetahui benda-benda canggih yang di buat oleh kedua putri kerajaan Rosewaltz itu.
Ia pun banyak belajar dari kedua putri itu. Bukankah pasukan mereka sangat elite? ini akan menyenangkan bukan? haha...
Dari kejauhan tampak sekumpulan manusia berjalan beriringan dengan satu orang laki-laki berada di depan manusia yang lain. Apakah dia pemimpin nya? Hemm... seperti nya iya.
Mereka berpakaian layaknya seorang pemburu yang handal dengan menggunakan pakaian serba hitam yang menawan. Terdapat sebuah pedang berada di pinggang masing-masing mereka, terlihat sangat gagah. Beberapa manusia lain nya memegang sebuah busur panah dengan anak panah berada di punggung mereka.
Tempat mereka berada saat ini adalah di hutan yang sangat rimbun. Apakah ini hutan rimba? Mungkin lah. Ini seperti acara "The law of the jungle" acara SBS hehe...
Sekumpulan manusia itu mulai berburu menjadi dua team. Dengan masing-masing team terdiri dari empat manusia elite.
Bahkan hari ini sangat cerah, menambah keyakinan mereka untuk mendapatkan sebuah buruan yang banyak.
"Kami akan pergi ke arah timur sedangkan kalian pergi ke arah barat. Kita akan bertemu kembali di sini sebelum matahari terbenam..!" Ucap seorang laki-laki berwajah tampan yang memegangi sebuah busur panah di tangan sebelah kiri.
Mereka semua mengangguk dan pergi menuju arah yang di tentukan untuk mencari buruan mereka.
Team barat berjalan tanpa mengurangi rasa kewaspadaan mereka. Butuh waktu lama untuk mendapatkan sebuah buruan di hutan. Dengan sabar, mereka menelusuri hutan itu.
"Yakk,,, aku melihat seekor rusa...!" Seru seorang perempuan menunjuk ke arah depan.
Kemudian mereka semua melihat ke arah depan, terdapat lah seekor rusa yang cukup besar tak jauh dari mereka berdiri. Mereka diam-diam menghampiri rusa itu dengan masing-masing tangan memegang sebuah busur panah di tangan kiri dengan anak panah berada di tangan sebelah kanan.
Pemimpin dari team itu mencegah anggota nya untuk berjalan lebih mendekat dengan mengangkat tangan kanan ke atas.
Kemudian ia berinisiatif sendiri untuk mendekat ke arah rusa itu di balik semak-semak, lalu ia menarik busur panah yang berisi anak panah ke arah rusa. Jleb... Anak panah itu berhasil mengenai jantung rusa.
Kecepatan anak panah itu sangat akurat sehingga rusa tidak memiliki celah untuk kabur.
__ADS_1
"Wah,,, Gege memang yang terbaik...!" Ucap seorang perempuan yang memiliki manik mata purple itu sembari mengangkat kedua jempolnya ke arah pemimpin itu.
Pemimpin kelompok itu hanya tersenyum kemudian menghampiri hasil buruannya. Dengan suara yang terdengar semangat...
"Yaa, aku mendapat kan nya...!" Ucap pemimpin kelompok tersebut bangga.
"Wah,, rusa ini sangat besar..!" Ucap perempuan itu kagum setelah menghampiri dan melihat rusa itu.
"Bukan kah Gege sangat hebat? Sekarang giliran mu Nefta...!" Ucap pemimpin sembari menyemangati perempuan itu. Ya mereka adalah pangeran Casper dan putri Neftaza serta kedua kesatria pribadi mereka.
"Tenang saja Gege,,, aku akan mendapatkan tangkapan besar hari ini...!" seru Neftaza semangat.
Kemudian mereka melanjutkan kegiatan berburu mereka dengan semangat.
Di sisi timur.
Mereka sudah berburu terlalu lama, namun mereka belum menemukan apapun. Mereka merasa sangat kesal. Ya, mereka adalah pangeran Hasper dan putri Angela beserta kedua kesatria pribadi mereka.
"Bukan kah kita sudah berjalan terlalu lama? tapi kenapa kita belum melihat satu buruan pun?" Ucap Angela kesal.
Angela hanya terdiam membisu melanjutkan perburuan mereka itu.
"Ya, Gege lihatlah... ada seekor kelinci putih..." Teriak Angela agresif.
Kemudian mereka mengejar nya, namun ketika Angela melihat kelinci itu pangeran Hasper melihat seekor kijang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Sehingga tanpa sadar Angela terpisah dari kelompok itu karena mengejar seekor kelinci putih.
Ia terus berlari mencari kelinci putih itu, namun ia kehilangan jejaknya. Ia tak ingin menyerah, ia mencari lagi namun tetap tidak melihat kelinci itu. Ia sangat lelah kemudian ia duduk di bawah sebuah pohon rindang.
Ia menyadari sesuatu, ia sekarang terpisah dari team berburu nya.
"Haishh... kemana mereka?" Ucapnya lelah.
__ADS_1
"Aku akan beristirahat sebentar di sini, lalu mencari mereka.!" ucapnya lagi sembari meluruskan kaki nya di atas tanah dan bersender di sebuah pohon rindang itu.
"Haish... aku kelelahan..!" ucapnya dengan suara tersengal-sengal.
Ia memejamkan mata sebentar untuk merilekskan tubuh yang kelelahan itu. Ia sudah berada di tempat itu selama lima belas menit. Ia membuka matanya. Ia melihat sekeliling lalu mengambil busur panah yang ia letakkan di samping tempat ia duduk kemudian beranjak berdiri untuk menelusuri hutan itu.
Ia berjalan dengan tangan memegangi busur panah. Dari kejauhan ia melihat sebuah bebatuan yang sangat besar.
"Bukan kah itu gua?" Serunya mendekati bebatuan besar itu.
"Ini adalah gua yang sangat besar...!" Serunya lagi.
"Bukan waktu yang pas,,,!" Iya ingin memasuki gua itu tapi ia harus kembali karena ia sudah menghilang selama kurang lebih tiga puluh menit.
Beberapa langkah ia berjalan, ia mendengar suara memanggil nama nya.
'My Lord..'
Ia berhenti, kemudian ia menoleh ke kanan kiri untuk mengecek suara itu.
"Apa aku salah dengar? haishh.." Ia mengabaikan itu. Namun suara itu muncul lagi dari arah gua.
"Suara itu berasal dari gua...!" Ia sangat penasaran dengan suara itu, sehingga ia memasuki gua tanpa ragu-ragu.
Gua itu memang sangat besar dan luas. Ada dua lorong terpisah dengan aura yang di keluarkan berbeda-beda. Di lorong sebelah kiri ia bisa merasakan aura yang sangat dingin sedangkan di sebelah kanan ia merasakan aura yang sangat panas.
"Haish,,, aku harus menuju ke sebelah mana?" serunya bingung. Namun terdengar suara memanggil nya dari arah sebelah kanan.
Tanpa ragu lagi ia memasuki lorong itu sambil melihat dinding-dinding nya yang terlihat panas. Udara di sini sangat panas tapi tidak membuat nya berkeringat.
Lorong itu sangat panjang dengan suasana gelap menyelimuti lorong tempat ia berjalan, namun dari kejauhan ia melihat ujung lorong memiliki cahaya merah. Api? Entahlah...
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah...
❤❤❤